Gangster Boy

Gangster Boy
Season 3 : Konsultan Ahli Gizi


__ADS_3

"Terus saja pamer kemesraan di depanku!" ketus sebuah suara di depan pintu. Satu tangannya memegang kotak makan segi empat yang cukup besar, sedangkan tangan yang lain mendekap paper bag di depan dadanya.


"Mone-chan!" seru Aira dengan wajah sumringah.


Mone mendekat ke arah Aira, membuat wajah Ken berubah masam. Ia tidak akan bisa bersaing dengan adik sepupu istrinya ini. Pasti Aira akan lebih berpihak pada adiknya itu.


"Aku pergi dulu, cari makanan." Ken beranjak berdiri. Bersiap pergi dari ruangan itu.


"Tidak perlu. Aku sudah membawakannya untuk kakak dan kakak ipar. Lihatlah." Mone meletakkan kotak di tangannya ke atas meja, membuat langkah Ken terpaksa terhenti.


Gadis dua puluh tahun itu sibuk menyiapkan makanan yang dibawanya. Ia mengeluarkan dua botol yogurt, beberapa bungkus buah yang disimpan dalam kotak transparan dan beberapa makanan manis lainnya.


"Kakak ipar, tolong bantu aku siapkan meja makan." Mone berucap sambil sibuk membuka kotak makan warna hitam yang dibawanya. Ia membukanya satu per satu dan menghidangkannya di depan Aira.


"Kamu membawa makanan sebanyak ini untukku?" tanya Aira heran. Ada lebih dari sepuluh jenis makanan. Bagaimana mungkin ia bisa memakan semuanya?


"Kakak bisa berbagi dengan kakak ipar. Lagi pula ini semua makanan sehat, tidak akan membahayakan kalian." Mone menyiapkan sumpit dan meletakkannya di meja, bersisian dengan berbagai makanan kaya gizi itu.


"Tapi ini terlalu banyak," protes Aira.


"Aturan makan pada bumil dan busui dengan janin kembar pada umumnya adalah menambahkan 300 kalori setiap hari untuk tiap bayi. Jadi karena kakak memiliki bayi kembar tiga, tambahan 900 kalori diperlukan setiap harinya. Baik mengandung atau menyusui kembar dua, tiga, atau lebih, kakak perlu makan setidaknya lima kali dalam sehari. Tiga kali makan dan dua kali cemilan, meski kakak tidak merasa lapar sekalipun." Mone menerangkan dengan berapi-api. Mulai membuka penutup kotak satu per satu.


"Kakak harus mengonsumsi makanan berprotein tinggi. Dengan makanan berprotein, manfaat yang didapat ialah membantu mengembalikan kekuatan otot-otot sekitar rahim pasca operasi caesar. Selain itu, juga membantu meregenerasi jaringan dalam tubuh. Pilihannya ada bermacam-macam, bisa daging, ikan, dan telur yang kaya omega 3 untuk mempercepat proses penyembuhan dan mengembalikan kondisi tubuh setelah operasi."


"Darimana semua kata-katamu itu berasal?" tanya Ken sangsi. Dari awal dia memang tidak terlalu menyukai interaksi dengan gadis ini, jadi meski ia bersikap baik seperti sekarang, Ken tetap tidak nyaman.


"Aku sudah mendapat banyak informasi gizi. Bahkan pengetahuanku bisa dibandingkan dengan ahli gizi di rumah sakit ini!" jawab Mone percaya diri.


"Percaya diri sekali," cibir Ken.


Mone membuka matanya, bersiap melawan kakak iparnya dengan argumen baru saat suara Aira lebih dulu menyela, "Sudah-sudah jangan bertengkar. Aku mau makan buah lebih dulu."


Mone dengan sigap mengambil kotak berisi potongan buah semangka, melon dan stroberi yang telah ia siapkan.


"Buah-buahan ini mengandung kadar air cukup banyak, karena air bertugas membantu proses pembuangan dan metabolisme tubuh. Ini baik untuk membuang racun-racun melalui urine atau keringat," jelas Mone antusias. Ia layaknya seorang konsultan ahli gizi untuk kakaknya sendiri.

__ADS_1


"Berikan dia padaku." Mone meminta bayi perempuan yang ada di pelukan kakak sepupunya.


"Hati-hati!" tegas Ken spontan kala putrinya sampai di tangan Mone.


"Aku bahkan lebih berpengalaman dari kakak ipar. Jangan meremehkanku!" balas Mone tak kalah tegas, membuat Aira hanya bisa tersenyum.


"Buka mulutmu," perintah Aira pada suaminya.


"Eh?" Ken terkejut namun tak ayal membuka mulutnya juga. Ia memakan sepotong melon madu dan menelannya beberapa detik kemudian.


Aira memakan buah semangka yang dipotong bentuk segitiga di depannya. "Manis," ungkapnya sambil tersenyum pada Mone yang tengah menimang-nimang putrinya.


"Kamu menyiapkan semua ini sendirian?" tanya Aira ingin tahu. Ia tidak tahu adiknya bisa melakukan ini.


"Tidak juga. Sebenanrnya kak Shun yang memasaknya. Aku mana bisa masak. Aku hanya membuat daftar makanan apa saja yang baik untuk kakak setelah operasi dan dia membuat semuanya," jawab Mone jujur.


"Kamu tidak bisa masak? Bagaimana mungkin wanita tidak bisa memasak?" Ken mengambil buah di depannya dengan tangan dan segera melahapnya. "Ibu tidak akan mengizinkan Yamaken menikahimu jika kamu tidak bisa memasak."


Seketika raut wajah Mone menegang. Mendengar nama itu membuatnya tidak nyaman. Ia masih teringat pada peristiwa beberapa hari yang lalu saat di atap gedung. Terlintas wajah putihnya kala itu yang tersenyum hangat.


Ken memicingkan matanya dengan kening berkerut. "Apa yang kamu katakan?"


"Tidak ada," jawabnya cepat.


"Ah, apa ini?" tanya Aira merujuk pada kotak berwarna oranye di depannya, sengaja mengalihkan topik pembicaraan kedua orang ini. Nampaknya hubungan Yamaken dan Mone tidak berjalan dengan baik.


"Oh itu olahan bayam, hati ayam, kuning telur, dan daging merah. Itu makanan yang kaya akan zat besi. Zat besi sangat penting untuk membantu mengembalikan darah yang hilang karena proses melahirkan dan membantu sistem daya tahan tubuh. Selain itu, zat besi juga berfungsi untuk menjaga kadar hemoglobin dalam darah, sehingga distribusi oksigen akan merata ke seluruh tubuh."


Kali ini Ken memilih diam. Ia mengambil alih kotak di depan Aira yang masih berisi beberapa potong buah stroberi. Sejujurnya Aira tidak terlalu menyukai buah masam itu, tapi ia tak tega untuk mengatakannya langsung di depan adiknya. Jadilah Ken yang bertugas menghabiskannya.


"Nasinya ada di kotak yang lain." Mone menunjuk pada satu kotak berbentuk bundar di depan Ken. "Ada baiknya minum yogurt dulu sebelum makan nasi," ucapnya sambil memberikan sebotol yogurt pada Aira.


"Yoghurt merupakan produk susu yang mengandung bakteri baik dan sangat tepat dikonsumsi pasca operasi caesar. Kandungan kalsium pada yoghurt berguna untuk membantu melemaskan otot-otot dan menguatkan tulang. Selain itu dengan mengonsumsi produk susu rendah lemak ini, bermanfaat untuk memberantas bakteri dalam pencernaan."


Aira menikmati makanan dari Mone dengan lahap. Sesekali ia menyuapi suaminya, namun Mone hanya diam saja. Nampaknya ia tak lagi berselera mencibir atau berdebat dengan Ken setelah membahas Yamaken sebelumnya.

__ADS_1


Mone meletakkan bayi di dalam dekapannya kembali ke dalam box. Malaikat kecil itu kembali tertidur lelap.


"Di sini masih ada brokoli kukus, jeruk, tomat dan wortel. Kakak bisa memakannya nanti malam jika merasa lapar." Gadis chubby itu menyimpan beberapa kotak ke dalam lemari pendingin di depannya.


"Makanan ini kaya vitamin A dan C yang baik untuk menyembuhkan luka dan mencegah infeksi. Dengan memenuhi vitamin C setelah operasi maka akan mempercepat proses pemulihan dan mengurangi inflamasi


Selain mengonsumsi dua jenis vitamin A dan C, kakak juga harus mengonsumsi makanan dengan kaya vitamin D, E dan K untuk mempercepat penyembuhan tulang, membantu memproduksi kolagen dan berperan dalam proses pembekuan darah dalam tubuh."


(https://www.popmama.com/pregnancy/birth/bella-lesmana/rekomendasi-makanan-pasca-operasi-caesar)


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan pintu, membuat ketiga orang di dalam ruangan ini menoleh ke arah yang sama.


"Kak, aku bawakan makan ma... lam," ucapan Yamaken melemah di akhir kalimat. Napasnya tercekat kala melihat Mone yang berjongkok di depan lemari.


"Apa kabar?" tanya Mone canggung. Ia segera beranjak dari tempatnya dan mengambil tas serta baju hangatnya.


"Sudah larut malam. Aku harus kembali. Kakak ipar, tolong jaga kakakku dengan baik." Mone menunduk pada Ken. Ia mencium kedua pipi Aira sebelum pergi.


Yamaken terdiam. Ia terpaku di tempatnya berdiri kala melihat gadis pujaannya menghilang di balik pintu. Ia hanya bisa menatap punggungnya tanpa berani mencegah kepergiannya. Ia terlalu pengecut untuk mengejarnya.


"Apa kalian sudah makan? Maaf, ada sedikit urusan jadi makanannya datang terlambat." Yamaken menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia merasa canggung karena Ken dan Aira menangkap basah ia yang menatap kepergian Mone dengan perasaan tidak rela.


"Apa kamu masih menyukainya?" tanya Ken to the point pada adiknya, membuat pria lesung pipi itu hanya bisa menelan ludahnya dengan paksa.


...****************...


Sad boy si abang Yamaken 😭😭


Btw bacaan ini memuat info kesehatan lagi, hehe. Maaf yaa kalo masih ada typo 😄


Sampai jumpa,


Hanazawa Easzy

__ADS_1


__ADS_2