Gangster Boy

Gangster Boy
He is Come Back


__ADS_3

"Watashi o aishite kurete, arigatou.." ucap Aira sambil tersenyum.


(Terima kasih telah mencintaiku)


Brukk...


Yamaken mendorong kakak kembarnya sampai terjatuh dan berhasil melepaskan Aira dari maut. Ia segera menangkap kakak iparnya itu yang bersiap luruh ke lantai. Yamaken menggendong Aira dan meletakkannya di sofa tak jauh dari sana.


"Jaga dia" perintah Yamaken pada Minami yang berdiri di belakangnya.


"Apa kau gila? Dia istrimu." Yamaken menarik Ken agar berdiri sejajar dengannya. Wajahnya merah padam menahan marah.


"Bukan urusanmu !" Ken menatap adik kembarnya tanpa ekspresi.


Bugh


Yamaken meninju pria yang memiliki paras sama persis dengannya itu tanpa ragu. Melihat kakaknya tak bergeming membuat Yamaken tak bisa mengendalikan diri dan memukulnya beberapa kali.


Ken membiarkan tubuhnya terkapar di lantai, sama sekali tak berselera untuk membalas pukulan adiknya.


"Kenapa tidak melawanku? Ayo bangun. Bukankah kamu ingin menceraikan Aira? Lakukan itu setelah pemakamanku selesai. Selama aku masih hidup, kalian tidak akan berpisah!" ucap Yamaken berapi-api. Ia tidak sengaja melihat salinan surat permohonan perceraian di meja kerja Ken. Tadinya ia datang ingin mengantar makanan dari ibu sebagai kejutan, tapi yang terjadi justru sebaliknya.


Ken berdiri dan meninggalkan Yamaken tanpa mengatakan sepatah kata pun. Ia tidak ingin membahasnya. Awalnya Ken pikir Aira akan menerimanya setelah mereka menghabiskan malam bersama, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Aira semakin menebalkan tembok penghalang antara mereka.


Dengan langkah panjangnya ia kembali ke kamar. Tepat saat itu ponsel miliknya berbunyi, dari asisten pribadinya, Kosuke.


"Aku akan kesana sekarang."


Ken pergi beberapa menit kemudian dengan pakaian serba hitam, lengkap dengan jaket kebanggaannya selama ini yang menandai betapa berkuasanya ia di seantero Jepang. Jaket yang menjadi saksi betapa kejamnya ia beberapa tahun yang lalu. Pembunuh berdarah dingin yang tak pernah membiarkan musuhnya mati dengan mudah.


Sejak kematian Erina, Ken menyimpan semua benda yang berhubungan dengan dunia gelapnya di dalam lemari. Tak sekalipun ia menyentuh barang-barang itu karena rasa bersalahnya pada Erina. Dan sekarang, ia tidak bisa menahan emosinya lagi. Iblis dalam dirinya bangkit saat mengetahui gadis yang ia temui 5 bulan lalu menolaknya secara terang-terangan. Dia bahkan menolak rahimnya dihuni calon anak-anaknya.


"Nona, anda baik-baik saja?" tanya Minami mengkhawatirkan keadaan Aira yang terlihat syok. Wajahnya pucat pasi, tubuhnya gemetar, "Saya akan memanggil dokter," Minami mengambil ponsel yang ada di saku dengan tangan kirinya.


"Kemana Ken akan pergi? Minta pengawal menjaganya." ucapnya lirih.


Minami mengangguk, ia menghubungi rekannya yang stand by di sekitar apartemen mewah ini melalui Earpiece (penyuara telinga)Β yang melekat di telinganya sepanjang waktu. Itu adalah alat komunikasi khusus yang digunakan oleh para pengawal pribadi keluarga Yamazaki.


"Kakak ipar, bagaimana keadaanmu?" Yamaken duduk di sebelah Aira dan memeriksa leher Aira yang tampak kemerahan bekas cengkeraman Ken beberapa saat lalu.


Tak

__ADS_1


Aira menepis tangan Yamaken dan menatapnya dengan dingin, "Jangan mencampuri urusan kami. Kamu pikir aku selemah itu? Jika mau, aku bisa menyingkirkan tangan Ken dengan mudah." ucapnya sebelum pergi meninggalkan Yamaken yang tertegun.


Benar juga, Aira lulus dari akademi mereka. Itu artinya ia mempunyai kemampuan yang memadai untuk melawan Ken.


'Maafkan aku..' lirih Aira dalam hati. Ia tidak ingin adik iparnya itu terlibat masalah karena mempedulikannya.


"Nona, saya akan segera kembali." pamit Minami setelah mengantar Aira kembali ke kamarnya. Wanita itu berjalan tergesa ke ruang medis dan mengambil sebuah botol warna biru bertuliskan Ethylchloride. Dia menyemprotkan cairan itu ke tangannya yang mulai bengkak. Setidaknya obat ini akan menghilangkan rasa sakitnya sementara, seperti yang biasa digunakan oleh tim medis untuk mengobati para atlet yang cidera di lapangan.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Yamaken begitu Minami keluar dari ruangannya. Wanita dengan pakaian serba hitam itu menceritakan kejadian antara Ken dan Aira.


Sementara itu di luar apartemen,


"Yoshiro-san... He is come back" ucap seorang pria yang sedari tadi mengintai Ken dari dalam mobilnya. Ia memasang GPS di motor sport milik Ken beberapa waktu sebelumnya. Matanya mengikuti arah Ken pergi melalui monitor di depannya.


"Kirimkan lokasinya padaku,"


*******


"Berapa banyak uang yang kamu dapatkan?" tanya Ken pada seorang pria yang terikat di sebuah kursi. Keadaan sekitar terlihat menyeramkan, gudang tua bekas pabrik pengolahan kayu di pinggiran kota ini penuh debu dan sarang laba-laba. Beberapa lampu masih menyala remang-remang, dan sebagian besarnya sudah tak berfungsi lagi.


Pria itu memilih bungkam, entah karena tidak ingin menjawab pertanyaan Ken atau mulutnya terlalu kebas untuk sekedar berbicara. Ya, wajahnya babak belur dengan darah mengering di ujung bibirnya. 30 menit yang lalu Ken memukulinya membabi buta mengingat semua penderitaan yang Aira alami dalam tragedi penculikan tempo hari.


Memang benar pada awalnya Yoshiro yang menyuruhnya, tapi pria di depannya ini justru bekerja sama dengan pengkhianat itu. Mereka berencana melenyapkan Aira dengan racun bisa ular yang sangat berbahaya itu. Jika Yu tidak segera memberikan penawarnya, kemungkinan nyawa wanitanya tak bisa diselamatkan lagi.


"Cih.." Pria itu meludah ke samping, meremehkan Ken. Ia melihat sekilas ke arah 2 orang yang baru datang. Mereka terhenti di pintu.


Brakk


Dengan tendangan memutar Ken berhasil membuat orang itu terpental beberapa meter, lengkap dengan kursi yang menempel padanya. Darah segar keluar dari mulutnya akibat 'sentuhan' kaki Ken yang cukup keras di perutnya.


"Aku bisa membunuhmu kapan saja," Ken menjambak rambut hitam pekat itu dengan kemarahan tertahan.


"Kamu tidak akan membunuhnya di depan istrimu kan?" teriak Yoshiro dari arah pintu.


Deg


Seketika nafasnya tercekat. Tubuhnya mematung tak bisa ia gerakkan. Aira disini.


'Sejak kapan ia ada disana?'


"Istrinya hamil 8 bulan sekarang, kau ingin membuat anaknya lahir tak punya ayah?" lanjut pria bersurai putih itu. Ken melepaskan cengkeraman tangannya dengan linglung.

__ADS_1


"Kosuke-san, tolong urus dia." pinta Aira sambil berjalan melewati asisten pribadi suaminya itu. Aira mendekat ke arah Ken dan menarik tangannya untuk pergi.


Keduanya duduk di sebuah bangku panjang di luar bangunan tua itu. Dengan cekatan Aira membersihkan darah yang mengering di sudut bibir suaminya akibat pukulan Yamaken 2 jam yang lalu. Tak lupa ia juga mengoleskan obat anti memar di wajah lebam suaminya.


"Boku wa ikanai..." Aira memasukkan kembali obat-obatan yang ia pakai ke dalam kotak P3K yang ia ambil dari mobil Yoshiro beberapa saat lalu.


(Aku tidak akan pergi)


Ken terbelalak menatap istrinya.


"Dengan satu syarat..."


*******


Di sebuah bangunan klasik khas Jepang, Sumari (ibu Ken) tengah berada di ruang keluarga bersama Yamaken, Tsuguri (ayah Ken) dan kakek.


"Apa yang kau lakukan, menantuku?" tanya kakek dengan suara dingin.


"Itu salahku. Aku terlalu bodoh." jawabnya sambil bersimpuh di lantai yang terbuat dari kayu itu. Ia tidak menyangka perbuatannya akan berujung membahayakan nyawa Aira.


Beberapa saat yang lalu, Yamaken kembali dan mengatakan kejadian antara Ken dan Aira yang berhasil membuat kakek naik pitam. Ia menginterogasi para pengawal yang selama ini mendampingi Ken, selain Kosuke yang saat itu sedang mendampingi Ken di gudang tua. Dan hasilnya, beberapa hari lalu Sumari menemui Ken secara pribadi. Dan disinilah mereka sekarang.


Kakek tahu menantunya itu melakukan sesuatu di belakangnya tapi ia tidak mengira akan berdampak pada cucu menantu yang sangat ia banggakan itu. Jika saja Yamaken tidak datang tepat waktu, mungkin Aira kehilangan nyawanya oleh Ken yang berubah jadi iblis. Dan nasib yang sama akan terjadi pada Sumari, beristirahat dengan tenang di alam baka. Kakek sendiri yang akan mengirimnya ke neraka.


"Aku bisa menjelaskannya...."


*******


Note :


- Yamaken \= Yamazaki Kento


-Ken \= Yamazaki Kenzo


Disini author pake nama Yamaken aja yaa biar gampang bedainnya, takutnya author typo (salah ketik) antara Ken suaminya Aira sama Kento si selebritis papan atas Jepang suami author-chan yang imut ini πŸ˜‚


Hai readers tercintakuuh 😚😚 Author kembali nih buat kalian. Selamat menikmati ceritanya πŸ€—


See you next chapter. Jaa, mata ne...


With love,

__ADS_1


Hanazawaeaszy πŸ˜‹πŸ˜‹


__ADS_2