
Aira pingsan saat menghabiskan waktu di taman bersama Minami. Ia dilarikan ke Tokyo Women's Medical University Hospital (Rumah Sakit Universitas Kedokteran Wanita Tokyo), yakni salah satu rumah sakit yang ada di pusat kota, tepatnya ada di Shinjuku. Minami sengaja membawa nona-nya kemari karena disini adalah Pusat Medis Maternal dan Perinatal untuk perawatan ibu dan perinatal. Kehamilan normal hingga sangat rumit bisa ditangani dengan baik di sini, seperti bayi baru lahir prematur akan mendapat perawatan intensif hingga normal. Pusat ini juga memiliki ICU neonatal (NICU).
Rumah Sakit Universitas Kedokteran Wanita Tokyo adalah rumah sakit sekunder dan tersier tingkat lanjut dengan 1.379 tempat tidur. Rumah sakit ini memiliki 2.876 staf yang terdiri dari 893 dokter, 1.167 perawat, serta 816 orang lainnya menangani bidang administrasi dan lain-lain. Rumah sakit ini memiliki 11 pusat kesehatan dan 21 departemen klinis. Menurut data yang ada, pusat kesehatan ini dikunjungi 3.596 pasien rawat jalan dalam satu hari. Seabad lalu, tempat ini berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan bagi sarjana, residen, dan mahasiswa yang melanjutkan pendidikannya. (sumber : twmu.ac.jp)
Ken bersama Aira menuju ruang periksa dokter guna melakukan USG (ultrasonografi) untuk memeriksa kandungan wanita 26 tahun itu. Di depan meja terpampang papan nama bertuliskan Hashimoto Maeda.
'Nama yang bagus' pikir Aira.
"Silahkan, nyonya." seorang perawat meminta Aira langsung berbaring di ranjang. Ia mendekat dan mengoleskan gel pada perut Aira yang sudah tampak membuncit.
Dokter Maeda memakai sarung tangan karet dan segera mendekat ke arah pasiennya. Ia mulai menggerakkan transducer di atas perut Aira sambil memperhatikan tampilan gambar empat dimensi yang ada di layar monitor.
*transducer : alat untuk USG
"Bayi Anda kembar?" tanya dokter Maeda dengan senyum terkembang di wajahnya, sebuah bentuk ekspresi kagum. Ini pertama kalinya ia memeriksa Aira, karena memang Aira belum pernah datang ke rumah sakit yang berdiri sejak tahun 1900 ini.
"Benar." jawab Ken. Ia duduk di sisi ranjang yang lain, berseberangan dengan dokter yang kini sibuk memeriksa istrinya.
"Kehamilan istri Anda sudah ada di trimester keduanya. Tepatnya berusia 18 minggu." jelas dokter, "Minggu ini, janin mengembangkan unsur paling unik dirinya yaitu sidik jari. Semua orang memiliki sidik jari yang berbeda-beda satu sama lain. Sidik jari terbentuk dari kumpulan lemak di ujung jari tangan dan kakinya. Ini adalah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa."
Aira menatap Ken yang kini tengah menggenggam tangannya dengan erat. Mereka saling melempar senyum, menunjukkan kebahagiaan yang kini membuncah di dalam hati.
"Masing-masing janin sekarang mencapai berat 0,2 kg dengan panjang 16,5 sampai 17,8 cm dari ujung kepala ke ujung kaki. Mereka tumbuh dengan baik. Apa Anda mulai merasakan pergerakan mereka?"
"Tidak. Belum dok." jawab Aira, ia tampak sedikit khawatir.
"Tidak apa-apa, nyonya. Banyak wanita merasa janin bergerak-gerak dalam masa usia kehamilan antara 16 dan 20 minggu. Namun janin masih terlampau kecil, jadi gerakan-gerakan tersebut masih sangat lembut dan bukan tendangan yang kuat."
"Semakin besar kandungan Anda, maka jantung bekerja 40 sampai 50 persen melebihi biasanya daripada keadaan sebelum kehamilan. Anda mungkin akan lebih sering mengalami pusing atau pandangan buram. Keadaan ini terjadi karena tekanan rahim yang semakin bertambah serta tekanan pada pembuluh darah kadang-kadang membuat si ibu merasa hampir pingsan, terutama bila bangun berdiri dari posisi duduk. Kadar gula yang rendah juga dapat membuat ibu merasa sangat lemah. Beristirahat, berbaring dengan sisi sebelah kiri atau makan buah akan membantu sirkulasi darah dan mengatasi keadaan lemah ini." pungkas dokter Maeda sambil mengembalikan transducer itu ke tempatnya. Ia mengakhiri penjelasannya sambil melepas sarung tangan dan membuangnya ke tempat sampah khusus yang ada di samping wastafel.
Ken membantu Aira berdiri setelah gel di perutnya dibersihkan oleh perawat. Mereka menyusul dokter Maeda yang kini duduk di belakang meja kerjanya.
"Jadi, mereka baik-baik saja, dok?" tanya Ken merasa belum puas akan penjelasan dokter itu sebelumnya. Ia masih ingin tahu tentang keadaan buah cintanya bersama Aira. Ken mungkin memiliki berbagai pengalaman mengesankan dalam hidupnya selama ini. Namun, perihal kehamilan istrinya, sungguh ia tidak tahu sama sekali.
Pertanyaan Ken membuat dokter empat puluh tahun itu tersenyum, ia maklum atas ketidakpuasan dan rasa penasaran seorang pria yang ingin tahu perkembangan buah hatinya. Terlebih ini adalah kehamilan pertama sang istri. Tentu ia akan menantikannya dengan harap-harap cemas.
"Apakah tantangan mengandung anak kembar juga akan menjadi 2 kali lipat dibandingkan mengandung 1 bayi saja?" tanya Ken bahkan sebelum dokter Maeda menjawab pertanyaan yang ia ajukan sebelumnya.
"Itu mungkin saja terjadi, tuan. Penyebab mual dan muntah saat kehamilan adalah kenaikan hormon chorionic gonadotropin. Pada kehamilan kembar, hormon ini juga meningkat, sehingga ibu yang mengandung anak kembar cenderung mengalami mual dan muntah yang lebih parah pada semester pertama kehamilan. Selain mual dan muntah, ibu yang mengalami kehamilan kembar juga memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami sakit punggung, masalah sulit tidur, sembelit, serta gejala kehamilan lainnya. Tekanan pada ikatan sendi dan sistem pencernaan yang lebih besar memunculkan masalah sulit bernafas, wasir, serta varises. Pada beberapa kasus, kerja jantung, paru-paru, dan ginjal yang bertambah juga akan membuat ibu menjadi lebih mudah lelah."
"Apa saya harus sering memeriksa kehamilan saya, dok?" tanya Aira.
__ADS_1
"Kehamilan kembar membutuhkan perhatian ekstra dibandingkan kehamilan tunggal, termasuk kunjungan ke dokter kandungan dan USG yang lebih sering. Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur dan beristirahat yang cukup untuk menjaga tekanan darah tetap stabil dan mengurangi resiko kelahiran prematur. Pada usia kehamilan 20-24 minggu dan 28 minggu, sebaiknya lakukan tes darah untuk melihat indikasi anemia."
"Selain itu, sebaiknya pastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi. Anda membutuhkan asupan asam folat yang cukup. Hal itu dibutuhkan untuk mengurangi resiko cacat lahir seperti spina bifida. Pada kehamilan tunggal, umumnya membutuhkan 0.4 mg asam folat per hari. Sedangkan untuk kehamilan kembar membutuhkan 1 mg asam folat."
"Akhir-akhir ini dia makan 5 kali sehari, dok. Apa itu tidak berlebihan untuknya?" tanya Ken.
Ckiittt
Aira mencubit perut suaminya dari samping, membuat pria berkulit putih itu berjengit. Dokter Maeda tersenyum melihat interaksi keduanya. Terlihat manis sekali, membuat siapa saja tak bisa menyembunyikan senyumnya. Termasuk Minami yang berdiri di belakang Aira.
Aira mencebikkan bibirnya, merasa kesal karena Ken mengungkapkan rahasianya. Memang apa yang Ken katakan benar adanya, tapi tidak seharusnya suaminya menanyakan hal itu kan? Aira malu.
'Pertanyaan bodoh.' batin Aira.
"Itu tidak masalah, tuan." dokter Maeda menuliskan resep vitamin untuk pasiennya, "Mereka membutuhkan nutrisi yang lebih banyak dibandingkan kehamilan normal pada umumnya. Anda tidak perlu malu akan hal ini. Justru inilah saatnya Anda bisa mendapatkan perhatian lebih dari suami Anda. Mintalah apa saja padanya, saya yakin dia akan menurutinya tanpa tapi." canda dokter sambil membenarkan kacamatanya yang sedikit melorot ke hidung.
"Dilihat dari nama Anda, apakah Anda berasal dari Indonesia?" tanya dokter Maeda sambil menyerahkan lembaran kertas berisi tulisannya itu pada Aira.
"Benar. Darimana Anda tahu?" tanya Aira penasaran.
"Saya pernah tinggal di sana selama 2 tahun saat terjadi bencana tsunami beberapa tahun yang lalu. Ah, saya mendengar rumor yang cukup mengejutkan di dunia medis."
"Orang-orang mengatakan anak mereka akan selalu meneteskan air liur setelah lahir jika keinginan ibu hamil tidak terpenuhi. Sebenarnya saya tidak mempercayainya, tapi itu fakta. Beberapa anak benar-benar tidak henti meneteskan air liur, membuat saya bertanya-tanya apa hubungan keinginan ibu hamil yang tak terpenuhi dengan hal itu? Saya belum menemukan kasus serupa di Jepang." ungkap dokter bermarga Hashimoto itu.
"Memang belum ada studi ilmiah tentang hal itu, tapi ada baiknya untuk Anda selalu memenuhi keinginan istri Anda, tuan Yamazaki." saran dokter.
"Baik, saya mengerti." jawab Ken.
"Dok, ada sesuatu yang ingin saya tanyakan." cetus Aira.
"Silahkan."
"Hanya beberapa minggu berlalu, tapi berat badan saya naik cukup banyak. Apa itu normal?" tanya Aira merasa khawatir dengan berat badannya yang bertambah cukup signifikan.
"Kehamilan kembar berarti Anda mengandung 2 bayi dengan 2 plasenta dan dengan air ketuban yang lebih banyak. Karena itu tidak heran kalau berat badan ibu hamil yang mengandung anak kembar akan bertambah lebih banyak dibandingkan ibu yang mengalami kehamilan tunggal. Menurut panduan Institute of Medicine, kenaikan berat badan untuk kehamilan kembar biasanya adalah 16-24 kg untuk ibu dengan berat badan normal, 14-22 kg untuk ibu dengan berat badan di atas rata-rata, dan 11-19 kg untuk Ibu yang mengalami obesitas. Jadi, kenaikan yang baru beberapa kilogram bukan masalah selama Anda tidak mengalami kesulitan bernafas atau gangguan yang lainnya."
"Apa kehamilan istri saya beresiko, dok?"
"Pada kehamilan kembar, resiko pre-eclampsia meningkat 3 kali lipat dan resiko diabetes gestasional meningkat 2-3 kali lipat. Karena itu, pola makan sehat dan asupan nutrisi yang cukup selama kehamilan harus semakin menjadi perhatian Anda dan istri Anda," dokter Maeda menatap Ken dan Aira bergantian, "Selain itu, seringkali ibu yang mengalami kehamilan kembar biasanya mengalami persalinan pada minggu 36-37, bukannya minggu ke-40 seperti pada kehamilan tunggal. Umumnya, bayi bisa terlahir sehat tanpa masalah bila dilahirkan setelah minggu ke-34. Tapi berat badan yang kurang serta organ tubuh yang belum sempurna tetap harus menjadi perhatian untuk menghindari masalah kesehatan yang serius. Resiko bayi sungsang umumnya lebih tinggi pada kehamilan kembar. Hal inilah yang menjadi penyebab tingginya ibu yang harus melahirkan melalui operasi Caesar. Hal itu bertujuan agar nyawa ibu dan bayinya bisa terselamatkan."
"Tantangan yang akan ibu hadapi saat menjalani kehamilan kembar memang tidak sedikit. Tapi kebahagiaan yang akan dirasakan tentu sebanding dengan perjuangan Anda. Bantuan dan dukungan dari suami serta keluarga, baik selama masa kehamilan maupun setelah melahirkan, akan membuat tantangan itu menjadi lebih mudah diatasi. Itu saja untuk hari ini." ungkap dokter Maeda mengakhiri pemeriksaan hari ini.
__ADS_1
Ken dan Aira berpamitan dari ruangan berwarna hijau itu. Mereka berjalan menuju mobil yang terparkir di lantai bawah tanah. Sudah ada Kosuke yang siap sedia di belakang kemudi. Sementara resep obat dan vitamin Aira akan ditebus oleh Minami.
"Kalian membuat ayah takut." ungkap Ken sambil mengelus perut istrinya dengan sayang. Ia merasa lega setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan itu.
"Maaf. Lain kali aku akan lebih berhati-hati." jawab Aira sembari menangkap jemari Ken.
Ken tersenyum dan bersiap mencium istrinya saat tiba-tiba...
Tok tok tok
"KAK AIRA, AKU DISINI..." teriak seorang gadis berpakaian serba putih. Ia mengetuk kaca mobil di samping Aira dengan semangat 45, tidak peduli pada pria yang kini mengepalkan tangannya karena kesal.
"Ai-channnn....." geram Ken. Rahangnya mengerat menahan emosi. Makhluk kecil itu sungguh menyebalkan.
Cup
Aira mencium pipi suaminya sekilas sebelum membuka pintu mobil dan menemui adik sepupunya, Mone.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Aira setelah keduanya berpelukan.
"Ayo makan bersama." ajak Mone.
"Aku akan minta izin dari suamiku dulu." ucap Aira. Ia menundukkan badannya, melihat ke arah Ken yang duduk dengan wajah tanpa ekspresi. Suaminya marah, Aira tahu itu. Sebagai seorang istri, sudah seharusnya ia meminta restu pada pria yang sudah mengucapkan akad 8 bulan yang lalu di depan kedua orang tuanya itu. Jika Ken mengizinkan, maka Aira akan pergi. Tapi jika Ken tidak merelakannya, ia akan menolak ajakan Mone dengan hati-hati agar tidak melukai perasaannya.
"Ken..."
"Pergilah. Aku akan kembali ke kantor sekarang." ucapnya tanpa menatap Aira, "Kosuke, ayo pergi." ajak Ken dengan suara dingin.
"Baik." jawab pria berpakaian serba hitam itu.
...****************...
*sumber : Nutricia Nutriclub - 8 Hal yang Harus Diperhatikan pada Kehamilan Kembar
Artikel kesehatan lagi. Ada yang ngga suka? Boleh di skip kok. Tapi menurut author ini penting sii. Jadi emang sengaja di bahas biar kita sama-sama belajar.
Author tunggu kritik dan saran dari kalian yaa 🤗😉
See you next episode,
Hanazawa easzy 💜
__ADS_1