
'Segera dapatkan sidik jarinya. Hanya itu yang bisa aku andalkan untuk membuat kesepakatan dengan orang itu.'
Perkataan Aira yang mencurigakan benar-benar menghantui pikiran Ken. Ia takut istrinya itu melakukan sesuatu yang membahayakan keselamatannya sendiri.
Terhitung sejak 30 menit yang lalu Aira masuk ke kamar mandi, tapi belum ada tanda-tanda ia selesai dengan aktivitasnya. Suara gemericik air masih terdengar samar, berpadu dengan deru penghangat ruangan yang mencegah penghuninya membeku. Ya, tanpa penghangat ruangan, pasti tidak ada orang yang bisa bertahan di saat salju sedang lebat-lebatnya seperti sekarang.
Kembali ke topik utama, Ken masih meraba-raba apa yang sedang Aira rencanakan. Ia berusaha mencari tahu pada Yoshiro tapi hasilnya nihil. Seniornya itu juga tidak tahu apa yang tengah dilakukan oleh Yu dan Aira.
Ting
Sebuah pesan dari Yu masuk ke ponsel Aira, tampak dari notifikasi yang muncul di status bar ponsel yang Ken pegang sekarang.
'Cek emailmu. Sidik jarinya sudah aku kirimkan.'
Ken mengurut pelipisnya dan meletakkan ponsel istrinya itu kembali ke atas nakas seolah ia tak pernah mengusik ponsel itu. Hatinya bimbang ingin membuka email yang Yu kirimkan, namun di sisi lain ia juga ingin memberikan privasi pada Aira. Ia percaya Aira tidak akan mengkhianatinya, tapi kenapa hatinya justru merasa tidak tenang? Seolah ada firasat buruk tentang apa yang akan terjadi beberapa hari ke depan. Atau mungkin beberapa jam kedepan?
"Apa yang kamu pikirkan?" Aira menggenggam tangan Ken, menyadarkan suaminya itu dari lamunan.
"Um, bukan apa-apa." jawabnya sambil membenarkan posisi punggungnya yang bersandar di kepala ranjang. Ia mengamati penampilan istrinya yang tampak begitu cantik dan menggoda.
Handuk yang ia lilitkan di kepala berhasil mengekspos ceruk lehernya yang tak terhalang sehelai rambut pun. Kimono mandinya dengan aksen V-neck menampilkan pangkal leher Aira yang putih bersih, membuat libido Ken kembali naik. Ia laki-laki normal, sangat normal. Hanya dengan melihat hal itu membuatnya ingin kembali menaklukkan Aira.
Iblis dan malaikat dalam dirinya mulai beradu argumen tentang apa yang akan Ken lakukan pada istrinya. Seolah ada dua makhluk kecil hitam dan putih yang melayang di kedua sisi kepalanya. Berdebat untuk dua hal yang saling bertentangan.
"Dia istrimu. Tidak ada salahnya kamu melakukan 'itu' padanya." ucap devil dengan yakin.
"Jangan dengarkan dia. Ingat pesan dokter, tunggu sebentar lagi sampai Aira benar-benar sembuh." malaikat kecilnya mencoba mengingatkan.
"Lakukan saja lagi, dia tidak akan menolakmu seperti sebelumnya." bujuk sisi iblisnya berusaha mendominasi.
__ADS_1
"Tidak! Jangan bodoh! Dia mempercayaimu. Jangan hancurkan kepercayaan itu atau dia akan menghilang selamanya darimu." bisik malaikat itu.
Ken menggelengkan kepalanya mengusir perdebatan kedua makhluk yang sebenarnya tak pernah ada. Mereka hanyalah perwujudan dunia khayal yang muncul begitu hatinya meragu.
Logika Ken kembali menguasai, bukan saatnya untuk melakukan hal yang tidak penting. Saatnya ia membuat Aira tersenyum bahagia sebelum kepergiannya besok.
"KENN?!!" panggilan Aira yang cukup keras berhasil membawa Ken dari dunia paralel yang ia ciptakan sendiri, "Ada apa?"
"Nandemonai yo.." jawab Ken lirih tak bersemangat sama sekali.
(Tidak ada)
Aira menggenggam jemari Ken. Ia tahu ada sesuatu yang mengganggu pemikiran suaminya itu.
"Daijoubu janakute mo daijoubu..." Aira menyunggingkan senyumnya sambil mempererat genggaman jemarinya pada Ken. Ia berharap Ken mau berbagi masalah dengannya.
Ken menarik Aira ke dalam pelukan. Aroma shampo yang istrinya pakai menyeruak masuk ke hidung Ken. Memberikan sedikit ketenangan untuk hatinya yang dilanda risau tanpa sebab yang jelas.
"It's okay darling..." ucap Aira sembari menepuk-nepuk punggung suaminya.
(Semua baik-baik saja sayang)
"Aku akan segera kembali. Jaga dirimu baik-baik selama aku pergi." pesan Ken sambil mencium bahu istrinya yang tertutup bathrobe.
(bathrobe : kimono mandi)
"Baiklah. Kamu mengatakan hal itu beberapa kali. Bukankah kamu harus mandi dulu jika berniat pergi? Aku mencium ada aroma tidak sedap dari tubuhmu." canda Aira sambil berpura-pura mengendus badan suaminya, mencari sumber bau tak sedap seperti yang ia katakan barusan.
Ucapan Aira berhasil membuat wajah Ken berubah masam dan mengurai pelukan istrinya detik itu juga. Ia menatap Aira dengan sebal, sukses membuat istrinya itu tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Hahahaha... Lihat wajahmu itu, hahahaha," Aira menimati ekspresi Ken sampai memegangi perutnya yang terasa kebas karena tertawa.
Ken beranjak dari ranjangnya dan berlalu ke kamar mandi sambil menahan gondok. Ia kesal karena Aira menggodanya seperti itu.
'Aroma tidak sedap apa? Aku masih wangi.' ucap Ken dalam hati sambil berusaha mencium ketiaknya sendiri. Tunggu, ada apa dengannya? Kenapa ia harus mencium badannya sendiri? Dan kenapa ia harus marah pada Aira? Apa perubahan hormon juga terjadi padanya sampai membuat moodnya naik turun seperti roller coaster? Ah, yang benar saja.
Sementara Ken masih sibuk bergumul dengan pikirannya sendiri, Aira asik berselancar di dunia maya dengan menggunakan ponselnya. Ia membaca pesan yang Yu kirimkan dan segera mengambil laptop yang ada di laci. Ini waktu yang tepat. Selama Ken mandi ia punya privasi untuk melakukan pencarian menggunakan data sidik jari yang Yu berikan padanya.
Jemari mungilnya asik menari di atas keyboard laptop, menuangkan berbagai kode pemrograman yang ada di kepalanya ke dalam tulisan. Kemampuannya sebagai seorang hacker jelas terlihat disini. Jangan lupakan kemampuan mengetik sepuluh jari yang Aira miliki. Ia mengetikkan berbagai macam kode tanpa melihat tuts keyboard sama sekali.
*Hacker berarti seseorang yang mempunyai keinginan untuk mengetahui secara mendalam mengenai kerja suatu sistem, komputer atau jaringan komputer. Mereka mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan tertentu.
Ya, hacker sangat erat kaitannya dengan geek computer yaitu seseorang yang juga sangat antusias dengan dunia komputer dan berkemauan tinggi untuk mempelajari berbagai hal tentang komputer sehingga menjadi ahli di bidang tersebut. Banyak orang yang menyebut dirinya sebagai hacker, padahal pengetahuan tentang komputer itu sendiri masih cetek sekali. Berbanding terbalik dengan Aira yang menguasai hal itu namun tak pernah memamerkannya pada siapapun.
Ada banyak sekali bahasa pemrograman komputer yang bisa dipelajari agar bisa menjadi hacker profesional. Beberapa diantaranya adalah bahasa pemrograman dasar seperti Basic atau Pascal, sekadar untuk melatih logika dan belajar algoritma. Hal itu bertujuan untuk membuat program yang akan digunakan untuk exploit kelemahan suatu sistem.
"Berhasil.." ucapnya sambil meregangkan tangannya ke atas, membuat otot di tubuhnya sedikit rileks.
"Apanya yang berhasil?" tanya Ken selidik.
"Hah?" Aira terlonjak kaget melihat suaminya berdiri tak jauh darinya dengan bathrobe hitam melingkupi tubuhnya. Sejak kapan dia ada di sana? Apa Ken tahu apa yang tengah Aira lakukan?
*******
Happy reading gaess 🤗 See you next day,
Ja ne...
Hanazawa easzy ♡
__ADS_1