Gangster Boy

Gangster Boy
Season 3 : Kondisi Gawat Darurat


__ADS_3

Jangan lupa like, vote n komen. Itu adalah suntikan terbesar dari kalian semua buat author šŸ’žšŸ’ƒ


Selamat membaca,


...****************...


"Dok, detak jantungnya melemah," lapor Kaori.


"Tuan Yamazaki, tetap bangunkan istri Anda. Pastikan ia tetap sadar bagaimanapun caranya!"


Ken mengangguk. Mengiyakan perintah wanita seusia ibunya itu.


"Lakukan prosedur gawat darurat. Sekarang!" tegas dokter Tsukushi pada semua rekannya.


"Baik!" jawab mereka sigap.


"Ai-chan, buka matamu, Sayang." Ken berusaha membuat istrinya tetap sadar dengan menggoyangkan lengannya. Ia bahkan menepuk-nepuk pipi chubby di hadapannya.


Tidak peduli seberapa kuat Ken berusaha menahan Aira untuk tetap sadar, nyatanya kini wanita itu telah menutup matanya dengan sempurna. Tak ada celah sedikit pun untuk membuat cahaya masuk ke retina matanya.


"AI-CHAN... AI-CHAN!! BUKA MATAMU!!" teriak Ken frustasi. Ia meraih kepala Aira dan membawanya dalam pelukan.


Kaori dengan sigap mendekat dan bersiap memasangkan ventilator (alat bantu napas) pada Aira, membuat Ken terpaksa melepaskan pelukannya.


Kaori membuka mulut Aira dan memasukkan alat yang disebutĀ laringoskopĀ untuk membuka jalan napas dan melihat pita suara. Setelah pita suara terlihat dan terbuka, ia memasukkan tabung plastik fleksibel bernama tabung endotrakeal, dari mulut ke dalam batang tenggorokan.


Pada proses intubasi ini, jika terdapat kesulitan memasukkan tabung melalui mulut, dokter akan memasukkan alat bantu napas berupa tabung khusus melalui hidung menuju saluran pernapasan.


*Intubasi endotrakeal adalah prosedur medis untuk memasukkanĀ alat bantu napas berupaĀ tabung ke dalam tenggrorokan (trakea) melalui mulut atau hidung. IntubasiĀ bertujuanĀ agar pasien dapat tetap bernapas pada saatĀ prosedur anastesi (bius),Ā selama operasi, atauĀ pada pasien dengan kondisi berat yang dapat mengalami kesulitan dalam bernapas.


Intubasi endotrakeal umumnya dilakukan kepada pasien yang tidak sadarkan diri,Ā koma, atau tidak dapat bernapas sendiri. Intubasi dapat membantu agar saluran pernapasan pasien tetap terbuka dan mencegah pasien mengalami kekurangan oksigen akibatĀ gagal napas.


Dalam kasus khusus dan gawat darurat seperti sekarang, pasien akan diberikan bius total sehingga tidak sadarkan diri selama persalinan berlangsung. Selain pilihan metode melahirkan bayi kembar dengan cara normal melalui v*gina serta operasi caesar, ternyata keduanya juga bisa terjadi bersamaan. Seperti yang terjadi pada Aira sekarang.


Meskipun cukup langka, namun melahirkan bayi kembar dengan kombinasi dua metode ini bisa juga dilakukan jika terjadi situasi tak terduga seperti sekarang ini.


Dokter Tsukushi berdiri di sisi kiri Aira dan menerima pisau bedah dari asistennya. Ia akan mulai operasi caesar pada Aira untuk menyelamatkan bayi terakhirnya. Tidak ada jalan lain, ia harus menyelamatkan ibu dan anak ini.


Selain panggilan diri sebagai seorang dokter, semua orang tahu jelas apa yang akan terjadi jika Aira dan bayinya tidak selamat. Bisa dipastikan mereka yang bertugas hari ini, esok hanya tinggal nama. Atau, kalaupun tidak kehilangan nyawa, bisa jadi mereka tidak akan diizinkan menjadi tenaga medis lagi untuk selamanya.

__ADS_1


Bukan main-main keluarga yakuza satu ini. Ada hadiah besar menanti saat tugas mereka terlaksana dengan baik. Namun, di sisi lain, masa depan dan nyawa mereka juga terancam jika sampai membahayakan kedua nyawa tak berdosa ini. Terlebih ini menyangkut nyawa pewaris klan paling disegani di negeri ini.


*Operasi caesar (sesar) adalah proses melahirkan bayi yang dilakukan dengan cara menyayat bagian perut hingga rahim ibu.Ā 


Dengan ilmu yang dimilikinya, dokter senior itu menyayat perut Aira dengan penuh kehati-hatian. Sayatan itu memanjang dengan arah horizontal tepat di bagian bawah perut Aira yang merupakan jalan keluarnya bayi dari dalam rahim.


Kemudian dokter Tsukushi membuka rongga perut di depannya dengan cara membuat sayatan satu per satu pada setiap lapisan perut. Setelah rongga perut terbuka, langkah selanjutnya yakni dengan membuat sayatan horizontal di bagian bahwa rahim. Ini hanya terjadi beberapa menit saja, namun bisa membuat Ken bergidik ngeri.


Ia pernah melukai orang dengan pisau tajam miliknya, namun tak menyangka akan begitu menyakitkan melihat orang yang kita sayang harus menjalani pembedahan seperti ini. Keberanian Ken seolah luruh, tulang-tulangnya melemah, demi melihat Aira disayat-sayat. Padahal itu prosedur medis untuk mengeluarkan putranya, bukan suatu penyiksaan seperti yang ia lakukan.


'Ai-chan, maafkan aku.' Ken membatin, kembali menatap wajah istrinya. Genggaman tangannya semakin erat meski bisa dipastikan bahwa Aira tidak akan merasakannya. Ia tertidur karena efek bius total yang diberikan padanya.


Suara tangis bayi terdengar beberapa menit berikutnya, membuat Ken bisa sedikit bernapas lega. Bayinya masih dipenuhi dengan cairan ketuban, lendir, serta darah di bagian mulut dan hidung. Dokter dan tim medis segera membersihkan mulut dan hidung bayi terlebih dahulu, baru kemudian memotong tali pusarnya. Setelah bayi keluar, dokter Tsukushi lalu mengambil plasenta di dalam rahim dan segera menutup kembali lubang itu dengan jahitan.


Masih sama seperti sebelumnya, Ken kembali adzan dan iqomah di masing-masing telinga putranya. Ya, kali ini persalinan dramatis ini untuk mengangkat seorang bayi laki-laki. Jadi, Yamazaki Kenzo resmi menjadi seorang ayah dari dua anak laki-laki dan seorang perempuan.


Perawat kembali mengambil bayi yang Ken berikan. Waktunya membersihkannya seperti yang lain. Kedua kakaknya sudah ada di dalam box dengan pakaian hangat yang membungkus tubuh kecil mereka.


"Tuan Yamazaki, bisa ikut saya sebentar?" tanya dokter Tsukushi sembari melepas sarung tangan karet yang membungkus jemarinya.


Ken mengangguk dan pergi setelah mencium kening istrinya sekilas. Ia masuk ke dalam ruangan kecil yang masih ada di dalam ruang operasi ini. Ada sepasang kursi dan meja kecil di sana. Nampaknya, ini memang ruangan khusus untuk berbicara dengan pendamping keluarga pasien yang tengah dioperasi.


"Tidak masalah, Dok. Saya yang harus berterima kasih pada Anda dan rekan-rekan medis semua." Ken segera membubuhkan tanda tangannya pada lembaran kertas di depannya dan menunduk takzim beberapa detik setelahnya.


Dokter Tsukushi tersenyum, mendapati keramahan Ken. Rumor yang ia dengar beberapa tahun lalu, pria ini adalah penerus tuan Yamazaki yang tak memiliki hati. Ia tak segan menyiksa korbannya sampai mereka memohon untuk kematiannya. Tapi hari ini? Dokter Tsukushi melihat sisi lain Ken. Pria yang begitu menyayangi istrinya, bahkan rela punggung tangannya terluka demi mendampingi persalinan wanitanya. Terlihat dari bekas cakaran yang sepertinya baru akan sembuh beberapa hari ke depan.


"Bagaimana kondisi istri saya, Dok? Apa dia baik-baik saja?"


"Sejauh ini kondisi istri Anda baik-baik saja. Ia hanya terlalu lelah setelah melahirkan dua bayi sekaligus. Istri Anda wanita yang hebat dan tangguh. Banyak wanita yang memilih langsung, atau bahkan sengaja melakukan operasi caesar karena tidak ingin merasakan sakit saat mengejan. Tapi, istri Anda justru dengan berani mempertahankan keinginannya untuk melahirkan normal. Luar biasa," puji dokter berkacamata itu.


"Berapa lama dia akan sadar?"


"Setelah efek obat anestesinya berakhir, dia akan sadarkan diri. Namun, dia masih harus istirahat total untuk memulihkan keadaan fisik dan mentalnya. Biasanya sekitar 3-5 hari, bisa lebih cepat maupun lebih lama lagi."


"Syukurlah." Ken benar-benar bernapas lega sekarang. Ia bisa tenang mengetahui pujaan hatinya tidak memiliki masalah serius pasca persalinan berlangsung.


"Usahakan untuk minum banyak cairan selama menjalani proses pemulihan pasca operasi sesar. Minum banyak air akan membantu mencegah munculnya sembelit dan kondisi medis lainnya. Saya akan memantau kondisi jahitan pada sayatan bekas luka operasi caesar secara berkala. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin jika ada tanda-tanda infeksi pasca operasi."


"Baik. Terima kasih, Dok." Ken hendak berdiri, tidak sabar ingin melihat wajah istrinya yang terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, Tuan."


Pergerakan Ken terhenti seketika. Ia kembali duduk dan menatap dokter yang telah memberikan penjelasan padanya ini.


"Dalam beberapa minggu pertama, tolong awasi istri Anda. Hindari mengangkat beban yang berat melebihi berat bayi Anda dan hindari mengangkat beban dari posisi jongkok. Saya akan meresepkan obat penghilang rasa sakit bekas operasi caesar. Saya sudah memastikan obat penghilang rasa sakit itu aman untuk ibu menyusui," jelas dokter Tsukushi.


"Ada lagi, Dok?" tanya Ken.


"Ada. Hindari berhubungan biologis minimal selama enam minggu setelah operasi caesar untuk mencegah infeksi. Selama itu pula, istri Anda tidak disarankan untuk melakukan olahraga berat, mengangkat benda berat, atau memasukkan apa pun ke dalam v*gina. Saya sarankan agar istri Anda membatasi aktivitas fisik yang berlebihan saat kembali ke rumah."


"Selain itu, penuhi hidrasi tubuh dengan minum banyak air, minum obat sesuai petunjuk dan pastikan ia memiliki waktu istirahat yang cukup. Istri Anda bisa memakai bantal untuk menyangga bekas sayatan operasi caesar di perut apabila diperlukan. Sepertinya itu saja. Akan saya infokan jika ada tambahan yang lain," pungkas dokter Tsukushi.


(sumber : hellosehat.com)


"Terima kasih, Dok."


Dokter Tsukushi menganggukkan kepala. Ia keluar dari ruangan sempit 2 x 3 meter itu bersama Ken. Para perawat dan dokter lain yang membantu proses operasi ini sudah tidak ada lagi. Hanya tersisa Kaori dan seorang perawat yang membenahi pakaian Aira.


"Dia akan dipindahkan ke ruang perawatan," jelas Kaori saat Ken mendekat. Pernyataan itu hanya dijawab anggukan oleh Ken. Ia mendampingi di sisi ranjang yang mulai bergerak meninggalkan ruangan ini. Sesekali pria itu menatap keranjang bayi yang berisi ketiga buah cintanya dengan Aira sambil tersenyum. Kebahagiaannya lengkaplah sudah. Ia menjadi ayah dan Aira menjadi ibu dari dua putra dan satu putrinya. Keluarga yang sempurna.


...****************...


Akhirnya... hiks hiks 😢😭😭😭


AIRA IS THE BEST ā¤šŸ’™šŸ’œšŸ’›šŸ’š


Berasa naik roller coaster, nanjaaaaaak sampe titik tertinggi, tahan napas, baru lega setelahnya. Jujur ini ilmu baru lagi buat author. Rasanya ngga akan ada habisnya kalau mau bahas masalah medis.


Gomen ne, kalo kebanyakan narasi di episode ini. Saya rasa, semua orang bisa mengambil sedikit pelajaran dari sini. Entah itu tentang keteladanan sikap Aira yang tak lantas menyerah dan memilih berjuang sekuat tenaga hingga akhir, atau ilmu kedokteran ini sendiri.


Author minta maaf jika informasi yang ada dalam bacaan ini ternyata keliru. Mohon dimaafkan yaa šŸ¤—


Sampai jumpa episode selanjutnya, jangan lupa like, koment, vote, dan masukkan ke daftar favorit yaa biar dapet notifikasi kalo cerita ini up.


Author usahakan crazy up biar bisa cair cuannya šŸ˜… Doakan yaašŸ˜„šŸ˜‰


Jaa,


Hanazawa Easzy

__ADS_1


__ADS_2