Gangster Boy

Gangster Boy
Season 2 : Tes DNA


__ADS_3

Note : Adegan di bawah ini hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami istri. Author berlepas diri jika terjadi hal lain di luar kendali author. Bijaklah dalam memahami bacaan. Bukan untuk ditiru!


Dan jika tidak berkenan membaca artikel medis di bawah ini, bisa di skip saja. Selamat membaca 🤗


*******


Aira menggoda Ken yang tengah merajuk. Pria itu marah karena Aira lebih perhatian pada Minami dan mengabaikan suaminya yang bersiap memeluknya.


"Tidurlah." bisik Aira yang dijawab anggukan oleh Ken.


Ken semakin mengetatkan pelukannya pada Aira. Posisinya lebih rendah dari Aira, benar-benar persis seperti anak kecil dalam pelukan ibunya. Ia bahkan tak segan mencium dada istrinya yang tertutup piyama tidur.


"Hei, jangan banyak tingkah atau 'ibu' akan marah padamu." canda Aira membuat Ken tersenyum. Ia membuka matanya dan menatap Aira penuh cinta.


"Kenapa kamu terlihat begitu cantik malam ini?" goda Ken sambil menyingkirkan helaian rambut Aira ke belakang telinga, membuat leher istrinya terekspose sempurna. Hal itu membuat Ken terpaksa menelan ludahnya, mengendalikan keinginan yang tiba-tiba menyeruak menghantam akal sehat.


"Jadi selama ini aku tidak cantik?" Aira menangkup wajah suaminya dan mengecup hidung mancung di depannya itu sekilas sebelum menjauhkannya lagi. Perasaan Ken semakin mendidih mendapat kecupan hangat dari istrinya.


"Apa kamu sengaja menggodaku?" tanya Ken dengan suara serak. Ia sebisa mungkin menahan lonjakan libido yang membuatnya ingin segera menguasai istrinya.


"Apa gunanya menggoda anak kecil. Wlee.." cibir Aira sambil menjulurkan lidahnya. Ia melepas pelukan Ken dan berbalik memunggunginya sambil menahan tawa. Kemarahan Ken benar-benar sudah reda sekarang. Ia harus berhenti menggoda suaminya atau dia sendiri yang akan menanggung akibatnya. Ya, bisa dikatakan senjata makan tuan. Ia sendiri yang pada akhirnya akan kelelahan dan membuatnya enggan bangun dari tempat tidur. Padahal besok ada agenda penting yang tidak boleh mereka lewatkan.


"Ai-chan, kenapa kamu memulainya jika tidak ingin bertanggungjawab sampai akhir?" tanya Ken, tangannya bergerak cepat menarik tubuh mungil Aira ke belakang. Punggung istrinya itu membentur dada bidangnya yang hanya tertutup kaos hitam.


"Ken?!!" Aira berbalik detik itu juga dan berusaha menjauh dari dominasi suaminya.


BAHAYA !!


Alarm di kepala Aira telah menyala. Ia tidak boleh terperangkap dengan jebakannya sendiri. Ia harus memutar otak, mencari pengalihan atensi Ken yang bisa menghindarkannya dari hal yang tidak ia inginkan. Ia terlalu lelah hari ini setelah menghabiskan sore hingga makan malam di kediaman Takeshi Kaneshiro. Aira ingin tidur nyenyak seperti sebelumnya, tanpa gangguan.


Jika saja 'mereka' tidak kelaparan, pasti Aira tidak perlu bersusah payah menggoda Ken yang sedang merajuk karena ia abaikan. Ah, nasi sudah menjadi bubur. Yang bisa ia lakukan sekarang adalah membuat kuah yang sedap, mencari ayam, kerupuk dan sambal agar bisa menikmati bubur ini tanpa merasa keberatan.


'Abaikan hal tidak penting ini.' batin Aira yang merasa semakin berpikir sesuatu yang tidak jelas.


Ken mengangkat sebelah alisnya, menantikan perlawanan seperti apa yang akan istrinya lakukan. Ia yakin Aira akan kalah jika mereka beradu fisik, jadi wanita ini pasti berusaha mencari hal lain untuk memadamkan hasrat manusiawi yang menyeruak dari dalam diri Ken.


"Ken..." panggil Aira lirih. Ia bahkan menggigit bibir bawahnya, menunjukkan bahwa ia sedang khawatir dengan rencananya sendiri.


"Ada apa sayang?" tanya Ken dengan mata berkilat tajam. Sebuah evil smile terkembang di bibirnya membuat Aira semakin kalang kabut.


*evil smile : senyum jahat

__ADS_1


"Kamu tidak akan memberi hadiah untukku?" tanya Aira meragu. Ia tersenyum canggung tanpa melepaskan gigitan bibirnya sendiri.


"Hadiah apa yang kamu inginkan, hmm?" tanya Ken meladeni permainan istrinya. Ia harus cukup bersabar sampai Aira kehilangan topik pembicaraan dan disaat itulah Ken bisa merangsek maju mendapatkan keinginannya. Tak masalah mundur satu atau dua langkah, agar selanjutnya ia bisa melompat lebih tinggi lagi, begitu pikir Ken.


"Itu, aku belum memikirkannya." jawab Aira. Ia kembali menggigit bibirnya lagi karena gugup.


Cup


"Itu hadiah untukmu karena berhasil menyelesaikan misi kita hari ini." ucap Ken sambil menempelkan hidungnya di hidung Aira.


Aira memanyunkan bibirnya karena Kesal. Ken selalu saja mencuri kesempatan saat Aira sedikit lalai seperti barusan. Wanita hamil itu sedang memikirkan hadiah logis yang bisa ia gunakan untuk 'lari' dari suaminya, tapi Ken justru mengambil keuntungan tak terduga darinya.


Cup


Ken kembali mengecup istrinya, "Itu hadiah karena kamu begitu berani menghadapi mereka sendirian." ucapnya dengan menempelkan kening. Tangannya menangkup rahang Aira, membuat istrinya itu tidak bisa menolak hadiah darinya barusan. Ia mendekatkan diri lagi bersiap menghujani istrinya dengan kecupan berikutnya saat Aira justru menghalangi mulutnya dengan tangan.


"Ada sesuatu yang aneh dengan Mone." ucap Aira tiba-tiba teringat dengan kejanggalan yang ia temui sore tadi di kediaman Takeshi.


"Mone? Ada apa?" tanya Ken sambil menjauhkan sedikit badannya dari Aira. Ia memilih duduk sambil bersandar di kepala ranjang, bersiap mendengarkan pernyataan istrinya. Melupakan keinginan pribadinya, lagipula tampaknya Aira memang sengaja menghindarinya. Ia harus menahan diri demi kenyamanan istrinya.


"Dia terlihat gelisah. Dan Kosuke juga melaporkan bahwa Mone membuat janji temu dengan seorang ahli genetika molekuler di salah satu rumah sakit setelah kami pergi. Mereka akan bertemu sore ini."


"Ahli genetika?"


"Hampir setiap sel manusia memiliki DNA. DNA dalam sel tersusun sebagai unsur yang disebut nukleotida. Manusia memiliki kira-kira 3 miliar pasang nukleotida dalam tiap-tiap selnya. Ada 4 macam nukleotida yang masing-masing disimbolkan dengan huruf A, C, T dan G.


Ke-3 miliar pasang nukleotida ini tersusun dari variasi urutan keempat macam nukleotida tersebut. Keseluruhan 3 miliar pasang nukleotida ini disebut dengan genom manusia. Sebagian genom manusia diturunkan dari ayah dan sebagian lagi diturunkan dari ibu.


Dalam genom manusia terdapat apa yang disebut genetic marker. Genetic marker ini tersebar merata disepanjang genom manusia dan biasanya terdapat dalam bentuk pasangan/kelompok nukleotida berulang CACACA atau CTCTCT atau CTGCTGCTG dan seterusnya." Kaori menjabarkan skema yang terpampang di layar laptopnya. Aira memperhatikan hal itu dengan seksama. Fokusnya terpusat pada penjelasan dokter cantik itu.


"Jumlah perulangan nukleotida pada genetic marker ini stabil dan diturunkan dari generasi ke generasi. Dengan demikian, genetic marker ini dapat digunakan untuk menentukan apakah bagian dari genom manusia dimana terdapat marker itu diturunkan dari ayah atau dari ibu atau tidak dari kedua-dua orang yang disangka sebagai ayah atau ibunya.


Misalnya, pada satu bagian genom seseorang terdapat perulangan pasangan nukleotida CA sebanyak 25 kali (CACA sampai 25 kali). Perulangan nukleotida yang sama dengan jumlah yang sama pada bagian genom yang sama harus dijumpai pada ayah atau ibunya." jelasnya masih berlanjut.


"Bagaimana jika tidak ditemui pada keduanya?" tanya Aira antusias. Ia seperti tengah mendengarkan kuliah kesehatan.


"Jika perulangan ini tidak dijumpai pada kedua orang yang dianggap sebagai ayah atau ibunya, maka dapat dikatakan orang itu bukan anak mereka. Dengan demikian, keseluruhan genetic marker pada seorang anak harus dapat dijumpai pada ayah atau ibunya. Jika ada satu saja marker yang tidak terdapat pada ayah atau ibunya, maka anak itu tidak dapat dikatakan anak biologis kedua orang yang disangka ayah atau ibunya."


"Itu sedikit rumit ya." Aira sedikit kesulitan memahami penjelasan Kaori, terlihat dari responnya yang memijit pelipisnya sendiri. Kepalanya berdenyut pelan, mencerna informasi yang baru saja ia dengar.


"Ada banyak lokasi dalam genom manusia yang memiliki sifat-sifat seperti ini. Umumnya lebih dari 15 lokasi genetic marker perlu untuk diperiksa. Semakin banyak lokasi yang diperiksa, maka semakin akurat tesnya. Walaupun tidak ada satupun tes yang dapat menawarkan akurasi 100%, akurasi 99,9-99,99% yang memeriksa sekitar 16-23 lokasi sudah dapat diterima secara ilmiah.

__ADS_1


Selain itu, juga dapat diterangkan mengenai tes untuk menentukan hubungan kakak-adik biologis. Keseluruhan genom manusia terbagi dalam 'paket-paket' yang disebut kromosom."


Aira menganggukkan kepalanya, ia pernah mendengar istilah itu sebelumnya.


"Ada 23 pasang kromosom manusia. Kromosom nomor 1-22 dan satu pasang lagi kromosom ****. Seperti diterangkan di atas, pada tiap pasangnya satu kromosom diturunkan dari ayah dan satu lagi dari ibu. Laki-laki memiliki kromosom **** X dan Y, sementara perempuan X dan X. Kromosom Y pada laki-laki selalu didapat dari garis ayah dan hanya diturunkan pada anak laki-laki mereka.


Profil kromosom Y dapat menentukan apakah dua orang atau lebih laki-laki memiliki ayah yang sama. Salah satu kromosom X pada perempuan berasal dari ayah. Profil kromosom X dapat menentukan apakah dua orang atau lebih perempuan berasal dari ayah yang sama. Untuk kekerabatan dari sisi ibu, perlu dilihat profil genetik marker pada bagian sel yang khas, yang disebut mitochondria."


Aira melirik Ken yang duduk di sebelahnya. Pria itu juga tampak memperhatikan penjelasan Kaori meski tidak bertanya apapun. Tampaknya ia juga mulai meraba-raba apa yang akan Mone atau Takeshi lakukan terkait tes DNA atau sejenisnya.


"Mitochondria pada semua manusia hanya diturunkan dari garis ibu. Demikian pula, hanya perempuan yang akan menurunkan mitochondria mereka pada semua anak-anaknya. Profil genetic marker pada mitochondria dapat menentukan apakah dua orang atau lebih memiliki ibu biologis yang sama.


Namun sifat genetic marker pada mitochondria ini berbeda dari yang diterangkan sebelumnya. Biasanya hanya merupakan urutan nukleotida yang spesifik, bukan perulangan nukleotida seperti dijelaskan di awal. Itu bisa menjelaskan sedikit tentang hubungan DNA dengan kekerabatan seseorang." pungkas Kaori.


"Siapa yang ingin melakukan tes DNA?" tanya Shun sambil bersandar di dinding. Tangannya bersedekap di depan perut. Entah sejak kapan pria itu ada di sana, baik Aira ataupun Ken tidak menyadari kedatangannya.


Hening


Baik Ken maupun Aira tidak ingin menjawab pertanyaan pria itu. Mereka enggan berkomunikasi dengan Shun. Rasanya lebih tenang menganggapnya sebagai angin lalu saja.


BRAKK


Shun menggebrak meja dimana laptop milik Kaori berada. Ia marah karena ketiga orang di depannya kompak membisu. Shun menarik lengan Aira, namun Ken segera menahannya.


"Lepaskan tanganmu dari wanitaku!!" ucap Ken lirih namun penuh tekanan di setiap katanya.


Bugh


Shun memukul Ken detik itu juga membuat bibirnya mengeluarkan darah. Aira memekik histeris menyaksikan adegan yang tidak ia duga sebelumnya.


Plakk


Aira menampar Shun untuk membalasnya. Ia marah karena pria ini menyakiti suaminya, ayah dari anak-anaknya. Hal itu membuat Shun tertegun di tempatnya berdiri. Selain panas dan perih yang ia rasakan di pipinya, hatinya kembali terluka menyadari Rara-nya berada di sisi yang berseberangan dengannya. Bukan lagi gadis ramah penuh senyum yang akan melindunginya saat ia merasa terpuruk. Lagi-lagi ia harus menelan kekecewaan ini sendiri. Ia diabaikan orang yang ia sayangi, lagi...


*******


Hwaaaaaa..... Shun 😣😢😭😭😭😭


Peluk sini 😋😋


Please like, vote & comment yaa supaya bisa jaga mood author buat lebih produktif lagi nulisnya 🤗😘😘😍😍😍

__ADS_1


See you..


Hanazawa easzy ♡


__ADS_2