
"Selamat siang, Nyonya Yamazaki. Ada yang bisa saya bantu?"
Aira mengungkapkan tentang kondisi kesehatan Ken dan kekhawatiran yang melandanya saat ini. Dia merasa harus mendengar penjelasan dari dokter Hugo meski dokter dari klinik perusahaan sudah memeriksanya.
"Untuk sementara, saya tidak bisa menyimpulkan apa yang terjadi pada suami Anda. Sebelum hasil laboratorium keluar, saya tidak memiliki wewenang untuk memvonis apa penyebab Kenzo sampai drop seperti sekarang. Memang dari gejala yang ada, kemungkinan besar dia terkena anemia," jelas dokter senior itu dari ujung telepon.
"Dia tidak memiliki riwayat penyakit. Bahkan dia tidak pernah sakit setahun terakhir," jelas Aira.
Dokter paruh baya itu tersenyum seorang diri di ruangannya. Ia tengah memeriksa rekam medis Kenzo yang ada di atas mejanya. Ya, begitu asisten pribadi Ken membuat janji temu, pria berkacamata itu langsung meminta staf rumah sakit mengirimkan data rekam medis pasien VVIPnya ini. Di antara semua orang, tentu dokter Hugo adalah salah satu orang yang paling mengetahui kondisi fisik pewaris klan Yamazaki ini.
"Benar. Saya sendiri salut pada sistem imunitas suami Anda. Meski begitu, dia tetaplah manusia biasa yang suatu saat bisa tumbang juga. Anemia sendiri dapat disebabkan oleh perdarahan berat yang terjadi secara perlahan dalam waktu lama atau mungkin saja akibat luka terbuka yang terjadi seketika."
Aira mengingat sekilas pertarungannya dengan tuan Harada saat itu yang membuat Ken terluka.
"Penyebab perdarahannya bisa cedera, gangguan menstruasi, wasir, peradangan pada lambung, kanker usus, atau efek samping obat, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Selain itu, anemia karena perdarahan juga bisa merupakan gejala cacingan akibat infeksi cacing tambang yang menghisap darah dari dinding usus.
"Dalam kasus ini, kondisi tubuh yang melemah kemungkinan besar adalah akibat luka yang suami Anda alami beberapa waktu yang lalu. Dia kehilangan banyak darah." Dokter itu mengulas kembali saat dirinya ikut bergabung di ruang operasi rumah sakit umum daerah Nagano. Beliau meluncur kesana dengan menggunakan shinkanshen (kereta cepat) setelah mendapat panggilan darurat dari kakek Yamazaki.
"Bagaimana cara mengobatinya, Dok?" tanya Aira sedetail mungkin. Dia harus berkonsultasi melalui sambungan telepon karena tidak mungkin untuk datang langsung ke rumah sakit. Pun begitu dengan dokter Hugo, beliau masih memiliki kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan di rumah sakit.
"Metode pengobatan anemia tergantung pada jenis anemia yang diderita pasien itu sendiri. Perlu diketahui, pengobatan bagi satu jenis anemia bisa berbahaya bagi anemia jenis yang lain. Oleh karena itu, dokter tidak akan memulai pengobatan sebelum mengetahui penyebabnya dengan pasti. Nyonya, bersabarlah sebentar lagi. Saya akan meminta laboratorium memberikan hasil uji darahnya dalam satu jam."
Aira mengembuskan napas beratnya. Ia sedikit lega sekarang, setidaknya ia memiliki seseorang yang bisa dipercaya dan bahkan sekarang orang itu berjanji bahwa hasil pemeriksaan darah Ken akan keluar secepatnya.
"Sebenarnya kami sudah melakukan yang terbaik saat itu, mungkin karena dia kurang istirahat jadi kondisinya menurun saat ini. Pastikan dia istirahat dengan baik. Saya akan menghubungi Anda satu jam ke depan." Dokter Hugo siap menutup teleponnya.
"Tunggu, Dokter," panggil Aira cepat-cepat. "Masih ada yang ingin saya tanyakan."
"Silakan." Dokter senior itu mempersilakan.
"Apa keadaan ini berbahaya untuknya?"
Dokter Hugo mengambil napas dalam-dalam, berusaha mencari penjelasan paling logis yang tidak akan membuat wanita kelahiran Indonesia itu panik. Bagaimanapun juga, dia seorang ibu menyusui, tidak boleh stress sama sekali atau prosuksi ASInya akan terganggu.
"Anemia berisiko menyebabkan beberapa komplikasi serius jika tidak segera mendapat pertolongan, antara lain akan menyebabkan masalah pada jantung, seperti gangguan irama jantung (aritmia) dan gagal jantung. Selain itu, akan mengganggu kinerja paru-paru, misalnya hipertensi pulmonal. Dan yang paling kentara adalah penderita anemia pasti mengalami kesulitan melakukan aktivitas akibat kelelahan.
__ADS_1
"Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, seseorang yang menderita anemia dalam waktu lama bisa mengalami aritmia, atau gangguan irama jantung. Aritmia ini dapat merusak jantung dan menyebabkan gagal jantung, hingga dapat berujung pada kematian. Tapi Anda tenanglah, kondisi suami Anda belum sampai di tahap itu. Jadi, dia akan segera sembuh."
"Apa ada makanan khusus yang bisa saya berikan untuknya?"
"Hmm, makanan? Tunggu sebentar." Dokter Hugo mengambil buku miliknya dan membuka catatan terkait pasien anemia yang pernah ia tangani sebelumnya. Beliau tidak ingin salah memberikan informasi terkait pasien pentingnya ini.
"Ada beberapa makanan yang bisa Anda siapkan nanti. Dia harus mengonsumsi cukup makanan penambah darah kaya zat besi, seperti daging merah, ikan, dan daging unggas. Jangan lupa berikan buah dan sayuran kaya vitamin C. Penderita anemia juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat dan vitamin B12. Beberapa bahan makanan sumber asam folat antara lain sereal, sayuran hijau seperti bayam, brokoli, asparagus, selada, kacang polong, kacang-kacangan, hati sapi, dan alpukat."
Aira mengambil blocknote yang ada di meja dan mencatat daftar makanan yang baik untuk suaminya.
"Maaf, bisa Anda ulangi? Saya akan mencatatnya," pinta Aira.
"Siapkan makanan penambah darah kaya zat besi, seperti daging merah, ikan, dan daging unggas. Lengkapi gizinya dengan berbagai macam buah dan sayuran segar." Dokter Hugo mengulangi penjelasannya dengan sedikit pelan, memberikan waktu pada wanita di seberang telepon dengan kesibukannya mencatat.
"Selain itu, Anda bisa memberikan makanan yang mengandung asam folat dan vitamin B12 yang cukup tinggi. Beberapa bahan makanan sumber asam folat antara lain sereal, sayuran hijau seperti bayam, brokoli, asparagus, selada, kacang polong, dan kacang-kacangan. Alternatif lainnya adalah hati sapi dan juga buah alpukat."
"Bolehkan Anda menjelaskannya agar saya lebih mudah memahaminya?" pinta Aira rendah hati. Ia cukup tahu diri karena merepotkan dokter senior itu. Meski statusnya sebagai menantu keluarga Yamazaki yang disegani, tak seharusnya merendahkan diri, namun Aira sadar diri bahwa ia hanya pendatang baru di tempat ini. Tanpa bayang-bayang dan pengaruh nama besar suaminya, dia bukan siapa-siapa dan tidak memiliki kuasa apapun.
Dokter Hugo menatap jam di pergelangan tangannya. Sebentar lagi masuk waktu istirahat makan siang, jadi dia punya waktu luang dan bisa memenuhi keinginan nyonya muda Yamazaki untuk berkonsultasi dengannya.
"Salah satu makanan yang bisa mempercepat penyembuhan anemia adalah daging merah. Daging satu ini kaya akan vitamin B12 yang baik dalam proses pembentukan hemoglobin. Namun, akan lebih baik jika daging merah yang dikonsumsi tanpa lemak atau mengandung sedikit lemak. Menurut penelitian yang ada, pengidap anemia dianjurkan untuk rutin mengonsumsi daging merah sebanyak 2–3 kali dalam satu kali."
"Meski daging merah baik, namun pastikan untuk mengolah daging merah dengan benar agar tidak menghilangkan nutrisi-nutrisi yang ada di dalamnya. Jangan lupa untuk membersihkan daging sebelum di masak dan pastikan sampai benar-benar matang. Selain dagingnya, dalam 100 gram hati sapi mengandung 6,5 mg zat besi yang sudah memenuhi 36% asupan harian yang disarankan. Itu lebih efektif lagi."
"Apa cara pengolahannya juga perlu diatur, Dok?" selidik Aira lebih dalam. Ia tidak ingin salah dalam mengurus suaminya.
"Tidak ada. Yang pasti, makanan itu harus matang sempurna. Entah bagaimana cara memasaknya, yang paling penting adalah kandungan gizinya tetap terjaga dengan baik."
Aira menulis beberapa jenis olahan masakan yang tiba-tiba muncul di kepalanya sebelum mendengar penjelasan berikutnya dari dokter profesional ini.
"Selain daging merah, sayuran hijau menjadi pilihan yang tepat setelahnya.Dan diantara semua jenis sayuran hijau, bayam menjadi sayuran yang paling tinggi kandungan vitaminnya. Kandungan vitamin A, vitamin B19, vitamin C, vitamin E dan kalsium dalam bayam memiliki banyak manfaat untuk pengidap anemia. Yang paling penting, kandungan serat, beta karoten dan zat besi dalam bayam bisa mencegah tubuh dari kekurangan sel darah merah."
Aira sedikit mengerutkan keningnya, tidak tahu bahwa sayur hijau yang cukup sederhana itu akan bermanfaat dalam menyembuhkan Sang Suami.
"Saat mengolah bayam, hindari memasaknya terlalu lama karena berisiko menghapus nutrisinya. Untuk pasien yang mengidap anemia berat bisa konsumsi bayam sebanyak dua kali dalam satu hari."
__ADS_1
"Bagaimana dengan olahan telur, Dok? Ken sangat menyukainya," ungkap Aira.
"Itu bagus, Nyonya. Telur adalah bahan makanan yang sangat mudah dicari. Kabar baiknya, satu butir telur mengandung 1.02 miligram zat besi. Tentunya, ini menjadi kabar baik bagi pengidap anemia. Selain mudah didapatkan, telur dipercaya ampuh mengurangi gejala anemia. Bukan hanya zat besi, telur juga terkenal dengan kandungan proteinnya yang tinggi serta antioksidan untuk menangkal radikal bebas.
"Telur juga mudah diolah menjadi berbagai menu masakan. Namun, akan lebih baik jika pasien anemia mengonsumsinya dengan cara direbus, bukan digoreng. Pastikan untuk memperhatikan porsinya, jangan sampai berlebihan."
"Baik. Saya akan mengingatnya," jawab Aira.
"Dia menyukai seafood 'kan?" tanya dokter itu mengingat makanan favorit Ken. Sedikit banyak beliau memahami pasien spesialnya ini.
"Benar, Dok."
"Kalau begitu, Anda bisa siapkan makanan laut seperti tiram. Tiram merupakan salah satu jenis seafood yang efektif untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Ini karena tiram mengandung zat besi, protein dan vitamin B12. Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya, zat besi dibutuhkan guna membantu pembentukan hemoglobin. Konsumsi tiram setidaknya dua kali dalam satu minggu."
"Seafood, selain tiram, ada kerang yang juga kaya akan zat besi. Bahkan dalam 100 gram kerang terdapat 28 mg zat besi, yang bisa memenuhi 155% dari asupan zat besi harian yang disarankan. Namun, kandungan zat besi dari kerang-kerangan sangat bervariasi, ada yang tinggi dan ada juga yang jauh lebih rendah."
"Bagaimana dengan buah tomat? Dia juga sangat menyukainya?"
"Itu bagus. Bukan hanya sayuran hijau saja yang mengandung banyak zat besi. Buah satu ini juga mengandung zat besi yang cukup tinggi sekitar 3,39 miligram setiap satu cangkirnya. Fakta lainnya, ternyata tomat juga berperan meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi. Hal itu disebabkan karena tomat banyak mengandung vitamin C dan likopen yang bekerja efektif dalam mempercepat penyerapan zat besi. Untuk memaksimalkan manfaat tomat, dia bisa mengonsumsinya satu kali setiap hari dengan cara mencampurnya ke dalam makanan lain, dibuat jus tanpa gula, atau bisa juga dimakan langsung."
"Selain itu, Anda bisa siapkan kacang-kacangan, polong-polongan, dan biji-bijian. Contohnya kacang arab, kacang kedelai, kacang hitam, biji wijen, dan biji labu. Itu bisa dimakan sebagai camilan di siang hari. Jika waktunya memungkinkan, saya sendiri yang akan mengantarkan hasil uji darah itu. Dimana Tuan dan Nyonya sekarang?" tanya dokter senior itu setelah menyelesaikan penjelasannya.
"Kami ada di Miracle. Baiklah. Terima kasih atas kebaikan Anda. Saya lega mendengarnya." Aira mengucapkan rasa terima kasihnya dan kemudian berpamitan sebelum mengakhiri panggilan teleponnya.
Dokter Hugo tersenyum meski Aira tak bisa melihatnya. Ia sudah lama mengagumi wanita asing ini. Meski baru tinggal di Jepang selama beberapa waktu, tapi seolah dia sudah tinggal cukup lama di sini. Sopan santun dan etikanya sangat baik, tampak seperti ia besar di lingkungan yang menerapkan peraturan dengan ketat. Semua yang Aira lakukan atau rencanakan, semua terukur dengan baik dan detailnya selalu diperhatikan.
Seperti saat ini, dia terlihat begitu tenang dan tidak tergesa-gesa sama sekali. Padahal, biasanya seorang wanita mudah panik saat mendengar suaminya sakit. Hal itu membuat dokter Hugo bertanya-tanya, apa latar belakang nyonya muda Yamazaki ini. Mungkinkah dia bukan gadis biasa seperti rumor yang ia dengar selama ini? Entahlah. Pria 55 tahun itu segera menggelengkan kepalanya, mengenyahkan berbagai prasangka yang tidak seharusnya ada dalam pikirannya.
Aira tenang dan merasa lega karena menurut dokter Hugo, suaminya masih bisa tertolong. Ia bersiap mengurus bayi besarnya hingga sembuh dan akan mengawasinya setelah sembuh nanti. Dia juga harus membuat perhitungan dengan ayah dari anak-anaknya itu karena sudah menyembunyikan fakta penting ini darinya.
"Kita lihat seberapa bagus aktingmu, Sayang." Aira mengelus pipi suaminya yang terlelap dengan lembut. Ia menaikturunkan sebelah alisnya, siap melihat bagaimana suaminya akan berdalih nantinya.
...****************...
Kok ngeri yaa sama emak triplet ini? Abang Ken ampun deh, jangan bikin gara-gara sama emaknya anak-anak atau dia bakalan barbar dah tuh nanti 😂😂
__ADS_1
Jangan lupa dukung Author yaa biar bisa crazy up. See you,
Hanazawa Easzy