
Rusia adalah negara terluas di dunia, total luas wilayahnya mencapai 17.125.200 kilometer persegi. Wilayahnya mencakup seperdelapan luas daratan bumi, dimana penduduknya menduduki peringkat kesembilan terbanyak di dunia dengan jumlah sekitar 146 juta jiwa pada bulan Maret 2016. Wilayahnya membentang sepanjang Asia Utara dan sebagian Eropa timur. Jika Indonesia memiliki 3 zona waktu yaitu waktu Indonesia bagian barat, tengah dan timur maka Rusia memiliki 11 zona waktu. Selain itu, wilayahnya terdiri dari berbagai tipe lingkungan dan tanah.
Karena letaknya di belahan bumi yang paling utara, maka wilayah perairan Rusia umumnya tertutupi es. Iklim di sebagian besar wilayah Rusia adalah tundra dengan musim dingin panjang yang membekukan dan musim panas yang sejuk dan pendek. Bahkan suhu terparah saat puncak musim dingin pernah mencapai -17° celcius yang menyepuh negara itu menjadi putih sepanjang mata memandang.
Negara ini adalah satu dari lima negara senjata nuklir yang telah dikenal dan memiliki cadangan senjata pemusnah massal terbesar di dunia. Selain itu, perdagangan senjata baik itu legal (resmi) ataupun ilegal bukanlah hal yang asing di sana. Semua orang di atas 17 tahun bisa membeli senjata api asalkan memiliki sertifikat tertentu. Negara pecahan Uni Soviet ini menunjukkan tajinya di bidang persenjataan yang membuat negara lain segan.
Kemarin malam, terjadi ledakan besar di gudang senjata milik Takeshi Kaneshiro yang ada di wilayah pegunungan Ural. Hal itu dipicu oleh bom yang sedang berusaha dijinakkan namun tiba-tiba meledak membuat gudang berisi ribuan senjata api itu ludes terbakar dalam beberapa jam.
PRANG
Takeshi meninju cermin yang tertanam di dinding kamar mandi, membuat pantulan wajahnya terpecah beberapa bagian. Ia tidak bisa menahan emosinya begitu pulang dari tempat itu. Bahkan ia mengemudikan mobilnya dengan sembarang, tidak peduli berapa mobil yang ia rusak akibat tertabrak kendaraan besinya yang melaju dengan kecepatan di atas 200 km/jam. Seperti layaknya sebuah rudal, ia menghantam apa saja yang ada di depannya.
Dan kemarahan Takeshi masih berlanjut. Ia menyapu bersih semua benda yang ada di meja kerja miliknya. Monitor layar datar, telepon, dan berbagai dokumen yang seharusnya ia periksa kini berserakan di lantai. Ia marah mengingat begitu besar kerugian finansial yang dialaminya akibat kejadian ini. Belum lagi masalah lain yang mungkin timbul, seperti penyelidikan pihak berwajib yang mengharuskannya membungkam mulut mereka dengan uang agar usaha ilegalnya tetap aman.
"Tuan..." panggil Mark mendekat ke arah tuannya.
Takeshi mulai mengatur nafas, meredakan iblis yang tengah menguasai dirinya. Ia harus berpikir jernih agar bisa mengambil keputusan yang tepat. Ia duduk bersandar di kursi putar miliknya, bersiap mendengarkan penjelasan asisten pribadinya.
"Ada seseorang yang sengaja meledakkan tempat itu." ucapnya memulai laporan.
"Yamazaki Kenzo?" tanya Takeshi geram.
"Bukan." jawab Mark yakin, "Bukan dia yang melakukan ini. Saya bisa memastikannya."
"Apa maksudmu?" tanya Takeshi sangsi.
"Bom yang mereka pasang sebelumnya tidak akan bisa meledakkan gudang amunisi bawah tanah." cetus Mark.
Takeshi menautkan kedua alisnya, heran dengan penjelasan orang kepercayaannya.
__ADS_1
"Lima buah bom itu berdaya ledak rendah. Lagi pula, hanya tersisa satu bom yang belum berhasil di jinakkan. Meskipun bom itu meledak sekalipun, tidak akan mungkin menimbulkan kebakaran hebat yang meluluhlantakkan semuanya. Saya ada di sana untuk melihat langsung ke empat bom itu. Dan saya memeriksa akses ke gudang bawah tanah kita, sepertinya mereka bahkan tidak tahu dimana pintu masuknya berada."
"Kamu yakin?" Takeshi mempertanyakan laporan Mark.
"Yakin. Sangat sangat yakin. Tidak ada jejak sama sekali. Tidak ada kejanggalan sama sekali dalam gudang amunisi kita itu. Itulah sebabnya saya berani melaporkan pada anda bahwa ada orang lain yang sengaja meledakkannya." Mark bersikukuh dengan pendapatnya, "Saya yakin seseorang masuk setelah saya pergi dari sana."
"Apa buktinya?"
"Saya sudah mengecek sekeliling bangunan itu sebelum pergi. Semuanya aman terkendali. Tapi 30 menit kemudian terjadi ledakan itu, tepat ketika saya berada dalam jarak 20 km dari sana. Itu artinya pengacau itu menyadari kepergian saya dan mulai beraksi tanpa disadari oleh yang lainnya." Mark menghela nafas sejenak.
"Berdasarkan penemuan anda semalam, saya memeriksa tempat itu sekali lagi dan mendapati bahwa seseorang menabur bubuk mesiu di luar gudang. Seperti yang anda ketahui, bubuk mesiu hanya bahan peledak lemah karena daya ledaknya yang rendah. Ledakan yang dihasilkannya membuat gelombang subsonik, bukan gelombang supersonik seperti yang dihasilkan oleh bahan peledak kuat. Sedangkan yang terjadi kali ini adalah ledakan hebat yang bisa didengar dari jarak beberapa kilometer. Pergerakan gas yang dihasilkan oleh ledakan bubuk mesiu menghasilkan tekanan yang cukup untuk menembakan peluru, tetapi tidak akan menghancurkan gedung itu. Jadi, saya yakin ada orang yang ingin mengaburkan petunjuk yang kita cari."
Takeshi menyetujui pendapat Mark, terlihat dari kepalanya yang ia anggukan sekali.
"Selain bekas bubuk mesiu yang Anda temukan, ada bukti lain yang lebih meyakinkan. Pusat ledakan ada di gudang bawah tanah, tepat di bagian kiri bangunan, tempat penyimpanan dinamit. Hanya beberapa orang saja yang bisa masuk ke dalam. Itu artinya ada musuh dalam selimut." pungkas pria kulit putih itu.
"Musuh dalam selimut? Maksudmu ada pengkhianat?"
"Kumpulkan semuanya dalam waktu 2 jam." perintah Takeshi.
Mark undur diri, bersiap dengan titah tuannya mengumpulkan semua agen yang tergabung dalam organisasi mereka. Ia harus bisa menangkap orang yang sudah membuat kekacauan ini.
*******
Sementara itu, Ken tengah menemani Aira sarapan. Keduanya menikmati makan pagi mereka dalam diam bersama Yu dan Kaori. Tiba-tiba pintu terbuka, menampilkan Kosuke yang tampak kacau.
"Gawat!" ucapnya dengan sisa nafas yang ada akibat berlari barusan. Ia tidak bisa menunggu lift yang sedang digunakan oleh orang lain, jadi ia memutuskan untuk berlari menaiki tangga darurat di sisi utara gedung mewah ini.
"Ada apa?" tanya Ken datar.
__ADS_1
"Beberapa orang mengacaukan apartemen kita sebelumnya. Mereka datang pagi ini dan merusak semua barang yang ada. Apa yang tuan Yoshiro ucapkan benar adanya. Ada seseorang yang mengintai kita semua. Tuan, nona, tolong berhati-hatilah." pinta Kosuke khawatir.
"Aku tahu." jawab Ken dengan tenang.
"Dan ada satu hal lagi.." ucapan Kosuke menggantung di udara.
Ken mengangkat sebelah alisnya, menunggu pernyataan asistennya yang kini bergerak menghidupkan televisi. Layar kaca itu menampilkan pemandangan yang tidak asing untuk Ken. Gedung tua yang ia sambangi bersama Minami dan ketiga bawahannya kemarin, kini tampak menghitam akibat dilalap api. Seorang reporter tengah melaporkan tentang betapa dahsyatnya ledakan yang terjadi tepat tengah malam kemarin. Hal itu membuat atensi Ken beralih sepenuhnya dari makanan di hadapannya.
"Gudang itu meledak?" tanya Ken tak percaya, "Bukankah bom yang kita pasang tidak akan membuat kekacauan separah itu?"
"Bom? Ken, kalian..." Aira menggenggam tangan suaminya. Raut khawatir tergambar jelas di mata bulatnya. Ia takut suaminya dalam bahaya.
"Tenanglah sayang," Ken mengusap pipi istrinya untuk menenangkan wanita hamil itu, "Semua akan baik-baik saja. Percayalah." bujuk Ken dengan lembut.
"Dimana Yoshiro sekarang?" tanya Yu, khawatir pada kekasihnya.
"Saya tidak bisa menghubunginya. Terakhir saya melihat tuan pergi dengan Shun. Mungkin mereka..." Kosuke tidak berani melanjutkan kalimatnya. Ia berasumsi jika ledakan itu mungkin adalah ulah Shun dan Yoshiro namun tidak ada buktinya. Hanya mereka berdua yang bisa menimbulkan ledakan sebesar itu. Tentu saja dengan kemampuan mereka di bidang farmasi, bukan hal yang sulit untuk membuat bahan peledak dengan berbagai zat berbahaya yang tidak banyak orang ketahui.
Yu berdiri. Ia segera mengambil baju hangat miliknya yang tergantung di dekat pintu dan melesat keluar mencari tambatan hatinya. Dadanya terasa sesak, takut sesuatu yang buruk terjadi pada Yoshiro.
"Apa dia gila?" lirih Yu sambil berlari. Ia berusaha menghubungi Yoshiro dengan ponsel di tangannya namun tidak tersambung.
Sial!!
*******
Gomen ne, baru bisa update. Niat hati mau up semalem tapi author ketiduran. Maafkan yaa 😁
See you next day 🤗😍😘
__ADS_1
Hanazawa easzy 💜