
Ken dan Aira mengunjungi akademi sebelum kembali ke Indonesia. Aira terpaku melihat Ken membawa quiver berisi 10 anak panah dengan ujung berwarna merah. Sangat kontras dengan pakaiannya yang serba hitam.
"Apa kau terpesona padaku?" goda Ken sambil mengerlingkan sebelah matanya membuat Aira terbelalak.
'Sejak kapan suaminya itu menjadi orang yang narsis?' batinnya geli melihat sikap Ken yang tidak seperti biasanya. Semburat merah muncul di wajah wanita berjilbab hitam itu. Ken benar-benar senang menggodanya akhir-akhir ini.
Cup
Ken mencium pipi Aira yang masih terpaku di tempatnya berdiri. Ia berlalu setelah mengambil busur panah yang dipegang istrinya. Aira yang kembali dikejutkan oleh sikap luar biasa suaminya hanya bisa memejamkan mata dan menggelengkan kepalanya berkali-kali.
'Ada yang tidak beres dengan Ken. Apa dia salah makan obat? Atau aku harus membawanya ke psikiater untuk memeriksanya?' pikir Aira dalam diam.
"Sampai kapan kau akan tetap disana?" tanya Ken seraya menggerakkan jari telunjuknya meminta Aira mendekat, membuat wanitanya itu mendengus kesal dan membuang muka tak ingin menatap wajah jahil suaminya. Pasti Ken punya trik untuk menggodanya lagi.
Aira mengambil busur panah yang lain dan mengambil sebuah anak panah dari quiver di pinggang Ken. Tanpa aba-aba ia melesatkan anak panahnya setelah berdiri beberapa langkah di depan Ken.
Takk
Tepat sasaran. Aira menatap Ken sambil tersenyum, seolah menantangnya agar Ken melakukan hal yang sama.
"Kau ingin bertanding dengan suamimu? Apa hadiahnya jika aku memenangkan pertandingan ini?" Ken menampilkan smirk khasnya.
"Nilaiku sempurna, bagaimana mungkin kau bisa mengalahkanku?"
Takk takk
Dua buah anak panah mendarat di papan target dengan sempurna secara bersamaan bahkan sebelum Aira menutup mulutnya.
"Jadi, apa hadiah untukku?" tanya Ken mendekati Aira.
"Menyebalkan." gerutunya sambil mengembalikan busur panah di tempatnya semula. Ia berjalan menjauh dari arena memanah, menuju ke paviliun tak jauh dari sana. Lagi-lagi ia meninggalkan Ken di belakang.
"Selamat datang kembali nona." sapa bibi Tsu yang menjadi pelayan di paviliun sejak beberapa tahun lalu. Mereka pernah berbagi cerita masa lalu sesaat sebelum Aira menjalani ujian akhir akademi.
"Apa kabar bibi?" Aira memeluk wanita itu dan tersenyum padanya dengan tulus.
"Anda terlihat lebih kurus, apa tuan muda tidak memberimu makan dengan baik?" goda wanita yang sebentar lagi berusia 50 tahun itu sambil menahan tawa.
"Bukan aku tidak memberinya makan. Dia yang pemilih." jawab Ken ketus, tiba-tiba saja berdiri di samping Aira. Wanita itu menyikut suaminya untuk yang kedua kalinya. Kesal karena Ken mengatainya, meskipun itu memang benar. Aira pemilih makanan.
"Apa kau mau makan sesuatu?" tanya bibi Tsu pada Aira dengan menggenggam kedua tangannya.
__ADS_1
"Kami akan kembali ke Indonesia siang ini." Ken tampaknya tidak ingin berlama-lama disini. Ah, tepatnya ia tidak ingin membiarkan Aira akrab dengan bibi yang mengurus kebutuhan rumahnya saat di akademi. Ia tidak bisa menggoda Aira dengan leluasa jika di depan orang lain.
"Jangan pedulikan dia, ayo kita masuk." Aira menarik tangan yang mulai keriput itu. Mereka terlihat bahagia saat memasak bersama. Ken berlalu ke arah kolam di tengah taman yang mengering. Bibi Tsu memindahkan semua ikan-ikan disana ke dalam akuarium saat musim dingin seperti ini agar tetap hidup. Dan akan melepaskannya kembali setelah musim semi tiba.
Ken mengeluarkan ponselnya hendak menghubungi sekretarisnya untuk memeriksa pekerjaan di kantor, namun ia urung melakukannya. Bibirnya tersenyum mengingat bagaimana perjalanan cintanya dengan Aira berawal dari ponsel mereka yang tertukar. Kilasan kejadian beberapa bulan ke belakang berputar di memorinya bagaikan tengah menonton film di bioskop.
Tak jauh dari sana, Aira tengah mengupas kentang dengan pisau di tangannya. Bibi Tsu tengah menyiapkan kaldu ayam bersiap membuat sup untuk Ken dan Aira.
"Bagaimana kalian bisa bertemu?" tanya bibi Tsu sambil tersenyum. Aira menatap Ken yang terlihat duduk di bangku panjang di tengah taman seorang diri. Suaminya itu terlihat tampan dari sisi manapun ia memandangnya.
"Ponsel kami tertukar. Ibu memaksa kami menikah." jawab Aira singkat. Ia merasa sedikit mual mencium bau bawang putih di depannya.
"Nyonya Sumari?" tanya bibi Tsu heran, "Setahuku nyonya selalu menolak saat tuan Tsuguri memilihkan wanita untuk putranya. Beliau sangat pemilih."
Aira terkekeh, "Dan bibi heran kenapa ibu menerimaku begitu saja?"
"Maaf" bibi Tsu tak enak hati pada Aira, takut nona-nya itu tersinggung.
"Tidak apa-apa bi. Penilaianmu tidak salah. Aku memang bukan siapa-siapa, hanya saja mungkin inilah takdirku."
"Takdir? Kamu terpaksa menerimanya di awal dan pasrah di akhir?"
Aira mengangguk, mengusap perutnya perlahan yang membuat bibi Tsu menghentikan aktivitas memotong jamur di depannya.
"Hmm," Aira mengangguk pelan, membenarkan pemikiran wanita di depannya.
"Benarkah? Berapa usianya sekarang?" tanya bibi Tsu antusias.
"6 minggu."
"Ah, akan ada banyak kejutan untuk kalian kedepannya. Bersabarlah dan nikmati prosesnya yaa." bibi Tsu kembali fokus ke pekerjaannya, bersiap memasukkan bawang ke dalam masakannya.
"Bibi, bisa singkirkan itu?" tanya Aira tergesa. Entah kenapa ia tidak suka baunya, membuatnya ingin muntah.
"Ah, baiklah." Ia segera membuangnya ke tempat sampah, "Masih bisa makan nasi?" tanyanya perhatian.
"Sedikit." jawabnya singkat. Keduanya tersenyum dan melanjutkan kegiatan masaknya sambil bercerita banyak hal.
Beberapa menit kemudian Aira mendekat ke arah Ken yang tengah memejamkan matanya. Menikmati semilir angin beraroma salju di hadapannya. Aira berniat memanggil Ken untuk makan bersama, segaris senyum jahil muncul di wajahnya karena Ken tidak juga membuka matanya meskipun Aira duduk di sampingnya sejak beberapa detik yang lalu.
Aira mencabut rumput halus di sekitar kakinya dan mulai menggelitik hidung Ken membuatnya bersin. Pria di hadapannya itu menatap sebal ke arahnya yang sedang tersenyum karena berhasil melaksanakan misinya.
__ADS_1
"Gomen ne." ucap Aira sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan agar berhenti tertawa.
(Maaf)
Ken menarik Aira dalam sekali hentakan ke dalam pelukan, membuat tawanya terhenti seketika.
"Lakukan apapun asalkan kau bahagia." bisik Ken di sela-sela gerakan tangannya menepuk punggung Aira.
"Arigatou..." balas Aira.
(Terima kasih)
"Sampai jumpa lain waktu bibi. Terima kasih sudah merawatku selama di akademi." pamit Aira sebelum masuk ke mobil. Bibi Tsu memeluknya erat dan saling bertukar senyum. Ken duduk di balik kemudi bersiap berangkat ke bandara.
"Selamat tinggal bibi. Kami pergi." ucap Ken pada wanita yang tengah melambaikan tangannya tanda perpisahan.
"Hati-hati dalam perjalanan panjang kalian, tuan muda, nona." ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Ia menangis ikut merasakan kebahagiaan mereka berdua.
Mobil hitam yang Ken kendarai meninggalkan akademi menuju ke bandara. Minami dan Kosuke ada di sana dan bersiap melakukan perjalanan bersama ke Indonesia untuk bulan madu.
Kedua pasang suami istri itu masuk ke dalam pesawat dan mengambil tempat duduk masing-masing.
6 jam kemudian...
Udara hangat menyapa para penumpang yang baru saja keluar dari dalam burung besi yang membawa mereka terbang dari bandara Narita di Tokyo menuju bandar udara Soekarno Hatta di Jakarta.
"Indoneshia e youkoso..." ucap Aira sambil merentangkan tangannya di hadapan Kosuke dan Minami. Membuat Ken tersenyum lebar melihat keceriaan Aira begitu sampai di tanah kelahirannya, Indonesia.
(Selamat datang di Indonesia)
*******
Yatta.... extra part yang kedua hadir buat readers tercinta author-chan 🤗😘😘
Sampai jumpa di season 2. Thanks untuk semua like, vote, komentar dan semua dukungan kalian. Author tanpa readers bagaikan aku tanpa dia, hambar 😂😂
Buat yang punya request cerita Ken Aira mau gimana, boleh banget. Author menerima usul kalian dengan tangan terbuka 🤗 tulis aja di kolom komentar, nanti bisa dikolaborasikan dengan ide yang ada di kepala author-chan yang udah numpuk ini.
Readers yang mau tanya-tanya juga boleh, nanti kalo udah banyak pertanyaan yang terkumpul akan author buat 1 episode khusus buat Q n A (Question n Answer/tanya jawab). Boleh tanya apa aja, asal masih dalam batas kewajaran yaa.
Mau tanya tentang Gangster Boy boleh, tentang author boleh juga. Mau tau akun sosmed atau no whatsapp author? Boleh juga kok 😉 Bukan maksud apa-apa, cuma pengin nambah temen yang suka halu aja kok 😂😂 *author jadi wibu (penggemar jejepangan) lebih dari 10 tahun & selalu di cap aneh sama orang-orang di dunia nyata 😣😣 Ah, mereka ngga tau aja nikmatnya jadi wibu 😋😋
__ADS_1
Ok, jaa mata ne 🤗
Hanazawa easzy ^^