
Ken dan Aira berkencan di Disneyland. Tanpa sengaja Aira bertabrakan dengan seorang wanita aneh yang menyuruhnya untuk menjauhi Ken beberapa hari yang lalu. Wanita dengan bekas luka di wajahnya.
"Ai-chan, daijoubu desu ka?" tanya Ken namun Aira tak bergeming seperti orang linglung.
(Apa kamu baik-baik saja?)
"Jigoku ni iku !" teriak wanita itu sambil mengacungkan pisau bersiap menusuk Ken yang membelakanginya.
(Pergilah ke neraka!)
Sreett
Bugh
Aira refleks melilit kaki wanita itu dengan syal yang ada di lehernya dan menariknya agar terjatuh. Pisau yang ada di genggamannya hilang entah kemana. Beberapa orang tampak terkejut memperhatikan kejadian itu. Seorang wanita menjerit histeris saat sebuah pisau terjatuh tepat di depan makanan yang tengah ia nikmati.
"Ada pembunuh disini," teriak yang lainnya membuat wanita itu bergegas pergi setelah melepas syal milik Aira.
Ken yang belum mengerti keadaan yang sebenarnya hanya menatap Aira dengan penuh tanda tanya dan membantunya berdiri. Aira melepas sneakers-nya dan menyingkirkan Ken yang berdiri di depannya dan menghalangi pandangannya.
Plakk
Tepat sasaran. Sepatu putih itu menghantam kepala wanita yang coba membunuh Ken beberapa saat lalu dan membuatnya limbung. Dengan cekatan Aira melepas sebelah sepatunya dan dengan bertelanjang kaki ia mengejar wanita itu.
Hanya butuh waktu 5 detik dan Aira berhasil melumpuhkannya tanpa perlawanan berarti. Ia menahan wanita itu di lantai yang terasa dingin dan mengunci pergerakannya. Tepat saat itu 2 orang petugas datang dan mengambil alih keadaan.
Ken tersenyum melihat istrinya bagaikan pemeran Charlie's Angel yang sedang memburu musuh. Ia bahkan melupakan sepatunya demi menangkap wanita gila itu. Pelatihan di akademi membuat istrinya merespon keadaan yang terjadi dengan cepat.
"Nona, silahkan ikut ke kantor kami untuk memberikan kesaksian." pinta petugas keamanan berbaju biru itu dengan sopan.
Ken menahan tangan Aira yang baru saja melangkah hendak menuruti kedua petugas itu, "Tunggu.."
Ken memberikan kartu nama pengacaranya pada dua petugas itu. Nama yang tercantum disana adalah pengacara khusus keluarga Yamazaki. Mereka menatap Ken dengan penuh tanda tanya, dan mengamati Ken yang memakai masker dengan seksama. Detik berikutnya mereka menunduk hormat dan pergi setelah menyadari identitas Ken. Pewaris yakuza no 2 di Jepang.
"Ayo pergi." ajak Ken namun Aira tak bergeming.
__ADS_1
"Aku harus memberikan laporan." elak Aira menahan gerakan tangan Ken yang berusaha menariknya pergi dari tempat itu.
"Tidak ada yang perlu dilaporkan. Ada begitu banyak kamera CCTV disini. Mereka akan melihat rekamannya dan kamu tidak bersalah sama sekali."
Ken menariknya tapi Aira tetap mematung di tempat. Ia tidak suka Ken yang dominan dan berlaku seenaknya pada orang lain. Kedua petugas itu hanya ingin meminta keterangan darinya, tidak lebih.
Karena tak tahan lagi dengan keras kepala istrinya, Ken mengangkat Aira di pundak layaknya sebuah barang.
"Kyaaa... Ken apa yang kamu lakukan?" teriak Aira coba berontak.
Ken tak mengacuhkan teriakan istrinya dan terus melangkah menjauh dari tempat itu.
"Ken.. Turunkan aku!" Aira memukul punggung Ken dengan seluruh tenaganya. Ken menurunkan Aira di sebuah bangku panjang.
"Apa kamu bodoh?" tanya Ken sambil menahan Aira yang bersiap pergi. Perlahan Ken jongkok di depan Aira dan meletakkan kedua kaki wanitanya di pangkuan. Perlahan ia melepas kaos kaki istrinya yang tampak kotor membuat gadis itu terkejut.
"Aku bisa melakukannya sendiri." protesnya berusaha menarik kakinya yang ada dalam genggaman suaminya.
"Diamlah" Ken menengadahkan tangannya dan seseorang datang membawa ice bag/kantong kompres berisi air hangat. Lagi-lagi Aira membulatkan matanya.
"Lain kali katakan padaku jika ingin membuang Kosuke. Kau tahu, kenapa dia selalu ada di sisiku?" Ken berbicara tanpa menatap wajah istrinya, ia meletakkan kantong kompres berisi air panas ke telapak kaki Aira yang terasa sangat dingin, "Ada banyak orang yang menginginkan kematianku." jelasnya dengan suara datar yang menakutkan. Sepertinya Ken marah kali ini.
"Gomen ne." sesal Aira.
(Maafkan aku)
Ken memakaikan kaos kaki di kedua kaki Aira dan seorang pria datang membawakan sepatu untuknya. Sebuah ankle boots warna coklat yang senada dengan mantel hangat yang Aira kenakan.
"Arigatou" ucap Aira dengan canggung. Kakinya terasa hangat dan itu sangat pas sesuai ukurannya. Sebenarnya Aira merasa heran dalam hatinya, kenapa suaminya ini selalu bergerak satu langkah di depannya. Apa dia tahu apa yang akan terjadi dan menyiapkan segalanya?
"Ayo pulang." ajak Aira, ia takut berada di kerumunan banyak orang. Entah kenapa perasaannya terasa tidak nyaman.
"Apa kamu takut?" tanya Ken seraya duduk di samping istrinya dan menggenggam tangannya yang terasa dingin.
__ADS_1
Aira tak menjawab, namun pandangannya menerawang jauh ke angkasa. Menatap butiran salju yang turun perlahan menimbulkan kekaguman tersendiri di hatinya.
"Mari kita berpisah dengan baik-baik." ajak Aira. Genggaman tangannya semakin erat pada Ken seolah tak ingin melepaskannya. Tubuh dan mulutnya tak sejalan, Ken tahu itu.
"Katakan padaku alasannya, kenapa kita harus berpisah?" tanya Ken dengan sikap setenang mungkin padahal hatinya bergejolak ingin meluapkan perasaannya. Menghantam apapun di hadapannya atau merengkuh istrinya dalam pelukan dan tak akan melepaskannya.
Aira menatap manik mata suaminya dengan intens, "Duniamu terlalu berbahaya untukku." jelasnya dengan suara parau. Tenggorokannya terasa kering hanya karena memikirkan seperti apa kehidupan yakuza di Jepang.
"Aku akan melindungimu. Ada begitu banyak pengawal yang bisa menjagamu." jawab Ken.
Aira tersenyum hambar, "Mereka bisa melindungiku dari orang lain, tapi tak ada yang menjamin mereka akan sanggup melindungiku dari iblis di depanku ini." ucapnya dengan suara sedikit bergetar. Ingatannya kembali pada beberapa kejadian yang membahayakan nyawanya, dan Ken yang menjadi penyebab utamanya seperti beberapa malam yang lalu.
"Ai-chan..." lirih Ken penuh penyesalan namun istrinya segera menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak bisa melindungi diriku sendiri, bagaimana aku bisa melindungi anak-anak kita kelak? Ada begitu banyak bahaya yang mungkin akan mengintai mereka."
"Ai-chan..." panggil Ken mencoba menyela istrinya.
"Katakanlah aku egois. Aku tidak ingin terlibat dengan dunia gelap kalian yang menyeramkan ini. Setiap detik nyawaku berada dalam bahaya, bahkan wanita itu hampir membunuhmu. Kamu lengah karena memperhatikanku, aku menjadi titik kelemahanmu. Dan kelak, musuhmu pasti akan mengincar anak-anak kita. Aku tidak ingin membahayakan mereka."
"Berhenti mengatakan hal bodoh semacam itu. Jangan meremehkanku!" teriak Ken sambil menghempaskan tangan Aira dari genggamannya.
Ken berlalu pergi dengan langkah cepat menuju pintu keluar. Tapi sedetik kemudian ia kembali dan menarik Aira untuk mengikutinya.
"Aku tidak akan melepaskanmu." ucapnya menghempas Aira ke dalam mobil, "Pulang ke apartemen." perintah Ken pada supir di depannya. Matanya berkilat marah melihat Aira yang berontak ingin pergi dari sisinya.
"Kita lihat apa kamu bisa pergi dariku."
*******
Ken marah 😣😣
Apa yang akan terjadi pada Aira selanjutnya? See you next episode
Hanazawaeaszy ^^
__ADS_1