Gangster Boy

Gangster Boy
Season 2 : Lunch Box


__ADS_3

Salju turun rintik-rintik saat Aira keluar dari taksi yang ditumpanginya. Ia membawa paper bag berisi makanan yang ia siapkan khusus untuk suaminya. Ya, ia menyempatkan diri berkutat di dapur sepulang dari rumah sakit tadi.


Langkah kakinya menapaki anak tangga di depannya, membawanya mendekati sebuah pintu kaca berputar yang menghubungkan dunia luar dengan bagian dalam ruangan yang terasa lebih hangat. Sebuah senyum tersimpul di bibirnya, ia ingin memberikan kejutan pada Ken dengan mengirimkannya makan siang.


"Selamat datang di Miracle Corps. Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang resepsionis dengan sopan. Seragam kerjanya tampak pas di badan, seolah baju itu khusus dibuat sesuai ukuran pemakainya. Tidak longgar, tidak juga terlalu ketat tampak dari bahunya yang benar-benar pas. Menambah kesan elegan bagi si pemakai. Dan itu adalah teknik pembuatan baju ala butik dimana tidak ada jahitan yang terlihat dari luar, benar-benar rapi. Hal itu tak lepas dari perhatian Aira yang memang memiliki skill dalam dunia jahit menjahit.


Ya, ia sempat bekerja paruh waktu di konveksi saat masih sekolah dan akhirnya mengikuti kursus secara cuma-cuma disana. Dulu ia sempat membuat beberapa baju untuknya sendiri dan merasa puas saat mengenakannya.


Tapi semenjak bekerja di Miracle Indonesia, bakatnya itu terabaikan karena tidak ada waktu yang tersisa. Bekerja di perusahaan Jepang itu membuatnya seperti robot, berangkat pagi pulang malam. Bahkan tak jarang mengharuskannya overtime dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk istirahat. Akhir pekan ia gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dan sesekali pergi ke rumah kak Ria, bermain dengan malaikat kecilnya.


*overtime : lembur


"Miss... What can I do for you?" tanya wanita dengan setelan berwarna marun itu lagi, mengira Aira tidak memahami apa yang ia katakan.


(Nona... Ada yang bisa saya bantu?)


"Aku mengantarkan makan siang untuk Yamazaki Kenzo." jawabnya dengan bahasa Jepang yang fasih, membuat wanita resepsionis itu sedikit terkejut.


"Yamazaki Kenzo? Apa maksud Anda tuan muda Yamazaki, wakil direktur kami?" tanyanya hati-hati.


"Oh, iya. Sepertinya itu. Aku tidak tahu jabatannya." jawab Aira canggung.


"Baik. Akan saya konfirmasi dulu pada asisten pribadinya." ucapnya sebelum sibuk dengan telepon di tangannya.


"Kosuke-san, ada seseorang mengantarkan makanan untuk wakil direktur. Apa beliau sedang menunggu layanan pesan antar miliknya?" pertanyaan itu terlontar dari mulut wanita berkulit putih itu membuat Aira tersenyum.


"Layanan pesan antar?" tanya Kosuke heran, "Tuan muda tidak pernah memesan apapun. Dia masih ada di ruang rapat dan baru akan keluar lima menit lagi. Konfirmasi segera pada pengantar paketnya dan selesaikan pembayarannya." perintah Kosuke tanpa tahu siapa pengantar paket yang ada di bawah.


"Tuan Yamazaki masih rapat dan baru akan keluar lima menit lagi. Bisa saya lihat tagihannya?" tanyanya sopan.


"Oh, begitu. Tidak perlu membayarnya." jawab Aira menahan tawa. Ia yakin Kosuke tidak tahu ia datang kemari.


"Ya?" resepsionis itu sepertinya belum memahami kenapa Aira mengatakan tidak perlu membayarnya.

__ADS_1


"Apa Kosuke sudah kembali bekerja?" tanya Aira pemasaran.


"Iya. Dia mulai kembali bekerja hari ini setelah libur panjangnya." jawab resepsionis itu semakin heran karena Aira terlihat mengenal Kosuke.


"Baiklah. Tolong antarkan saja makanan ini ke ruangannya. Aku permisi." jawab Aira dengan senyum yang tak pudar sedari tadi.


Ia cukup tergelitik saat mendapati fakta bahwa kedua wanita di depannya tidak mengenalinya sebagai istri Ken. Tapi bagaimanapun juga makanan itu akan menjadi surprise untuk Ken meskipun ia tidak bisa menemuinya langsung.


"Nona, tolong tanda tangan disini dan cantumkan nomor ponsel Anda." pintanya dengan sopan. Aira menurutinya sebelum keluar. Ia duduk di sebuah bangku panjang, membiarkan butiran salju yang halus tertahan di bahunya yang tertutup palto berwarna hijau lumut yang membalut tubuh mungilnya sampai ke mata kaki.


*palto : baju hangat khas musim dingin


Tok tok


"Ini makanan dari layanan pesan antar yang diterima resepsionis." seorang pegawai menyerahkan paper bag pada Kosuke tepat saat Ken melintas.


"Apa itu?" tanya Ken penasaran.


"Seorang pengantar paket meninggalkan ini di resepsionis. Apa Anda memesan sendiri makanan dari restoran di dekat sini?" tanya Kosuke.



Tampak dua buah lunch box berisi nasi, chicken katsu dan beberapa makanan pelengkap lain yang tidak sempat Ken lihat.


"Apa kau bodoh? Pecat dua orang yang berjaga di depan resepsionis itu sekarang juga!" ucap Ken sambil berlari menuju lift yang akan membawanya turun ke lantai dasar.


"Apa? Kenapa mereka..." Kosuke tidak tahu kenapa kedua wanita yang berjaga di depan harus di pecat. Tapi percuma ia bertanya karena Ken sudah menghilang dari pandangannya.


Matanya membulat seketika begitu menyadari kemungkinan yang datang adalah Nyonya muda Yamazaki, Khumaira Latif. Ia berlari menyusul Ken dengan tergesa.


Ting


Ken keluar dari dalam lift dan berlari menuju resepsionis, "Dimana istriku?" tanya Ken dengan emosi tertahan.

__ADS_1


"Apa? Istri.. Istri Anda?" tanya wanita di belakang meja resepsionis dengan heran. Ia tidak tahu siapa yang atasannya cari, hingga detik berikutnya ia menutup mulutnya dengan tangan. Menyadari kesalahan fatal yang baru saja ia lakukan.


Jemarinya menunjuk ke luar karena tidak bisa berkata-kata lagi. Ya, wanita pengantar makanan tadi adalah istri tuan muda. Bagaimana mungkin ia tidak menyadarinya dan justru menganggapnya pekerja dari layanan pesan antar?


Ken berlari keluar melewati pintu kaca yang berputar saat dilewati. Ia mengarahkan pandangannya ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan wanita yang paling ia sayangi di dunia ini.


"Ai-chan..." gumamnya lirih.


Sementara itu, Kosuke sampai di lantai bawah dan segera menemui dua orang wanita yang berjaga di front desk dimana para tamu biasa melapor. Wajah keduanya pucat pasi mengetahui kemungkinan terburuk yang akan mereka dapatkan karena mengabaikan kehadiran calon ibu dari penerus perusahaan ini.


"Maaf, kami tidak tahu jika dia istri tuan muda Yamazaki." ucap salah satu dari mereka.


"Kami akan segera membereskan barang sekarang juga." ucap yang lain menimpali.


"Tunggu sebentar. Aku akan coba berbicara pada Nona. Dia tidak akan memecat kalian." cegah Kosuke. Ia tahu sifat Aira yang baik hati. Wanita hamil itu pasti bisa membujuk Ken untuk menarik kembali ucapannya. Ya, satu-satunya orang yang bisa meluluhkan keras hati Ken hanya Aira. Tidak ada yang lain.


Di luar gedung 30 lantai ini, Ken berlari menyusuri jalan yang tertutup salju. Ia melihat seorang wanita tengah duduk di bawah rintik salju. Tangannya direntangkan ke kanan dan kiri badannya seolah menikmati kristal es yang menerpa wajahnya yang tertengadah ke langit.


Ken datang dari arah belakang dan melihat wanita yang dicarinya sedang memejamkan mata sambil tersenyum. Seolah ini adalah salju pertama untuknya.


Cup


Ken mendaratkan bibirnya pada Aira dan berhasil membuat wanita 25 tahun itu terkesiap. Ia membuka matanya dan kehilangan keseimbangan. Ia hampir terjatuh ke belakang jika Ken tidak segera menangkap tubuhnya.


"Apa aku mengejutkanmu, sayang?"


*****


Udah cukup segitu duluuu... Author nyerah 🏳😂😂


See you next day,


With love ♡

__ADS_1


Hanazawa easzy ^^


__ADS_2