Gangster Boy

Gangster Boy
Season 2 : Microchip


__ADS_3

"Yoshiro-kun, berhenti atau aku tidak akan menceritakan tentang microchip buatan Aira !!" ancam Yu.


Yoshiro diam di tempatnya berdiri. Yu tersenyum dan segera menyelipkan tangannya ke lengan kanan Yoshiro. Mengajaknya meneruskan langkah menuju ke ruang tempat Yoshiro menetap sebelumnya.



Penggunaan microchip yang ditanam dalam suatu bagian tertentu dalam tubuh manusia bukan lagi kisah fiksi ilmiah belaka. Yoshiro pernah mendengarnya, namun ia tidak tahu detail informasinya. Apalagi tentang Aira yang ikut andil bagian dalam salah satu teknologi terbaru di dunia itu.



"Seorang pengunjung lapak perusahaan keamanan internet di Jerman membiarkan tubuhnya untuk 'ditanami' microchip dalam perhelatan teknologi IFA di Berlin. Microchip itu sendiri hanya berukuran sebutir beras dan ditanam di dalam kulit, di antara ibu jari dan jari telunjuk." jelas Yu sambil duduk di depan meja kerja Yoshiro.


"Aku tahu. Tapi, bukankah chip yang menggunakan teknologi RFID tersebut masih dipakai untuk tugas-tugas sederhana, seperti membuka pintu atau membuka kunci telepon genggam?"


“Pada awalnya memang fungsi keping mikro itu masih terbatas. Tapi inovasi yang Aira ciptakan membuat kemajuan yang signifikan. Saat ini, seseorang dengan microchip di tubuhnya cukup melambaikan tangan di depan alat pembayar untuk membeli barang di toko, atau mengibaskan tangan di mesin pembaca untuk bisa naik kereta. Bisa juga untuk membuka kunci pintu depan rumah atau menyalakan mobil." Yu membuka tablet miliknya dan menyerahkannya pada Yoshiro. Layar kaca itu menunjukkan data penelitian yang ia kumpulkan selama sebulan terakhir.


"Walaupun belum dipakai untuk hal-hal yang langsung mengubah hidup seseorang, tapi itu cukup berpengaruh pada pengembangan teknologi. Alat ini dihubungkan dengan sistem syaraf manusia. Implan ini bisa juga diberi sentuhan pribadi dan disandikan berdasarkan DNA seseorang." jelas Yu lebih lanjut.


Yoshiro mengamati deretan garis berwarna-warni yang Yu tunjukkan. Itu adalah tabel penelitiannya terhadap perilaku penculik Aira. Yoshiro hanya tahu satu hal, garis merah menunjukkan emosi marah. Garis yang lain? Entahlah, itu bukan urusannya.


"Di masa depan, implan menjadi semakin kecil dan semakin cerdas, mungkin tidak perlu baterai lagi. Aira mencari cara agar suhu tubuh manusia bisa dipakai untuk memberi daya pada alat tersebut. Setelahnya ia lulus dari akademi dan menghentikan risetnya." pungkas Yu sambil berjalan ke arah dinding kaca yang menghubungkannya dengan dunia luar. Terlihat beberapa gedung pencakar langit lainnya di luar sana. Kota ini bukanlah tempat bermain-main untuk anak kecil, melainkan menjadi lahan persaingan bisnis dan teknologi para manusia kapitalis. Yu bergidik ngeri membayangkan ia sendiri menjadi bagian dari orang-orang itu.


"Hal sebesar ini, kalian coba menyembunyikannya dari kami?" tanya Yoshiro sarkas. Ia tidak percaya kedua gadis kesayangannya membuat rencana besar tanpa ia atau Ken ketahui.


"Apa yang akan Ken lakukan jika tahu aku menanam chip buatan Rara di tubuh pria itu? Dia pasti akan menghentikan kami dan menutup semua akses penelitian kami, benar kan?" tanya Yu berbalik, menatap manik hitam yang sejak beberapa menit yang lalu mengunci pandangannya.


Yoshiro tak bisa menjawab, apa yang Yu katakan benar adanya. Jangankan Ken, ia sendiri juga merasa khawatir akan keamanan kedua gadis jenius ini. Bagaimana jika pria itu justru menjebak keduanya dan membuat nyawa mereka terancam? Atau bisa saja mereka menghadapi tantangan yang lebih besar ke depannya? Karena mungkin saja pria itu hanya pion yang diatur oleh 'orang besar' di belakangnya. Ingat, mereka hanya wanita biasa, nyawa mereka hanya satu. Berbeda dengan mitos yang mengatakan bahwa kucing mempunyai 9 nyawa dan tidak masalah jika ia mati kali ini.

__ADS_1


"Aku bisa melacak keberadaannya melalui microchip itu." Yu mengambil kembali komputer tablet yang ada di tangan Yoshiro. Jemarinya dengan lincah menari di atas layar sentuh itu, berusaha mencari signal yang dipancarkan oleh benda kecil berbentuk tabung itu.


"Apa lagi yang kalian sembunyikan dari kami?" tanya Yoshiro dengan ekspresi kekhawatiran yang tampak jelas di wajah. Sayangnya Yu terlalu asik dengan benda di depannya sampai tidak memperhatikan pria di depannya.


"Banyak." jawab Yu singkat tanpa menatap lawan bicaranya.


"Bisakah kalian tidak ikut campur urusan kami dan membahayakan diri sendiri?"


Gerakan tangan Yu terhenti. Ia menekan tombol daya tabletnya, membuat layar putih di depannya seketika padam. Ia menghembuskan nafas dengan kasar. Dugaannya benar-benar terjadi, Yoshiro akan membatasi pergerakannya. Itulah sebabnya ia dan Aira 'bermain' di belakang agar Ken dan Yoshiro tidak menghalangi mereka.


"Baiklah. Aku pergi." Yu beranjak menjauh, lagi-lagi tanpa menatap Yoshiro yang sedari tadi tak melepaskan pandangannya dari Yu.


Krekk krekk


Yu mencoba menggerakkan handle di depannya, tapi hasilnya nihil. Yoshiro mengunci pintu besi itu dengan remote yang ada di tangannya.


Keterdiaman Yu membuat Yoshiro semakin khawatir. Ia tahu gadisnya tinggal di lingkungan pebisnis sejak kecil, jadi sedikit banyak ia pasti tahu cara bermain trik untuk mendapat keuntungan bisnis. Tapi, dunia gangster jelas berbeda dengan dunia bisnis. Ada begitu banyak trik kotor yang para pemainnya lakukan demi memuluskan tujuan mereka, termasuk mengorbankan nyawa para penyusup dari pihak lawan. Ia dan Ken berkecimpung di dunia gelap itu bertahun-tahun dan nyawa mereka terancam setiap saat. Belum lagi nyawa bawahannya, tak terhitung jumlahnya yang menjadi korban demi keselamatan tuannya.


"Apa kalian bisa meretas jaringan?" tanya Yoshiro meragu. Jika urusan chip yang rumit seperti ini saja bisa mereka kendalikan, apalagi hanya membobol keamanan jaringan melalui komputer? Itu bukan hal yang mustahil bagi keduanya. Dan sayangnya, ia dan Ken tidak tahu menahu akan hal ini.


"Meskipun bisa, kalian tidak akan memberi kesempatan pada kami. Benar kan? Baik kamu ataupun Ken, kalian pasti tidak akan mengizinkannya." jawab Yu kecewa.


"Seberapa hebat kemampuan kalian?"


"Seberapa hebat?" Yu berbalik dan menatap kakak angkat yang telah berhasil membuatnya jatuh hati itu dengan pandangan meremehkan, terlihat dari senyum miring yang tergambar di bibirnya.


"Aku tidak sehebat itu. Membobol keamanan dari sensei saja butuh waktu 5 jam untukku." jawabnya sambil tersenyum miris. Mengingat betapa payahnya ia dalam hal penguasaan teknologi, berbeda dengan kemampuan Rara-chan.

__ADS_1


(sensei : guru/pengajar)


"Bagaimana dengan Aira-chan?" tanya Yoshiro penasaran. Rahangnya menegang demi mendengar penuturan Yu, ia bahkan sampai menggertakkan giginya. Yoshiro yakin telinganya akan segera mendengar sesuatu yang mengejutkan.



"She is amazing hacker. Ia bisa meretas keamanan Miracle hanya dalam waktu satu jam." jelas Yu dengan wajah tanpa ekspresinya membuat Yoshiro membulatkan matanya.


(Dia peretas yang luar biasa)


'Miracle?' batin Yoshiro.


Keamanan Miracle Corporation tidak main-main. Ken membuat pertahanan perusahaannya itu beberapa lapis dengan ahli IT yang terus stand by 24 jam. Selama ini tidak ada yang bisa menembus pertahanan jaringannya kecuali Ken sendiri. Yoshiro pernah mencoba meretasnya, namun tak pernah berhasil. Baru 3 lapis keamanan ia tembus, selalu saja diblok dan mereka berbalik menyerangnya dengan memberikan virus 'mematikan' pada sistemnya.


Jika penuturan Yu benar, maka kemampuan Aira sekarang setara dengan Ken dalam segala bidang, itu mengerikan. Benar-benar sangat mengerikan. Ia bisa menjadi mesin pembunuh jika emosinya tak terkendali.


"Apa kamu bisa menyembunyikan ini dari Ken?"


*******


Selamat membaca 🤗


See you next day, tetap jaga kesehatan kalian yaa. Jangan lupa ibadah, buat yang muslim tetep rajin sholat lima waktunya ya. Ingat, kita cuma 'mampir' di dunia ini. Namanya mampir kan sebentar. So, lakukan yang terbaik di setiap bidang yang kalian kerjakan. 😘


With love,


Hanazawa easzy ♡

__ADS_1


__ADS_2