
Aira berhasil memecahkan kode peretas yang menyerang sistem keamanan Miracle. Ia juga memberikan bimbingan lebih lanjut kepada semua staf IT yang telah Ken pilih secara khusus. Ya, untuk menjadi bagian dari garda terdepan Miracle di dunia maya, mereka harus melewati serangkaian tes khusus untuk membuktikan bahwa mereka layak dan mampu.
Ada lima orang yang bertanggung jawab pada keamanan jaringan Miracle ini. Mereka adalah orang-orang yang telah teruji loyalitasnya pada perusahaan. Sebagai imbalannya, Ken memberikan gaji khusus yaitu dua atau tiga kali lipat lebih besar dari karyawan lainnya. Namun, tentunya tanggung jawab mereka juga lebih besar. Bahkan, meskipun diluar jam kantor, mereka masih bertugas menjaga keamanan sistem Miracle.
Ini adalah pertama kalinya seseorang berhasil masuk dan mengacaukan sistem sehingga membuat jaringan lumpuh total sejak semalam. Meskipun berhasil menghentikan virus itu, nyatanya mereka tidak bisa menemukan sumber kekacauannya. Dan akhirnya, Aira jugalah yang harus turun tangan.
Dengan berbekal ilmu yang ia dapat di akademi, ia bisa membersihkan sistem dari segala macam virus, termasuk Trojan yang seseorang tanamkan semalam. Ia bahkan meng-upgrade skema sistem terdahulu dengan versi yang lebih mutakhir untuk mencegah agar tidak ada lagi virus atau hackers yang akan membobol Miracle.
Drrtt drrtt
Getar ponsel membuat Aira membuka kelopak matanya. Ia terbangun dan segera meraih benda pipih yang ada di sisi tempat tidurnya. Ada notifikasi masuk, sebuah pesan dari Ken tampak di layar gawainya yang menyala.
Aku pulang terlambat. Istirahatlah lebih dulu. Minami ada bersamamu.
Your Lovely Man
(Pria Kesayanganmu)
Aira tersenyum membaca pesan sederhana yang suaminya kirimkan. Ia menatap ke samping dan tidak mendapati siapapun di sana. Sebelumnya, Ken memeluknya dengan erat saat keduanya terlelap siang ini. Hanya tersisa jas hitam yang Ken gunakan sebelumnya, kini menutupi tubuh bagian atasnya.
"Anda sudah bangun, Nona?" tanya Minami dengan senyum terkembang.
"Ah, umm."
Aira beranjak duduk dan meletakkan ponselnya kembali ke atas nakas.
"Berapa lama aku tertidur?" tanya Aira sambil membenahi jilbab segi empatnya yang sedikit kacau. Ia tidur siang tanpa melepasnya lebih dulu.
"Hampir dua jam," jawab Minami.
Aira melirik jam dinding yang menunjukkan pukul empat sore. Sudah waktunya ia melakukan ibadah rutinnya sebagai seorang muslim sebelum mentari kembali ke peraduannya.
"Minami, tolong ambilkan alas sholat untukku," pinta Aira. Ia beranjak bangun dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di salah satu sisi ruangan minimalis ini.
"Sudah ada di sini, Nona. Tuan Yamazaki memakainya sebelum pergi."
"Ken?" Aira menatap kain sajadah berbentuk persegi panjang yang terlipat di tepi ranjang. Ia tersenyum karena Ken menyempatkan untuk sholat sebelum pergi. Bagaimanapun juga, suaminya banyak berubah akhir-akhir ini. Dia menjadi begitu lembut, penyayang dan rajin beribadah. Seringkali Aira merasa malu sendiri karena kalah jauh dari Ken.
Ken melakukan ibadah dengan tulus, menerima Islam sebagai agama yang akan ia jaga erat-erat. Tapi Aira? Ia yang terlahir dari keluarga muslim justru sempat berada di jurang kehinaan dimana ia sering meninggalkan ibadah wajibnya. Sungguh itu membuatnya merasa semakin bersalah.
"Nona ... " panggil Minami tapi tak ada respon sama sekali.
"Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya Minami yang khawatir karena nona-nya hanya diam saja meski beberapa menit berlalu.
"Tidak apa-apa," jawab Aira memaksakan senyumnya. Ia masuk ke kamar mandi guna mengambil air wudhu sebagai syarat sahnya shalat.
Dan beberapa menit berikutnya, Aira khusuk menjalankan ibadahnya, mengadu pada Tuhan Seru Sekalian Alam yang memegang kendali atas hidupnya dan seluruh makhluk di dunia ini. Ia melantunkan doa-doa terindah untuk orang-orang tersayangnya. Meminta Rabb-nya agar mereka tetap dalam lindungan-Nya.
Di tempat lain, Ken masuk ke area konstruksi/pembangunan gedung yang sudah masuk tahap finishing. Beberapa pekerja tampak sibuk mengecat ruangan dan memasang ornamen untuk mempercantik tampilan tempat ini. Ia berkeliling bersama Kosuke dan beberapa orang yang memakai rompi khusus di area konstruksi.
Lima ratus meter dari tempat itu, seseorang masuk ke dalam ruangan dan mendekat ke arah pria yang memiliki tato di belakang lehernya.
"Tuan G, Tuan Yamazaki dan asisten pribadinya baru saja datang. Mereka meninjau pembangunan gedung secara keseluruhan," lapor seorang pria berbaju hitam.
"Biarkan saja. Dia tidak akan bisa menemukan kelemahan gedung itu jika hanya melihatnya sekilas." G berucap dengan percaya diri. Sebuah senyum miring terpatri di wajahnya.
__ADS_1
"Anda tidak akan melakukan apapun?" tanya wanita itu sangsi. Tadinya ia pikir atasannya akan menjebak Ken dan melemparkan kesalahan itu pada kelalaian pembangunan gedung yang kurang kokoh, atau lebih mudah jika menyebutnya sebagai kesalahan konstruksi.
"Tidak. Aku tidak akan menyerang orang itu sekarang. Aku masih membutuhkannya untuk menghancurkan rubah betina itu." G menggertakkan giginya, merasa kesal karena mengingat berbagai kecurangan dan hal licik lainnya yang telah ibu tirinya lakukan.
G menaikkan kakinya ke atas meja, "Bagaimana hasil penyelidikan yang ku minta? Apa dia marah dan memecat semua staf IT yang bekerja untuknya? Jika itu terjadi, tawarkan apa saja agar mereka mau bergabung dengan Circle K," ucap G antusias, ia begitu berharap Ken marah karena lima karyawannya lalai dan mengakibatkan sistem jaringan Miracle lumpuh.
"Itu ... " ucap sekretarisnya menggantung.
"Ada apa? Katakan semuanya?" G penasaran karena tangan kanannya ini terlihat meragu.
"Mereka berhasil membersihkan serangan yang nona Ebisawa kirim. Bahkan sekarang pertahanan mereka lebih rapat lagi, tak terjamah sama sekali. Kita tidak bisa mendapatkan data mereka sedikit pun. Sebaliknya, sistem kita justru mengalami trouble. Kami masih berusaha memulihkannya," jelas wanita 28 tahun itu sambil menundukkan kepala, tak berani menatap atasannya secara langsung.
*trouble : masalah
BRAKK
G berdiri dari duduknya dan menggebrak mejanya dengan sekuat tenaga. Ia marah karena harapannya lagi-lagi harus kandas.
"Apa yang terjadi? Kapan mereka berhasil memulihkan sistem? Bagaimana mungkin mereka bisa melakukannya?" tanya G dengan wajah merah menahan emosi. Rahangnya mengerat sampai urat lehernya terlihat menonjol, kemarahannya sudah memuncak sampai ke ubun-ubun.
"Pagi ini tuan Yamazaki meninggalkan rapat pemegang saham dengan terburu-buru dan masuk ke ruang kerja pribadinya. Dari informasi yang 'orang itu' berikan, lima staf khusus IT kepercayaannya berkumpul di ruang pertemuan khusus. Setelahnya, tuan Yamazaki tidak pernah meninggalkan ruangan sama sekali sampai waktu makan siang tiba."
"Kemana dia pergi setelahnya? Apa dia memanggil orang luar untuk mengatasi masalahnya?" kejar G. Ia tidak ingin melewatkan sedikit pun hal yang berkaitan dengan kegagalan rencananya. Pasti ada orang lain yang menjadi kunci dalam hal ini. Jika tidak, bagaimana mungkin mereka bisa memulihkan sistem yang Yuzuuki kacaukan? Jelas-jelas kelima ahli IT Miracle bahkan tidak menyadari ada penyusup dalam jaringan mereka.
"Tidak ada orang lain, saya sudah mengonfirmasinya. Tuan Yamazaki hanya datang bersama istrinya. Beliau juga keluar dari ruangannya hanya untuk mengambil makanan saat istirahat makan siang. Sistem mereka pulih setelah istirahat makan siang."
Sial!
G hanya bisa memukul udara kosong di depannya. Ia tidak memiliki bayangan sama sekali tentang orang yang memiliki kemampuan khusus ini.
"Ada dua orang, Tuan. Seorang dokter umum, dan satunya lagi dokter spesialis kandungan dari rumah sakit Tokyo. Salah satu dari mereka ada di sana hanya dalam waktu lima atau sepuluh menit. Tapi, 'orang itu' tidak bisa melaporkan detailnya. Ia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk mendekati ruang Yamazaki Kenzo."
PRANGG
G membanting vas bunga kristal yang ada di mejanya, membuat beberapa tangkai bunga krisan putih kini tergeletak di lantai. Ia harus tahu siapa yang berhasil mengacaukan rencananya.
G tahu Yuzuuki-nya menggunakan kode pemrograman rumit yang diajarkan di akademi. Bahkan semua ahli IT Circle K juga tidak bisa menandingi kemampuannya. Jadi, siapa yang berhasil mengalahkan Yu? Siapapun itu, pastilah orang yang pernah mengenyam pendidikan di akademi khusus yang dimiliki aliansi keluarga Yamazaki.
Meskipun banyak anak orang berada yang masuk akademi itu, nyatanya mereka datang untuk belajar bisnis. Hanya orang-orang pilihan saja yang bisa mendapat pendidikan khusus cara menggunakan senjata, bahan peledak dan bahkan dibekali ilmu untuk menjadi peretas handal seperti Yuzuuki. Dan jumlah mereka bisa dihitung dengan jari.
Satu-satunya kunci adalah Yu. Kemungkinan besar kekasihnya itu tahu siapa yang berhasil memulihkan sistem jaringan Miracle, bahkan memperkuatnya.
"Dimana Yuzuuki?"
"Nona Ebisawa tidak datang hari ini. Kami juga tidak bisa menghubungi ponselnya."
"SIAL!! PECAT SEMUA ORANG TIDAK BERGUNA ITU!" teriak G sebelum keluar dari ruangannya. Ia pergi untuk mencari Yu dan menanyakan kenapa serangan Yu bisa tertolak, bahkan mereka berhasil menyerang balik Circle K.
G melajukan mobil sport warna merah miliknya dengan kecepatan tinggi. Dia harus bertemu Yu sekarang juga. Berbagai prasangka buruk membayangi kepalanya tentang gadis yang kini berstatus sebagai kekasihnya. Mungkin saja Yu mengkhianatinya dan memihak pada Miracle. Atau bisa jadi, Yu sedang bersekongkol dengan ibu tirinya untuk menghancurkan Circle K diam-diam.
BUGH!
G memukul stir di depannya dengan keras. Ia tidak bisa membayangkan akan mendapat pengkhianatan dari gadis yang berhasil merebut perhatiannya ini. Ia tidak akan sanggup menghukumnya jika hal itu sampai terjadi.
'Yuzuuki, jangan mengecewakanku. Hanya kamu satu-satunya yang bisa kupercaya di dunia ini,' hati kecil G memohon.
__ADS_1
Ting tong
G menekan bel yang ada di sebelah pintu apartemen tempat tinggal Yu. Ia menunggu dengan tidak sabar dan kembali memencet tombol warna merah itu dua kali. Kesabarannya habis saat beberapa menit berlalu tapi pintu di depannya belum juga terluka.
Dukk dukk dukk
"Yuzuuki, buka pintunya!"
Dukk dukk
"Yuu ... " teriakan G terhenti kala pintu di depannya terbuka, menampilkan Yu yang pucat pasi dengan penampilan yang kacau.
"Nani?" tanya Yu dengan suara lemah.
(Apa)
Kemarahan G seketika sirna. Ia memeluk Yu dan memeriksa dahinya yang terasa panas.
"Kamu sakit? Kenapa tidak menghubungiku? Ayo ke dokter," ajak G. Ia menarik tangan kekasihnya dan bersiap membawanya ke dokter atau rumah sakit untuk berobat.
Yu menarik tangannya dan berlalu masuk ke kediamannya. Ia duduk di sofa dan membaringkan kepalanya pada sandaran kursi.
"Ada apa?" tanya Yu dengan mata terpejam. Ia tahu G ikut masuk ke rumahnya.
"Gomen," ucap G lirih dan dalam. Ia merasa bersalah karena memikirkan hal yang buruk tentang gadis ini sebelumnya.
(Maaf)
G bersimpuh di samping Yu, mengelus puncak kepala wanitanya dengan sayang. Ia tidak tega melihat gadisnya dalam keadaan down seperti sekarang.
"Kenapa kamu datang?" tanya Yu, menatap tepat pada manik mata pria kelahiran Korea Selatan ini.
Glek
G hanya bisa menelan ludahnya sendiri, tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Ia tidak mungkin mengatakan tujuan awalnya kemari untuk mengonfirmasi keterlibatan Yu dalam serangan balik Miracle pada Circle K 'kan? Jelas-jelas gadis ini sedang terkapar tak berdaya di depannya.
"Aku merindukanmu," ucap G pada akhirnya.
"Merindukanku? Apa aku bisa mempercayaimu?" sindir Yu. Ia tahu G pasti sudah mencurigainya karena Miracle berhasil menahan serangannya, itulah sebabnya ia sengaja minum susu untuk memancing alerginya.
Ya, Yu alergi susu sapi. Jika ia meminumnya, ia akan mengalami demam parah bahkan bisa sampai kehilangan kesadarannya. Ia sengaja membuat dirinya demam parah untuk mengalihkan perhatian G. Bagaimanapun juga, ia harus melindungi Aira. Jika G terus mendesaknya, ia takut tidak akan bisa menutupi identitas Aira dan hal itu mungkin akan membahayakan nyawa sahabatnya itu dan bayinya. G tidak akan tinggal diam menghukum orang-orang yang menghalangi jalannya.
'Maaf,' batin Yu sambil mengelus pipi G. Ia tahu G tulus menyayanginya, tapi ia juga tidak bisa tinggal diam jika pria ini berusaha menghancurkan Miracle.
...****************...
Mbak Yu, get well soon yaa. Demi Aira sampe rela berkorban kek gitu.. 😢
Udahan yaa jangan sweet Ken-Aira terus, kasian authornya 😆😣
Kita kembali ke lingkaran masalah yang menyangkut abang G ganteng, 😄😄
See you next part, 😘
Hanazawa Easzy
__ADS_1