
Note :
Bagi yang suka lagu-lagu jepang, boleh sambil dengerin lagu Kenshi Yonezu yang judulnya Lemon biar makin dapet feel di episode ini.
Buat readers yang ngga tau lagunya, bisa baca terjemahan di bawahnya. Author copas dari om google. Yang ngga suka, bisa langsung skip aja 😊
Selamat membaca 🤗
*****
"Kamu tahu kan hadiah yang ku inginkan?" tanya Ken.
Dukk
Aira menyikut perut Ken. Ia masuk ke dalam mobil dan membanting pintunya dengan keras. Bagaimana mungkin ia bisa jatuh cinta pada pria tidak waras sepertinya?
Sepanjang perjalanan Ken terus menyunggingkan senyum manisnya. Tak jarang ia ikut bersenandung lirih menirukan nyanyian yang terdengar dari music player di depannya, bahkan kali ini ia menyanyikannya sejak awal. Seolah lagu itu khusus diciptakan untuknya.
Sebuah lagu dari Kenshi Yonezu ~ Lemon
Yume naraba dore hodo yokatta deshou
Imada ni anata no koto yume ni miru
Seberapa baguskah jika itu adalah mimpi?
Sekarang aku pun masih memimpikan dirimu
Wasure mono wo tori ni kaeru you ni
Furubita omoide no hokori wo harau
Bagaikan kembali pada hal yang terlupakan
Aku menyapu bersih debu kenangan lama
Ken melirik Aira yang tampak tertegun di kursinya. Ia menikmati perjalanan siang yang cukup lengan ini. Ia memacu kendaraan roda empat miliknya dengan pelan, seolah begitu menikmati waktu kebersamaannya dengan Aira.
Modoranai shiawase ga aru koto wo
Saigo ni anata ga oshiete kureta
"Ada kebahagiaan yang tak dapat kembali"
Pada akhirnya itulah yang kau katakan padaku
Iezu ni kakushiteta kurai kako mo
Anata ga inakya eien ni kurai mama
Bahkan masa lalu yang selalu ku sembunyikan
Tanpamu, akan terus menjadi suram selamanya
Kitto mou kore ijou kizutsuku koto nado
Are wa shiranai to wakatte iru
Kuyakin aku takkan terluka lebih dari ini
Kutahu hal itu seharusnya tak terjadi
Ano hi no kanashimi sae ano hi no kurushimi sae
Sono subete o aishiteta anata to tomo ni
Mune ni nokori hanarenai nigai REMON no nioi
Kesedihan di hari itu dan rasa sakit di hari itu
Aku mencintai segalanya jika bersama denganmu
Aroma LEMON yang pahit pun masih melekat di hatiku
Ame ga furiyamu made wa kaerenai
Ima demo anata wa watashi no hikari
Aku takkan pulang sebelum ingin berhenti
Bagiku hingga sekarang kau adalah cahayaku
__ADS_1
Ken mengerlingkan sebelah matanya pada Aira. Wanita hamil itu tampaknya mulai tersentuh, terlihat dari matanya yang berkaca-kaca.
Kuruyami de anata no se wo nazotta
Sono rinkaku wo senmei ni oboete iru
Aku mengikuti punggungmu di dalam kegelapan
Aku masih mengingat dengan jelas lekuk tubuh itu
Uketome kirenai mono te deau tabi
Afurete yamanai no wa namida dake
Setiap bertemu dengan hal yang tidak bisa ku terima
Hanya air mata yang tak berhenti mengalir
Nani wo shiteita no? nani wo miteita no?
Watashi no shiranai yokogao de
"Apa yang kau lakukan? Apa yang kau lihat?"
Dengan wajah sampingku yang tak peduli
Dokoka de anata ga ima watashi to onaji you na
Namida ni kure sabishisa no naka ni iru nara
Watashi no koto nado douka wasureteta kudasai
Di suatu tempat kau pasti seperti diriku yang sekarang
Berikanlah aku air mata dalam kesepian
Aku mohon lupakanlah segalanya tentang diriku ini
Ken meraih jemari Aira dan menggenggamnya dengan erat. Ia ingin istrinya melupakan segala perlakuan buruk yang pernah ia lakukan di masa lalu dan bersiap dengan kehidupan yang bahagia di masa depan.
Sonna koto wo kokoro kara nagau hodo ni
Ima demo anata wa watashi no hikari
Bagiku hingga sekarang kau adalah cahayaku
Jibun ga omou yoriÂ
Koi wa shiteita anata ni
Lebih dari yang kupikirkan
Aku jatuh cinta kepadamu
Are kara omou you ni
Iki ga dekinai
Sejak itu aku memikirkanmu
Aku tak dapat bernafas
Anna ni soba ni ita no ni
Marude uso mitai
Aku ingin berada di sisimu
Bagaikan sebuah kebohongan
Totemo wasurerarenai
Sore dake ga tashika
Aku tak dapat melupakanmu
Hanya itulah yang pasti
Ano hi no kanashimi sae ano hi no kurushimi sae
Sono subete o aishiteta anata to tomo ni
__ADS_1
Kesedihan di hari itu dan rasa sakit di hari itu
Aku mencintai segalanya jika bersama denganmu
Mune ni nokori hanarenai nigai REMON no nioi
Ame ga furiyamu made wa kaerenai
Aroma LEMON yang pahit pun masih melekat di hatiku
Aku takkan pulang sebelum ingin berhenti
Kiriwaketa kajitsu no katahou no you ni
Ima demo anata wa watashi no hikari
Bagaikan satu sisi buah yang telah terpotong
Bagiku hingga sekarang kau adalah cahayaku
Lagu itu berhenti dan berhasil membuat Aira menitikkan air matanya. Ia menyekanya sekilas sebelum tersenyum.
"Arigatou, itoshii hito." ucap Aira.
(Terima kasih sayang)
"Jangan lupa hadiahku." jawab Ken menggoda istrinya.
Aira langsung melepaskan tangan Ken, menyembunyikan jemarinya di dalam saku jas berwarna hitam milik suaminya. Ia menatap ke luar jendela, tidak ingin menanggapi permintaan suaminya.
Dan disinilah Aira sekarang. Ia menatap Ken dengan pandangan tak percaya. Tangannya mengepal dengan erat demi melihat kelakuan suaminya yang diluar dugaan.
Sedangkan Ken seolah tak peduli dengan pandangan maut istrinya. Ia masih fokus dengan kegiatannya. Jemarinya bergerak dengan lincah, tak ingin melewatkan satu detik pun tanpa menyerang. Ia berjibaku dengan segenap kemampuannya, membuat keringat mengucur deras di pelipisnya.
"Aaagghh" teriak Ken frustasi.
"Aku menang. Kamu tidak akan mengalahkanku sampai kapanpun." ucap kakek sambil meletakkan stik PlayStation yang sedari tadi digenggamnya. Benda berwarna hitam itu teronggok di lantai kayu yang terasa sedikit hangat.
Televisi layar datar di depan mereka menampilkan opsi/pilihan permainan selanjutnya dengan background gambar animasi. Di bagian atas layar kaca itu tertera tulisan yang cukup besar : Crisis Core Final Fantasy 7
Siapa yang tak kenal Final Fantasy Crsis Core? Sebuah game prequel dari RPG fenomenal Final Fantasy 7. Mungkin banyak orang membeli platform playstation karena game ini.
"Kamu suka dengan hadiahnya, suamiku?" tanya Aira sarkas. Jelas-jelas menunjukkan ketidaksukaannya.
Sebelum datang ke rumah kakek, keduanya pergi menuju pusat perbelanjaan. Atau lebih tepatnya Ken memaksa Aira mengikutinya kesana. Mereka membeli satu set game playstation 5.
"Ayolah, aku menantikan ini selama bertahun-tahun." bujuk Ken karena Aira tidak sependapat dengannya.
"Tidak. Ibu melarangmu bermain game atau kamu akan lupa waktu." tegas Aira.
"Ayolah, bukankah kamu berjanji akan memberikanku hadiah? Aku hanya menginginkan ini, bukan yang lain." bujuk Ken seperti anak kecil.
Beberapa waktu yang lalu, Sony secara resmi memastikan peluncuran PlayStation 5 pada tahun 2020. Perusahaan itu telah mempublikasikan beberapa perubahan di PlayStation 5. Paling utama adalah penggantian teknologi 'rumble' yang sudah digunakan sejak versi originalnya. Sony akan menggunakan teknologi haptic feedback baru. Secara desain, PlayStation 5 memiliki bentuk yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya.
"Aku akan pergi dengan ibu, kamu nikmatilah waktu dengan istri barumu itu!!" ancam Aira dengan nada sangat dingin.
Ia marah karena sejak kedatangan mereka kemari 3 jam yang lalu, Ken tak mempedulikannya. Ia asik bermain game dengan kakek sampai lupa waktu. Itu sebabnya ibu bersikeras menolak benda itu ada di rumah kakek. Tapi pada akhirnya, Sumari (ibu Ken) mengizinkannya hanya untuk hari ini saja.
"Jangan mencariku!!" lanjutnya.
Ken masih asik berkutat dengan stik game yang ada di tangannya, seolah ia tak mendengar ancaman istrinya.
Hal yang sama juga terjadi pada kakek. Pria beruban itu terus saja meladeni permainan cucunya, membuat Aira kesal.
Plakk
Aira menepuk jidatnya denga keras.
"Mereka berdua tak akan tertolong." ucap ibu melihat keputusasaan dari wajah menantunya.
"Eh?" Aira kaget mendengar suara nyonya Sumari, ibu mertuanya.
"Ayo, lebih baik kamu ikut denganku." ajak ibu.
*****
See you next day,
Hanazawa easzy ♡
__ADS_1