
"Tuan Harada Yuki, bersiaplah mendengar pertanggungjawaban dariku," ucap Ken, menatap tajam pada pria yang mengusik ketenangannya.
BRUKK
Ken meletakkan setumpuk dokumen dari Kosuke dengan keras, membuat lembaran kertas itu tercecer sembarang di atas meja. Beberapa tergeletak tepat di depan Yuki, membuat wajahnya merah padam. Ia tersinggung dengan sikap kasar yang Ken tunjukkan.
"Tuan Yamazaki, apa Anda tahu apa yang Anda lakukan? Saya pemilik lima belas... "
"Saya tahu dengan sangat jelas siapa Anda!" ucap Ken memotong ucapan pria berbaju putih itu dengan tegas. Ia menekan setiap suku kata yang ia ucapkan, menunjukkan dominasinya yang tak terbantahkan.
Yuki mengeratkan rahangnya, menimbulkan bunyi gemeletuk dari benturan gigi-gigi yang saling beradu. Dia semakin naik pitam karena ada orang yang berani menyela kata-katanya. Dia yang memiliki tingkat percaya diri yang tinggi, bahkan terkesan sombong, tidak ada seorang pun yang berani menentangnya. Tiba-tiba Ken, yang dua tahun lebih muda darinya, menunjukkan perlawanannya dengan terang-terangan. Hal itu dianggapnya telah menginjak-injak harga dirinya.
Dan desas-desus orang-orang di sekeliling mereka semakin ramai terdengar. Mereka pernah melihat kemarahan Ken sebelumnya. Sisi iblisnya keluar, mengeksekusi dua puluh karyawannya sekaligus dan menendang investor yang tak tahu diri seperti putra tertua keluarga Harada ini. Siapa saja yang tidak becus bekerja dan membuat masalah dengannya, siap-siap saja menjadi gelandangan di Tokyo. Ken akan memiskinkan mereka dan membuat mereka menangis darah.
Itu terjadi lima tahun yang lalu, tepat satu tahun peringatan kematian Erina Ebisawa, cinta pertamanya. Saat itu Ken seperti orang kesetanan, merombak habis-habisan perusahaan yang dipimpin oleh ayahnya ini, memiskinkan dua puluh staf yang terbukti korupsi dan memecat setidaknya 275 karyawan Miracle di seluruh Jepang karena mereka tidak kompeten di bidangnya.
Tuan Tsuguri, ayah Ken, tak bisa berbuat apapun. Beliau tidak bisa mencegah monster di dalam diri putranya yang saat itu menguasai. Efek negatifnya, perusahaan itu harus kehilangan banyak uang untuk membayar pesangon semua karyawannya. Dan mereka juga harus berurusan dengan pihak yang berwajib untuk menangani kasus yang terjadi.
Namun, sikap Ken yang bagaikan malaikat pencabut nyawa di itu, membuat semua karyawan Miracle lebih bertanggung jawab. Mereka bekerja dengan giat dan berhati-hati dalam segala bidang yang mereka tangani. Tidak ingin mendapat nasib yang sama seperti ratusan orang yang terpaksa kehilangan mata pencaharian utama mereka.
"Apa Anda siap mendengar fakta mengejutkan yang akan saya sampaikan, tuan Yuki Harada?" Ken lagi-lagi menunjukkan smirk andalannya.
__ADS_1
Yuki mengepalkan tangan, menahan emosi dalam dadanya yang meluap ingin dilampiaskan. Ingin sekali rasanya memukul pria yang berdiri dua meter darinya itu. Namun seorang pria mendekat dan berbisik di telinganya, "Tuan Muda, tolong jaga sikap Anda. Kita masih membutuhkan bantuan Miracle kedepannya."
Sial!
Yuki hanya bisa mengumpat dalam hatinya. Apa yang dikatakan oleh asisten pribadinya itu memang benar. Perusahaan kecil miliknya masih begitu lemah. Ia masih membutuhkan bantuan Miracle kedepannya untuk membuat perusahaannya itu lebih berkembang.
Flash
Proyektor yang tergantung di langit-langit menyala, membiaskan sinar yang tertangkap oleh layar putih di depan sana. Kosuke yang menyiapkannya sesuai permintaan Ken. Semua orang mengalihkan pandangan mereka pada satu titik, dimana Ken dengan percaya diri maju ke depan.
"Baiklah, saya akan mulai sekarang." Ken berdiri menjulang di depan layar. Tangannya memegang laser pointer berbentuk pena yang mengarah pada layar yang menempel di dinding.
"Ah, sebelum saya memaparkan laporan pertanggung jawaban seperti yang tuan Harada inginkan, saya memiliki produk inovasi baru untuk diperkenalkan pada semua orang. Ini adalah Laser Pointer 3.0, merupakan inovasi terbaru dari laser pointer sebelumnya." Ken menunjukkan benda berbentuk pena di tangannya. Bersamaan dengan itu, Kosuke, Minami, dan beberapa staf khusus membagikan laser pointer yang sama pada semua orang di ruang rapat ini, termasuk Yuki Harada itu.
"Benda mungil yang ada di depan kalian adalah mini pointer dengan senter tiga LED (Light-Emitting Diode) yang fungsinya berbeda-beda. Benda itu berfungsi sebagai laser pointer, senter, dan laser UV (Ultra Violet)."
"Tidak hanya itu, mini pointer ini juga dilengkapi dengan gantungan kunci yang tersembunyi di dalamnya. Anda bisa menekan tombol di bagian atas dan tali gantungan akan keluar." Ken melakukan demo seperti yang ia ucapkan. Orang-orang mulai membuka kotak persegi panjang kecil di depannya dan melakukan hal yang sama seperti yang Ken contohkan.
"Ini adalah produk yang dibutuhkan oleh semua orang, entah itu pebisnis, dosen, guru, pengajar di lembaga pendidikan, mahasiswa, pedagang bahkan para pelajar sekalipun. Produk ini lebih mumpuni dari pendahulunya," jelas Ken kemudian.
__ADS_1
"Laser pointer ini hadir dengan konsep yang canggih. Pertama, sebagai laser pointer dengan sinar merah yang cocok untuk presentasi. Kedua, Anda bisa memanfaatkan laser ini sebagai senter yang dapat Anda manfaatkan untuk penerangan saat kekurangan cahaya. Dan, fungsi ketiga yaitu sebagai laser UV yang biasanya dimanfaatkan sebagai money detector atau pengecekan uang palsu."
Semua orang menganggukan kepala, kagum pada produk baru yang Ken perkenalkan. Benda mungil ini sepertinya akan meledak di pasaran, sehubungan dengan semakin maraknya peredaran uang palsu yang mulai meresahkan masyarakat.
"Produk ini mudah dan nyaman digunakan. Mini pointer ini mudah dioperasikan, misalnya saat Anda gunakan untuk presentasi, maka sinar merah yang dihasilkannya bisa Anda manfaatkan untuk menunjuk langsung berbagai hal yang ada di slide presentasi." Ken mencontohkan dengan menunjuk layar di sisi kanan badannya. "Gabungan fungsi laser senter UV dalam satu produk ini sangat nyaman digunakan sehari-hari karena sesuai dengan kebutuhan Anda. Tombol pertama saat ditekan akan menghasilkan laser dengan sinar berwarna merah. Tombol kedua, jika Anda menekannya satu kali maka akan menghasilkan cahaya senter, dan saat ditekan dua kali, akan menghasilkan sinar UV," terang Ken.
"Kami memberikan laser pointer itu dengan cuma-cuma. Jika ada kerusakan, Anda bisa langsung menghubungi asisten saya." Ken mengakhiri promosinya dengan sedikit menundukkan kepalanya, membuat semua orang terkagum-kagum dengan sifat Ken, termasuk Yuki Harada.
Kemarahan Yuki berganti dengan rasa kagum. Ia menyukai produk baru dari Miracle ini. Ia juga suka dengan cara penyampaian yang Ken lakukan, tegas, lugas dan tak terduga, benar-benar mengejutkan. Barulah ia tahu kenapa Miracle merajai pasar di Jepang secara keseluruhan. Produk-produk inovatif yang mereka hasilkan berbeda dari yang lain dan berhasil mencuri perhatian costumer.
Yuki mempelajari itu dengan cepat, siap mempraktekkannya di masa yang akan datang. Ia akan mencari kelebihan sistem kerja yang Miracle gunakan dan akan ia terapkan di perusahaan ponsel yang saat ini dirintisnya.
"Jadi, mari kita lanjutkan agenda utama kita." Ken kembali menegakkan badannya, bersiap melanjutkan presentasi yang sempat tertunda sebelumnya.
...****************...
Whoaaaa.... Keren abang Ken 💕
Makin lup lup dah ah 😍😘😘
Jaa ne, jan lupa like, komen n vote yaa... Bye-bye,
__ADS_1
Hanazawa Easzy 🤗