Gangster Boy

Gangster Boy
Gangster Boy : Monster Hacker


__ADS_3

Ken sedang rapat terbatas bersama orang orang kepercayaannya, mencari cara terbaik untuk menghadapi musuh yang selama ini sudah membuat masalah dengannya. Pendapatan Miracle yang turun drastis, pencemaran nama baik dengan dalih produk kosmetik palsu dan berakhir dengan hilangnya satu nyawa tak bersalah, bahkan sampai pembunuhan pada salah satu anak buah kakek Yamazaki. Kejahatan mereka sudah melewati batas kesabaran Ken dan kakek Yamazaki.


Atas izin kakek, Ken siap memusnahkan orang-orang yang dulu berbisnis dengannya, namun sekarang telah berkhianat demi mengabdi pada nyonya Hanako. Rubah wanita yang mempunyai akal bulus untuk membuat semua tipu daya ini, membuat Ken hampir putus asa. Pewaris keluarga Yamazaki ini tidak menemukan titik terang sebelum mendapat pencerahan dari istrinya, Aira. Perpaduan pasutri yang telah memiliki tiga orang buah hati ini, sungguh luar biasa, saling melengkapi satu sama lain.



"Sayang, cepatlah tumbuh besar. Bantulah ayah dan ibumu menghadapi kerasnya dunia ini," bisik Aira lirih. Ia menatap jemari Aya yang terkena bias sinar mentari, membuatnya tampak semakin bercahaya.


Sejak awal Aira tidak ingin anak-anaknya berkecimpung di dunia yakuza. Namun, semua sudah terlambat sekarang. Mau tak mau, anak-anaknya kelak juga akan memegang senjata, sama seperti ayah mereka. Tapi Aira tidak akan membiarkan putrinya bergelut dengan musuh mereka. Ia akan mendidik anak perempuannya ini menjadi bayangan dirinya, seorang hacker/peretas jaringan komputer.


Ingatannya kembali berputar pada percakapannya dengan Ken dini hari tadi, sesaat setelah ia membantu suaminya itu menyelidiki ponsel dokter Olivia.


FLASHBACK


"Lihat nomor seri ponsel itu. Aku akan melacaknya. Pasti ada data yang menunjukkan kapan pertama kali ponsel itu diaktifkan." Suara Aira mendominasi


"Dimana kamu mempelajari itu?" tanya Ken ingin tahu.


"Di akademi," jawabnya singkat setelah menunjukkan kemampuannya yang luar biasa.


Ken terdiam, sangat yakin di akademi tidak mengajarkan kemampuan meretas sejauh itu. Ia yakin Aira memiliki rahasia tersendiri yang belum ia ketahui. Kemampuannya dalam meretas ini, termasuk langka. Istrinya ini bahkan bisa menembus keamanan jaringan bank dunia demi menemukan lokasi keberadaan Mone. Ken saja tidak bisa tapi Aira menyelesaikannya seperti seorang profesional.


"Sebelum itu?" selidik Ken.


Hening


Aira tak menjawab, belum ingin mengungkap identitasnya ini. Ia melirik Ken, menantikan kalimat yang akan suaminya ucapkan. Aira yakin Ken pasti akan menanyakan sesuatu berkaitan dengan kemampuannya ini.


"Sebenarnya kamu seorang hacker atau programer sebelum masuk ke akademi, benar 'kan?" tebak Ken ragu.


Aira mengangkat sebelah bibirnya dan melanjutkan aktivitasnya tanpa menjawab pertanyaan Ken. Konsentrasinya kembali ia pusatkan pada layar bercahaya di hadapannya. Hal itu membuat Ken mengembuskan napas beratnya.


Keterdiaman Aira menunjukkan bahwa pertanyaannya tepat sasaran. Aira sudah menguasai 'bahasa planet' itu sebelum masuk ke akademi. Itu sebabnya ia belajar dengan cepat di sana dan bisa mengungguli murid-murid yang lainnya. Ken merasa, semakin lama ia bersama Aira, sosok istrinya menjadi semakin misterius. Entah rahasia apa lagi yang dimiliki oleh wanita ini. Ken sungguh menantikannya.


Satu jam berlalu, Ken berhasil menemukan fakta penting lainnya berkat bantuan Aira. Ponsel dokter Olivia yang hilang, dipakai oleh seseorang yang berdomisili di wilayah Nagano, 244 kilometer barat laut dari Tokyo. Aira bahkan menemukan alamat terperinci dimana ponsel itu berada. Hal itu membuat Ken semakin yakin bahwa istrinya bukan wanita biasa. Dia seperti salah satu agen intelijen khusus sebuah negara.


"Hoam." Aira menutup mulutnya yang menguap dengan tangan. Ia mengembalikan laptop di pangkuannya pada Ken. "Sudah selesai 'kan? Aku lelah."


Aira meregangkan kedua tangannya ke atas, berharap badannya yang sedikit pegal segera membaik. Ia segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang, menyembunyikan setengah badannya di balik selimut. Ia memejamkan matanya, berharap bisa segera terlelap sebelum dibangunkan oleh anak-anaknya yang ingin menyusu.


Beberapa menit berlalu, Aira membuka mata dan mendapati Ken masih mematung di tempat duduknya. Laptop di pangkuannya tak ia sentuh sama sekali.


"Ken," panggil Aira lirih, "ada apa?"


Ken tak menjawab. Rasa penasarannya tak tertahan lagi. Ia ingin mengetahui identitas Aira yang sebenarnya.


"Untuk siapa kamu bekerja?" tanya Ken tajam dan menukik.

__ADS_1


Glek


Aira menelan ludahnya setelah mendengar pertanyaan tak terduga dari pria yang berstatus sebagai suaminya itu. Ia segera duduk, menatap punggung suaminya yang berjarak beberapa jengkal darinya.


"Apa yang kamu katakan? Aku tidak... "


"Kamu seorang agen khusus. Benar 'kan?"


Deg!


Aira terhenyak. Kalimatnya terpotong oleh pertanyaan yang Ken ajukan.


"Menembus data bank dunia, membaca 'Silent', meretas keamanan kediaman tuan Takeshi Kaneshiro di Rusia, menyelesaikan permasalahan jaringan Miracle, dan sekarang..." Ken tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Tanpa ia jelaskan pun, Aira pasti tahu kemana arah pembicaraan mereka. "Sampai kapan kamu akan menyembunyikannya dariku?"


Tubuh Ken menegang, tangannya mengepal erat di samping paha. Ia berusaha meredam lonjakan emosi yang menyeruak keluar saat ini. Satu sisinya merasa diremehkan saat menyadari bahwa Aira menyembunyikan sesuatu darinya.


"Ken," panggil Aira lirih. Ia menyingkirkan selimut yang menutupi kakinya dan mendekat ke arah suaminya.


Grep


Tangan mungilnya ia masukkan di sela-sela lengan dan tubuh Ken. Aira memeluk suaminya dari belakang.


"Maaf," lirih Aira. jemari mungilnya terjalin di depan perut Ken yang tertutup kaus hitam lengan pendek. "Aku tidak bisa mengatakannya padamu karena kamu pasti akan mencurigaiku seperti sekarang."


Tubuh Ken sedikit melunak saat merasakan kepala Aira menempel di punggungnya. Kemarahan yang sedari tadi minta dilampiaskan, perlahan mereda, berganti dengan perasaan hangat yang sedikit demi sedikit menjalar di dalam hatinya.


"Aku seorang agen intelijen negara. Namaku tertulis sebagai salah satu anggota Pasukan Khusus Rajawali," ungkap Aira lirih, namun terdengar jelas di telinga yakuza muda ini.


Ken masih diam di tempatnya, siap mendengar penuturan Aira.


"Aku mendapat pendidikan itu di luar negeri agar identitasku tidak diketahui oleh siapapun. Itulah sebabnya senior Shun tidak bisa menemukanku setelahnya. Tidak ada satupun data tersisa, semuanya sudah terhapus tanpa jejak seolah aku tidak pernah masuk ke negara itu."


Mata Ken membola. Ia ingat penjelasan Kosuke beberapa bulan yang lalu, awal-awal ia menikah dengan Aira. Asisten pribadinya itu mengatakan bahwa tidak ada nama Khumaira Latif dalam daftar nama pertukaran pelajar Indonesia-Thailand. Tapi Ken menganggap itu tidak penting dan melewatkannya. Ia berpikir bahwa ini bukan suatu hal yang penting, mungkin datanya sudah terhapus.


β€œSebenarnya ini bukan pasukan atau unit tersendiri, namun Kepelatihan Intelijen Khusus yang diberikan kepada personel yang bertugas di lapangan agar memahami tentang tugas dan dinamika yang ada. Disana aku bersama sepuluh anak-anak yang lain mendapat pelatihan intelijen tempur, taktik dan teknik intelijen komputer, meretas sistem jaringan dan sebagainya."


"Apa kamu belajar bela diri sebelumnya?" tanya Ken penasaran. Ia berbalik badan, menghadap tubuh istrinya yang kini ada dalam dekapan.


Aira tersenyum dan mengangguk satu kali.


"Jadi, dulu kamu pura-pura di depan kakek? Bukankah kamu bilang tidak bisa menggunakan senjata apapun? Nothing?" tanya Ken tak percaya. Ia sudah dibodohi oleh wanitanya ini setahun kebelakang.


Senyum di wajah bulat itu semakin lebar, pipinya merona merah menyadari bahwa rahasia yang ia simpan rapat-rapat kini terungkap seluruhnya.


"Kamu bisa bela diri?" ulang Ken lagi.


"Tentu saja. Penutupan Dikintelsus selalu diwarnai dengan atraksi ketrampilan bela diri, IT, penggunaan bahan peledak atau ketrampilan senjata serta simulasi penumpasan jika ada ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan lainnya,” tutur Aira.

__ADS_1


"Pendidikan ini ditujukan untuk mengasah kemampuan dalam mengatasi tugas khusus yang berat dan medan sulit. Hasil pendidikan itu mencerminkan ketangguhan skill, spirit dan stamina. Selain itu juga terbentuk keberanian, wawasan dan personal approach yang baik. Itu sebabnya aku bisa menghadapi kakek dengan percaya diri. Bahkan aku bisa bertahan agar tetap berdiri saat kamu mencambukku." Aira menggigit bibir bawahnya, mengingat kejadian pahit beberapa hari setelah ia sampai di Jepang.


Ckitt


Hati Ken terasa sakit, seolah tertusuk belati yang tajam. Kejadian masa lalu itu adalah salah satu kesalahan terbesar dalam hidupnya. Memori kelam itu berhasil mencabik-cabik harga dirinya sebagai seorang suami yang seharusnya melindungi sang Istri.


"Maafkan aku," ungkap Ken sembari membawa istrinya dalam pelukan setelah meletakkan laptop di pangkuannya ke atas nakas. Ia tidak tahu sama sekali tentang kesulitan yang telah Aira lalui sampai di titik itu. Identitasnya tersembunyi dengan apik, tak terendus sama sekali. Ia bersembunyi di balik sosok seorang gadis yang lemah tak memiliki kemampuan apapun. Nyatanya ia adalah seorang monster hacker. Peretas jaringan paling handal yang pernah Ken temui semasa hidupnya ini.


"Maaf karena sudah memikirkan hal-hal buruk tentangmu." Ken menatap tepat di manik mata coklat istrinya. Kedua tangannya menangkup wajah bulat di depannya. "Maafkan aku," ungkapnya.


Aira tersenyum. Ia mengalungkan tangannya di leher Ken.


Cup


Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Ken, membuat pria lesung pipi itu membulatkan matanya.


"Bodoh!" cibir Aira pada suaminya.


"Kamu?!" geram Ken sambil tersenyum.


"Suamiku benar-benar bodoh!" ucap Aira sembari mendorong dada Ken ke belakang, membuat pria tampan itu terbaring di atas ranjang.


"Apa yang ingin kamu lakukan pada suamimu yang bodoh ini?" tanya Ken sambil memandang istrinya dengan tatapan menggoda.


"Memangnya apa yang bisa aku lakukan?" Aira semakin mendekatkan wajahnya, seolah bersiap menyerang suaminya yang tak berdaya di bawah sana.


"Ai-chan," lirih Ken dengan suara tercekat di tenggorokan.


"Kamu siap?" goda Aira, mengunci kedua pergelangan tangan Ken di samping kepala dengan erat.


Ken mengangguk. Napasnya memburu, jantungnya berdegup kencang, siap menjadi santapan Aira detik berikutnya.


Aira semakin mendekatkan wajahnya, membuat Ken memejamkan mata detik itu juga.


"Oekk oeekk." Tangisan Aya menggema di ruangan itu, membuat Aira tersadar dan segera melepaskan diri. Ia bergegas menuju putrinya yang ada di dalam box.


Ken terhenyak. Ia seperti orang linglung, menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong. Kenikmatan yang sudah ada di depan mata, seketika sirna karena tangisan bayi perempuannya.


FLASHBACK END


...****************...


Whoaaa... Gagal lagi si abang dikecup-kecup sama Aira gara-gara Aya. Kesian.... πŸ˜‚πŸ˜‚


Sabar yaa, Bang. Hihihiii 😁😁


Ngga nyangka kemampuan Aira nih, bener-bener amazing dah. Si Ken ini kejam kek monster, eh ternyata Aira juga sama aja, tapi bedanya dia monster hacker πŸ’ƒ

__ADS_1


Dah ah halunya, kerja dulu. See you,


Hanazawa Easzy


__ADS_2