Gangster Boy

Gangster Boy
Gangster Boy : Dalang dari Semua Permasalahan


__ADS_3

Yamazaki Kenzo ada di ruang bawah tanah yang tersembunyi di balik mewahnya gedung Miracle Corporation. Ia memeriksa senjata api yang ia pesan melalui asisten pribadinya, Kosuke Murasawa.


Ternyata kakek Yamazaki menyiapkan ratusan senjata dan bahan peledak untuk cucunya itu sebagai kado ulang tahun pernikahannya yang pertama. Tak lupa, ada Shun dan Yoshiro juga yang datang ke tempat rahasia ini.


"Saya akan memulainya." Kosuke berdiri di depan kelima orang yang ada di ruangan ini, yakni Ken, Shun, Yoshiro, dan dua orang lainnya.


Tampak pemandangan bunga sakura di layar. Kosuke mendekat ke arah monitor dan menyentuh sisi bawah layar sentuh itu, membuat tampilan gambar berubah menjadi seorang pria dengan luka bekas pukulan di wajahnya.


"Dia adalah tuan Matsumoto. Polisi menemukannya tergeletak di jalanan semalam, di sebuah gang sempit menuju rumahnya. Ada luka sayat di wajahnya, seseorang sengaja melakukan ini untuk memperingatkan. Namun, tuan Matsumoto melawan dan membuat orang-orang ini memukulinya, bahkan menusuk perutnya."


Kosuke memutar hasil rekaman CCTV yang tak jauh dari tempat kejadian. Tampak tiga orang berpakaian hitam menghadang pria yang kini telah tiada. Mereka terlihat berdebat, membuat tuan Matsumoto terdesak ke arah dinding. Detik berikutnya, salah satu dari tiga orang itu mendekat dan melukai wajah pria empat puluh tahunan itu, menyayatnya dari ujung hidung ke arah rahang bawahnya.


"Yamete!" tegas Ken, meminta Kosuke menjeda video yang sedang dilihatnya. Tampak di layar, tangan pria itu memegang sebuah pisau yang digunakan untuk menyayat wajah di hadapannya. "Zoom!"


Kosuke menurutinya, tampak punggung tangan pria pemegang pisau itu menampilkan sebuah tato naga berwarna hitam.


"Naga Hitam? Bukankah mereka partner bisnis kalian?" tanya Shun, mengarah pada Yamazaki Kenzo. Ia mengerutkan kening, belum tahu hubungan geng naga hitam dengan pembunuhan salah satu bawahan Ken ini.


"Mereka adalah para pengkhianat!" tegas Ken dengan rahang mengerat. Ia sudah mendengar laporan dari Kosuke sebelumnya.


"Dulu Naga Hitam adalah partner kami, tapi sejak setahun lalu, tercium adanya aliran dana yang tidak wajar masuk ke rekening mereka. Dan donaturnya adalah nyonya Hanako." Kosuke menjelaskan. Gambar wajah wanita itu tampak di layar, sebelum berganti dengan potretnya yang tengah bertemu diam-diam dengan pemimpin naga hitam di sebuah hotel.


"Bukankah dia...." Lagi-lagi Shun bersuara, tidak sabar menunggu penjelasan dari asisten pribadi Kenzo ini. Berbanding terbalik dengan Yoshiro yang tampak tenang di kursinya.


"Benar. Beliau adalah istri mendiang tuan Kwon, pemilik Kwon Company. Setelah tuan Kwon tiada, beliau secara diam-diam berbisnis dengan geng naga hitam, berniat melahap perusahaan-perusahaan besar yang ada di negeri ini, termasuk Kwon Company atau yang lebih dikenal dengan nama Circle K sekarang. Dan kita semua tahu, dia masuk dalam perangkap dan akhirnya masuk ke jeruji besi." Kosuke membagikan lembaran kertas di tangannya pada semua orang di ruangan ini.

__ADS_1


Hening, hanya terdengar deru halus mesin AC di salah satu sudut ruangan.


"Itu adalah hasil cetak rekening milik nyonya Hanako. Ada perputaran uang yang cukup besar beberapa kali. Meski dia ada di balik jeruji besi, tapi ternyata masih bisa mengakses dunia luar, bahkan mengontrolnya dari sana."


Shun, Yoshiro dan dua orang lainnya memperhatikan angka-angka yang ada di sana. Tampak aliran dana keluar menuju rekening milik geng bawah tanah itu.


"Kegagalannya menaklukkan Circle K, membuatnya tak menyadari kesalahannya. Dia justru semakin bernapsu ingin melahap Miracle Cosmetics. Sepertinya beliau dendam karena tuan Kenzo sudah mengganggu kesenangannya." Kosuke masih menjelaskan.


"Bukankah rubah wanita itu kita bereskan dua bulan yang lalu?" tanya Yoshiro mengingat-ingat waktu beberapa pekan ke belakang.


"Itu benar. Tapi dalam draft rencana yang dia susun bersama geng Naga Hitam, nama Miracle Cosmetics memang sudah ditargetkan. Jadi mereka bergerak perlahan tampa kita ketahui sejak enam bulan yang lalu. Dan mereka sengaja menyasar nyonya Suzuki, istri tuan Harada, seorang petinggi di parlemen.


"Saat wajah wanita sosialita itu rusak, mereka berharap akan ada berita besar yang bisa menggoyahkan Miracle. Namun kenyataannya berlawanan, nyonya Suzuki justru berdamai dan tidak berniat membawa permasalahan ini ke publik. Akhirnya mereka yang mengeluarkan berita bohong itu melalui beberapa portal berita online." Kosuke kembali menyentuh layar, membuat tampilan berubah.


"Mereka juga yang sudah membuat pendapatan Miracle menurun drastis satu bulan terakhir. Permasalahan harga bahan baku kosmetik berupa biji rumput laut yang tiba-tiba mahal, adalah ulah orang-orang dari Naga Hitam ini. Mereka berusaha dengan segala cara untuk membuat Miracle terpuruk.


.



"Kita sudah menemukan tempatnya. Itu sebuah gudang tua di kota Iida, beberapa kilometer dari tempat kediaman tuan Matsumoto. Dua hari yang lalu, beliau sendiri yang memeriksa tempat itu diam-diam. Sepertinya mereka tahu dan akhirnya membungkamnya semalam."


"Orang-orang kita sudah berangkat satu jam yang lalu. Mereka akan tiba disana dalam dua jam." Kosuke mengakhiri penjelasannya.


Ken melihat benda bulat kecil di pergelangan tangan kirinya, pukul sembilan pagi. Itu artinya, orang-orangnya sampai di sana sekitar pukul sebelas siang.

__ADS_1


Hening


Semua orang di ruangan itu terdiam. Mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing, merangkai potongan puzzle yang mulai tersusun rapi. Kasus pembunuhan tuan Matsumoto masih ada hubungannya dengan geng Naga Hitam. Dan mereka bergerak atas perintah nyonya Hanako, yang sudah menjebak nyonya Suzuki dengan produk perawatan kecantikan yang palsu. Termasuk kasus kematian dokter Olivia, pasti masih ada sangkut pautnya dengan orang-orang ini.


"Bagaimana dengan permintaanku?" tanya Ken dingin dan tajam. Sisi gangsternya sudah aktif, menguasai tubuh dan pikirannya. Tak ada rasa takut sama sekali di dalam hatinya, ia siap membantai mereka yang sudah membuat hari-harinya sibuk akhir-akhir ini.


...****************...


-Yokohama, kediaman kakek Yamazaki-


Aira tengah memangku putrinya dalam gendongan. Ia berjalan di taman belakang, menatap langit biru yang tampak begitu cerah. Hatinya tiba-tiba merasa gelisah, membuatnya duduk di salah satu bangku tempatnya duduk bersama Ken pagi ini.



Wanita berjilbab pink fanta itu menatap jemari tangan putrinya yang kemerahan. Ia membentangkannya di atas telapak tangan, menatapnya penuh haru.


"Sayang, cepatlah tumbuh besar. Bantulah ayah dan ibumu menghadapi kerasnya dunia ini," bisiknya lirih.


...****************...


Catatan kaki :


- yamete : berhenti


- zoom : perbesar

__ADS_1


Udah segitu dulu, author mau kerja.. See you,


Hanazawa Easzy


__ADS_2