Gangster Boy

Gangster Boy
Season 2 : Malaikat Tak Bersayap


__ADS_3

Catatan:


Author akan membagikan sekelumit artikel tentang medis di bawah ini. Jadi buat kalian yang ngga suka baca narasinya, bisa langsung skip ke bagian bawah aja.


Author sengaja copy paste dari google supaya kita bisa belajar sama-sama. Mohon maaf jika ada informasi yang kurang tepat.


Dan untuk para praktisi medis yang lebih ahli dalam bidang ini, author mohon izin untuk membagi sedikit tulisan ini. Author berharap kita semua bisa mengambil manfaat dari tulisan di bawah ini. Author menerima kritik & saran dengan tangan terbuka demi kebaikan kita bersama.


Terima kasih.


*****


Ken mengajak Aira melihat gugusan bintang dalam planetarium di pusat kota, tepatnya di Konica Minolta Planetaria Tokyo. Aira tampak menikmatinya. Perlahan aura kesedihan yang menyelimutinya dua hari terakhir mulai memudar, berganti dengan wajah teduh yang menyenangkan untuk dilihat oleh Ken. Ah, bahkan wajah marah istrinya pun menjadi favorit pria itu kan?


Semua yang Aira miliki adalah candu untuk Ken. Seorang pecandu akan melakukan apa saja demi mendapatkan keinginannya. Candu bukan hanya berhubungan dengan obat-obatan terlarang saja, bahkan jatuh cinta pada seseorang juga memabukkan.


Menurut Arthur Aron, seorang psikolog di State University of New York mengatakan seorang yang sedang jatuh cinta akan menimbulkan segala emosi yang timbul dalam dirinya. Sedangkan seseorang yang mengonsumsi obat terlarang seperti kokain juga menggunakan sistem yang sama, membuat bagian tertentu otak menjadi aktif dan tak terkendali.


Bagian otak tersebut adalah amigdala, yaitu bagian yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Para ilmuwan menemukan bahwa fungsi utama dari amigdala adalah untuk memproses stimulus negatif, yaitu rasa takut. Termasuk rasa takut kehilangan. Itulah yang Ken rasakan, takut kehilangan orang yang dicintainya sehingga ia memaksakan kehendaknya pada Aira jika sedang marah.


Saat jatuh cinta, tubuh menerima stimulus berupa rasa deg-degan, bahagia, penasaran dan rasa takut (kehilangan). Hal ini membuat kelenjar adrenal yaitu dua buah kelenjar yang terletak di atas ginjal yang bertugas memproduksi hormon-hormon penting dalam tubuh, jadi memproduksi hormon epinephrine (adrenalin), norepinephrine (noradrenalin) dan kortisol dalam jumlah yang banyak di aliran darah.


Hal ini membuat amigdala di otak jadi aktif secara berlebihan. Efeknya pada tubuh sama seperti efek yang akan ditimbulkan saat mengonsumsi kokain. Bukankah seseorang yang sedang jatuh cinta pasti ingin terus bertemu atau terus bersama? Dan Aira berhasil melakukannya pada Ken tanpa ia sadari.


Sedangkan saat interaksi itu tak lagi terjadi, otak akan kehilangan stimulus-stimulus yang sebelumnya dirasakan saat jatuh cinta. Akibatnya, kerja amigdala pun berubah karena kehilangan hormon-hormon yang sebelumnya diproduksi dalam jumlah banyak. Efeknya hampir sama seperti saat seseorang berhenti memakai obat terlarang. Ada perasaan kalut karena terlanjur kecanduan atau ketagihan pada hal tersebut. Dia menjadi tidak rasional lagi untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan sekali lagi, Aira adalah candu untuk Ken, dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya.


*FYI : Buat para penggemar JPop bisa sambil dengerin lagu Aimer atau Masaki Suda yang judulnya Ito (Benang). Biar lebih dapet feel sedihnya. Sebenernya itu lagu lama, sekarang di cover sama mbak Ai. Bang Masaki nyanyiin ini juga buat soundtrack movie bareng Nana Komatsu. (Sayang ngga bisa tambah audio jadi ngga bisa author cantumkan lagunya. Yang mau lagunya boleh komen di bawah, nanti japrian kita. Author kasih lagunya, gratiss 🤗)


Ken merengkuh kepala Aira, menjadikan lengannya sebagai bantal tidur istrinya. Wajah damai di hadapannya membuat hatinya buncah oleh rasa bahagia. Perlahan ia mengelus perut istrinya yang masih terlihat rata


Cup


Ciuman itu mendarat di kening Aira. Ken memanjatkan doa terbaik untuk istri dan calon anaknya agar mereka selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.


Pertunjukan planetarium berakhir. Ken membawa Aira yang terlelap kembali ke apartemen tanpa membangunkannya. Ia akan berlaku baik dan lembut pada istrinya. Dengan hati-hati Ken membaringkan Aira dan melonggarkan syal yang melingkari lehernya.


"Ai-chan, hontou ni gomenasai." ucap Ken lirih. Ia duduk di sisi badan Aira dan mulai melepas sepatu yang dipakai istrinya.


(Aku sungguh-sungguh minta maaf)


Deg


Gerakan tangan Ken terhenti. Ia merasa seolah pernah melakukan hal ini sebelumnya, atau biasa disebut de javu. Bukankah ini pernah terjadi sebelumnya? Sesaat sebelum Ken memberikan surat pengajuan perceraian yang ditandatangani oleh Aira dan membuatnya menggila.

__ADS_1


FLASHBACK


"Apa kakimu masih sakit?" Ken duduk di depan Aira dan meraih kaki mungil di depannya. Ken melepaskan sneakers berwarna putih yang dipakai istrinya.


"Aku bisa sendiri." Aira menarik kakinya karena merasa tak enak diperlakukan seperti itu oleh suaminya.


"Biarkan aku melihatnya," Ken menahan kaki Aira tetap dalam jangkauannya. Ia membuka kaos kaki yang Aira kenakan dan mulai memijatnya perlahan.


"Setelah aku pergi, berjanjilah kamu akan baik-baik saja." ucap Aira.


Gerakan tangan Ken terhenti. Ia meneguk salivanya dengan paksa. Hatinya seperti tersayat saat mendengar penuturan Aira.


"Kamu sungguh ingin meninggalkanku?" tanya Ken dengan suara serak. Tenggorokannya terasa kering dan tak bisa berpikir jernih.


FLASHBACK END


Dan Ken mengingat dengan jelas bagaimana kejadian selanjutnya. Aira menandatangani surat pengajuan perceraian dan meminum obat kontrasepsi yang disiapkan oleh ibunya. Dan hal itu berhasil membuat Ken naik pitam sampai hampir membunuhnya. Padahal saat itu mungkin Aira sudah mulai mengandung buah hatinya.


"Gomen..." sebulir air mata berhasil luruh di pipinya, membuat Ken segera menghapusnya dengan sembarang. Penyesalan di hatinya tak tertahankan lagi.


Ken menundukkan kepalanya di kaki Aira. Ia menangis tersedu-sedu tanpa suara. Memeluk kedua kaki istrinya yang tengah terlelap, seolah meminta pengampunan atas kesalahannya di masa lalu.


Dan kilas balik saat ia mencambuk Aira sebelum masuk akademi kembali berputar di kepalanya. Juga sikap kasar yang ia lakukan sampai membuat Aira dibawa pergi dengan paksa oleh Yoshiro.


Aira menguatkan dirinya. Ia mempertaruhkan hidupnya berkali-kali hingga sekarang masih bertahan di sisinya. Tujuh bulan bukan waktu yang singkat. Jika itu bukan Aira, mungkin mereka sudah mengakhiri hidupnya berkali-kali.


Punggung Ken bergetar hebat, menahan isakan tangisnya agar tak terdengar oleh Aira. Ini pertama kalinya ia merasakan sakit yang tak terperikan. Ia kehilangan kata-kata dan hanya bisa mengeluarkan emosinya dengan menangis.


(tak terperikan : tidak bisa dikatakan/dijelaskan)


"Gomen, gomen, gomen..." sesalnya lirih.


*gomen : maaf


Aira terbangun dan melihat Ken yang sedang bersimpuh di kakinya. Tubuh tegap itu tampak berguncang, dengan permintaan maaf yang menyayat hati.


Aira mengulurkan tangannya, meraih puncak kepala Ken yang ada di atas lututnya. Ia mengusap surai hitam suaminya dengan sayang.


Deg


Gerakan tangan Aira membuat Ken seketika berhenti menangis. Ia menengadahkan kepalanya demi melihat siapa yang sedang berusaha menenangkan hatinya yang sedang kacau.


"Ii yo." ucap Aira lirih. Sebuah senyum terukir di wajah pucatnya. Ia bangun dari tidurnya dan duduk di depan Ken.

__ADS_1


(Tidak apa-apa)


Pria itu menundukkan kepalanya, tidak berani menatap istrinya. Atau lebih tepatnya ia tidak pantas menatap malaikat tak bersayap di depannya.


"Gomen.." ucapnya lagi, masih dengan menundukkan kepala.


"Berapa banyak kamu akan mengatakannya lagi? Bagaimana jika kamu menulisnya seribu lembar dan serahkan padaku besok pagi?" canda Aira, kembali mengelus kepala suaminya. Senyumnya semakin lebar melihat Ken yang garang seperti serigala bisa berubah seperti kucing yang lucu dan penurut.


"Kawaii..." ucap Aira sambil mencubit kedua pipi suaminya dengan gemas.


*kawaii : imut/lucu.


Aira mengusap bekas air mata yang tersisa di wajah suaminya dengan senyum terkembang.


"Ah, aku punya sesuatu untukmu." Aira memasukkan tangannya ke dalam saku baju hangat yang dipakainya.



"Taraaa..." Aira mengeluarkan sebuah lolipop bergambar awan yang sedang tersenyum. Ia membuka plastik yang membungkusnya dan menyerahkannya pada Ken.


"Tersenyumlah seperti awan ini." cetus Aira dengan wajah bahagia. Kesedihan yang ia tampilkan beberapa jam yang lalu seolah menghilang tak berbekas sedikitpun. Dan lagi. Ken yang bersalah dan membuat Aira marah, tapi pada akhirnya wanita itu yang berhasil menenangkan kekacauan di hatinya.


Ken menarik istrinya dalam pelukan. Ia merasa sangat beruntung bisa memiliki Aira di sisinya. Sekali lagi ia membuktikan kata bijak yang semua orang tahu, bahwa di balik kesuksesan seorang pria pasti ada wanita hebat di belakangnya.


*******


Hwaaaaaaaaaaaa..... Sampe berkaca-kaca author bayanginnya *halunya kebangetan udah mendarah daging sampe ke sum-sum tulang belakang mungkin 😂😂


Btw, author pernah disuntik tulang belakangnya, asli sakit tak terperikan 😣😭😭😭


Jadi kalian harus jaga kesehatan yaa. Jangan lupa makan & ibadah yang teratur. Hidup kita cuma sebentar, lakukan yang terbaik di setiap bidang yang kita kuasai. Saat kalian pengen ngeluh, ingat ada ribuan bahkan jutaan orang di luar sana yang tidak seberuntung kita. So, lakukan kebaikan sebanyak-banyaknya karena kita ngga tau amalan mana yang diterima buat nganterin kita ke surga.


Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan kemanfaatan untuk orang lain.


See you next day, thanks for like, vote, comment, etc. Author tanpa kalian hanyalah butiran pasir di lautan. Kecil dan tak ada artinya 😂😂


Spesial hug & kiss buat my best friend, bumil imut-imut yang selalu nungguin Ken-Aira update. Missing you little umma 😍😘😘😘


Udah ah capek cuap-cuapnya. Mau lanjut kerja lagi. Semangat yaa !!😉


Jaa mata ne,


Hanazawa easzy ♡

__ADS_1


__ADS_2