
Yoshiro berhasil mendapatkan jejak tuan Harada di Thailand dari pemilik club house yang terlihat seperti ikan buntal. Dia bahkan menumbangkan pria itu dengan timah panas setelah menanyakan keinginan terakhirnya. Ya, katakanlah dia memang kejam, tapi Yoshiro berkomitmen akan memenuhi permintaan terakhir mangsanya. Apalagi permintaan ikan buntal itu sederhana saja, memohon agar dua anak dan istrinya diizinkan hidup.
Yoshiro mengendurkan kewaspadaannya, tidak menyangka akan mendapat serangan tiba-tiba dari wanita yang ia temui sebelumnya. Salah satu dari mereka memukul tengkuknya dengan balok kayu, membuatnya limbung dan jatuh ke lantai. Kepalanya terasa pening seketika dan semuanya berubah menjadi gelap. Yoshiro tak sadarkan diri.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya salah seorang wanita yang memakai mini pants dan tank top hitam. Dia tampak panik melihat tamu tempat hiburan ini tergeletak di lantai.
"Serahkan padaku. Aku yang akan mengurusnya." Wanita bernama Sakura itu tampak tenang. Ia meraba saku jas yang Yoshiro kenakan dan menemukan ponsel milik pria itu.
"Ambil semua identitasnya. Jangan biarkan siapapun tahu tentang kejadian ini. Bagaimanapun juga, dia sudah membebaskan kita dari ikan buntal itu. Tapi, kita tidak tahu darimana orang ini berasal. Aku akan meminta kakakku membuangnya ke laut." Sakura mematikan ponsel milik Yoshiro dan membuangnya ke tempat sampah. Setelahnya dia menghubungi seseorang.
Tak berapa lama kemudian, beberapa pria kekar masuk ke dalam tempat dengan kerlap-kerlip lampu berbagai warna ini. Mereka segera membawa tubuh Yoshiro pergi. Tak lupa, Si Ikan Buntal itu juga ikut dibawa.
"Bersihkan sisanya!" Sakura memerintahkan pada orang-orang yang baru datang itu untuk membereskan tempat kejadian. Mereka dengan cepat membersihkan noda darah dari sofa tempat ikan buntal tadi tumbang.
"Semuanya, dengarkan aku!" Sakura berdiri tegap diantara para kupu-kupu malam itu. "Tuan kita tidak ada lagi. Kalian bebas. Jangan katakan apapun saat ada yang bertanya atau menanyakan keberadaannya. Hiduplah dengan baik. Pergi sejauh mungkin dari tempat ini. Apa kalian mengerti?" tanya Sakura, menatap semua mata di sana bergantian. Dia tahu bahwa gadis-gadis ini terpaksa bekerja di sini, sama sepertinya.
"Ayo pergi. Sakura masuk ke dalam mobil bersama para pria itu. Di bagian belakang mobil ini, tergeletak tubuh Yoshiro dan mayat pria tambun pemilik club house.
Kendaraan roda empat itu meninggalkan Kabukicho, melaju kencang ke arah utara. Mobil itu menyusuri jalanan di pinggir laut dengan portal di kanan kirinya.
"Berhenti di sini!" Sakura menepuk pundak pria yang ada di balik kemudi. "Tidak ada melihatnya. Besok pagi tubuh mereka akan mengambang dan ditemukan petugas atau nelayan. Pastikan tidak ada satu pun identitas yang ada di tubuh mereka!"
"Baik." Dua orang pria bayaran itu segera melucuti pakaian tuan ikan buntal dan Yoshiro sebelum mengangkutnya ke tepi jalan.
BYURR
Tubuh tambun itu segera terbenam ke dalam air. Selanjutnya, para pria bayaran itu melakukan hal yang sama pada Yoshiro. Mereka pergi setelah memastikan kedua 'sampah' itu tenggelam dan tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
...****************...
__ADS_1
Yu dan Mone melangkah cepat meninggalkan restoran Italia dimana Yamaken berada. Kedua gadis beda usia itu terus bergerak, menyusuri komplek pertokoan Kabukicho yang ramai oleh orang-orang. Bau alkohol yang kuat tercium oleh hidung, benar-benar tempat yang tidak baik untuk mereka kunjungi.
"Dimana terakhir kali jejaknya terbaca?" tanya Mone sambil menyibak kerumunan orang di hadapannya.
"Tempat ini." Langkah kaki Yu terhenti di sebuah bangunan sempit yang gelap gulita. Tak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali di sekitar sana.
Mone dan Yu saling beradu pandang, meyakinkan diri mereka masing-masing untuk bersiap. Sebuah pistol Yu berikan pada Mone, berjaga-jaga jika saja ada bahaya di dalam sana.
Srett
Yu membuka tirai yang menghalangi ruangan gelap itu dengan dunia luar.
Hening.
Tak ada satupun manusia di sana. Satu dua barang tampak bercecer di lantai, menandakan telah ada perkelahian di sana. Dua gadis itu terus merangsek masuk, menajamkan mata dan telinganya, mengantisipasi adanya serangan dari orang-orang yang mungkin bersembunyi dalam kegelapan.
Klik
Yu menekan sakelar lampu di dinding, membuat ruangan itu sedikit lebih terang. Ia mendekat ke arah lampu dinding dan memegangnya.
"Masih hangat. Mereka belum lama meninggalkan tempat ini." Yu menyapukan pandangannya ke sekeliling, mencari petunjuk yang mungkin bisa ia dapatkan tentang keberadaan kekasihnya.
Sebuah benda mengilap tertangkap oleh mata tajamnya. Ia mendekat ke arah tempat sampah dan berjongkok di sana. Yu menemukan ponsel Yoshiro yang tak lagi aktif.
"Dia benar-benar pernah ada di sini." Yu mengigit bibirnya kuat-kuat, menahan lonjakan emosinya yang meluap-luap. Kekhawatirannya semakin bertambah, sepertinya Yoshiro berhasil dilumpuhkan.
Drap drap drap
Yu segera berlari meninggalkan tempat itu diikuti oleh Mone di belakangnya. Mereka masuk ke dalam mobil milik Yoshiro yang terparkir di depan sana. Gadis 23 tahun itu mengambil laptop yang tersimpan di dalam dashboard mobil dan berusaha meretas rekaman CCTV di sekitar tempat ini. Saatnya ia menunjukkan kemampuannya sebagai hacker untuk mencari jejak kekasihnya.
__ADS_1
...****************...
"HUAHH!!"
Di salah satu sisi dermaga yang gelap gulita, tampak seorang pria bersurai putih kekuningan keluar dari dalam air. Ia tampak pucat dengan napas tak beraturan. Matanya menyapu sekeliling, mengamati keadaan sekitar.
Sial! Batinnya menggeram. Ia kembali mengingat kejadian yang harus membuatnya terjun ke dalam air beberapa jam yang lalu. Seorang wanita memukul tengkuknya dan membuatnya kehilangan kesadaran.
Tenggelam ke dalam air membuat kesadarannya terpaksa kembali detik itu juga. Dengan kemampuan berenangnya, ia berhasil naik ke permukaan air, mengabaikan rasa pegal di belakang tubuhnya. Dia melihat sebuah mobil hitam menjauh. Orang-orang itu pastilah yang sudah membuangnya ke tempat ini.
Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Yoshiro berenang ke tepian. Ia duduk di salah satu batu karang yang ada di sana dan mencoba merangkai kejadian buruk yang menimpanya. Dia kurang waspada dan menganggap wanita itu bukan ancaman. Sial!
Yoshiro memeriksa sakunya, tak ada apapun di sana. Ia kehilangan ponsel, dompet, dan tentu saja kartu nama yang ikan buntal itu berikan. Dan sayangnya, dia tidak ingat sama sekali nama panti pijat itu.
Di saat yang sama, Yu berhasil meretas rekaman kamera CCTV di tempat itu dan melihat mobil hitam yang membawa dua orang tak sadarkan diri. Salah satunya ia kenali sebagai kekasihnya, Yoshiro Ebisawa.
"Dapat!" Yu berseru lantang. Ia menunjukkan rekaman itu pada Mone, membuatnya mengangguk mantap.
"Ayo jemput Yoshiro-san. Pakai sabuk pengamanmu!" Mone mengingatkan. Ia segera menghidupkan mesin mobil dan menginjak pedal gas, siap melajukan kendaraan roda empat ini menuju titik yang Yu tunjukkan. Sudah waktunya menjemput Yoshiro.
...****************...
Deg degan Author tuh 😥
See you next episode.
Hanazawa Easzy
__ADS_1