
Ken membenahi bajunya yang sedikit kusut dan berjalan menuju kursi putar berwarna hitam yang ada di belakang mejanya. Ia melepaskan adik kembarnya atas permintaan Aira. Yamaken pergi dengan bersungut-sungut, ia memegangi lehernya yang terasa pegal setelah Ken menjepitnya.
"Apa rapatnya sudah selesai?" tanya Aira sambil mencoba berdiri dari duduknya. Ia bergerak perlahan, tangan kanannya ada di bawah perut sementara tangan kirinya memegangi pinggang. Minami segera membantu nona-nya yang ingin menghampiri Ken.
"Tetap di sana!" ucap Ken lantang. Ia berjalan mendekat ke arah istrinya, membuat Aira mengurungkan langkahnya. Ken tidak tega melihat Aira yang tampak kesulitan, padahal ini baru minggu ke 24 kehamilannya.
"Apa mereka sungguh membuatmu berada dalam kesulitan?" tanya Ken sembari memeluk pinggang istrinya, membantunya kembali duduk.
Aira menggeleng, ia justru tersenyum lebar sambil menatap suaminya, "Aku baik-baik saja," jawabnya sambil menggenggam erat lengan Ken.
Ken mencium anak-anaknya dari luar, "Jangan nakal ya, ibumu masih harus bekerja membantu ayah," ucapnya sambil mengelus perut Aira yang berkedut pelan.
"Ken, aku sungguh baik-baik saja. Jangan khawatir." Aira lagi-lagi menyunggingkan senyum terbaiknya. Ia tidak ingin Ken terlalu memanjakannya
"Sungguh?" tanya Ken memastikan.
"Umm," Aira mengangguk dua kali, "Bagaimana dengan rapatmu? Kenapa begitu cepat selesai?"
"Tidak ada masalah. Hanya laporan berkala setiap akhir bulan dan perkembangan pembangunan gedung kerjasama antara Circle K dan Miracle." Ken menatap istrinya intens.
"Syukurlah."
Tok tok tok
Terdengar suara pintu diketuk. Kosuke masuk detik berikutnya. Ia menunduk sebelum menyerahkan tablet berwarna putih di tangannya pada Ken.
"Semuanya sudah siap, Tuan. Kita bisa memulainya sekarang." Lapor pria dengan setelan pakaian berwarna navy pada atasannya.
"Kamu siap?" tanya Ken pada istrinya. Ia menggenggam punggung tangan Aira dengan erat, berharap istrinya bisa melakukan perbaikan sistem IT (information technology) yang melindungi perusahaan ini.
"Ya."
"Baiklah. Minami, tolong siapkan kursi roda." Perintah Ken.
"Baik," jawab Minami.
"Eh tunggu? Untuk siapa?" tanya Aira heran membuat Minami mengurungkan langkahnya.
"Siapa lagi? Tentu saja untukmu," jawab Ken sembari memeriksa laporan yang tertera di layar sentuh benda pipih di tangannya. Jemarinya bergerak ke atas bawah untuk melihat data keseluruhan yang berhasil dipulihkan oleh tim IT mereka pagi ini.
"Aku tidak mau memakai kursi roda. Memangnya aku ini pasien di rumah sakit?" tanya Aira tidak senang.
"Baiklah. Tapi jangan memaksakan dirimu. Katakan jika kamu lelah," pinta Ken.
"Umm. Aku tahu," jawab Aira lugas.
Ken dan Aira berjalan menuju ke sebuah ruangan khusus dimana sebuah proyektor tergantung tepat di tengah ruangan. Lima orang segera berdiri dan menundukkan kepala begitu pemimpin Miracle memasuki ruangan ini. Mereka adalah staff IT yang berhasil memblokir serangan virus tak kasat mata yang menyerang Miracle semalam.
Mereka adalah orang-orang yang memiliki skill serta pengetahuan yang lebih terkait teknologi terbaru. Baik berupa teknologi yang berkaitan dengan network, program, dan sebagainya.
Ken mengisyaratkan dengan tangannya agar mereka semua kembali duduk.
"Do it," ucap Ken pada Aira.
(Lakukan saja)
"Baiklah, langsung saja. Untuk mempersingkat waktu, aku tidak akan memperkenalkan diri. Siapa programer di sini?" tanya Aira to the point. Ia menatap kelima orang di depannya.
*to the point : langsung
__ADS_1
"Saya. Makoto Nagahara," jawab seorang pria dengan kacamata segi empat yang bertengger di atas hidungnya. Ia berdiri sejenak sebelum kembali duduk detik berikutnya.
Tugas seorang programmer adalah merancang bangun sebuah program. Maka seorang programmer merupakan komponen penting di dalam lingkup organisasi perusahaan yang menggunakan teknologi IT sebagai standarisasi. Itulah sebabnya Aira pertama kali menanyakan penanggung jawab posisi ini di antara posisi lain yang tak kalah pentingnya.
Aira mengangguk, "Network engineer?" lanjutnya.
"Itu saya. Wakaru Tendo." jawab pria yang duduk di samping pria yang mengaku bernama Makoto sebelumnya. Ia memiliki badan yang sedikit berisi dibandingkan dengan Makoto, hanya saja sama-sama memakai kacamata.
Network engineer adalah pekerjaan yang berkecimpung di dunia jaringan. Pekerjaan ini lebih fokus pada sistem jaringan yang membentuk sistem komunikasi dalam lingkup organisasi perusahaan. Dalam tugasnya, seorang network engineer dituntut untuk bisa meng-handle persoalan jaringan atau network, baik dari segi maintenance hingga troubleshooting.
"IT support?" cetus Aira berikutnya. Untuk jenis pekerjaan ini, dibutuhkan keahlian umum terkait software, networking, dan PC troubleshooting. Sehingga dalam lingkup pekerjaan ini, seorang IT support dituntut untuk bisa mengetahui dasar semua bidang serta divisi IT yang berkaitan dengan teknis perbaikan dan penanganan. Setidaknya ada 2 sampai tiga orang yang seharusnya menduduki posisi ini untuk perusahaan sebesar Miracle.
"Saya, Megumi Nagao."
"Saya, Watanabe Yuriko."
Aira menatap dua orang wanita berusia 23 atau 24 tahun di depannya. Mereka terlihat paling muda diantara yang lainnya. Lagi-lagi ia hanya mengangguk menanggapi respon staff khusus perusahaan suaminya ini.
"Siapa yang memegang kendali database administrator?"
"Saya, Nyonya," jawab Makoto, si pria programmer.
Database administrator adalah jenis pekerjaan di bidang IT berkaitan dengan database yang digunakan dalam program yang telah direncanakan. Dalam pekerjaan ini, seorang database administrator dituntut untuk bisa memelihara, merawat, serta membuat back-up database yang ada di dalam sebuah sistem.
"Jadi, Anda pasti security engineer di sini?" tanya Aira pada seorang pria lima puluh tahunan yang belum memperkenalkan dirinya.
"Benar, Nyonya. Saya Watanabe Shu."
Aira melirik gadis yang memperkenalkan dirinya sebagai Watanabe Yuriko. Gadis itu memiliki wajah yang mirip dengan pria paruh baya ini. Dari marganya yang sama, Aira menebak mereka berdua masih satu keluarga, sepertinya anak dan ayah.
Keahlian security engineer juga sangat dibutuhkan dalam lingkup perusahaan yang mengunakan standarisasi IT. Seorang security engineer memiliki tanggung jawab yang sangat berat sebab mereka dituntut untuk bisa merancang, membangun, serta memelihara sistem keamanan yang digunakan dalam sistem yang ada di sebuah perusahaan.
(sumber : idntimes.com "Pekerjaan IT yang Banyak Dibutuhkan Perusahaan")
"Kami berhasil memblokir mereka untuk sementara waktu, Nyonya." jawab tuan Shu Watanabe, pria yang paling senior diantara kelima orang ini.
"Apa dugaan kalian?" tanya Aira antusias. Ken memperhatikan istrinya yang tampak begitu semangat saat fokus dengan pekerjaan rumit ini.
"Sepertinya itu Trojan." jawab Makoto, pria yang bekerja sebagai programmer sekaligus database administrator di perusahaan ini.
Aira tersenyum menatap pria yang kini tengah membenarkan letak kacamatanya itu. Dia pastilah orang yang cukup jenius karena bisa menangani dua pekerjaan rumit sekaligus.
'Pantas saja ia berkacamata, sepertinya dia menghabiskan begitu banyak waktu di depan komputer,' celoteh Aira dalam hati.
"Trojan?" pancing Aira. Ia ingin mendengar penjelasan lebih banyak dari orang-orang yang Ken pilih dengan ketat ini.
"Benar. Trojan adalah sejenis malware yang menyusup lalu menimbulkan kekacauan di sistem komputer itu. Setiap jenis memiliki pekerjaan spesifik masing-masing seperti mencegat kata sandi dan data pribadi untuk mengakses akun, mencuri data penting dari bank dan informasi kartu kredit misalnya, mengendalikan jaringan komputer dan merusak atau menghapus file. Selain itu, mereka bisa mengumpulkan informasi pribadi untuk membajak identitas, mengekspos detail pribadi dan rahasia seseorang atau sebuah perusahaan." Tuan Watanabe memberikan penjelasan dengan gamblang.
Ken masih terdiam mengamati ekspresi wajah Aira yang tersenyum puas. Ia tahu istrinya itu hanya sekadar mengetes kemampuan orang-orangnya ini. Untuk mereka yang berkecimpung di dunia IT, istilah itu pastilah tidak asing lagi.
Istilah Trojan pertama kali muncul pada sebuah laporan Angkatan Udara AS, yang menganalisis kerentanan komputer pada tahun 1974. Selama kurun waktu 1980-an, the Bulletin Board System—yang memungkinkan pengguna menembus web melalui saluran telepon—mengakibatkan peningkatan malware Trojan. Ketika komputer sudah dibekali kemampuan untuk mengunggah, mengunduh, dan berbagi file, add-on berbahaya disisipkan ke sistem operasi. Bahkan hari ini, sudah terdapat ribuan versi malware.
"Meskipun Trojan sering dicap sebagai virus, secara teknis hal itu tidak benar. Virus komputer akan mencoba menyebarkan infeksi sedapat mungkin, sedangkan Trojan adalah program tersendiri yang memainkan peran tertentu," lanjut tuan Watanabe.
"Lanjutkan Yuriko!" pinta Aira. Ia menyandarkan punggungnya ke belakang. Bersiap mendengarkan penjelasan dari mereka semua.
Wanita bernama Yuriko tampak sedikit terkejut sebelum berdiri. Ia menatap ayahnya, meminta keyakinan. Tuan Watanabe menganggukkan kepalanya, ia yakin putrinya bisa menyampaikan dengan jelas tentang hal ini.
"Trojan berperan sebagai Rootkit yang bekerja dengan menyembunyikan aktivitas tertentu pada sistem komputer. Rootkit memungkinkan malware berjalan tanpa terdeteksi, untuk meningkatkan lamanya waktu dan tingkat kerusakan yang dapat diciptakan dari satu kali infeksi."
"Selain itu ada Trojan backdoor yang memberikan kendali jarak jauh secara penuh kepada pemilik, sehingga dia dapat mengedit, mengirim, mengunduh dan menghapus file. Trojan jenis ini sering digunakan untuk membajak perangkat pribadi demi kegiatan kriminal."
__ADS_1
"Yang ketiga ada Trojan Exploit yang bekerja dengan memanfaatkan lubang keamanan dalam perangkat lunak. Baik dalam aplikasi tertentu atau memengaruhi sistem operasinya sendiri, exploit dapat memanipulasi kerentanan untuk mendapatkan akses langsung ke file yang dimiliki orang lain."
"Cukup," potong Aira, "Lanjutkan Makoto!" titah Aira. Ia benar-benar menguji pengetahuan mereka.
"Selanjutnya ada DDoS yaitu singkatan dari Distributed Denial of Service. Trojan ini akan meminta komputer untuk mengirim permintaan yang tak terhitung jumlahnya ke URL tertentu, dengan tujuan membebani server dan mematikan situs."
"Selain yang sudah disebutkan sebelumnya, masih ada Spyware yang bertujuan untuk mencegat informasi pribadi kita. Untuk mencapai tujuan ini, spyware menyalin file atau menggunakan layar atau keylogger untuk merekam apa yang diketik dan situs web mana yang sebelumnya dikunjungi."
"Tendo!" ucap Aira tiba-tiba.
"Oh, itu.. Ada Ransomware. Serangan ransomware sering dilakukan dengan menggunakan Trojan. Setelah malware masuk ke komputer, komputer itu mengunci Anda dari area tertentu. Satu-satunya cara untuk mendapatkan kembali akses adalah dengan membayar denda. Meskipun itu semua merupakan jenis Trojan yang umum, tujuannya masing-masing bisa bervariasi. Sebagian besar bertujuan mencuri informasi demi keuntungan finansial. Yang termasuk informasi seperti ini adalah data bank, data game online, data log-in aplikasi perpesanan, kontak pribadi, data telepon, dan masih banyak lagi." Jelas pria yang tampak sedikit terkejut karena tiba-tiba Nyonya Yamazaki ini menyebutkan namanya.
Ken memejamkan matanya beberapa detik. Ia tidak habis pikir dengan sifat istrinya yang begitu menyeramkan. Menguji orang-orangnya dengan tiba-tiba tanpa pemberitahuan lebih dulu. Aira bahkan tidak mengatakan apapun padanya sebelum mereka masuk ke ruangan ini.
Inilah sisi lain yang dimiliki istrinya. Sama seperti saat di akademi, sikapnya begitu tangkas dan tak pandang bulu. Apa saja akan ia lakukan untuk mencapai tujuannya, tidak peduli halang rintang sesulit apapun, pasti akan ia terjang.
"Ai-chan," Ken meraih tangan istrinya, memintanya menyudahi tes tak terduga ini.
"Gomen," ucapnya spontan begitu tahu Ken tidak ingin ia bermain-main lagi dengan para stafnya.
(Maaf)
Aira kembali fokus ke depan, "Jadi semua data sudah terselamatkan?" tanya Aira menatap Makoto.
"Benar, Nyonya. Tapi kami tidak bisa menemukan dimana sumber masalahnya. Trojan sangat piawai bersembunyi. Mereka berhasil memancing pengguna untuk menginstalnya, selanjutnya bekerja di belakang layar untuk mencapai tujuan mereka. Kami bahkan mungkin tidak menyadari hal itu sampai terjadi kegagalan sistem semalam. Saya berusaha log in untuk mengecek semuanya, tapi gagal."
Aira menghembuskan napas kasar, "Baiklah. Aku akan memeriksanya."
Minami meletakkan sebuah laptop di depan Aira. Benda itu telah terhubung dengan sistem keamanan Miracle. Yuriko dan Megumi saling pandang, tidak yakin dengan apa yang akan Aira lakukan. Mungkinkah Aira seseorang yang memiliki kemampuan khusus seperti yang Kosuke katakan sebelumnya?
Ya, pagi ini asisten pribadi tuan Yamazaki itu meminta mereka berlima datang ke ruang rapat khusus yang ada di samping ruang kerja Ken. Katanya akan ada seorang berkemampuan khusus yang akan menjelajah sistem Miracle dan mencari pemecahan masalah yang cukup rumit ini. Dan ternyata orang itu adalah nyonya Yamazaki.
Tak tak tak
Jemari Aira asik menari di atas tuts keyboard berwarna putih dimana berbagai huruf A sampai Z ada di sana. Tampak wanita hamil itu mulai memasukkan berbagai bahasa pemrograman yang ia hapal di luar kepala. Kemampuannya ini tak perlu diragukan lagi, bahkan Ken juga sudah mengakuinya.
Peluh yang membanjiri keningnya menandakan ia sungguh terjun ke dalam sistem dan bekerja keras untuk memeriksa jaringan Miracle secara menyeluruh. Ken menyeka bulir bening itu dengan tisu yang telah Minami siapkan.
Pemandangan langka itu membuat lima staf IT yang ada di sana terheran-heran. Mereka tidak menyangka Ken bisa bersikap begitu lembut pada istrinya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, kemampuan nyonya Yamazaki benar-benar tak terduga. Dia tidak terlihat memiliki kemampuan programming sama sekali, tapi kenyataannya berlawanan. Ia bergerak cepat membersihkan virus yang ada dan memperbaiki sistem dengan cepat.
Terhitung tiga jam telah berlalu, semangat Aira belum mengendur sama sekali. Ia masih asik berselancar tanpa batas. Sesekali jemarinya meraih bolpoin yang ada di sebelah kanannya dan mencatat kode tertentu di atas kertas. Detik berikutnya, jemari Aira berkutat lagi dengan huruf dan simbol yang kemudian muncul di monitor.
"Tuan, Nona, waktu makan siang telah tiba," ucap Kosuke mengingatkan.
"Hmm," gumam Ken dan Aira bersamaan. Keduanya masih asik berkutat dengan pekerjaannya, Aira dengan laptopnya dan Ken dengan setumpuk dokumen yang tengah ia periksa.
Ya, sembari menunggu Aira memperbaiki sistem, Ken meminta Kosuke membawa semua dokumen yang harus ia kerjakan ke tempat ini. Ia akan memeriksanya sambil mendampingi Aira bekerja. Tujuh orang yang ada di sana sedari tadi hanya terdiam menyaksikan kolaborasi luar biasa dari petinggi Miracle dan istrinya. Mereka layaknya Dewa Dewi yang memegang kendali perusahaan ini. Mengagumkan.
(sumber artikel : id.safetydetectives.com "Apa itu Trojan dan Bagaimana Melindungi Darinya")
...****************...
Ken-Aira jadi Dewa-Dewi yang menguasai Miracle, kalo kamu jadi pangeran yang menguasai hati akuu..... Hwaaaaaa.... 😆😆😆😆
Apa banget dah ah, ngaco aja, haha...
Dahlah jangan halu terus, mending fokus cari uang 😋
See you next day, jangan lupa like n komen yaa. Author tunggu 😉
Jaa,
__ADS_1
Hanazawa Easzy