
"Tunggu aku puas, baru aku akan melepaskanmu," bisik Ken bersiap mencium Aira.
"Ehm ehm!"
Aira memalingkan wajahnya, sedangkan Ken melepaskan diri dari istrinya. Tangan kirinya melonggarkan dasi yang melingkar di leher, sedangkan tangan yang lainnya mengusap tengkuknya, canggung.
"Tidak bisakah kalian tidak pamer kemesraan di depanku?" Mone turun dari ranjang Aira dan melempar majalah di tangannya ke lantai. "Menyebalkan!"
Aira menggigit bibir bawahnya, ia lupa jika di sana masih ada gadis imut kesayangannya yang masih single. Tak jauh berbeda dengan Aira, Ken memilih berbalik dan menatap langit-langit kamar, mencari pelarian dari tatapan tajam gadis 152 cm itu.
"Kalau ingin mencium istrimu, pastikan dulu tidak ada orang lain yang akan ternoda matanya. Aku tidak akan mengganggumu lagi. Dasar kakak ipar mesum!" ketus Mone sebelum pergi.
Julukan yang Mone sematkan membuat Ken kesal dan mengepalkan tangannya, "Aku tidak seperti itu. Jaga mulutmu!"
"Dasar mesum!"
BAMM
Mone membanting pintu di belakangnya dengan emosi. Ia berjalan menjauh dari tempat itu dengan langkah cepat. Tangannya meraih ponsel yang ada di saku dan memasang headphone di kepalanya, mendengarkan musik rock dengan volume tinggi untuk melampiaskan amarahnya.
Ya, dulu ia bisa memukul samsak tinju di tempat latihan saat sedang merasa kesal, atau bahkan sengaja berkelahi dengan preman jalanan yang banyak ditemui di kota Moskwa. Tapi sejak kembali ke Jepang, ia tidak bisa lagi sembarangan menunjukkan kemampuan bela dirinya, bahkan memegang senjata saja tidak kakaknya perbolehkan. Semua itu demi kebaikannya sendiri, katanya.
Mone terus berjalan melalui koridor rumah tradisional yang didominasi oleh kayu ini. Langkahnya terus melaju tanpa tahu tujuan yang pasti. Entah ia akan kemana, ini pertama kalinya di datang kemari, jadi tidak tahu tempat yang bisa ia gunakan untuk menenangkan diri.
"Mone-chan," panggil Yamaken yang baru keluar dari salah satu ruangan.
Mone tetap melangkah. Ia tidak tahu ada seseorang yang memanggilnya. Melihat hal itu, Yamaken justru tersenyum dan mengikuti langkah Mone dari belakang. Dia ingin tahu kemana gadis ini akan pergi.
Langkah kaki Mone terhenti di sebuah persimpangan, ia tampak berpikir sejenak dan akhirnya memilih jalan di sisi kanannya. Kepalanya sesekali mengangguk-angguk mengikuti irama musik yang terdengar di telinganya. Ternyata jalan itu buntu, berakhir pada pintu usang yang terkunci rapat. Langit yang mulai gelap membuat tempat ini tampak menyeramkan karena tidak ada penerangan di sana.
"Mungkin ini area terlarang," celotehnya sok tahu, belum menyadari kehadiran Yamaken di belakangnya yang terus tersenyum.
Tanpa banyak berpikir, Mone berbalik dan berniat meninggalkan tempat yang terkesan misterius ini.
"HWAAA ... " Mone berteriak dengan lantang, ia bahkan sampai mundur ke belakang, menabrak pintu usang itu dan akhirnya jatuh terduduk dengan mata terpejam.
"Jangan menggangguku. Aku hanya tersesat, tidak berniat jahat. Pergilah!" ucapnya dengan suara bergetar.
Duk duk duk
Yamaken sengaja menghentakkan kakinya saat melangkah, membuat Mone semakin beringsut mundur dari tempatnya. Ia bahkan menutup wajahnya dengan tangan, takut melihat penampakan di depannya.
Grep
__ADS_1
"TASU ... " teriakan Mone terhenti karena Yamaken membungkam mulutnya dengan tangan.
*Tasukete : tolong
"Sstt, ini aku." Yamaken menggoyangkan tangan Mone, berharap gadis itu membuka matanya.
"Eh?" Mone menatap pria yang hanya berjarak setengah meter darinya. Mulutnya terbuka, tidak percaya dengan pemandangan yang matanya tangkap. Kakak ipar mesum ada di hadapannya sekarang. Ia menggelengkan kepalanya beberapa kali. Itu tidak mungkin.
Sepersekian detik berikutnya, akal sehatnya kembali. Ia menyadari bahwa pria di depannya yang tengag tersenyum ini bukan kakak ipar mesum seperti yang ia sangkakan sebelumnya. Mungkin saja dia Yamaken, pria yang sudah mengutarakan perasaannya beberapa waktu yang lalu. Dia bahkan mengajak Mone berkencan.
"Heih?" Mone menolehkan kepala Yamaken ke samping, mencari bekas luka di belakang telinga seperti yang Aira katakan padanya tentang perbedaan si kembar Yamazaki ini. Tidak ada apapun di sana, jadi pria ini bukan Ken.
"Kamu bukan hantu?" tanya Mone sembari menatap kaki Yamaken yang menapak di lantai kayu, sama sepertinya.
Ctakk
"Baka!" Ken mencemooh Mone sembari menyentil keningnya dengan jari. Ia membantu Mone untuk berdiri.
(Bodoh!)
"Apa kamu takut hantu?" tanya Ken gemas. Ia tidak menyangka Mone yang terkesan garang itu justru takut pada hal-hal mistis seperti hantu atau semacamnya.
"Mana ada! Aku hanya terkejut." Mone berkilah sambil berjalan menjauh dari Yamaken. Ia menyusuri koridor di depannya dengan langkah lebar.
"Hah? Dimana?" Mone menghentikan langkahnya dan kembali ke belakang, memeluk lengan Yamaken dengan erat. Cahaya temaram di tempat ini membuat suasana semakin mencekam dan Mone semakin ketakutan.
"Hahaha. Ternyata kamu benar-benar takut hantu." Yamaken tertawa sampai memegangi perutnya yang terasa kebas.
Hantu Sadako adalah hantu asal Jepang menyerupai wanita dengan rambut panjang dan wajah yang menyeramkan. Hampir sama dengan hantu di Indonesia yang memiliki mitos-mitos menyeramkan, ada yang menyebutkan Sadako bunuh diri dengan cara terjun ke sumur tua, sehingga penampakan hantu sadako keluar dari sumur dengan cara merangkak. Padahal faktanya, dia meninggal karena terkena radiasi bom atom yang jatuh di Jepang saat Perang Dunia II yang melibatkan Amerika dan sekutunya.
Bugh
Sebuah tinju Mone layangkan di lengan Yamaken yang masih menertawakannya.
"Tidak lucu!" ketus Mone sambil berjalan pergi. Ia marah karena Yamaken mengerjainya.
"Chottomatte," ucap Yamaken sembari menyusul Mone. Ia menangkap jemari gadis itu dan menggenggamnya dengan erat. "Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu."
(Tunggu dulu)
Yamaken menarik tangan gadis itu untuk berlari, berkejaran dengan waktu. Lima menit kemudian, keduanya sampai di sebuah tempat yang tak jauh dari kediaman keluarga Yamazaki. Mone terbelalak menatap pemandangan di depannya.
__ADS_1
(source: pinterest)
"Bagaimana? Suka?" tanya Yamaken sembari melepaskan tangan yang sedari tadi ia genggam dengan erat.
Mone menengadahkan kepalanya ke atas, menatap cakrawala yang berwarna merah seperti api. Ia melangkah ke depan, mendekati bibir pantai. Sepatunya menjejak pasir di bawahnya, membuat jejak langkah beraturan yang indah.
"Fire sunset," gumam Mone dengan penuh kekaguman.
*Fire sunset adalah fenomena beberapa saat sebelum matahari tenggelam, membuat langit berwarna merah seperti api.
Yamaken tersenyum, ia kembali menyusul Mone. Bahkan kali ini dengan berani memeluk pundaknya, membuat hadis itu sedikit terhenyak.
"Indah kan?" tanya Yamaken sembari menatap gumpalan awan putih di atas sana yang juga terlihat berwarna kemerahan.
"Umm," jawab Mone sembari menatap wajah Ken dari bawah. "Arigatou."
(Terima kasih)
"Kochirakoso." Ken menatap Mone sejenak sebelum menyapukan pandangan ke depan, menatap debut ombak yang berlarian menuju pantai.
(Kembali kasih)
Dua sejoli itu menyaksikan matahari yang perlahan turun dan tenggelam di balik horizon. Mereka terbawa suasana alam yang damai, bulatan surya itu perlahan bergerak ke bawah, tampak sangat jelas dari tepian pantai karena tidak ada sesuatu pun yang menghalangi pandangan mata. Bola api yang berjarak puluhan atau bahkan ribuan mil dari bumi itu terlihat berwarna merah keemasan.
Sesaat sebelum tenggelam, ia akan terlihat menyentuh permukaan air laut. Di saat itulah langit dan permukaan laut juga terlihat memerah karena cahaya matahari yang mulai temaram. Panorama tersebut seolah bercerita bahwa senja adalah jeda di antara kesibukan manusia sehari-hari.
(https://nurulnoe.com/5-fenomena-alam-yang-banyak-dicari-traveler/)
"Cantik dan berapi-api, sama sepertimu," ucap Yamaken sembari menatap wajah Mone penuh cinta.
Deg
Pujian yang Yamaken ucapkan membuat wajah Mone memerah. Jangan lupakan jantungnya yang kini berdetak begitu cepat. Mungkinkah ia jatuh cinta?
...****************...
Baper gua 😣😭😭😭😭😭😭😭
Duh manis banget dah ah dua orang ini 😍😍😄
Cuma liat sunset tanpa kissu aja udah sweet adegan Yamaken sama Mone. Gimana kalau lebih dari ini? Ugh, author ngga kuat 😂🏳🏳
See you next episode 💃
__ADS_1
Hanazawa Easzy