Gangster Boy

Gangster Boy
Frustasi (Ending Season 1)


__ADS_3

Hari pernikahan Kosuke dan Minami berlangsung dengan meriah, dihadiri semua staf & karyawan Miracle Corps. Mereka mengucapkan janji suci di depan pendeta. Minami dalam balutan gaun putih yang menjuntai sampai ke lantai membuatnya terlihat semakin cantik. Acara berlangsung sampai sore dan dilanjutkan pesta kebun di salah satu taman di pusat kota Tokyo.


"Kau siap?" tanya Ken menghampiri Aira.



"Umm.." jawab Aira sembari menghampiri Ken. Wajahnya terlihat sedikit pucat, menandakan kondisi fisiknya yang tidak begitu baik.


Seikat bucket bunga mawar putih dan ungu melengkapi penampilan Aira. Dengan gaun yang senada, ia melangkah sambil tersenyum. Hatinya turut merasa bahagia untuk pernikahan asistennya itu.


Veil putih yang menempel di jilbab pashmina Aira tertiup angin, menambah kesan anggun penampilannya hari ini. Udara terasa lebih hangat dari biasanya jadi ia bisa menanggalkan jaket bulu yang nyonya Sumari siapkan beberapa saat lalu. Ibu mertuanya itu selalu overprotektif jika berkaitan dengan keadaan cucunya. Pagi ini Aira mulai merasa mual, ia melewatkan sarapan dan tidak bisa menghadiri acara sakral Kosuke-Minami.



15 menit kemudian, mobil hitam yang membawa keduanya sampai di tempat berlangsungnya acara. Ken meraih jemari Aira dan berjalan bersisian melalui pintu yang berhiaskan bunga dengan dekorasi yang senada dengan penampilan Aira. Dress code hari ini adalah ungu, warna kesukaannya.


Perlahan kaki Aira menapak pada hamparan bunga mawar yang tertata apik menuju kedua mempelai di ujung. Semua tamu yang tengah menikmati hidangan masing-masing menatap pasutri ini dengan senyum terkembang, ikut merasakan kebahagiaan keduanya.


Aira menyerahkan bunga di tangannya pada Minami yang tampil cantik dengan balutan dress selutut tanpa lengan. Wanita berjilbab itu memeluk pengantin wanita dan Ken memeluk si pengantin pria.


"Minami-san, maaf aku tidak bisa datang pagi tadi dan sekarang juga terlambat." lirih Aira, "Go kekkon omedetou gozaimasu.."


(Selamat atas pernikahan kalian)


"Hmm, arigatou gozaimashita" jawab keduanya berbarengan dan menundukkan badannya 45°.


(Terima kasih banyak)


Ken menyerahkan sebuah kotak segi empat pada Kosuke yang langsung ia buka. 2 lembar tiket pesawat, serupa dengan tiket yang Kosuke pesankan untuk Ken & Aira.


"Apa kami tidak dapat libur?" tanya Kosuke dengan alis berkerut. Ia heran karena tuannya itu memberikan tiket perjalanan ke Indonesia. Apa mereka harus mulai bekerja mengawal Aira dan Ken kembali ke Indonesia besok siang?


"Aku senang bisa bersama nona." Minami memegang lengan Kosuke, memintanya agar tidak emosi. Senyum tulus terkembang di wajah cantiknya membuat Kosuke kehabisan kata-kata. Bagaimana mungkin Minami berfikir untuk bekerja di hari pertamanya menyandang status sebagai seorang istri?


Plakk


Ken menepuk lengan bagian atas Kosuke yang tertutup jas berwarna dusty purple, senada dengan dress yang melekat di tubuh Minami.


"Kalian dapat libur 1 bulan," jawab Ken sambil terkekeh, ia menikmati perubahan ekspresi wajah Kosuke yang seolah tak percaya pada apa yang baru saja ia katakan, "Itu sebagai hadiah dari kami." lanjutnya.


"Aku ingin kalian berkeliling Indonesia." ucap Aira menimpali. Dua sejoli itu mengangguk menyanggupi permintaan puannya. Mereka tidak menyangka akan mendapat hadiah yang begitu spesial, perjalanan bulan madu ke Indonesia yang disponsori oleh tuan dan puannya. Mereka pernah mendengar tentang keindahan negara tropis itu tapi belum pernah berwisata kesana. Kosuke hanya pernah datang 3x, itu pun untuk urusan pekerjaan. Menikmati setumpuk berkas dan jalanan yang macet. Menyebalkan. Itu satu kata yang terbersit di benaknya saat mendengar Indonesia.


"Tuan, Nyonya, silahkan sebelah sini." seorang pramusaji mengarahkan Ken dan Aira ke sebuah meja bundar yang penuh hidangan. Disana ada beberapa tamu penting, rekan bisnis Ken yang mengenal Kosuke dengan baik. Posisi dan sifat keduanya yang hampir sama membuat para rekan bisnisnya tidak keberatan jika hanya Kosuke yang mewakili pertemuan bisnis mereka. Seringkali Ken disibukkan urusan yang lain, atau akhir-akhir ini menyibukkan diri menemani Aira bermanja-manja.


"Istrimu sangat cantik, Ken." puji seorang wanita dengan gaun violet yang terlihat anggun. Sebuah syal berbulu melingkar di bahunya yang tampak berisi tapi tidak terkesan gemuk. Ia pasti merawat dirinya dengan baik sampai memiliki tubuh yang ideal seperti itu. Usianya 50 tahun, namun tubuhnya terawat seperti usia 30 tahunan.


"Aku sangat beruntung bisa mendapatkannya." balas Ken sambil menarik kursi dengan pita di belakangnya sebagai tempat duduk Aira.


"Namamu Aira kan?" tanya wanita itu basa basi, Aira tersenyum sambil mengangguk sekali. Table manner yang diajarkan di akademi baru ia praktekkan sekarang. Selama menjadi nyonya Yamazaki, ini pertama kalinya ia berhadapan dengan rekan bisnis suaminya.


(*table manner : tata krama di meja makan)


"Maaf sedikit lama," ucap seorang pria yang nampaknya baru kembali dari kamar kecil, "Oh, Ken. Kapan kalian datang?" tanya Oda-san sambil menatap Ken dan Aira bergantian.


"Ebisawa-san, apa kabar?" sapa Aira setelah menunduk takzim.


"Kalian pernah bertemu sebelumnya?" tanya wanita yang menyapa Ken tadi.


"Ah, Aira-chan ini istriku, Kaori. Ibu dari anak-anakku." tuan Oda memperkenalkan istrinya dengan raut wajah bahagia. Ah, ia pasti sangat mencintai istrinya itu.


"Senang bertemu dengan anda, nyonya." Aira memberi salam dengan senyum manis di bibirnya.


"Ah, aku juga senang bertemu denganmu," wanita bernama Kaori itu melihat jam di tangan suaminya, "Kemana mereka, kenapa belum sampai juga?" ucapnya dengan raut khawatir. Netranya terus memandang ke arah pintu masuk.


"Apa kau mengkhawatirkan kami, bu?" bisik seorang pria di telinga kanan wanita itu.


"Yoshiro-san, Yu-chan.." panggil Aira seraya berdiri, terkejut melihat temannya saat di akademi. Dulu gadis yang pertama ia kenal di akademi itu terlihat cuek dan tomboy. Tapi penampilannya hari ini benar-benar berbeda, dengan rambut panjang yang tergerai membuatnya terlihat semakin cantik.


Ah, penampilan Yoshiro juga berubah. Ia kembali ke warna rambutnya semula, hitam pekat. Namun wajah tanpa senyum masih tetap menjadi ciri khasnya.



(on pict : Masaki Suda & Nana Komatsu 😍😍 coupe yang bikin author iri. Mbak Nana, kita tukeran tempat yuuk 😭😭)


Tampak Yu berdiri di atas kursi, meletakkan kepalanya di atas kepala Yoshiro dengan wajah evil. Mengabaikan pandangan orang-orang pada mereka. Selain kostum mereka yang tidak sesuai ketentuan, mereka juga masuk lewat pintu belakang tempat staff keluar masuk.


"Yu, apa yang kamu lakukan? Ayo turun !" perintah nyonya Ebisawa dengan wajah memerah menahan malu. Ia menutup wajah dengan kedua tangannya, tak sanggup melihat tingkah putri bungsunya.


Yu melompat dan segera mencium pipi ibunya seperti yang kakak angkatnya lakukan tadi, "Okaasan... Gomen ne."

__ADS_1


(Ibu... Maaf ya)


"Kalian?" tanya Aira melihat kedua orang di depannya terlihat memakai pakaian dengan warna yang sama.


"Kami berkencan." ucap Yoshiro dan Yu bersamaan.


"Haah kalian mulai lagi," nyonya Ebisawa mengurut pelipisnya dan mengisyaratkan agar kedua anaknya itu pergi dari hadapannya, "Pergilah, aku tidak ingin melihat kalian." hardiknya.


Aira mengerutkan kening, khawatir pada respon nyonya Ebisawa. Bagaimana pun juga hubungan Yoshiro dan Yu adalah kakak beradik. Meskipun tidak ada pertalian darah diantara keduanya, tidak seharusnya mereka mengumumkan hal semacam itu di depan umum.


"Okaasan..." Yoshiro dan Yu sama-sama bergelayut manja di lengan ibu mereka. Menampilkan senyum termanis agar mendapat restu dari wanita itu. Yu bahkan sampai mengedipkan matanya berkali-kali untuk menggoda ibunya. Puppy eyes andalannya yang tidak akan gagal membujuk wanita dengan kalung silver di lehernya itu.


(Ibuu...)


"Baiklah, lakukan apapun yang kalian inginkan. Aku tidak peduli." jawabnya kembali duduk dan segera minum orange juice di hadapannya hingga tetes terakhir.


Kedua sejoli itu melakukan high five karena berhasil mendapat restu ibu, dengan paksaan tentunya.


(high five : toss, menyatukan tangan di udara *bahasa apaan yaa toss itu, gitu deh. Author juga bingung jelasinnya. Readers paham lah yaa 😂)


Acara berlanjut sampai malam. Aira ijin undur diri karena udara semakin dingin dan ia beberapa kali bersin. Sepertinya ia mudah terserang demam akhir-akhir ini. Ken melepaskan tuxedo di tubuhnya dan memakaikannya pada Aira.



"Rara..." panggil Yu saat Aira bersiap masuk ke mobilnya. Gadis berjilbab itu terpaksa menoleh ke belakang guna mencari siapa yang memanggil namanya saat di akademi. Ya, semua orang memanggilnya Rara, bukan Aira apalagi Khumaira.


"Untukmu," ucapnya sambil menyerahkan sebuah lilin aroma terapi dengan bunga lavender yang menempel di sekeliling gelasnya. Sebuah tali menjadi pengikat seadanya, "Aku membuatnya khusus untukmu. Kamu suka bunga lavender kan?"


"Kawaii" komentar Aira sembari menganggukkan kepalanya antusias dan menerima pemberian gadis berbaju merah itu, "Arigatou." senyum lebar terpatri di wajah bulatnya.


(Cantik/Imut. Terima kasih)


"Semoga perjalananmu menyenangkan. Aku akan datang menjenguk kalian." Yu pura-pura meninju perut Aira, seolah sedang berbicara pada sesuatu di dalamnya. Ken terkekeh melihat tingkah aneh gadis itu.


"Hai kalian cepatlah menikah. Kita buat persaingan di antara anak-anak kita." canda Ken pada Yoshiro yang kini berdiri di samping Yu.


"Tentu saja," Yoshiro memeluk leher Yu untuk mendekat padanya. Pelukan yang terlihat seperti orang yang sedang berkelahi, membuat Aira menaikkan sebelah alisnya. Ia tak percaya jika kedua orang di depannya ini adalah sepasang kekasih.


Yu melepaskan tangan Yoshiro dengan paksa kemudian meninju lengannya.


"Oey oey.." pria yang memakai baju coklat susu itu goyah dan hampir terjatuh. Ia tidak siap menerima serangan tiba-tiba dari kekasihnya. Aira sigap menangkap lengan Yoshiro yang meraba udara untuk menyeimbangkan tubuhnya.


(Terima kasih gadis kecilku)


"Hey, singkirkan tanganmu dari wanitaku. Kamu membuatnya takut." Ken menangkap pergelangan tangan Yoshiro dan mencengkeramnya dengan erat.


Hap


"Lepaskan tanganmu dari calon suamiku." Tangan Yu mencengkeram lengan Ken, membuat pria lesung pipi itu mengukir smirk di wajah putihnya.


"Kamu berani melawanku?" tanya Ken menatap tajam pada Yu di samping kirinya.


"Kenapa tidak? Aku bisa mematahkan tanganmu sekarang juga." ancam Yu.


Ketiganya tertawa bersama dan melepaskan tangan masing-masing. Ken menepuk kepala Yu pelan, "Jaga calon suamimu baik-baik agar dia tidak menggoda istriku lagi." perintah Ken.


"Hachiim." Aira menutup hidungnya dengan tangan dan merapatkan jas milik Ken dengan segera. Hidungnya memerah sempurna dan wajahnya mulai terlihat pucat.


"Are you Ok?" tanya Ken setelah berdiri di samping tubuh mungil Aira.


"Ayo pulang." jawabnya dengan senyum yang dipaksakan.


"Hmm" Ken segera membuka pintu mobil di belakangnya dan membimbing istrinya untuk masuk dengan hati-hati.


"Sampai jumpa di Indonesia." Yu melongokkan kepalanya melihat kondisi Aira dan melambaikan tangannya saat mobil hitam itu mulai melaju.


"Aah, Aira beruntung mendapatkan Ken." komentar Yu begitu berbalik dan mendapati Yoshiro menatapnya dengan pandangan tidak senang.


"Dan kamu tidak beruntung mendapatkan aku?" tanyanya cemburu.


"Aishh kekanakan." cibirnya sambil berlalu.


"Hay siapa yang kekanakan?" Yoshiro menuntut penjelasan dari Yu yang mengatainya kekanakan.


"Yare yare... Urusai yo..." Yu bergumam tak jelas sambil berlalu, menutup kedua telinganya agar tidak mendengar protes dari Yoshiro lagi.


(Menyedihkan... Berisik...)


Sementara itu di dalam mobil, Ken tampak khawatir melihat Aira yang sedari tadi masih terdiam. Wajahnya semakin pucat dan tangannya terasa sangat dingin sekarang. Lilin yang Yu berikan sedikit memberikan kehangatan untuk jari mungil istrinya itu, tapi nampaknya ia masih kedinginan.

__ADS_1


"Berikan tanganmu." pinta Ken menarik sebelah tangan Aira. Ia menggenggamnya dengan erat dan sesekali meniupnya agar sedikit menghangat. Aira tersentuh dengan perlakuan Ken yang sangat lembut padanya.


"Aku baik-baik saja." ucapnya dengan senyum simpul di bibirnya. Ken mengecup kening istrinya sekilas dan menariknya ke dalam pelukan.


"Istirahatlah." Ken menepuk lengan istrinya dengan lembut, membuatnya nyaman dan bisa istirahat dengan tenang dalam dekapannya, "Kita akan pulang ke Indonesia besok." ucap Ken mengingatkan.


"Hmm.." gumam Aira, ia melepaskan diri dari pelukan suaminya dan menatap manik mata hitam pekat itu dengan tajam, "Kamu berhutang sesuatu padaku."


"Apa?" tanya Ken tak mengerti.


"Mana surprise untukku?"


"Surprise?" Ken mengingat janjinya pada Aira kemarin, "Ah itu. Aku ingin mengajakku pergi ke makam Erina tadi pagi. Tapi karena kondisimu tidak cukup baik, jadi kita datang lain kali saja."


Aira menggeleng tegas, "Kita kesana besok." pintanya.


"Tidak." jawab Ken mengingat kondisi kesehatan Aira yang agak memburuk sekarang.


"Ayolah.." pinta Aira menggoyang-goyangkan lengan suaminya.


"Baiklah. Dengan satu syarat." jawab Ken pada akhirnya.


"Apa?"


"Cium aku." Ken menunjuk pipinya, meminta Aira menciumnya. Ken tahu pasti Aira akan keberatan dan menolak idenya.


"Tidak mau." elak Aira sedikit menjauhkan badannya dari Ken.


Asisten sekaligus supir yang sementara menggantikan tugas Kosuke hanya bisa tersenyum melihat interaksi tuan dan nyonya di kursi belakang yang terlihat dari kaca spion di depannya. Ken yang terkenal dengan kekejamannya di dunia mafia, bisa bertekuk lutut pada wanita mungil dari Indonesia. Mengejutkan.


"Kalau begitu aku yang akan melakukannya untukmu." Ken menarik Aira kembali ke dekatnya dan bersiap menciumnya.


Drrtt drrttt


Ponsel Ken bergetar menandakan ada telepon. Ia mengangkatnya dengan sebal tanpa melihat nama pemanggilnya. Aira segera memanfaatkan hal itu untuk menjauh seperti semula. Membuat jarak di antara mereka.


"Apa?" tanya Ken seolah tak percaya dengan yang di katakan oleh seseorang yang menghubunginya. Ia menggulirkan layar ponselnya ke bawah setelah menutup hubungan 2 arah itu secara sepihak, mencari kebenaran yang adiknya itu sampaikan.


"Ada apa?" tanya Aira khawatir.


"Yamaken bilang ia menemukan fotoku di masa depan. Ia mengunggahnya di media sosial miliknya." Ken terus mencarinya membuat Aira penasaran dan kembali mendekat.


"Foto masa depan?" tanya Aira heran.


"Dia sedang bermain drama menjadi seorang ayah." jelas Ken tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel. Ia bahkan tidak tahu sosial media milik adiknya, membuatnya beberapa kali salah memilih akun yang ternyata hanya dibuat oleh fans Yamaken. Bukan akun pribadi milik adiknya itu.


"Hwaa... Tidak mungkin." Ken melempar ponselnya begitu saja setelah melihat foto yang adik kembarnya unggah 15 menit lalu. Aira mengambil ponsel Ken dan tertawa lepas setelah melihatnya.



"Aku bahkan tidak sempat memotong rambutku. Sangat melelahkan menjadi seorang ayah. Istriku, ayo kita berbaikan." tulis Yamaken dalam postingannya yang berhasil membuat Ken illfeel. Ia yang selalu bersikap perfeksionis dalam segala hal, mungkinkah akan berubah menjadi pria tak terurus dengan dua bayi dalam gendongannya? Pria yang tampak kacau dan masa depan yang suram.


"Tidaaaaakkkk..." teriak Ken frustasi.


*********************


Hwaaaaaaa.... akhirnya episode 50 kelar juga 🤓


Hontou ni arigatou (terima kasih banyak) author ucapkan untuk semua readers baik hati yang menyempatkan waktu untuk membaca karya amatiran ini. Sungguh author juga ngga nyangka bisa sampai sejauh ini. Yang awalnya hanya iseng malah jadi candu buat bikin cerita yang menarik buat para readers tercintakuuh 😘😘


Matur suwun (sekali-kali pake bahasa daerah, jangan jejepangan mulu 😂) buat semua dukungan, vote, like, komen dan semuanya 😍😚😚 Kritik dan saran author terima dengan tangan terbuka, sama kaya hati author yang masih selalu terbuka buat dia yang jauh disana *apaan siiy thor? ditimpuk pake manekin mau? 😂😂 aduh jangan dong, sayang manekinnya. kan buat pajang baju-baju karya author di dunia nyata 😎🤗


Kuy, yang mau bikin baju bisa sama author *oey apaan sii? kok malah promo ngga jelas gini? 😅😅


Ah gomen ne, kebanyakan becanda jadi lupa mau ngetik apa. Eh iya, ini episode 50 author buat sebagai episode terakhir Season 1. Karena satu dan lain hal, author bikin cerita ini jadi 2 season/musim.


Author berusaha semaksimal mungkin membuat cerita yang bagus buat kalian, tapi apa daya kayaknya author butuh rehat sejenak dari perbucinan Ken sama Aira. Sungguh merana author yang single ini harus menghalu pasangan manis lagi cinta-cintaan 😂😂😥


Season 2 akan segera author posting setelah kondisi fisik dan mental author membaik *eh ngeri amat fisik & mental? 😓😭😭 Tapi begitulah kenyataannya. Kehidupan author di dunia nyata lagi agak oleng karena orang-orang yang bikin illfeel .


Pokoknya author akan segera kembali. Inget ya, segera, as soon as possible... Paling lama seminggu deh. Jadi tolong sedikit bersabar menanti kembalinya Ken sama Aira yaa. Author butuh waktu buat cooling down otak dari bayang-bayang mereka.


Please enjoy it. Author mohon maaf jika selama ini banyak salah-salah kata, baik yang disadari atau tidak. Hontou ni gomenasai 😇😇


Jaga kesehatan kalian, tetap ibadah, tetap semangat belajar/bekerja. See you next day,


Jaa mata ne,


With love, 😘

__ADS_1


Hanazawa easzy ^^


__ADS_2