
WARNING : Wahai para bocah, minggir dulu dari dunia perbucinan Ken-Aira ini. Kalau nekat baca, author ngga tanggung jawab ya. Dilarang meniru adegan di bawah ini, semua cuma fiktif karangan author belaka. Cuma boleh dilakukan oleh yang sudah memiliki pasangan halal (suami/istri). Jomblo dilarang baper apalagi protes!! 😂😂
Selamat membaca 🤗
...****************...
Ken merebahkan Aira perlahan dan menyelimuti wanitanya itu sebatas perut. Ia memijat kaki dan tangan Aira bergantian.
"Apa aku tidak memberimu makan dengan baik, sayang?" tanya Ken saat memijat pergelangan tangan istrinya yang begitu mungil tak berisi. Seolah hanya tulang berbalut kulit saja tanpa daging sama sekali.
"Aku bukan hewan peliharaan yang harus diberi makan oleh tuannya." protes Aira sambil mengerucutkan bibir mungilnya. Ken tersenyum melihat istrinya merajuk. Ia sudah salah memilih kata dan membuat wanita kesayangannya itu tersinggung.
"Kamu bukan hewan peliharaan, tapi tawanan." ralat Ken kemudian.
"Tawanan? Apa aku seorang kriminal?" tanya Aira masih dengan mimik wajah tidak senang. Ia mencebikkan bibirnya, bentuk protes karena Ken menganggapnya sebagai tawanan.
"Tidak. Aku tidak pernah mengatakan itu." sangkal Ken percaya diri.
"Lalu?" tanya Aira sambil memandang suaminya tanpa berkedip. Ia menuntut jawab atas pernyataan Ken sebelumnya.
"Kamu tawanan di hatiku." ucap Ken sambil mengerlingkan sebelah matanya, sengaja menggoda istrinya.
Godaan Ken membuat Aira membulatkan matanya. Wanita 25 tahun itu tidak menyangka suaminya akan mengeluarkan kalimat mematikan yang bisa membuat wanita mana saja berhenti bernafas. Bahkan jantungnya seolah berhenti berdetak sekarang, tenggorokannya terasa kering dan lidahnya kelu. Speechless.
Darimana Ken belajar kalimat itu? Ia mengucapkannya dengan fasih seperti seorang komedian Indonesia di salah satu chanel tv swasta yang sedang menggoda bintang tamunya. Astagaaa...
(Hwaaaaaaaa...... Author ngga kuat bayangin betapa coolnya Ken waktu godain istrinya. Author mau juga dong digodain sama kamu bang 😍😉😄😄 *monmaap tiba-tiba muncul gini, gumusshhh banget tau ngga siiih 😂 pengen salto guling-guling kalo author yang jadi Aira, wkwk)
"Kamu salah makan obat, Ken?" tanya Aira sambil menarik tangannya dari genggaman Ken dan berbalik, tidak sanggup menatap wajah suaminya yang terlihat begitu menggoda iman. Ia menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu. Ini bukan pertama kalinya Ken bersikap manis padanya, tapi entah kenapa Aira tetap merasa canggung seperti gadis yang baru di dekati pria idamannya. Menggelikan.
"Hei sayang, kenapa berbalik?" Ken mendekati Aira, meletakkan tangannya di atas lengan kanan Aira yang kini tidur menyamping ke kiri, "Coba lihat wajahmu yang memerah. Apa kamu malu padaku?" tanya Ken lirih. Ia mengatakan itu tepat di telinga Aira yang terhalang beberapa helai rambut hitamnya.
"Berhenti menggodaku, Ken!" Aira menggerakkan lengannya, berusaha mengusir cengkeraman Ken yang seolah ingin mencabiknya saat ini juga.
"Kamu bersenang-senang dengan Mone sepanjang hari, bahkan membuatku malu saat di rumah sakit. Setiap kesalahan harus mendapat hukuman, sekarang giliranku menghukummu." ucap Ken sembari menyingkirkan helaian halus itu ke belakang telinga istrinya, membuat tulang rawan itu tepat berada di depan mulutnya tanpa terhalang apapun.
Bulu kuduk Aira seketika berdiri. Ada kengerian tersendiri mendengar kata 'hukuman' keluar dari mulut pria itu. Aira harus bisa mencari cara terbaik untuk lolos dari hukuman Ken. Bagaimanapun caranya.
"Ini sudah malam. Ayo istirahat. Aku lelah." ucap Aira setelah berbalik menatap Ken. Ia tersenyum canggung sambil menangkup wajah suaminya, berharap bisa mengalihkan perhatiannya.
"Hmm?" gumam Ken, ia mengangkat sebelah alisnya. Mencoba menebak apa yang akan istrinya lakukan untuk mengalihkan perhatiannya. Bisa diibaratkan, Aira adalah kelinci imut dan Ken adalah serigala yang kelaparan. Serigala itu masih menunggu kemana si kelinci akan lari sebelum akhirnya melahap habis hewan mungil itu untuk meredakan rasa lapar yang tengah menyiksanya.
__ADS_1
"Mmm... Besok kita akan kembali ke Jepang, jadi sekarang sebaiknya..."
Krukk krukk
Perut Aira berbunyi tanpa diminta, membuat wanita itu terdiam sepersekian detik. Ide cemerlang seketika muncul di otaknya.
"Aku mau makan sepuasnya malam ini." cetusnya seketika sambil duduk. Ia sengaja membuat jarak dengan Ken agar suaminya itu berhenti menggoda imannya.
"Hah?" Ken melongo mendengar alasan istrinya.
"Aku lapar. Aku mau makan." ucap Aira spontan saat mendapati ekspresi Ken yang seolah tidak percaya dengan perkataan yang ia ucapkan sebelumnya, "Aku ingin makan makanan Indonesia." ucap wanita itu mantap.
"Makanan Indonesia?" tanya Ken semakin ragu. Ia yakin Aira hanya berniat 'pergi' dari situasi tak menguntungkan ini. Dan kebetulan sekali perutnya berbunyi, jadi ia menggunakan itu sebagai senjata pamungkasnya.
"Mm.." jawab Aira sambil tersenyum hambar. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Apa kamu ingin membodohiku?" tanya Ken sangsi. Bisa saja Aira hanya memanfaatkan kehamilannya untuk menipu Ken. Tapi pria itu segera mengusir pemikiran buruk terhadap wanita yang sangat ia sayangi itu.
Aira mengelus perutnya, "Ini permintaan mereka. Apa kamu ingin anak-anak kita kelaparan?" tanya Aira sambil menundukkan kepalanya. Entah kenapa ia memang ingin makan makanan itu sekarang. Mungkin ini yang disebut ngidam, keinginan aneh saat seorang wanita hamil.
Ken menggertakkan giginya menahan emosi. Baru saja ia akan memberikan hukuman untuk istrinya, tapi sepertinya ia belum beruntung sekarang. Ia harus menambah kadar kesabaran di dalam hatinya dan menghadapi istrinya dengan lapang dada. Ia hanya bisa menghembuskan nafas beratnya saat ini, mengusir iblis yang tengah berusaha menggodanya untuk marah.
"Pisang goreng." jawab Aira malu-malu.
"Hah?"
...****************...
Mencari restoran Vietnam atau Thailand relatif mudah di Moskow. Namun, jangan harap menemukan kedai dengan masakan Indonesia di ibu kota Rusia itu. Meskipun ada beberapa restoran halal di negara ini tapi bukan berarti ada tempat yang menjual kudapan khas Indonesia yang terbuat dari pisang dan tepung terigu itu.
Ken dibantu oleh Kosuke sudah mengelilingi kota ini selama dua jam tapi belum mendapati satu pun kedai makanan Indonesia, kebanyakan restoran India, Turki dan beberapa restoran cepat saji yang pastinya tidak akan menjual pisang goreng.
"Ken.." panggil Aira yang duduk di sebuah suaminya yang sedang mengemudi. Mobil merah tua itu berjalan pelan sesaat sebelum terhenti oleh lampu merah.
"Hmm..." gumam Ken menjawab panggilan istrinya.
"Ayo pulang." ajak Aira dengan suara lirih, "Tidak ada makanan seperti itu di sini. Sebaiknya kita pulang saja sekarang." ucap Aira merasa bersalah.
"Apa kamu lelah?" tanya Ken, tampaknya ia masih tidak ingin menyerah saat ini. Atensinya terfokus pada jalanan di depannya yang masih ramai meski waktu menunjukkan tengah malam di puncak musim salju tahun ini.
"Ken..." panggil Aira lagi, "Minta Kosuke dan Minami pulang sekarang. Kita juga pulang." ajak Aira kemudian.
__ADS_1
"Tenanglah sayang. Kita akan segera menemukannya." ucap Ken penuh keyakinan.
Beberapa jam kemudian Ken bisa bernafas lega. Ia duduk di kursinya sambil memandangi Aira yang sedang makan. Restoran yang bernama Indofood ini menyediakan menu makanan khas Indonesia seperti nasi goreng, nasi sapi lada hitam, mi goreng, ayam goreng, jamur krispi, hingga kudapan seperti pisang goreng yang diidam-idamkan wanita hamil ini.
Pemilik restoran ini adalah Miratullo Saidov, seorang warga Rusia yang pernah tinggal di Indonesia selama 3 tahun. Dia alumni Universitas Islam Negeri Malang. Bersama seorang pengusaha lokal, ia mendirikan restoran khusus makanan Indonesia ini di GUM Mall, salah satu pusat perbelanjaan di kota Kazan. Restoran ini merupakan jaringan masakan halal Indonesia pertama di Kazan dan bahkan di Rusia. Restoran ini terletak di kawasan wisata Bauman Street di kota Kazan, negara bagian Tatarstan.
Republik Tatarstan adalah salah satu negara bagian di Rusia yang mayoritas warganya beragama Islam. Ada sekitar 25 juta umat Muslim di Rusia, artinya produk halal memiliki peluang yang besar untuk dijadikan ide bisnis di sana.
Aira menikmati pisang goreng di hadapannya. Ia memesan kudapan manis itu bersama satu porsi mi goreng. Harganya cukup murah, hanya 120 rubel (senilai 27 ribu rupiah).
Tidak hanya menyajikan makanan Indonesia, restoran ini rupanya juga lolos sertifikasi sebagai penjual makanan halal. Jadi, tempat ini bisa menarik perhatian bagi umat muslim yang berada di Kazan bahkan Rusia, karena restoran ini diklaim menjadi restoran halal pertama di Rusia. Maka tidak heran kalau restoran ini juga menarik perhatian warga Indonesia yang sedang di Rusia.
"Alhamdulillah.." ucap Aira sambil mengelus perutnya yang terasa kenyang. Ia menatap Ken yang tertidur di atas mejanya. Sepertinya ia kelelahan.
Tepat saat itulah Kosuke dan Minami masuk. Kosuke segera memapah Ken yang tertidur untuk kembali ke dalam mobil.
"Maaf aku harus merepotkan kalian." ucap Aira tak enak hati pada kedua asistennya ini. Sekarang sudah hampir pagi dan mereka justru harus mengurus Ken karena Aira tidak bisa membawanya sendiri.
"Tidak masalah nona. Jadi, mari kita pulang sekarang." jawab Minami dengan senyum terkembang di wajahnya. Tidak masalah baginya, entah itu pagi, siang, sore, malam, atau bahkan dini hari seperti sekarang, ia dan Kosuke akan selalu siap sedia melayani Ken dan Aira.
Minami ada di kursi depan, bersiap mengendarai kendaraan besi ini menuju kembali ke rumah. Sementara Ken tertidur lelap di kursi belakang. Kepalanya berada dalam pangkuan Aira yang membelainya dengan sayang. Kosuke mengikuti di belakang dengan menggunakan mobil yang lain.
Kedua kendaraan roda empat itu melaju dengan cepat, menembus jalanan bersalju yang tampak lengang. Sebuah senyum simpul terpatri di bibir Ken, ia tidak benar-benar tidur. Ia hanya pura-pura agar bisa berada di pangkuan istrinya dalam perjalanan pulang ini. Tidak masalah kan sedikit bermanja-manja pada istrinya?
...****************...
Hwaaaa.... Jadi pengen makan pisang goreng kaaan 😅😅
Btw, ini belum tamat yaa. Cuma emang sengaja author bikin beberapa season biar jelas.
Season 1 di awal itu menceritakan perjuangan Aira untuk bisa bertahan menjadi pendamping Ken, dan sebaliknya.
Season 2 ini berakhir dengan kembalinya Mone setelah lima tahun ngga jelas keberadaannya. Dan ternyata dia saudara Aira. Author juga ngga nyangka siih 🤗😋
Kira-kira Season 3 nanti bakal kaya apa yaa? Sweet? Tegang? Mendebarkan? Atau lucu? Ah, sayangnya jiwa humoris author cukup rendah. Author ngga bisa ngelawak, jadi jarang bikin scene lucu. Takutnya aneh malah jadi hambar ceritanya, kaaaaaann...
Satu yaang pasti, Author akan berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian semua 😍😘😘
See you next day,
Hanazawa easzy 💜
__ADS_1