Gangster Boy

Gangster Boy
Season 3 : Terlalu Suci


__ADS_3

"Rin sekarang bekerja sebagai model di Diamond, tapi ternyata dia pecandu obat-obatan terlarang. Dia akan melukai dirinya sendiri saat sakau, itulah sebabnya aku melihat tangannya terluka waktu itu. Dia menyayat tangannya sendiri," ucap Aira.


*Sakau atau sakaw adalah gejala tubuh yang terjadi akibat pemberhentian pemakaian obat (termasuk narkotika) secara mendadak, atau akibat penurunan dosis obat secara drastis sekaligus. Gejala sakau sabu bisa sama kuatnya dengan saat kecanduan, seperti ada dua gejala yang muncul masalah emosional dan fisik. Salah satu bentuknya bisa melukai diri sendiri.


Ken melepaskan tangannya dari kaki Aira dan menatap istrinya dengan seksama. Ia terkejut dengan informasi yang disampaikan oleh istrinya.


"Apa kamu tahu siapa yang membuatnya mengonsumsi barang haram itu?" tanya Aira.


"Siapa?" tanya Ken sambil mengerutkan keningnya. Ia belum punya gambaran sama sekali karena Rin tidak ia perhitungkan dalam lingkaran masalah yang berkaitan dengan G ataupun Circle K. Ia terlalu fokus pada perusahaan itu dan melupakan permintaan Aira yang ingin Ken mencari tahu informasi tentang Rin.


"Manager Jun, dia salah satu orang yang bersumpah setia pada Mr. G, pemilik Circle K." Aira mengungkapkan informasi yang Minami sampaikan padanya.


Jawaban Aira membuat mata Ken membulat sempurna. Ia tidak menyangka akan mendengar hal itu. Ia melupakan asisten pribadi G yang ikut mengurus bisnis showbiz kebanggaannya.


"Dia orang yang sangat berbahaya. Ada fakta lain tentang orang itu yang belum kamu ketahui," ucap Ken ragu.


"Apa itu?" tanya Aira penasaran.


"Sebenarnya Kwon Ji Yong bukan pemilik perusahaan itu. Dia hanya memiliki 20% saham Circle K. Dia menjalankan perusahaan itu dan menentukan kebijakan kerjasama dengan perusahaan lain. Dia juga menguasai pasar gelap, menjual obat-obatan kimia berbahaya, termasuk narkoba. Tapi kepemilikan saham terbesar Circle K ada di tangan ibu tirinya, nyonya Hanako." Ungkap Ken yakin.


Deg!!


Aira takut bertemu Rin karena kemungkinan besar temannya itu bekerja sama dengan orang yang salah, atau dipekerjakan di tempat dan orang yang salah. Aira tidak ingin membahayakan dirinya sendiri. Katakanlah ia mencari aman dan tidak ingin memancing keributan apapun yang mungkin akan membahayakan nyawanya.


"Nyonya Hanako menikah dengan Tuan Kwon, mendiang ayah Ji. Awalnya nyonya Hanako tinggal di Korea dan membangun kerajaan bisnis mereka bersama-sama. Mereka melebarkan sayap hingga ke Jepang dan berhasil menguasai sebagaian besar pasar modal karena pengaruh tuan Ebisawa, kakak nyonya Hanako," jelas Ken.


"Awalnya bisnis mereka baik-baik saja. Tapi, tuan Kwon pernah membuat masalah denganku. Kamu ingat seorang wanita yang memiliki bekas luka di wajahnya? Dia pernah hampir membunuhmu saat kita ada di rumah kakek," Ken menatap istrinya tepat di manik coklatnya.


"Iya, aku ingat," jawab Aira.


"Aku membunuh suaminya sepuluh tahun yang lalu karena menyelundupkan obat-obatan terlarang dengan meminjam namaku. Padahal aku sama sekali tidak pernah berbisnis dengan narkoba. Wanita itu ingin balas dendam atas kematian suaminya dan menargetkanmu. Sayang sekali misinya gagal dan ia harus menyusul suaminya ke alam baka." Ken kembali mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu. Saat itu Aira hampir mempercayai wanita yang berpura-pura sebagai seorang cenayang. Wanita itu coba menghasut Aira agar meninggalkan Ken.


"Apa hubungan orang itu dengan tuan Kwon?"


"Orang itu adalah tangan kanan yang ditunjuk secara langsung sebagai otak bisnis Kwon Company. Aku menyiksa orang itu, membuatnya perlahan mati dengan sendirinya. Setelah orang itu mati, bisnis tuan Kwon perlahan meredup dan tidak lagi merajai pasaran. Kesehatan tuan Kwon semakin memburuk dan tiga tahun yang lalu akhirnya ia meninggal karena komplikasi berbagai penyakit yang dideritanya." Ken menatap langit berbintang dari kaca lebar yang menghadap balkon.


"Apa tuan G tahu tentang hal itu?"


Ken mengangguk, "Benar. Dia meninggalkan dunia hiburan yang telah membesarkan namanya, mengambil alih Kwon Company dan mengubah namanya menjadi Circle K. Dengan adanya kejadian itu, dia pasti sangat membenciku. Dia tahu aku yang sudah memusnahkan mesin uang milik ayahnya, membuat Kwon Company tumbang perlahan. Tapi dia tidak tahu apapun tentang bisnis." Ken menarik sebelah bibirnya ke atas, menyadari fakta yang ada.

__ADS_1


"Tidak tahu apapun tentang bisnis? Apa maksudnya?" tanya Aira penasaran.


"Dia selalu tinggal di asrama sejak masih sekolah, kemudian menjadi anggota sebuah idol grup di Korea Selatan dan mendapat banyak fans wanita. Dia tidak ingin bergantung pada koneksi ayahnya dan menyembunyikan identitasnya dengan baik, tidak pernah mengungkapkan apapun tentang keluarganya. Dia memakai nama panggung G Dragon. Pelafalan alphabet G adalah Ji, sesuai nama aslinya Ji Yong," jelas Ken.


Aira menganggukkan kepalanya, memahami penjelasan Ken. Ia menyadari kenapa Ken sangat berhati-hati pada pria bermarga Kwon itu.


"Dia keluar dari sarangnya setelah ayahnya meninggal dan berpikir bisa meneruskan bisnis tuan Kwon yang hampir pailit. Dia bekerja keras siang dan malam tanpa mengetahui adanya 'rubah betina' yang sedang mengincarnya." Ken kembali duduk menghadap istrinya setelah sempat berlalu mendekati jendela.


*pailit : bangkrut


"Rubah Betina? Nyonya Hanako?" tebak Aira.


"Benar. Nyonya Hanako diam-diam sudah memindahkan seluruh aset perusahaan menjadi miliknya. Hanya sebagian kecil saja yang ia sisakan untuk putra kandung tuan Kwon itu. Jadi, meskipun G tampak sangat berbahaya, nyatanya nyonya Hanako-lah yang bisa mengontrol semuanya. G tak lain hanyalah robot penghasil uang yang baru untuk wanita yang sekarang lebih dikenal sebagai nyonya Kwon."


"Nyonya Hanako merubah marganya menjadi nyonya Kwon?" Aira kembali menampakkan wajah penasarannya.


"Ya. Dia begitu ramah pada semua orang yang ia temui. Tapi di dalam hatinya dia memiliki akal yang sangat licik. Itulah sebabnya sejak awal G tidak sadar jika ibu tirinya sedang membodohinya, dia 'terlalu suci' untuk masuk ke dunia ini. Sama sepertimu yang tidak tahu apa-apa tapi ingin ikut pertemuan bisnis." Ken menjentikkan jarinya tepat di tengah kening Aira yang sedang berusaha mencerna penjelasan darinya.


Ctakk


"Aaghh.. Sakit!!" protes Aira sembari memegangi bekas sentilan suaminya, ia menatap sebal pada Ken yang tiba-tiba menjahilinya. Ia mengusapnya perlahan, pura-pura kesakitan.


"Lain kali aku tidak akan mengizinkanmu bertemu dengannya. Dia berbahaya," ungkap Ken serius.


"Huh!!" Aira menyingkirkan selimut yang menutupi kakinya dan bersiap bangun dari ranjang tempat ia dan suaminya duduk. Ia enggan melihat wajah menyebalkan milik ayah dari anak-anaknya ini.


Grep


"Mau kemana?" tanya Ken. Ia meraih pinggang Aira dan mendudukkannya kembali ke atas ranjang. Kedua tangannya melingkar dengan erat di depan perut Aira, mengunci istrinya agar tak bisa pergi kemanapun.


"Lepaskan. Aku haus!" Aira berusaha meloloskan diri dari dekapan suaminya, namun tak berhasil.


"Haus? Aku sudah menyiapkan air putih untukmu," Ken menunjuk segelas air putih yang ada di atas nakas, "Kalau kamu tidak mau minum, aku bisa meminumkannya dengan caraku. Kamu tahu 'kan cara seperti apa yang bisa aku lakukan pada istriku?" goda Ken dengan smirk di bibirnya.


Pertanyaan Ken membuat wajah Aira memanas seketika, ia malu karena paham benar cara apa yang mungkin akan Ken lakukan padanya. Pria itu pasti akan meminumnya kemudian memindahkan benda cair itu dari mulut ke mulut. Menyebalkan!!


"Itu aku sendiri yang menyiapkannya!" Aira semakin sebal pada tingkah suaminya ini yang justru menggodanya, membuat fokusnya berlarian entah kemana.


"Kalau begitu minumlah, aku belum selesai bicara," jawab Ken lirih.

__ADS_1


"Bicara apa lagi? Aku tidak ingin mendengar apapun lagi. Aku ingin pergi!" Aira masih berusaha memberontak pada kuncian suaminya.


"G adalah mantan pacar Yu," ungkap Ken berbisik di telinga Aira yang tak tertutup sehelai rambut pun.


Glek


Aira menelan ludahnya dengan paksa. Ia tidak bisa percaya pada fakta terakhir yang Ken ucapkan barusan. Rasa canggung yang Ken ciptakan sebelumnya, seketika menguap. Rasa penasaran kini mendominasi hati dan pikirannya.


"Ini, minumlah," Ken beranjak bangun dan memberikan segelas air putih untuk istrinya, "Kosuke menemukan banyak fakta penting yang mengejutkanku. Kamu pasti juga akan terkejut mendengarnya."


Aira menerima pemberian Ken dan meminumnya setengah bagian. Ia kembali menatap suaminya dengan berbagai pertanyaan yang berkecamuk di dalam kepalanya.


"Apa kamu yakin?" tanya Aira meragu. Ia tidak tahu sama sekali tentang kehidupan masa lalu temannya saat di akademi itu.


"Umm."



Ken mengambil beberapa lembar foto yang ia dapat dari Kosuke siang tadi dan menyerahkannya pada Aira. Disana tampak potret Yu yang berdiri bersisian dengan G atau Kwon Ji Yong. Tangan mereka saling bertaut.


Dilihat dari sifat Yu, dia tidak akan mudah menggandeng seorang pria. Bahkan ia seringkali bersikap acuh tak acuh pada pria yang mendekatinya, termasuk Yoshiro.



Foto lainnya menampilkan potret G yang tengah menahan Yu dari belakang. Mereka tampak begitu dekat satu sama lain. Pandangan mata Yu yang menatap langsung pada lensa kamera, menandakan ia tahu bahwa gambar dirinya akan diabadikan. Tapi dia terlihat tidak terganggu sama sekali, bahkan balas memeluk lengan G yang melingkari bahunya.


Masih ada beberapa foto lain yang kesemuanya menampilkan kedekatan G dan Yu. Hal itu membuat Aira menggelengkan kepalanya dengan kuat.


"Kamu bercanda 'kan?" Aira menuntut jawab pada suaminya.


"Tidak. Itulah faktanya. Dan sekarang mereka kembali berkencan. Yu meninggalkan Yoshiro demi pria itu," jawab Ken.


Aira berjalan gontai menjauhi Ken, "Itu tidak mungkin. Dia memintaku mempercayainya...,"


...****************...


Ugh.... Terrnyataaaaa... 😭😭😓


See you next day

__ADS_1


Hanazawa easzy


__ADS_2