Gangster Boy

Gangster Boy
Gangster Boy : Pertarungan yang Sebenarnya


__ADS_3

Ken bersama lima puluh pengawalnya datang ke markas geng Naga Hitam. Mereka berhasil menumbangkan dua ratus orang yang dipimpin oleh tuan Harada. Namun siapa sangka ternyata pria licik itu mengatur jebakan yang tak terduga.


Para pengawal Ken tumbang oleh ranjau yang tertanam di dalam tanah, membuat sebagian besar dari mereka terluka parah. Posisi berbalik, Ken bersama Shun, Yoshiro, Kosuke dan beberapa pengawal yang tersisa merasa terdesak. Mereka berdiri memutar dengan Ken sebagai porosnya. Inilah pertarungan yang sebenarnya!


"Hahaha, Yamazaki Kenzo, aku akan mengabulkan permintaan terakhirmu. Katakan saja!" Tuan Harada merasa di atas angin, jumlah pendukungnya semakin banyak. Mereka mengelilingi belasan orang itu yang mulai terluka akibat jebakan yang ia siapkan.


"Cih!" Ken meludah ke samping, tidak gentar sama sekali atas ancaman orang itu. Setidaknya ada dua ratus orang musuh yang ia hadapi sekarang. Itu artinya satu orangnya harus melawan dua puluh orang. Dengan kemampuan bela diri yang mereka miliki, ia bisa saja membalikkan keadaan genting ini.


"HABISI MEREKA!" Perintah tuan Harada menggema di perbukitan ini, membuat semua bawahannya merangsek maju.


Trang


Dukk


Bamm


Bugh


Pukulan dan hantaman tak terelakkan, membuat Ken dan rekan-rekannya kewalahan. Satu per satu pengawalnya mulai tumbang. Berbagai luka membuat mereka terkapar tak berdaya.


Shun mengeluarkan nunchaku miliknya, menyabet musuh-musuhnya dan membuat mereka mundur detik berikutnya. Kayu sepanjang dua jengkal tangan itu berhasil melukai kepala beberapa orang yang bersikeras menyerang, membuat darah segar mengucur membasahi wajah mereka.


Yoshiro mengeluarkan senjata tersembunyi miliknya, sebuah bola kecil yang ia lemparkan ke tanah dan menimbulkan asap pekat yang menyesakkan. Bau belerang segera menguar di sekitarnya.


"Awas! Asap belerang beracun! Uhuk uhukk." Orang itu tumbang setelah memperingatkan teman-temannya. Beberapa tumbang setelah merasakan tenggorokannya tercekik, sesak napas dan nyeri dada yang luar biasa, dan berakhir dengan kehilangan kesadaran.


Kandungan asam sulfat dalam belerang/sulfur dioksida itu mengikat oksigen dalam darah dan menimbulkan gangguan sistem pernapasan seseorang yang menghirup baunya. Setidaknya dua puluh orang berhasil Yoshiro lumpuhkan untuk sementara. Mereka baru akan terbangun dua puluh atau tiga puluh menit lagi, itu pun jika paru-paru mereka masih bisa berfungsi dengan normal.



Hampir sama dengan Shun, Kosuke mengeluarkan senjata berupa rantai panjang yang kini melilit tangannya. Senjata ini disebut Kusari-Fundo. Beberapa orang menyebutnya dengan nama Manriki-Gusari. Karakteristik senjata ini adalah seutas tali atau rantai yang diikatkan dengan pemberat di bagian akhirnya. Kegunaan Kusari-Fundo cukup beragam. Ia bisa digunakan untuk mengikat, mencekik hingga memberikan trauma berat akibat hantaman pemberat yang diikat.


Dan kesibukan yang sama terjadi pada Ken. Dia menumbangkan puluhan orang dengan dua katana yang ada di masing-masing tangannya. Ia terus merangsek maju menuju tuan Harada di depan sana yang sudah menunggunya.


Di sisi lain, Aira memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya. Ia melesatkan tiga buah anak panah sekaligus dalam sekali tembakan. Insting berburunya masih tajam. Ketiga anak panah yang ia lesatkan berhasil menancap di organ vital musuhnya, yakni mendarat sempurna di perut, leher dan telinga. Tiga orang tumbang di saat yang bersamaan.


Detik berikutnya, ia mengambil anak panah lagi dan menyasar ke arah lain. Pergerakannya begitu cepat, sama seperti seorang ninja yang keberadaannya tak lagi diingat oleh orang-orang kebanyakan. Beberapa orang menyadari pergerakannya, membuat mereka menghadang dengan katana di tangannya.


'Shit! Aku menolak katana pemberian kakek!' gumam Aira dalam hati. Anak panahnya sudah habis, membuatnya melempar busur panah itu ke arah musuh-musuhnya. Satu-satunya senjata yang ia miliki adalah shuriken yang ada di dalam tas pinggangnya.



Shuriken adalah senjata paling terkenal dari dunia ninja. Ada banyak tipe shuriken, tapi yang paling awam yaitu berbentuk bintang dengan empat atau lima bilah pisau. Kegunaannya bervariasi, tergantung dari situasi dan kondisi yang sedang dialaminya. Aira menyerang orang-orang yang menghadangnya dengan senjata itu.


"RARA!" teriak Yu sembari melempar koper pemberian kakek yang sempat ia tolak pagi ini.

__ADS_1


BRAKK


Aira membanting koper yang ia tangkap, membuat kotak hitam itu terbuka seketika. Ia mengambil dua buah belati dan menyimpannya di pinggang. Dua buah katana segera ia pegang di masing-masing tangannya, menebas siapa saja yang menghalangi jalannya menuju Ken.


Trang


Tuan Harada menyerang Ken, membuat katana mereka saling beradu. Dua orang pria datang dari arah berlawanan, membuat konsentrasi Ken terpecah. Satu tangannya menahan serangan pria paruh baya ini, sementara tangannya yang lain berusaha menepis serangan yang lainnya.


Srett


Pedang yang ada di tangan tuan Harada berhasil menyabet lengan kanan Ken, membuat satu katana di tangannya terlepas. Seorang pria yang datang dari belakang memukul tengkuknya di saat yang bersamaan.


"Agh..." Ken tumbang ke tanah berdebu di bawahnya. Tangan kirinya berhasil menebas kaki pria yang menyerangnya, membuat orang itu tumbang setelah kehilangan tumpuan untuk berdiri. Cipratan darah segar mengenai wajah Ken, bercampur bersama peluh yang membasahi pelipisnya.


"TERIMALAH AJALMU!" teriak tuan Harada saat melihat Ken tak berdaya di bawah sana. Ia mengayunkan katana miliknya, siap mengeksekusi musuhnya ini.


Trang


Ken berhasil menahan serangan tuan Harada, pedang mereka kembali beradu. Darah segar mengalir dari lengan Ken yang terluka, membuat kekuatannya semakin melemah. Ia tidak bisa menahan lebih lama lagi. Perlahan pedang panjang milik tuan Harada semakin mendekat ke arah lehernya. Hanya tersisa jarak beberapa centimeter saja.


Srett


Pedang tuan Harada mulai menggores leher Ken, membuat darah segar keluar dari sana. Hal itu membuat pria licik itu tersenyum lebar. Ia siap menjadi malaikat maut yang akan merenggut nyawa Ken dari tubuhnya. Semua dendamnya pada Ken akan segera terlampiaskan.


Jleb


Sebuah belati mungil berwarna hitam menancap tepat di bahu tuan Harada. Rasa nyeri seketika dirasakan oleh pria itu, membuatnya hilang fokus detik berikutnya.


Ken melirik ke arah belati itu berasal. Seorang wanita bercadar berdiri beberapa meter darinya dengan napas terengah-engah. Tatap matanya yang dalam dan tajam, membuat Ken terhenyak.


Deg!


'Mata itu!' gumam Ken dalam hati. Ia sangat mengenalnya, bahkan tanpa melihat wajahnya sekalipun, ia tahu siapa dia. Jantungnya berdetak kencang, menyadari situasi berbahaya ini. Ia tidak boleh menyerah begitu saja atau nyawa wanitanya dalam bahaya. Seketika semangat Ken kembali membara. Ia ingin menyelesaikan pertempuran ini secepatnya.


Dukk


Brukk


Ken menendang perut tuan Harada dengan lututnya. Ia menyingkirkan tubuh itu ke samping, membuatnya terhempas ke tanah berdebu.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Ken yang kini beradu punggung dengan istrinya, si Wanita Bercadar yang sudah menyelamatkan nyawanya.


"Apa lagi? Tentu saja untuk menyelamatkanmu!"


Srett

__ADS_1


Srett


Tangan Aira dengan sigap menahan serangan yang diarahkan pada suaminya. Mereka berdua bekerjasama, berjibaku melawan musuh-musuh yang seolah tak ada habisnya ini.


Di sisi lain, baik Yoshiro, Kosuke, maupun Shun, juga tampak kelelahan. Mereka bertiga saling beradu punggung, sama seperti Ken dan Aira. Ketiganya menghela napas setelah mengerahkan semua kemampuan yang dimilikinya.


Priiit


Priittt


Aira meniup peluit yang sedari tadi tergantung di lehernya. Puluhan ninja berpakaian hitam muncul dari berbagai arah. Mereka adalah pengawal bayangan yang kakek siapkan untuk menyelamatkan cucunya.


Hanya dalam hitungan detik, pengawal bayangan itu berhasil menumbangkan puluhan orang-orang Naga Hitam. Keadaan berbalik seketika, Ken bernapas lega saat mendapati kemenangan di depan matanya.


Ia memeluk Aira, menghirup aroma lavender yang menempel di kain hitam yang menutupi mahkota istrinya. Pelukan Ken semakin erat di tubuh wanitanya. Ia tersenyum menyadari nyawanya masih terselamatkan berkat bantuan ibu dari anak-anaknya.



"Arigatou. Hontou no arigatou." Ken berkata sambil tersenyum pada wanita kesayangannya.


(Terima kasih. Terima kasih banyak.)


Aira tersenyum. Ia mengangguk, mengiyakan ucapan Kenzo. Wanita berjilbab itu kembali memeluk suaminya, menyalurkan rasa bahagia yang menguar di hati masing-masing. Ken merasakan dadanya berat, napasnya mulai melemah.


"Ai-chan, jaga anak-anak dengan baik," bisik Ken lirih. Pelukannya di punggung Aira semakin erat, sesaat sebelum pandangannya kabur detik berikutnya. Ia memejamkan matanya. Semuanya gelap. Hitam. Kelam.


Brukk


Tubuh Ken lunglai di pelukan Aira. Wajahnya pucat pasi. Ia kehilangan banyak darah akibat luka di lengan kanannya.


"Ken?!" panggil Aira. Ia terduduk di tanah, menatap wajah suaminya yang kini ada di atas pangkuannya.


"KEN?! BUKA MATAMU!" Aira panik saat melihat Ken tak merespon panggilannya. Bau anyir darah segera menyapa indera penciumannya. Jilbab yang ia kenakan basah oleh darah, membuat matanya membola.


"KEN?!" Aira mengguncang bahu suaminya. Tangannya mengusap wajah Ken, berharap pria itu membuka matanya yang terpejam. Orang-orang segera mendekat, menilik pemimpin mereka yang sepertinya tak sadarkan diri.


"YAMAZAKI KENZO...." Teriakan Aira menggema. Bulir-bulir air mata tumpah membasahi pipinya. Ia mendekap suaminya ke dalam pelukan, tidak rela jika harus berpisah dengan ayah dari ketiga anaknya ini.


...****************...


Abang Ken 😢😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭


Sesak hati Author. Gomen kalo masih ada typo, see you...


Hanazawa Easzy ❤

__ADS_1


__ADS_2