Gangster Boy

Gangster Boy
Season 3 : Arigatou, Itoshii Hito


__ADS_3

"Makan?" tanya Ken heran. Istrinya baru saja makan 2 jam yang lalu dan sekarang ia sudah merasa lapar? Apakah keberadaan ketiga anaknya sungguh menguras isi perut istrinya?


"Mereka yang kelaparan, bukan aku." Aira berdalih menutupi hasrat makannya yang begitu luar biasa dengan menyalahkannya pada ketiga janin di perutnya. Ia mengelus ketiga putranya yang masih tersembunyi di dalam sana.


"Baiklah. Ayo kita makan." Ken pasrah. Ia menyanggupi permintaan istrinya, menemaninya makan lagi dan lagi.


Dukk


Tendangan yang begitu kuat di dalam rahimnya membuat Aira berhenti melangkah. Ia memegangi perutnya dengan satu tangan, sementara tangan yang lainnya mencengkeram punggung kursi di sebelahnya dengan erat.


"Daijoubu?" tanya Ken khawatir. Ia segera meraih lengan Aira, memperhatikan raut wajahnya yang terlihat kesakitan.


(Kamu baik-baik saja?)


Aira tak bisa menjawab. Ia menggigit bibirnya kuat-kuat. Merasakan tendangan bayi di dalam perut memanglah salah satu momen dalam kehamilan yang amat dinanti, namun kali ini sungguh membuat Aira kewalahan. Ia bahkan memutuskan untuk kembali duduk dan mengambil napas perlahan. Dadanya naik turun menandakan ia tidak baik-baik saja.


Ken segera meraih ponselnya dari dalam saku dan menghubungi seseorang.


"Moshi-moshi... "


"Kaori, ke Miracle sekarang!" perintah Ken tegas. Ia memutuskan sambungan dua arah itu dan segera berlutut di samping istrinya.


"Ai-chan," panggilnya khawatir karena wajah Aira yang berubah menjadi pucat.


Tanpa menunggu waktu lama, Ken segera menggendong tubuh istrinya ke ruang kerja dan membaringkannya di atas ranjang. Itu adalah ruangan tersembunyi yang biasanya dipakai saat Ken terpaksa menginap di kantor.


"Nona ... " panggil Minami khawatir. Ia segera mendekat dan membantu melepas sepatu yang Aira pakai.


Kosuke datang membawa segelas air putih hangat seperti permintaan Minami. Mereka berdua terkejut karena tiba-tiba Ken keluar dari ruang pertemuan dengan Aira dalam gendongannya. Padahal baru beberapa menit dia mengusir kedua asisten pribadinya itu keluar ruangan.


"Nona, minumlah." Minami mengambil alih perawatan Aira, membuat Ken terpaksa mundur beberapa langkah. Ia tidak tahu apa yang terjadi dengan istrinya dan memilih keluar ruangan bersama Kosuke.


"Hubungi dokter Maeda. Minta dia datang sekarang juga!" tegas Ken pada asisten pribadinya.


"Baik."


Dua puluh menit kemudian ....


Kaori berdiri dengan tangan bersedekap di depan badan. Ia menatap Ken dengan pandangan sebal karena tiba-tiba memanggilnya untuk datang ke Miracle.


"Aku bukan dokter kandungan!" ketusnya pada pria yang duduk sambil menyuapi istrinya.


"Gomen ne, Kaori-chan," ucap Aira tak enak hati.


(Maaf)


"Itu bukan salahmu. Suamimu saja yang terlalu impulsif, memanggil semua dokter seperti ada kejadian gawat darurat. Aku sampai meninggalkan rapat demi datang kesini." Kaori masih memasang wajah sebalnya.


Ken berpura-pura tidak mendengar keluhan Kaori. Ia fokus menatap potongan buah di tangannya sebelum menyuapkannya pada Aira. Tadinya ia begitu panik saat melihat Aira kesakitan, jadi ia spontan menghubungi Kaori. Hanya dia yang terlintas dalam pikirannya saat itu.


"Aku pergi. Awas saja jika menghubungiku lain kali hanya untuk melihat tendangan putramu!" pamitnya sebelum menghilang di balik pintu.


Dokter Hashimoto Maeda tersenyum melihat kemarahan juniornya di dunia medis. Kaori adalah bintang kampus, meskipun berbeda angkatan cukup jauh, tapi dokter Maeda cukup tahu sepak terjang gadis itu. Terlebih lagi ayahnya adalah salah satu pemilik rumah sakit di ibukota, tentu semua mata tertuju padanya bak seorang selebrita. Wajah Kaori yang cantik juga berhasil mencuri perhatian banyak orang. Tapi sayangnya, tidak ada satupun pria yang pernah terlihat bersamanya. Dia masih single di usianya yang memasuki angka 29.

__ADS_1


"Maafkan suami saya, Dok." ucap Aira pada dokter Maeda yang masih menatap pintu dimana bayangan Kaori terakhir kali nampak.


"Tidak masalah. Kebetulan jadwal saya kosong siang ini," jawab wanita yang masih memakai jas kebanggaannya itu. Dia duduk di kursi lain yang berseberangan dengan Ken dan Aira. Senyum ramah terkembang di wajahnya.


"Jadi, apa yang sebenarnya terjadi pada istriku?" tanya Ken ingin tahu.


"Bukan apa-apa. Anak-anak Anda hanya ingin menunjukkan eksistensi mereka."


Ken menautkan kedua alisnya sebagai respon jawaban yang disampaikan oleh dokter spesialis kandungan ini.


"Gerakan bayi dapat mulai dirasakan paling cepat saat kehamilan berusia 16 sampai 24 minggu. Biasanya, ibu hamil akan merasakan tendangan janin dari dalam perutnya sekitar 15-20 kali dalam sehari." Dokter Maeda menatap pasutri di depannya.


"Untuk ibu yang sedang hamil pertama kalinya, mungkin baru akan merasakan gerakan dari buah hati pada usia kehamilan sekitar 24 minggu. Ini karena mungkin ibu hamil masih tidak terbiasa dengan sensasinya sehingga belum mengenal makna dari pergerakan tersebut."


Aira tersenyum, ia menyetujui penjelasan yang dokter sampaikan.


"Perlu diketahui, bayi juga butuh peregangan dan melakukan gerakan untuk relaksasi. Pergerakan bayi dalam kandungan juga bisa merupakan suatu respons terhadap apa yang terjadi di lingkungannya. Awalnya, gerakan yang dilakukan oleh janin tersebut mungkin akan terasa seperti getaran. Kemudian, seiring perkembangannya, gerakan akan lebih terasa dan dapat dikenal sang ibu."


"Mungkin mereka sangat aktif karena saya duduk terlalu lama sebelumnya," terang Aira.


"Sesekali Anda perlu meregangkan badan jika terpaksa duduk diam selama berjam-jam. Sebenarnya pergerakan mereka adalah sebuah isyarat bahwa mereka berkembang dengan sangat baik," dokter Maeda mengambil naoas sejenak, "Untuk bisa menendang, bayi memerlukan kekuatan yang cukup untuk sang ibu bisa merasakannya. Selain itu, perlu kaki, lutut, otot, tulang, dan persendian untuk melakukan tendangan. Begitu itu semua berkembang, barulah bayi memperoleh kemampuan untuk “menggedor” perut ibu. Itu adalah cara sederhana dari bayi untuk memberi tahu bahwa mereka tumbuh besar dan kuat."


"Umm. Syukurlah," ucap Aira terharu.


"Alasan lain mereka bergerak aktifa adalah karena merasa tempatnya yang semakin sempit. Apalagi ada tiga malaikat kecil sekaligus dalam rahim Anda. Ada saatnya ketika gerakan bayi mulai sangat terasa, sehingga membuat ibu merasa kesakitan. Ini biasanya terjadi jelang akhir kehamilan karena si Kecil sudah kehabisan ruang.


Dengan ukurannya yang makin membesar di dalam rahim, bayi akan selalu mengubah posisinya agar merasa nyaman. Mereka juga mulai mendapatkan kemampuan untuk mendengar dunia luar meski masih samar-samar. Mungkin lain kali Anda bisa memperdengarkan musik untuk si Kecil. Pasalnya, banyak penelitian yang membuktikan bahwa musik berdampak baik pada perkembangan bayi dalam kandungan."


"Baiklah. Akan saya coba nanti," janji Aira.


"Bayi tidak akan selalu tertidur di dalam perut ibu. Ada kalanya ia terbangun dan aktif bergerak. Ketika pergerakan bayi seperti sedang ada “pertandingan tinju” di dalam perut, kemungkinan bayi sedang terbangun. Anda dapat memanfaatkan waktu ini untuk membacakan cerita atau sekadar mengajaknya berbicara."


Minami datang mengantarkan tiga cangkir teh hijau untuk ketiga orang yang duduk di tempatnya masing-masing.


"Terima kasih," ucap dokter Maeda yanh dijawab anggukan oleh Minami.


"Apakah porsi makan wanita hamil berhubungan dengan banyaknya bayi yang dikandungnya?" tanya Ken lagi. Ia sedikit khawatir dengan porsi makan istrinya yang termasuk berlebihan menurut penilaiannya.


"Benar, Tuan Yamazaki. Segala sesuatu yang dimakan oleh ibu, juga akan sampai ke bayi. Itu sebabnya, ibu hamil harus memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi selama hamil. Makanan yang sehat dan sarat gizi akan memberikan energi, begitu juga kepada bayi dalam kandungan. Bayi pun akan aktif menendang ketika mendapatkan “bahan bakar” dari ibunya. Karena istri Anda mengandung tiga buah hati, maka makanan yang ia konsumsi juga harus bisa mencukupi kebutuhan gizi ketiganya."


"Mereka sangat aktif saat menjelang tidur, Dok." Ungkap Aira.


"Itu normal, Nyonya," dokter Maeda lagi-lagi tersenyum, "Tendangan seringkali meningkat jika ibu berbaring ke kiri. Menurut penelitian, posisi berbaring menghadap ke diri akan membuat bayi sangat aktif bergerak. Kondisi ini terjadi karena posisi tersebut membuat suplai darah ke rahim meningkat sehingga itu membuat bayi jadi lebih aktif.


Kebanyakan ibu hamil akan merasakan tendangan bayi yang lebih sering setelah matahari tenggelam. Hal ini karena saat ibu bergerak pada siang hari, bayi akan merasa seperti diayun-ayun, sehingga ia akan lebih banyak tertidur. Pada malam hari, ketika pergerakan ibu jauh lebih sedikit, khususnya pada waktu istirahat, bayi akan bangun dan mulai bergerak.


Namun, perlu diingat, bukan berarti bayi tidak bergerak sama sekali pada siang hari. Bisa jadi ibu hamil sibuk beraktivitas, sehingga tidak menyadari saat bayinya bergerak. Dan seperti yang Anda ungkapkan sebelumnya, karena diam terlalu lama makanya pergerakan mereka terasa sangat mengejutkan Anda."


Ken bisa bernapas lega. Ia yakin istri dan anak-anaknya dalam kondisi baik sekarang. Penjelasan dokter berkacamata itu membuat pikirannya semakin terbuka, keadaan tubuh wanita hamil benar-benar kompleks.


"Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Bila tendangan bayi berkurang, mungkin mereka tengah mengalami stres. Selain itu, berkurangnya gerakan bayi juga dapat menandakan bahwa ibu hamil mengalami dehidrasi. Dalam kasus lain, minimnya pergerakan janin karena mereka kekurangan oksigen akibat terlilit tali pusat. Itu bisa diperiksa saat Anda melakukan USG.


"Nyonya, rajinlah memantau gerakan bayi dan memeriksakan diri ke dokter bila Anda tidak merasakan sepuluh gerakan dalam rentang waktu dua jam pada trimester ketiga atau jika tidak bisa membedakan antara kontraksi Braxton-Hicks dan kontraksi jelang persalinan yang sesungguhnya.

__ADS_1


Sederhananya, bila merasa gerakan janin berkurang atau ada perubahan pola gerakan, segera hubungi bidan atau dokter kandungan. Bisa jadi itu tanda awal kondisi janin kurang sehat."


"Baik, Dok."


"Anda suka makan buah?" tanya dokter saat melihat satu box salad buah telah habis, berpindah ke perut Aira hanya dalam hitungan menit.


"Iya."


"Tidak masalah. Bayi juga bergerak sebagai responnya untuk menyuarakan makanan apa yang sebaiknya ibu makan. Ini adalah pola normal dalam perkembangan janin dan tak ada yang perlu dikhawatirkan." Dokter Maeda mengakhiri penjelasannya. Ia berpamitan setelah menyesap teh hijau yang Minami sajikan.


(sumber : m.klikdokter.com/tendangan-bayi-di-dalam-perut)


"Sampai jumpa lain waktu, Nyonya. Pastikan Anda cukup istirahat," saran dokter Maeda pada pasien VVIPnya ini.


"Baik. Terima kasih, Dok."


Minami mengantar tamu khusus mereka sampai ke lobi, meninggalkan Ken dan Aira hanya berdua saja.


"Ayo istirahat,"


Hap


Ken menggendong Aira, membawanya kembali ke ruang istirahat khusus miliknya. Ia membaringkan Aira dengan hati-hati. Detik berikutnya, pria itu melepas sepatunya dan ikut masuk ke dalam selimut.


"Ken?! Apa yang kamu lakukan?" tanya Aira heran. Ini masih jam kerja dan suaminya justru berbaring di hadapannya.


"Istirahat," jawabnya enteng.


"Hah?" Aira membulatkan matanya mendengar kata-kata yang keluar dari mulut suaminya. Semudah itu mengatakan ia akan istirahat, jelas-jelas dia pemimpin perusahaan ini.


"Sudahlah. Aku lelah. Ayo tidur," Ken meraih kepala istrinya dalam pelukan. Ia segera memejamkan matanya, tak peduli pada dokumen yang masih bertumpuk di atas mejanya. Ia bisa memeriksanya nanti.


"Bagaimana dengan ... " pertanyaan Aira terhenti saat dilihatnya Ken benar-benar tertidur. Gurat lelah tercetak jelas di wajah putihnya. Ia tidak sempat istirahat tadi siang karena sibuk menyuapinya yang masih asik berselancar di dunia maya.


"Kurang dari satu menit dan kamu sudah terlelap? Apa kamu begitu lelah?" bisik Aira sambil membelai pipi suaminya dengan lembut.


Tak ada jawaban. Ken sudah masuk ke alam mimpinya.


"Arigatou, itoshii hito." Aira semakin mengikis jarak diantara mereka. Ia memeluk pinggang Ken dan mulai memejamkan matanya.


(Terima kasih, Sayang)


...****************...


Sweet-sweet terooooossss. Baper baper dah💃


Up lagi dong 😋😍😍


Jangan lupa like, komen n vote yaa. Lagi-lagi artikel tentang bumil. Ada yang bosen? Bodo amat dah, niat author emang mau berbagi ilmu *yaa walaupun hasil copas dari si Om, om gugel maksudnya 🤗


Kalo yang ngga suka, boleh di skip aja kok. Syukur-syukur bisa bermanfaat buat kita semua. Karena emang orang hamil tuh benar-benar kompleks. Temenku aja, si Little Umma jadi aneh. Jelas-jelas dia ngga doyan pedes, sekali hamil mau makan pedes. Aneh ngga tuh? Iya aneh, seaneh aku yang masih suka halu-in dia 😂😂


Syudah-syudah, jadi merembet kemana-mana kaaan, hiks hiks 😭😭

__ADS_1


Si yu bai bai,


Hanazawa Easzy ❤


__ADS_2