Gangster Boy

Gangster Boy
Kencan : Hanabi Kiss


__ADS_3

Sepasang sejoli bergandeng tangan melewati pintu masuk Tokyo Disneysea yang cukup ramai hari ini. Keduanya berjalan dengan santai menuju ke wahana permainan yang ada.


Banyak pasang mata memandang mereka dengan antusias. Beberapa bahkan meminta foto bersama. Ya, dialah Yamazaki Kenzo dan Aira. Orang-orang mengira Ken sebagai Yamazaki Kento. Si aktor Jepang yang mendapat julukan Prince of Live Action karena memerankan begitu banyak film dan dorama yang diadaptasi dari manga/anime.


Awalnya Ken dan Aira bisa menolak mereka, tapi semakin jauh berjalan justru semakin banyak orang yang salah mengenali dan mulai mengerumuni mereka. Biasanya hal ini bisa dicegah jika ada Kosuke dan para pengawal lainnya, tapi hari ini Ken meliburkan mereka semua atas permintaan Aira tentunya.


Ken membawa Aira berlari untuk menghindari kejaran para fans adiknya itu. Ia menarik Aira untuk masuk ke dalam bilik dengan tirai hitam sebagai penutupnya. Keduanya tersenyum dan mulai mengatur nafas.


"Selamat datang. Silahkan masukkan 4 koin untuk bisa berfoto bersama pasangan." terdengar suara dari mesin otomatis yang ada di dekat mereka.


Aira terkejut saat Ken memasukkan 4 koin ke dalam lubang di sebelah kiri layar yang menampilkan refleksi wajah mereka.


"Darimana kamu mendapat koinnya?"


Ken hanya tersenyum. Ia mengeluarkan sekantong koin untuk bisa mencoba berbagai wahana dari dalam sakunya.


"Eeh?"


"Aku sudah menyiapkan semuanya. Waktunya bersenang-senang." Ken menatap layar di depannya, "Cheese.." ucap Ken dengan menunjukkan 2 jarinya.


Klik


Mereka mulai foto dengan berbagai pose dan keluar dari kotak hitam itu setelah 15 menit. Keduanya berjalan dengan tenang karena Ken memakai masker dan topi sekarang. Kosuke yang mengantarnya beberapa saat lalu. Nampaknya tidak akan ada kata libur untuk asisten pribadi seperti dia. Poor Kosuke.


Ken mengajak Aira menaiki bianglala. Mereka masuk ke salah satu gondola yang akan membawa mereka naik hingga ketinggian 93 meter dari permukaan tanah.


"Kamu takut ketinggian?" tanya Ken pada Aira yang hanya dibalas dengan gelengan kepala.


Keduanya duduk saling berpegangan tangan saat gondola yang mereka naiki mulai bergerak berlawanan dengan arah jarum jam. Tampak Kosuke dan 2 orang pengawal berdiri di pintu masuk wahana bianglala ini.


"Berikan libur untuk Kosuke. Dia juga punya kehidupan pribadi, hmm?" bujuk Aira karena merasa kasihan pada asisten suaminya itu yang selalu standby 7/24. Ya 7 hari dalam seminggu, 24 jam dalam sehari. Bahkan robot saja perlu rehat dan reset program jika sudah terlalu lelah.


"Jangan memikirkan pria lain saat bersama suamimu." jawab Ken dengan acuh tak acuh sambil membuang muka. Genggaman tangannya semakin erat di jemari Aira.


'Apa dia cemburu?' lirih Aira dalam hati, 'Kita lihat seberapa jauh kamu bisa bersabar.'


"Apa salahnya aku membahas Kosuke? Dia bahkan lebih sibuk dari atasannya ini. Di saat kamu bisa tidur lelap semalam, ia harus pergi mengurus pria itu. Ah, bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja? Bagaimana keadaan istrinya? Tidak ada gangguan dengan kehamilannya kan?"


Ken melepaskan tangan Aira. Sebagai gantinya ia memegang pipa besi di sampingnya dengan sangat erat seolah ingin meremasnya hingga bengkok. Aira tersenyum melihat reaksi suaminya yang semakin cemburu tapi tak bisa mengatakannya dengan jelas. Jangan lupa wajah putihnya yang semakin memerah menahan emosinya yang siap meluap-luap.


"Ah, aku lupa belum berterima kasih pada Yoshiro-san. Dia menyempatkan waktu untuk mengantarku tengah malam begitu."

__ADS_1


"Hentikan..." pinta Ken.


Aira semakin semangat membuat suaminya cemburu, "Kau tahu, jika bukan karena Yoshiro mungkin sekarang..."


Cup


Ken mencium istrinya sekilas dan segera kembali ke posisinya. Menatap keluar jendela dan tidak berani menatap istrinya. Gemuruh kemarahan di hatinya perlahan meredup dan berganti dengan detak jantungnya yang seolah meletup-letup menginginkan lebih.


'Baka' batinnya.


(Bodoh)


"Apa kamu cemburu?" tanya Aira sambil meraih lengan Ken yang mematung di sampingnya. Ken tak bergerak atau dia akan melakukan hal yang diluar kendalinya.


"Kenapa marah? Aku hanya berusaha menjadi seseorang yang kamu inginkan. Cerewet, hangat, manja dan tidak memilih makanan. Tapi kriteria terakhir aku tak bisa memenuhinya. Aku tidak bisa sembarangan makan." jelas Aira.


Ken menatap istrinya yang tengah bergelayut manja di lengannya. Tangannya terulur mengusap puncak kepala yang tertutup kain segi empat itu.


"Love you.." ucap Aira mendongakkan kepalanya menatap Ken dengan senyum terukir di wajahnya. Ken menangkup pipi chubby itu dengan tangan kirinya.


"Love you more.." balas Ken lalu mencium kening istrinya.


'Andai waktu bisa terhenti saat ini juga...' Ken berharap dalam hatinya.


"Kita pulang sekarang?" tanya Ken.


Aira menggeleng dan menunjuk videotron yang ada di hadapan mereka bertuliskan Disneysea Fantasmic Show. Terlihat pertunjukkan berbagai karakter Disney yang mengelilingi danau menggunakan kapal. Ada pertunjukkan kembang api lengkap dengan Water and Light Show.


"Aku ingin melihatnya. Air mancur menari," ucap Aira antusias. Ken menatap istrinya dari samping. Ini pertama kalinya ia melihat istrinya penuh semangat. Perlahan Ken meraih jemari mungil yang ada di sisi tubuhnya, "Eh?" Aira menoleh saat Ken memasukan tangannya ke dalam saku jaket seolah tak ingin melepasnya.


"Udaranya semakin dingin. Kita lihat besok saja. Ayo pulang." ajak Ken.


Aira menggeleng mantap, "Aku tidak akan pulang sebelum melihat pertunjukkannya."


"Baiklah akan kulakukan apapun untukmu, Tuan Putri," canda Ken sambil mencubit hidung Aira, "Tapi sebelumnya, kita harus makan. Aku tidak ingin kamu pingsan karena kelaparan."


Keduanya masuk ke sebuah restoran yang menjual berbagai makanan khas Jepang.


"Apa makanan disini halal?" tanya Aira sebelum mereka duduk di salah satu kursi. Ken melihat sekeliling dan tidak menemukan stempel halal disana.


"Kita cari tempat lain." ucap Ken pada akhirnya. Mereka berkeliling di sekitar food court itu namun tak menemukan apa yang mereka cari. Akhirnya mereka bertanya pada salah satu staf disana.

__ADS_1


"Oh Anda muslim?" tanya staf itu sambil tersenyum saat melihat Aira memajai jilbab. Ia sudah sering melihat pengunjung yang memakai penutup kepala seperti Aira hanya bentuknya saja yang berbeda.


Ken dan Aira mengangguk mengiyakan.


"Ada resto 'Red Lobster' yang menyajikan makanan muslim, tapi itu di luar taman ini. Karena restorannya di luar, jangan lupa untuk mendapatkan stempel masuk kembali (re-entry). Silahkan informasikan ke staf yang berada di gerbang masuk bahwa Anda ingin makan halal di luar taman, mereka akan memberikan stempel di tangan Anda sehingga Anda bisa kembali masuk ke dalam taman dengan mudah nanti." jelas staf wanita itu dengan sopan.


"Terima kasih." ucap keduanya berbarengan.


Benar saja ada sebuah restoran dengan dominan warna merah dan hitam yang bertuliskan Red Lobster tak jauh dari pintu keluar. Beberapa pengunjung asal Asia terlihat keluar masuk resto itu membuat Aira yakin ada makanan halal disana.


"Aku mau Beef Bowl dan Butter Chicken Curry." ucap Aira sambil menunjuk buku menu di depannya.



"Kamu begitu kelaparan?" tanya Ken dengan sebelah alisnya yang terangkat, heran dengan nafsu makan istrinya.


Aira hanya tersenyum memamerkan deretan giginya, "Bukankah kamu pernah bilang aku terlalu kurus? Apa kamu keberatan membayar 2.360 yen untuk makanan istrimu?"


Ken mengerutkan keningnya, ternyata tidak enak mempunyai istri yang banyak omong seperti ini. Ia lebih suka Aira yang pendiam dan tidak banyak membantah.


"Kenapa? Tidak suka aku banyak bicara?" tanya Aira.


"Berisik," jawab Ken cepat, "Jangan ragukan suamimu ini. Jangankan 2.360 yen, aku bisa membeli restoran ini jika kamu menginginkannya." jelas Ken saat Aira tampak meragukannya.


Seorang pramusaji datang mengantarkan minuman, menyela adu mulut keduanya. Mereka menikmati makanannya dalam diam. Ah, lebih tepatnya Ken diam melihat Aira makan dengan lahap.


"Pertunjukkannya masih satu jam lagi. Kamu bisa menikmati makanannya, jangan terburu-buru." ucap Ken sambil mengelap bekas makanan di sudut bibir Aira.


1 jam kemudian keduanya kembali masuk ke dalam Disneysea dan berkeliling mencari tempat yang tepat untuk melihat pertunjukkannya. Aira tampak menikmatinya dan sesekali menunjukkan pada Ken jika ada atraksi yang menarik perhatiannya. Puncaknya adalah pertunjukkan kembang api di langit kota Tokyo ini.


Ken menarik pinggang Aira untuk mendekat dan menciumnya saat kembang api meledak di udara menampakkan cahaya warna-warni yang indah.


Hanabi kiss.


(Ciuman kembang api)


*******


Uwuwuwuwuuu..... author gemushhh sama pasangan satu ini. Unch unch unchhh 😗😗 *apaan sih si jomblo satu ini? 😂 wkwk


Author terlalu bahagia untuk mereka berdua, jadi ngga pengen curhat apa-apa. Thx like, comment and kunjungannya. See you next episode. Bye 🤗

__ADS_1


With love,


Hanazawaeaszy ^^


__ADS_2