Gangster Boy

Gangster Boy
Gangster Boy : Kastrasi


__ADS_3

Ken datang menemui dokter Hugo, berkonsultasi tentang keadaan Aira yang mual muntah setelah makan. Wanitanya itu merasa pusing dan terlihat pucat. Dia yakin Aira hamil lagi, sesuai tanda-tanda yang ia tunjukkan. Namun, dokter senior itu berpendapat lain.


"Tekanan darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan keluhan pusing, sakit kepala, mual, muntah, pandangan kabur dan penurunan kesadaran." Dokter berkacamata segi empat itu menuliskan beberapa jenis vitamin dan memberikannya pada Kenzo.


"Biarkan istrimu istirahat. Jangan lupa berikan multivitamin untuknya. Selain itu, pastikan tetap ada makanan yang masuk ke dalam perutnya. Bagaimanapun juga, ada empat nyawa yang bergantung pada tubuh mungilnya itu. Dan untukmu-" Dokter Hugo menggantung ucapannya. "Kendalikan dirimu beberapa hari ini. Berhenti menyentuh istrimu sampai kondisinya benar-benar pulih. Jika kamu tetap menyentuhnya, aku dengan senang hati akan mematenkan keberadaan ketiga putra putrimu. Tiga lebih dari cukup untuk mengisi hari-hari kalian."


"Mematenkan anak-anak? Maksud Anda?" Ken mengerutkan keningnya. Dia tahu dokter andalan kakeknya ini tidak suka bercanda. Di balik kata-kata lembutnya, tersimpan maksud dan tujuan tertentu yang lebih spesifik.


"Pernah dengar istilah kastrasi?" Dokter Hugo memamerkan senyum terbaiknya.


Ken menggeleng dengan kening yang masih berkerut dalam. Dia tidak memahami hal yang dokter ini tanyakan, benar-benar tidak tahu sama sekali. Istilah itu terasa asing di telinganya. Berbeda dengan istilah frustrasi, depresi, konsentrasi, atau trasi-trasi dan sejenisnya yang sering orang-orang bicarakan. Kastrasi pastilah salah satu istilah medis yang hanya diketahui pihak tertentu.


"Bagaimana kalau kebiri? Kamu pasti paham satu kata ini."


Ken membukatkan kelopak matanya. Dia tahu artinya, tapi masih belum bisa menangkap inti pembicaraan mereka. Apa hubungannya kebiri dengan kastrasi?


"Kebiri, kastrasi, atau disebut juga pengebirian adalah tindakan bedah dan atau menggunakan bahan kimia yang bertujuan untuk menghilangkan fungsi testis pada jantan atau fungsi ovarium pada betina. Pengebirian ini dapat dilakukan baik pada hewan ataupun manusia. Apa kamu ingin mencobanya?"


Glek!


Ken menelan ludahnya dengan paksa.


"Saya dengan senang hati akan melakukannya. Bahkan tanpa bayaran satu sen pun, itu tidak jadi masalah. Lagipula Tuan Besar pasti tidak akan keberatan."


Ken lagi-lagi hanya bisa terhenyak, dan menelan seluruh kata-kata yang siap dia muntahkan. Segala argumennya tak akan mempan untuk orang yang lebih banyak makan asam garam dibandingkan dengannya. Bahkan usianya baru setengah usia pria tua ini. Ken kalah telak!


Yamazaki Kenzo tidak pernah menyangka bahwa konsultasinya kali ini justru berujung pada tawaran kebiri. Dokter Hugo tidak mungkin bercanda, 'kan? Siapa yang mau masa depannya suram seperti itu? Tidak bisa mendapat kepuasan batin lagi sepanjang hidupnya.

__ADS_1


Enam minggu berpuasa saat Aira nifas saja, sudah membuat Ken begitu tersiksa. Mana mungkin seorang Yamazaki Kenzo, monster buas itu bisa menahan diri lebih lama lagi.


Beberapa menit lengang. Tak ada satupun percakapan antara dua orang beda generasi ini. Ken hanya bisa melontarkan sumpah serapah di dalam hatinya, masih tahu diri akan adab sopan santun berinteraksi dengan orang yang lebih tua.


"Pulanglah. Jaga istrimu dengan baik." Dokter Hugo beranjak, menunjuk pintu keluar menggunakan isyarat tangannya. "Aku yakin 99% bahwa dia tidak hamil. Tidak semudah itu rahim seorang wanita bekerja. Pembuahan hanya akan terjadi saat rahimnya kuat. Pada wanita hamil, telur yang sudah dibuahi8 akan menempel pada dinding rahim dan berubah menjadi kantong janin dengan embrio di dalamnya, pada usia 5-6 minggu."


"Pada pembuahan yang gagal, sel telur berhasil menempel pada rahim dan membentuk kantung janin, namun tidak ada yang membuahinya. Oleh karena itu, terjadilah proses menstruasi. Dan dalam kasus yang cukup langka, seorang wanita juga bisa mengalami mual, muntah, dan berbagai gejala lainnya saat datang bulan. Jadi, tidak ada jaminan sama sekali bahwa istrimu hamil. Justru aku berpikir sebaliknya. Dia mungkin akan sedikit sulit untuk hamil. Setidaknya selama beberapa bulan ke depan."


"Apa maksud Anda?" Ken menggertakkan giginya, membuat bunyi gemeletuk yang tertangkap di telinganya sendiri.


"Sama seperti wanita normal lainnya, rahim istrimu harus 'istirahat' setelah melahirkan."


"Dia sudah istirahat enam minggu!" Ken memotong ucapan dokter Hugo. Emosinya mulai terpancing karena perbedaan keyakinan di antara mereka. Ken tetap bersikeras tentang kehamilan Aira, namun pria tua ini justru mengemukakan berbagai alasan medis untuk menentangnya.


Dokter Hugo lagi-lagi tersenyum, tak merasa gentar sedikit pun pada anak muda di hadapannya. Meskipun dikenal sebagai monster yang ganas, dia tahu Ken tidak akan mencelakainya. Palingan dia hanya akan menggebrak meja atau menendang kursi. Ken tidak akan berani melukai orang-orang kakeknya.


"Eh?" Ken tak bisa berargumen. Pertanyaan retoris itu tak membutuhkan jawaban sama sekali. Semua orang tahu bahwa istrinya melahirkan tiga orang buah hati sekaligus.


"Bagaimana kalau kita hitung dengan cara sederhana?"


Ken bungkam lagi. Dia menyimak penjelasan yang akan disampaikan oleh pria yang memakai baju putih kebanggaannya ini. Ken benar-benar tidak mempelajari ilmu kedokteran, jadi ada baiknya mendengar penjelasan dokter yang sudah melayani keluarganya selama puluhan tahun ini.


"Saat seorang wanita hamil tunggal, setidaknya dia harus istirahat selama lima atau enam minggu. Maka tinggal hitung saja, tiga kali enam, delapan belas. Itu artinya nona Khumaira seharusnya istirahat selama delapan belas minggu, sekitar empat atau lima bulan."


Ken mengepalkan tangannya erat-erat. Dia tidak percaya pada pernyataan dokter ini.


"Sampai waktu itu tiba, seharusnya tidak ada kemungkinan istrimu hamil. Katakanlah rahimnya masih 'lelah' dan harus istirahat lebih lama lagi jika dia benar-benar hamil. Seperti mesin yang dipaksa bekerja terus menerus, kemungkinan rusaknya akan lebih besar. Apa kamu ingin istrimu rusak?"

__ADS_1


Ken menundukkan kepala sambil memejamkan matanya. Itu adalah kemungkinan terburuk yang paling dia hindari. Ken tidak ingin menyakiti istrinya. Tidak sama sekali.


"Apa sungguh tidak ada kemungkinan untuk hamil dalam waktu dekat?" Ken berada di ambang batas putus asa. Dia benar-benar ingin Aira hamil lagi. Meski di trimester awal Aira akan menjaga jarak dengannya atau bahkan membencinya, tapi di dua pertiga akhir kehamilan, wanita itu akan lebih agresif. Itu yang Ken nantikan. Pria itu suka saat Aira berinisiatif memulai duluan menggodanya.


Sebuah senyum hangat kembali terpatri di wajah yang mulai tampak keriput ini. Dia pernah muda, jadi tahu apa yang Ken rasakan. Terlebih lagi, ini baru memasuki tahun ke dua mahligai rumah tangga Ken-Aira, pasti rasa cinta Ken pada istrinya masih membara.


"Tetap ada kemungkinan istrimu bisa hamil, tapi hanya beberapa persen saja. Dan seperti penjelasan di awal tadi, rahimnya masih lelah untuk saat ini, membuat fungsinya belum maksimal. Salah satu penyebab pembuahan gagal adalah masalah dengan kromosom atau struktur yang membawa gen. Selain itu, penyebab lain misalnya karena kualitas sperm* atau sel telur yang tidak bagus. Pembelahan sel yang tidak normal juga bisa menjadi penyebabnya. Bersabarlah sebentar lagi."


Ayah tiga anak ini tetap yakin bahwa istrinya hamil lagi. Dia bertekad untuk membuktikan bahwa pendapatnya kali ini pasti tidak akan salah. Namun, di depan dokter Hugo, dia tidak bisa mengungkapkannya. Menyampaikan keyakinan tanpa ilmu, sama saja seperti menikam belati tepat ke jantungnya. Bunuh diri. Itu hal tidak masuk akal yang hanya dilakukan oleh orang-orang bodoh dan pengecut. Dan Ken sama sekali bukan pengecut. Dia juga bukan orang bodoh.


"Kembalilah, manjakan istrimu. Jangan sampai kondisi tubuhnya semakin melemah atau dia benar-benar bisa tumbang. Berikan banyak buah dan sayur untuk mencukupi kebutuhan gizinya dan jaga jarakmu selama seminggu kedepan. Jika kamu melanggarnya, kastrasi mungkin benar-benar harus dilakukan. Kakek dan ibumu pasti akan menyetujuinya!"


Glek!


Ken tak bisa menyangkal lagi. Titah dokter ini tidak main-main. Dia sungguh harus menjaga jarak dari istrinya atau masa depannya akan terancam. Kastrasi atau kebiri sama sekali bukan opsi untuknya. Ken menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia berpamitan dan meninggalkan ruangan itu secepat mungkin sebelum mendapat ancaman lain yang lebih mengerikan.


...****************...


Mweheheheeee.... Ternyata selain Aira, Kakek Yamazaki, sama emak Sumari, dokter Hugo bisa juga nindas Abang Monster satu ini 😂😂 Kesian yaak 😆😆


Btw, udah lama ngga bahas triplet. Ada yang kangen Triple A? Next episode mereka muncul kok. Nantikan yaa 😉


Jangan lupa dukung Author dengan klik jempol, vote, komen, share, kirim hadiah, kirim uang *eh? Haha. Canda, Sayang 🤗


Btw, big love buat kakak yang ada di Depok, hadiahnya aku sukak 😍😘😘 Semoga Allah membalas kebaikanmu kak. Aamiin 🤗😚


Bye-bye,

__ADS_1


Hanazawa Easzy


__ADS_2