Gangster Boy

Gangster Boy
Gangster Boy : Pillow Talk


__ADS_3

"Aku yang bertemu denganmu lebih dulu. Tentu saja aku yang lebih berhak mendapat perhatianmu dibandingkan mereka!" Ken berseru dengan percaya diri.


"Astaga!"


Plakk


Aira menepuk keningnya sepersekian detik setelah mendengar pernyataan suaminya. Pria itu merasa lebih berhak mendapat perhatian dari istrinya dibandingkan ketiga anaknya. Bagaimana mungkin pria dewasa yang hampir memasuki usia kepala tiga bisa. berpikir seperti itu? Sungguh childish.


Ken dan Aira ada di kamar anak-anak. Mereka berbaring di atas ranjang, mengepung Azami yang ada di tengah. Seringkali orang-orang menyebut interaksi semacam ini sebagai pillow talk.


Pillow talk adalah perbincangan yang dilakukan antara suami dengan istrinya di atas tempat tidur. Meski dilakukan di ranjang, namun bukan berarti hal yang diperbincangkan berurusan dengan sesuatu yang berbau dewasa atau sejenisnya. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun koneksi dan kedekatan satu sama lain.


Komunikasi memang menjadi satu hal yang sangat penting dalam sebuah hubungan. Oleh sebab itu, Aira pikir tak ada salahnya untuk mencoba melakukan pillow talk dengan Ken terkait permasalahan yang ibu mertuanya utarakan beberapa jam yang lalu. Ia ingin melakukan percakapan yang mendalam tanpa adanya tekanan. Akan sulit memaksa Ken untuk berlepas tangan dari urusan Mone dan Yamaken.


Awalnya Aira merasa sulit untuk terbuka tentang apa yang dirasakan atau dipikirkannya pada Ken, begitu juga sebaliknya. Tapi seiring berjalannya waktu, baik Ken maupun Aira, sama-sama mencoba memberikan pengertian satu sama lain.


Ia merasa lebih dekat dan rasa cinta yang semakin meningkat membuatnya lebih menghargai hubungan yang tengah terjalin. Dengan menumpahkan berbagai emosi yang dirasakan, maka masing-masing menjadi saling mengerti, memahami, dan menghargai. Hubungan emosional yang baik bisa membuat pasangan tetap bersama dan jatuh cinta lagi dan lagi.


"Ken," panggil Aira sembari mengusap rambut suaminya. Ia menatap tepat di manik mata yang berwarna hitam pekat itu, berusaha memberikan kenyamanan lebih dulu oada lawan bicaranya. Pillow talk seringkali lebih berkesan jika diwarnai dengan menyentuh pipi, mengusap rambut, menatap satu sama lain, memeluk, atau bahkan diselingi tawa. Ini menjadi salah satu cara paling penting dalam mempertahankan hubungan jangka panjang


"Hmm. Ada apa?" Ken menangkap jemari istrinya dan membawanya ke atas perut Azami yang tengah memasukkan jempol ke dalam mulutnya.


"Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu." Aira berusaha mencari kata-kata yang enak untuk didengar. Ia ingin membuat suasana yang lebih terasa dekat satu sama lain.


Aira ingin mengutarakan masalah yang ada secara terbuka kepada pasangannya ini agar merasa lebih lega. Ia harus memercayai Ken sepenuhnya, agar suaminya itu juga memiliki rasa percaya yang sama padanya. Selain itu, peningkatan hormon oksitosin atau hormon ikatan cinta secara alami dapat membantu menumbuhkan atau meningkatkan rasa jatuh cinta, serta membuat dua orang menjadi lebih terhubung.


"Katakan saja. Tidak perlu sungkan."


Cup


Ken mengangkat sedikit badannya dan mengecup pipi Aira sekilas. "Ada apa?"


Aira mengambil napas dalam-dalam, berharap suaminya tidak akan marah dengan topik pembicaraan mereka selanjutnya.


"Ini tentang Mone dan Yamaken," ucapnya meragu.

__ADS_1


Ken tersenyum simpul, ia tahu kemana arah pembicaraan istrinya. Aira pasti akan memintanya tidak ikut campur pada urusam dua insan berbeda usia itu.


"Ibu yang memintamu mengatakannya padaku?" Ken ingat kemarin Aira tidak tahu menahu tentang masalah ini. Ia juga belum sempat membicarakannya.


"Umm." Aira mengangguk dua kali, mengiyakan tuduhan suaminya.


"Kamu akan membujukku agar tidak ikut campur. Benar 'kan?"


Mata Aira membola. Dia tidak menyangka tebakan Ken tepat sasaran seperti ini.


"Kamu sudah tahu? Apa kamu memasang alat penyadap suara padaku?" Aira tak percaya jika suaminya hanya sekadar menebak dan kebetulan benar.


Ken terkekeh. Ia menarik jemari Aira dan menempelkannya di dada atas sebelah kirinya. "Jantung dan hati kita menyatu, apa yang tidak aku ketahui darimu?" Ken masih melontarkan kalimat godaan pada istrinya.


"Haishh! Aku serius!" elak Aira berusaha kembali pada garis merah pembicaraan mereka.


"Aku dua rius." Ken menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya pada Aira.


"Agh, sudahlah!" ketus Aira sembari beranjak bangun dari ranjang. Ia mengambil Aya dan mengganti popoknya yang basah. Setelahnya wanita itu membaringkan putrinya tak jauh dari Sang Adik, Azami. Kini ada empat nyawa yang ada. di atas tempat tidur, Ken yang sibuk dengan Azami dan Aira yang menyibukkan diri dengan Aya-chan.


"Eh?" respon spontan Aira. Pernyataan suaminya berbanding terbalik dengan kekhawatiran Sang Ibu, nyonya Sumari.


"Jika foto-foto ini disimpan oleh ibu, dia tidak akan bisa menyembunyikannya dari kakek ataupun tuan Kobayashi. Dan saat waktu itu tiba, hubungan adik sepupumu dengan adik kembarku akan berada di ujung tanduk."


Aira menutup mulutnya rapat-rapat. Ia masih mencoba mencerna pernyataan suaminya ini. Tadinya ia takut Ken akan berbuat sesuatu seperti memaksa Mone keluar dari tempat kerjanya atau apapun itu. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Ken berusaha melindungi mereka dari Sang Kakek.


"Hey, kenapa diam saja? Kamu terkejut karena ada pria yang begitu murah hati pada adik sepupu yang sudah menepuk kepala suamimu kemarin?"


"Hah? Apa?" Pertanyaan berbelit-belit yang Ken ucapkan membuat pikiran Aira semakin runyam. Wanita asal Indonesia ini seolah linglung, otaknya butuh waktu lebih lambat untuk menyadari semua fakta yang ada.


"Hey, jangan memasang wajah bodoh seperti itu. Azami menertawakanmu," celoteh Ken sambil menunjukkan putra bungsunya yang tertawa tanpa suara. Mulutnya terbuka lebar sambil menatap ibunya yang mematung di tempat duduknya.


"Sudahlah. Sepertinya kamu lapar. Ayo makan," Ken bersiap mengangkat Azami, membawanya kembali ke dalam box.


"Tunggu. Ada satu lagi." Aira mencegah kepergian Ken dengan menahan lengannya. Kesadarannya sudah kembali sekarang. Ada satu masalah lain yang lebih penting dari hubungan Mone dan Yamaken.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Ken heran.


"Tuan Harada kabur dari ruangan bawah tanah." Aira mengucapkannya dengan raut wajah khawatir. Ia takut politikus itu akan memberikan ancaman yang berarti bagi Ken maupun kakek Yamazaki.


Bukannya menjawab, Ken justru mendekatkan mulutnya ke telinga Aira. "Kamu pikir semudah itu lepas dari cengkeraman kakek?" bisiknya seduktif. Ia bahkan sengaja meniup bagian sensitif istrinya, membuat wajah Aira merah merona.


"Hah? Maksudmu?" tanya Aira tak mengerti. Ia menjauhkan wajah Ken menggunakan tangan kanannya. Satu tangannya yang lain sedang menyangga Aya dalam dekapan. Putrinya ini menyusu dengan semangat, menikmati cairan sarat gizi yang ia berikan.


"Kakek sengaja melepaskan orang itu untuk melihat seberapa banyak para pengkhianat yang tersisa setelah kita membantai mereka hari itu." Ken mengatakan hal itu bersamaan dengan munculnya aura monster dalam dirinya.


"Tidak ada ampunan untuk seorang pengecut seperti mereka. Hukuman terbaik untuk para pengkhianat itu adalah membuat mereka menyadari seberapa mahalnya arti sebuah kesetiaan!"


Glek


Aira menelan ludahnya dengan paksa. Ia bisa membayangkan rencana besar kakek Yamazaki untuk memusnahkan geng Naga Hitam sampai ke akar-akarnya. Mungkun akan terjadi pertarungan besar-besaran seperti sebelumnya.


"Aku akan siapkan makanan untukmu. Duduk manis di sini sampai aku selesai membuatnya."


Cup


Ken mencium kening istrinya sebelum pergi. Jiwa yakuzanya kembali bersembunyi dengan baik, hanya menampilkan sikap hangat dan pengertian dari seorang suami pada istrinya. Benar-benar mengerikan. Aira memilih memejamkan matanya dan merapalkan berbagai doa dalam hati.


'Semoga semuanya baik-baik saja. Aamiin.'


Ken berjalan menuju dapur yang ada di lantai bawah. Ia menuruni anak tangga dengan cepat, secepat detak jantungnya sekarang yang berpacu dengan waktu yang ada.


"Sayang, maaf karena menyembunyikan fakta 'itu' darimu," bisiknya pelan dan hanya bisa ia dengar sendiri.


...****************...


Ugh, bakal ada konflik lagi nanti 😥


Tapi tenang, masih lama kok. Beberapa episode kedepan masih ada manis-manisnya. Buat jomblo siapkan fisik dan mental kalian yaa *eh 😂😂


Jaa,

__ADS_1


Hanazawa Easzy


__ADS_2