Gangster Boy

Gangster Boy
Season 3 : Rubah Betina


__ADS_3

BRAKK


PRANGG


Terdengar bunyi berbagai macam benda yang saling menghantam satu sama lain. Jangan lupakan juga keadaan ruangan yang begitu kacau seolah menunjukkan baru saja terjadi perang dunia ke tiga atau semacamnya. Benar-benar tak ada satu pun benda di ruangan ini yang selamat dari amukan pemiliknya.


Ya, pria dengan tato di belakang lehernya itu marah sejadi-jadinya. Kerja sama yang ia gadang-gadang akan menjadi lahan tempatnya mengeruk keuntungan, kini hanya isapan jempol belaka. Pasal perjanjian yang diubah oleh Miracle membuatnya naik pitam. Ia tidak menyangka akan terjadi hal ini, jelas-jelas 'orang itu' mengatakan Ken sedikit melunak pada rekan bisnisnya akhir-akhir ini. Tapi, kenapa hari ini tidak?


Tok tok


Pintu di belakang G terbuka, menampilkan wanita yang sebelumnya ikut mendatangi Miracle beberapa jam yang lalu. Itu sekretaris pribadinya, Maria. Wanita berdarah campuran Inggris Jepang ini masuk dan mendekat pada atasannya, tak peduli pada keadaan ruangan ini yang tak patut disebut ruang kerja.


"Mr. G, Nyonya ingin bertemu dengan Anda. Beliau ada di lobi," lapornya sebelum pergi.


Pria kelahiran 32 tahun yang lalu itu melepas dasi di lehernya dan melemparnya sembarang. Ia kesal dan sekarang harus menemui rubah betina yang telah memperdaya ayahnya. Nyonya yang dimaksud di sini adalah ibu tiri G. Dia adalah wanita Jepang yang menikah dengan ayahnya 20 tahun yang lalu, sesaat setelah ibunya meninggal.


"Apa yang membawamu kemari?" Tanya G tanpa basa basi begitu sampai di hadapan wanita dengan dress selutut warna merah menyala.


*dress : gaun


"Ji Yong-ah, apa begitu caramu menyambut ibu?" tanya wanita itu sembari mendekat ke arah G dan memegang lengan putra suaminya.


"Nyonya Kwon, hentikan tingkah menjijikkanmu. Pergilah dari hadapanku!" G menepis tangan wanita yang memanggilnya dengan nama kecilnya itu.


"Ah, hahaha ... Putraku sangat menakutkan," ucapnya dengan ekspresi dan intonasi yang dibuat-buat membuat siapa saja yang mendengarnya tahu bahwa wanita itu sedang berakting.


"Katakan atau pergi dari hadapanku!" G tetap dengan pendiriannya, memaksa ibu tirinya mengatakan tujuannya datang kemari.


"Kamu terlalu kaku," wanita itu membuka tasnya dan tampak mencari sesuatu dari dalam sana.


"Kamu masih mengingatnya?" tanya wanita itu dengan senyum licik terpatri di wajahnya.



Deg


Seketika raut wajah G menegang menatap potret yang kini ada di hadapannya. Ebisawa Yuzuuki. Bagaimana mungkin dia melupakannya setelah semua yang mereka lalui bersama bertahun-tahun yang lalu?


Itu adalah foto yang selalu G simpan di dalam dompetnya selama bertahun-tahun. Bahkan, meskipun dia menjalin kisah cinta dengan gadis lain, dia tidak pernah melupakan Yu. Dan beberapa pacarnya marah saat tanpa sengaja melihat G ternyata menyimpan foto Yu. Tanpa banyak berpikir, G langsung memutuskan hubungan mereka. Ya, baginya tidak ada yang lebih baik dari Yuzuuki. Meski bukan cinta pertamanya, tapi dialah satu-satunya gadis yang menerimanya saat semua orang menjauhinya, termasuk ayah ibunya sendiri.


Ia merasakan tikaman yang begitu keras di ulu hatinya, mengingat peristiwa kelam di masa lalu yang membuatnya harus melepaskan kekasihnya itu. G tidak bisa mempertahankan kisah asmaranya dengan Yu karena wanita ini. Rubah licik ini menghasut ayahnya, membuat pria tua itu mengirimnya ke Inggris untuk melanjutkan studi.


"Kamu masih menyukainya, 'kan?"


Hening.


G memilih diam. Ia enggan menjawab pertanyaan wanita Jepang yang kini berstatus sebagai nyonya Kwon, ibu tirinya.


"Tidak perlu berpura-pura di depanku. Aku tahu semuanya. Bahkan kamu masih menyimpan fotonya kan? Apa kamu memandangnya setiap malam? Hahahahaa..." tawa menyebalkan terdengar mengisi ruangan beratap tinggi ini.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya G dengan wajah merah padam. Ia tidak menyangka ibu tirinya akan datang dan menunjukkan gambar wanita yang sangat ingin ia temui.


"Aku bertemu dengannya beberapa waktu yang lalu saat dia baru pulang dari Rusia. Tidakkah kamu ingin tahu bagaimana aku bisa menemuinya? Atau, seberapa dekat hubunganku dengannya?"

__ADS_1


"Apa maksudmu?" G semakin geram mendapati wanita ini sengaja mempermainkannya, mengulur waktu dan mencoba membuatnya emosi.


"Dia putri bungsu Ebisawa Oda, tentu saja itu berarti dia masih memiliki hubungan kerabat denganku."


G mengerutkan keningnya, mencoba menerka-nerka kemana arah pembicaraan wanita ini. Ia menajamkan indera pendengarannya agar tak ada satu kata pun yang terlewat dari perhatiannya.


"Dia ada dalam kendaliku," ungkapnya lirih.


Pria bernama asli Kwon Ji Yong ini membulatkan matanya setelah mendengar penuturan wanita 46 tahun di depannya, "Jangan bercanda!"


"Itu benar. Aku bisa membuatnya datang kesini detik ini juga."


"Dimana dia?" G mengedarkan pandangannya ke sekitar, berusaha mencari keberadaan Yu. Nihil. Tidak ada gadis itu sama sekali. Hanya ada dua orang petugas resepsionis di belakang meja dan beberapa staf Circle yang kebetulan lewat.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya G dengan tangan terkepal. Ia tahu wanita ini pasti ingin mendapatkan sesuatu darinya.


"Lima persen saham Circle K. Berikan itu padaku dan aku tidak akan mengusik gadis kesayanganmu."


'Sial!! Wanita rubah ini!!' geram G dalam hati. Giginya mengerat sempurna, menimbulkan gemeletuk yang terdengar sampai di telinga nyonya Kwon.


"Itu tidak sebanding dengan nyawanya. Jadi, apa kita sepakat?"


Sial!


Lagi lagi G hanya bisa mengumpat dalam hati. Ia susah payah mengurus Circle K setelah ayahnya tiada, dan kini wanita rubah ini mencoba memerasnya atas nama Yu.


"Lakukan saja semaumu!" G berbalik. Ia yakin bisa melindungi Yu tanpa kehilangan asetnya.


Mobil hitam itu melaju kencang membelah jalanan Tokyo yang mulai ramai menjelang waktu makan siang ini. Kendaraan besi ini terus melesat tanpa peduli pada beberapa orang yang meneriakinya karena mengemudi dengan ugal-ugalan.


"Bodoh!" ucap Yu lirih.


CIITTTT


G menekan pedal rem mobil yang dikemudikannya. Ia menatap gadis yang duduk di sampingnya dengan pandangan heran. Ia begitu mengkhawatirkan keselamatan gadis ini, tapi justru ia mengatainya bodoh?


"Siapa yang bodoh?" tanya G dengan perasaan yang tak jelas, antara marah dan takut. Ia marah karena Yu mengatainya bodoh, tapi juga takut jika sesuatu yang buruk benar-benar terjadi padanya.


"Siapa lagi?" Yu menatap mantan pacarnya sambil menyeringai.


G enggan bertengkar dengan Yu, ini adalah pertemuan pertama mereka setelah terpisah tanpa komunikasi sama sekali. Ia memilih kembali fokus pada jalanan di depannya. Membawa gadis ini ke tempat favorit mereka kala masih menjadi pasangan kekasih beberapa tahun yang lalu.


"Untuk apa ke sini?" tanya Yu menatap papan nama yang terpampang besar di depan restoran bernuansa woody ini.


"Aku merindukanmu. Merindukan kita."


BAMM


Yu menghembuskan nafasnya dengan kasar setelah keluar dari kendaraan pabrikan Honda ini dan membanting pintunya dengan keras. Ia malas mendengarkan kata-kata tak berarti seperti yang G ucapkan barusan.


"Yuzuuki," panggil G lembut, membuat Yu mengurungkan langkahnya yang bersiap pergi dari tempat yang menyimpan banyak kenangan ini.


"Mari kita bicara."

__ADS_1


Yu masih terdiam di tempatnya, enggan berbalik tapi juga tak ingin melangkah. Jujur, hati kecilnya juga merindukan saat-saat bahagianya dengan G. Tapi hinaan yang ia dapatkan dari orang tua G, membuatnya mati rasa. Ia mengubur perasaannya dalam-dalam dan tidak ingin mengusiknya lagi.


G mendekat dan langsung memeluk pinggan Yu, membawanya masuk ke dalam kafe ORANGE yang ada di pinggiran kota Tokyo. Tempat yang akan membawa nuansa masa lalu yang kental. Masa-masa dimana mereka bisa berbagi canda tawa bersama.


"Yu-chan?" panggil seseorang saat Yu sampai di ambang pintu, membuatnya seketika berbalik.


"Nani?" tanya Yu. Ia menatap Mone yang mencekal lengannya dengan pandangan dingin dan menusuk.


*nani : apa


Hatinya tidak dalam keadaan baik-baik saja sekarang. Rasanya dia ingin menghantam apa saja atau siapa saja yang menghalangi jalannya. Namun, logikanya masih berfungsi dengan baik. Gadis mungil ini tidak bersalah.


"Lama tidak berjumpa," Mone melepaskan cekalannya dan segera menunduk untuk memberi salam pada gadis yang beberapa tahun lebih tua darinya ini.


"Kamu mengenalnya?" tanya G yang masih setia berdiri di sisi Yu, dia bahkan semakin mengeratkan tangannya di pinggang Yu. Tidak merasa canggung sedikit pun meski Mone memperhatikannya.


"Dia adik sepupu temanku," jawab Yu singkat sebelum berbalik pergi meninggalkan Mone dan Yamaken di depan pintu masuk.


"Maaf, moodnya sedang tidak baik," ucap G dengan senyum terkembang. Ia menunduk pada Mone dan Yamaken sebelum menyusul Yu memasuki tempat ini.


Berbanding terbalik dengan Yu yang tengah menahan emosinya, justru G merasakan kebahagiaan memenuhi hatinya. Bukan hal yang sulit bagi Yu untuk menepis tangannya, atau bahkan membantingnya. Tapi Yu tidak menolak sama sekali saat ia memeluk pinggangnya. Itu artinya, Yu tidak keberatan dengan perlakuannya barusan, 'kan?


Yu duduk di salah satu kursi yang menghadap ke luar. Ia menatap Mone yang masuk ke mobil bersama pria yang dikenal oleh semua orang di negeri ini. Meskipun memakai topi dan masker, nyatanya Yu masih bisa menebak jika pria itu adalah Yamaken, adik kembar Ken.


Yu menatap kepergian gadis manis itu dengan perasaan bersalah. Sejujurnya ia masih ingin berbincang dengan Mone, tapi pria yang ada bersamanya terlalu berbahaya. Jika G tahu Mone adalah adik ipar Ken, entah apa yang akan pria itu lakukan padanya. Mantan pacarnya ini menyimpan dendam tersendiri pada suami Aira.


'Maaf, Mone-chan,' lirih Yu dalam hati.


"Meski tahun-tahun berlalu, kebiasaanmu masih tetap sama, menatap keluar jendela sambil menggigit kuku. Apa itu manis? Boleh aku mencobanya?" G berusaha menggoda gadis pujaannya ini.


"Waktuku tidak banyak. Aku harus kembali bekerja. Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Yu tanpa ingin membuang waktu lebih lama lagi. Ia tidak ingin terjebak pada perasaan semu atas kenangan masa lalu yang berusaha menjeratnya.


"Mari kita berkencan... lagi."


...****************...


Uwuuu.... Ini lagi musimnya orang jatuh cinta apa gimana sih? 😅😄😄


Yamaken nembak Mone, abang G nembak Yu. Author nembak siapa dong? 😆😆



Ini author kasih bonus pict si abang G Dragon alias bang Kwon Ji Yong yang unyu banget 😍😍😍


Padahal biasanya author ngga bakal suka cowo cantiq dari negeri ginseng, tapi nyatanya abang kepala tiga ini bikin author gagal fokus. Beuuhh, jadinya author berpaling dari abang Yamaken kaan. Maafkan adek bang 😢😔😔 Makin malam, halunya makin kuat euy, astagaaa 😭😭😣


Dah ah, makin ngga karuan nanti kalo di terusin. Bye....


Jangan lupa tap tanda jempol di bawah ya biar author tahu kalo ada faedahnya juga begadang malem-malem, ehehe. Apalagi kalo ada yang mau komen, makin cinta dah ah 🤗😍😍😍😍


Jaa mata ne,


Hanazawa Easzy ❤

__ADS_1


__ADS_2