
Aira merajuk. Ia batal makan dan memilih menyembunyikan diri di balik selimut karena tidak diperbolehkan makan sambal oleh Ken. Ia menangis dalam diam, membiarkan air tak berwarna itu keluar dari ujung matanya, membasahi bantal di bawah kepalanya.
"Gomen ne," ucap Ken, memeluk pinggang dan mencium kepala istrinya dari luar.
Aira bergeming, membiarkan suaminya. Ia tidak ingin mengatakan apapun padanya. Ia hanya ingin menangis, itu saja.
*Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata bergeming berarti 'diam saja atau tidak bergerak sedikit pun'.
"Sayang," panggil Ken lirih. Tangannya masih sibuk membelai kepala istrinya yang tertutup selimut. "Maaf, aku tidak bisa menuruti keinginannmu yang satu itu. Kamu pasti lebih tahu bahwa sebaiknya mengurangi atau bahkan tidak makan makanan pedas sama sekali supaya tidak berdampak pada anak-anak."
Tangis Aira mereda. Ia mendengar penuturan suaminya dengan sangat jelas karena telinganya hanya berjarak beberapa centimeter, namun terhalang kain abu-abu itu.
"Bukankah kamu masih ingat penjelasan dokter?" tanya Ken.
"Secara umum, cukup aman mengonsumsi makanan pedas selama itu tidak berlebihan, meskipun sedang menyusui!" protes Aira.
"Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?"
Srett
Aira membuka selimutnya, ia berbalik menatap wajah tampan suaminya dengan pandangan nanar. Wajahnya sembap, dengan sisa air yang masih ada di ujung matanya. Meskipun alasan Ken benar agat yudak membahayakan anak mereka, tapi ia masih marah pada suaminya itu.
"Meskipun sejumlah kecil senyawa dalam makanan akan terdapat dalam kandungan ASI, tetapi hal ini tidak akan berdampak besar pada bayi secara signifikan!" ketus Aira, menyangkal ucapan suaminya. Ia masih bersikeras ingin makan pedas.
Cup
Ken mencium ujung mata kiri Aira, menyesapnya dengan cepat membuat mulutnya merasakan aroma asin dari sisa air mata yang ada. Hal itu otomatis membuat mata Aira membola sempurna. Ia sedang marah, pasti Ken sengaja mencium matanya untuk membuatnya luluh.
"Ada banyak ilmuwan yang meneliti pengaruh makanan terhadap kandungan ASI. Hasilnya adalah ibu yang mengonsumsi berbagai jenis makanan ketika menyusui, bayinya lebih mudah mencoba dan menerima berbagai makanan berbeda di kemudian hari." Kini Aira memaksa duduk, menatap Ken tajam dengan keyakinan opini yang ia sampaikan.
Sebenarnya Aira hanya ingin menghindar dari jangkauan mulut Ken. Jika tidak, Ken pasti akan menciumi wajahnya lagi tanpa henti sampai membuatnya jengah seperti yang sudah-sudah.
Gerakan spontan Aira membuat pelukan tangan Ken berpindah pada pahanya. Ia tersenyum dan menyembunyikan wajahnya di sisi tubuh Aira, sebelum mengangkat kepalanya lagi.
Ya, hasil penelitian para pakar memang penunjukkan bahwa rasa ASI dipengaruhi dari apa yang sang Ibu konsumsi. Oleh karenanya, makanan baru yang ibu makan juga bisa mengalir melalui ASI. Ini juga berarti si Kecil mungkin punya preferensi terhadap rasa tertentu setelah ibu mengonsumsi makanan tertentu pula.
Hal ini dapat menjadi 'pendahulu' yang baik pada bayi sebelum nantinya ibu mengenalkannya pada dunia makanan padat yang kaya variasi rasa. Indera pengecapannya sudah mengenal rasa berbeda dan meresponnya. Terkadang, seorang ibu mungkin perlu memperhatikan bahwa bayi menyukai rasa tertentu karena dia cukup sering mengonsumsi makanan tersebut ketika hamil.
"Apa kamu ingin membuat anak-anak kita diare?" tanya Ken sambil mempertahankan senyumnya. Ia menatap istrinya dari bawah, membuat pipi chubby itu terlihat semakin bulat.
Aira terdiam. Ia tentu tidak ingin hal itu terjadi pada putra putri kesayangannya. Ia juga pernah mendengar tentang hal ini sebelumnya. Pernah ada kasus seorang bayi yang tidak juga berhenti menangis setelah minum ASI, ternyata belakangan diketahui bahwa si ibu mengonsumsi makanan instan ekstra pedas dalam porsi yang cukup banyak.
Pada sebagian bayi, konsumsi ASI yang memiliki jejak rasa pedas dapat menyebabkan terbentuknya gas di perut dan usus. Bayi merasa kembung dan tidak enak badan sehingga ia pun jadi rewel karenanya.
Pencernaan bayi juga masih sensitif. Mereka mungkin akan terkena diare saat ada rasa pedas yang masuk ke perutnya. Bahkan tidak hanya rasa pedas, makanan atau minuman manis yang dikonsumsi berlebihan oleh sang Ibu juga bisa menyebabkan sembelit atau diare bagi si Anak.
__ADS_1
Selain itu, siklus tidur mereka bisa kacau, menolak minum ASI, atau bahkan muncul ruam dan gatal-gatal pada kulit bayi. Dan akibat terburuknya, makanan pedas bisa memicu terjadinya kolik pada bayi karena perncernaan mereka bermasalah.
*Kolik adalah kondisi yang memengaruhi perut bagian atas, yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada bayi.
"Kapan aku boleh makan pedas?" tanya Aira dengan nada yang lebih bersahabat. Emosinya sudah kembali terkendali, mengingat keadaan ketiga putranya jika ia tetap memaksa makan sambal.
"Sabarlah, Sayang. Tunggu sampai pencernaan mereka lebih siap yaitu saat kesehatan dan kekebalan tubuh mereka sudah berkembang ke tingkat yang lebih baik."
"Tapi, apapun yang aku makan, tidak akan merubah rasa ASI. ASI mengambil nutrisi dari darah, bukan dari pencernaan. Artinya zat gizi yang akan 'disalurkan' pada bayi sudah melewati proses penyaringan oleh sistem pencernaan, 'kan?"
Ken tersenyum dan akhirnya duduk sejajar dengan Aira, bersandar pada kepala ranjang. Istrinya masih mengajaknya beradu argumen dan ia menyukainya. Istrinya ini cerdas dan belajar dengan cepat, ia memiliki ilmu yang mumpuni setelah mengikuti kelas ibu hamil beberapa bulan terakhir.
"Meskipun begitu, aku tidak mengizinkanmu. Kamu bisa makan apa saja kecuali sambal, itu untuk menjaga asupan makanan agar kualitas ASI tetap baik. Biarkan mereka tumbuh dengan sehat karena ASI eksklusif darimu." Ken mencubit hidung istrinya dengan gemas. Ingin sekali ia melahapnya, tapi hal itu pasti akan membuat Aira berang.
ASI eksklusif diberikan sejak bayi lahir ke dunia sampai usianya mencapai enam bulan. Nyatanya air susu ibu memiliki sejumlah kandungan gizi yang dibutuhkan bayi yaitu, vitamin, mineral, lemak, karbohidrat, protein, dan cairan dalam jumlah tepat yang dibutuhkan oleh bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya.
Bayi yang terbiasa diberi ASI eksklusif biasanya juga akan lebih sehat dan terlindung. Sebab salah satu manfaat dari ASI bagi bayi adalah memberikan perlindungan tubuh yang tidak dimiliki oleh susu formula.
"Sudah sudah. Aku juga tahu." Aira menyingkirkan selimut yang masih menutupi sebagian badannya. Ia kembali ke meja, bersiap melanjutkan makan. Ia lapar. Bagaimana pun juga, ia harus mencukupi kebutuhan ASI untuk ketiga anaknya. Dan itu artinya, ia juga harus makan makanan kaya gizi seperti yang sudah suaminya siapkan.
Ken menyusul, duduk di depan Aira. Ia tampak sibuk menyiapkan hidangan makan malam yang ia buat dengan penuh cinta.
"Buka mulutmu," pinta Aira sembari mengulurkan sendok miliknya yang berisi nasi putih pada Ken.
"Kamu mau menyuapiku?" Ken tersenyum, membuka mulutnya dan mulai melahap makanan terenak di dunia itu. Ya, bagi seorang budak cinta seperti Yamazaki Kenzo ini, bahkan nasi putih saja akan menjadi makanan paling enak jika yang menyuapi adalah istrinya.
Ken mengangguk. Ia menyuapi Aira dengan senang hati. Suami istri itu saling suap-menyuap, melupakan sejenak ketiga putra putrinya. Sudah ada Sakura di sana, mereka yakin ketiganya akan baik-baik saja.
"Kamu tidak boleh makan sambal, tapi besok akan aku buatkan saus mayonais," janji Ken pada istrinya.
"Tidak masalah. Tambahkan sedikit lada seperti ini juga tidak apa. Sudah ada sedikit rasa pedas disini," respon Aira sembari menunjuk mie goreng di depannya.
Ya, sebenarnya sah-sah saja bagi para ibu untuk mengonsumsi makanan yang memiliki rasa pedas dan asam. Namun harus diperhatikan bahwa jumlah yang disarankan masuk ke dalam tubuh terbatas. Sebab tidak menutup kemungkinan sebagian kecil dari kandungan makanan itu akan masuk ke dalam ASI.
Jika ibu menyusui mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan, dikhawatirkan bisa memberi dampak tak hanya pada bayi. Sebab terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas bisa memicu terjadinya masalah pencernaan dan berujung pada dehidrasi yang mungkin dialami ibu.
Selain itu, cabai sebagai bahan utama makanan pedas dikenal mengandung capsaicin. Meski tidak pasti, konsumsi kandungan ini mungkin bisa menyebabkan ibu, bahkan bayi mengalami diare. Pasalnya ada beberapa bayi yang sangat sensitif terhadap capsaicin sehingga mengalami diare saat ibu mengonsumsi makanan pedas. Diare pada bayi bisa juga terjadi karena adanya alergi yang memengaruhi sistem pencernaan si kecil.
Diare pada bayi ditandai dengan berubahnya frekuensi buang air besar menjadi lebih sering. Biasanya dalam satu hari si Kecil akan buang air lebih dari tiga kali. Perubahan juga terjadi pada konsistensi kotoran yang dikeluarkan, misalnya menjadi cair dan tanpa ampas. Bayi yang mengalami diare harus segera menerima pengobatan untuk menghindari dehidrasi alias kekurangan cairan.
"Ini," Ken menyodorkan dua butir suplemen yang akan membuat ASI istrinya lebih lancar. Itu adalah obat/vitamin yang diresepkan oleh dokter Tsukushi kemarin, jadi Ken tenang. Itu pasti aman untuk istri dan bayi mereka.
(sumber : popmama & halodoc)
Aira memakannya dengan bantuan segelas air putih yang Ken berikan. Ia dan Ken menyelesaikan makan malam dalam beberapa menit.
__ADS_1
Tuk tuk
Ken mengetuk meja kayu di depannya dengan keras membuat Aira mengerutkan keningnya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Aira heran.
Sebelum Ken sempat menjawab, pintu kamar mereka terbuka, menampilkan seorang pelayan wanita yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Ia bergerak cepat membereskan bekas makan Ken dan Aira, membawa nampan hitam itu keluar dari kamar ini.
"Pelayan itu menunggu sepanjang waktu di luar?" keterkejutan Aira belum terjawab.
"Ya. Jika kamu menolak makan, maka dia akan berdiri di depan pintu sepanjang malam, bahkan mungkin sampai pagi," jawab Ken tanpa beban.
Aira terhenyak. Ia merasa bersalah karena sudah membuat orang lain menunggu. Ia tidak tahu sama sekali tentang hal itu. Jika tahu ada pelayan yang menunggu piring kotor miliknya, Aira pasti akan langsung melahap masakan Ken tanpa berdebat lebih dulu dengan suaminya seperti beberapa menit yang lalu.
"Minta mereka berhenti melakukannya. Besok aku akan makan di ruang makan, jadi mereka tidak perlu menunggu di depan pintu seperti tadi."
Ken tersenyum, "Katakan itu pada ibu atau tuan Kobayashi. Mereka yang membuat aturan seperti itu, bukan aku." Ken mengangkat kedua bahunya, tidak tahu menahu tentang SOP pelayan atau asisten rumah tangga mereka.
*SOP : Standar Operasional Prosedur
"Jadi, semua pelayan di rumah ini, ibu yang mengaturnya?"
"Benar. Setidaknya ada sepuluh orang yang akan membantumu mengurus rumah ini, mulai dari masak, mencuci, membersihkan rumah bahkan mengangkat piring kotor seperti tadi," jawab Ken enteng.
Plakk
Aira menepuk jidatnya, tidak menyangka pada perlakuan khusus yang ibu mertuanya berikan.
"Ini sungguh berlebihan. Aku akan bicara pada ibu besok." Aira tidak sanggup berkata-kata lagi. Wanita 52 tahun itu sungguh luar biasa. Amazing mother-in law.
(Ibu mertua luar biasa)
Ken tersenyum, siap menyaksikan tontonan menarik antara kedua wanita kesayangannya besok. Ia yakin ibu akan bersikeras mempertahankan pengaturan pelayan di rumah ini, sedangkan Aira pasti akan meminta ibu mengurangi mereka.
"Kamu harus membelaku! Jika tidak, jangan harap aku mau memanjakanmu!" ancam Aira pada Ken, membuat senyum di wajah putihnya seketika memudar.
Plakk
Kali ini Ken yang menepuk jidatnya, ia harus ikut memutar otak agar bisa memenangkan hati ibunya. Jika tidak, ia akan kehilangan kesempatan bermanja-manja pada wanita kesayangannya ini.
...****************...
Abang Ken harus mikir nih, gimana caranya biar bisa manja-manja sama Aira terus. Duuuhh, baper dah ah kalo dia udah bucin akut kek gini. Makin bucin, makin seru kalo marahan, wkwk. Libas habis semuanya, Bang 😂💃
Jangan lupa like, komen n vote seperti biasa yaa biar author lancar jaya nulisnya. Gomen kalo masih ada typo-typo dikit. See you,
__ADS_1
With love,
Hanazawa Easzy 🐣