Gangster Boy

Gangster Boy
Season 3 : Trojan


__ADS_3

Jarum panjang menunjuk angka sebelas dan jarum pendek sedikit lagi tepat ada di angka dua belas, itu artinya hanya tersisa waktu lima menit saja sebelum istirahat makan siang dimulai. Kosuke memandang Minami, meminta pertimbangan apakah ia harus mengingatkan tuan dan puannya atau tidak.


"Ada apa?" tanya Ken yang menyadari Kosuke bergerak kesana kemari tak jelas tujuannya. Jelas-jelas ia tidak memanggil asistennya itu, tapi ia tampak sibuk.


"Tuan, Nona, waktu makan siang telah tiba," ucap Kosuke mengingatkan.


"Hmm," gumam Ken dan Aira bersamaan. Keduanya masih asik berkutat dengan pekerjaannya, Aira dengan laptopnya dan Ken dengan setumpuk dokumen yang tengah ia periksa.


Ken meletakkan dokumen di tangannya dan beralih memandang wanita hamil yang masih fokus dengan peranti elektronik di depannya.


"Ai-chan ... " panggil Ken lirih.


"Hmm," gumam Aira tanpa mengalihkan pandangan dari rangkaian bahasa pemrograman yang tengah ia geluti.


"Apa kamu lapar?" tanya Ken setelah melihat jam di pergelangan tangannya.


"Sebentar lagi."


Tak tak tak


Jemari Aira masih asik menari-nari, tidak peduli pada suaminya yang berharap ia menghentikan aktivitasnya.


"Huh, baiklah," Ken mengalah, ia hanya bisa menghembuskan nafas berat mendapati istrinya yang lupa waktu. Itulah sebabnya ia tidak ingin Aira terlibat dengan urusan programming atau yang lainnya.


Ia beranjak bangun dan memberi isyarat pada Kosuke untuk mengikutinya.


"Apa yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Kosuke setelah keduanya ada di ruang kerja Ken.


"Ada makanan apa yang sudah kamu siapkan?" tanya Ken sembari melonggarkan simpul dasi di lehernya.


"Ah, oh. Itu ... saya belum menyiapkan apapun. Maaf," ucap Kosuke. Ia menundukkan kepalanya membentuk sudut siku, menyadari kesalahannya yang melupakan hidangan makan siang untuk tuan dan nonanya, "Saya akan pesankan sekarang."


"Tidak perlu." Ken melepas jas yang ia pakai sedari pagi dan pergi dari ruangannya. Dengan langkah panjangnya, ia masuk ke dalam lift. Kosuke menyusulnya dengan tergopoh-gopoh.


"Tuan, apa yang bisa saya lakukan?" tanya Kosuke canggung. Ia berdiri di belakang Ken dan menatap takut-takut pada atasannya.


Ken pernah marah dan mendiamkan Kosuke selama tiga hari karena pria itu lupa memesankan makan siang. Dan hari ini, kesalahannya lebih fatal lagi karena ia melakukan kelalaian yang sama. Terlebih lagi ada Aira, Ken pasti sangat marah karena belum ada makanan saat jam makan siang tiba.


"Tanyakan pada Minami apa yang bisa dimakan oleh istriku," ucap Ken.


"Ah? Makanan?" Kosuke terkejut dengan permintaan Ken.


"Aku tidak akan mengatakannya dua kali!" ketus Ken.


"Ba.. baiklah."


Kosuke menghubungi istrinya dan menanyakan hal yang Ken pinta.


"Makanan?" Minami tampak sedikit berpikir, "Tidak sulit. Nona suka makan sup saat siang hari. Juga pastikan membawa dua atau tiga porsi buah. Para tuan muda kecil sepertinya menyukai buah dan makanan manis." Ucap Minami dari ujung telepon.


"Apa saja?" tanya Ken. Ia melangkah keluar lift melewati koridor menuju kantin.


Banyak pasang mata yang memperhatikan kedatangan Ken dan Kosuke. Keduanya adalah orang-orang yang paling penting di perusahaan ini. Tidak biasanya mereka makan di tempat ini. Bahkan mungkin bagi Ken, ini pertama kalinya ia datang ke kantin yang dikhususkan untuk karyawan Miracle. Biasanya, pria pewaris utama keluarga Yamazaki itu memilih makan di ruangannya sendiri atau pergi ke restoran kelas atas yang menyajikan makanan yang lebih mewah.


"Sup, buah, dan makanan manis."


Jawaban Kosuke membuat langkah kaki Ken terhenti sejenak di pintu masuk. Ia heran dengan selera makan istrinya yang begitu sederhana. Selama hampir satuntahun pernikahan mereka, Ken tidak pernah memperhatikan apa makanan yang digemari istrinya. Tidak bisakah wanita itu memiliki makanan favorit lain seperti steak atau semacamnya yang lebih berkelas?


"Hanya itu?" tanya Ken sangsi.


"Benar, Tuan. Nona lebih banyak makan buah akhir-akhir ini. Minami mengatakan untuk membawa dua hingga tiga porsi."

__ADS_1


Ken masuk ke dalam ruangan khusus karyawannya makan dan membaur dengan yang lain. Ia menuju ke salah satu antrean yang berhasil membuat orang-orang menyingkir. Mereka mengalah pada pemegang kekuasaan tertinggi di tempat ini.


Ken menatap heran pada semua karyawan yang seolah memberikan jalan untuknya. Ia mengerutkan keningnya, membuat kedua alisnya hampir bertaut.


'Apa aku semenyeramkan itu?' bisik Ken dalam hati. Ia meneruskan langkahnya, mengabaikan pandangan puluhan pasang mata yang tertuju padanya.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya seorang pria dengan pakaian khas juru masak yang berdiri di belakang meja. Di depannya ada berbagai lauk yang hampir semuanya makanan kaya gizi.


"Berikan beberapa makanan yang cocok untuk istriku," ucap Ken sambil mengedarkan pandangan ke arah lain. Ia menemukan apa yang dicarinya.


"Baik. Ada lagi, Tuan?"


Ken tidak menjawab pertanyaan pria yang berinteraksi dengannya sebelumnya. Ia berjalan menuju keranjang buah yang ada di sisi lain ruangan ini.


Dan lagi, seolah Ken adalah sebuah pisau tajam yang bisa melukai orang lain, semua karyawan yang ia dekati segera mundur. Langkah Ken menyibak barisan orang-orang yang bersiap mengambil buah sebagai hidangan pencuci mulut setelah makan. Gerakan itu lagi-lagi membuat Ken heran. Ia tidak menyadari betapa keberadaannya sangat berpengaruh di tempat ini. Jika bukan demi istri dan anak-anaknya, mana mungkin ia akan datang ke tempat ini.


Ken mengambil berbagai macam buah yang ia masukkan dalam sebuah keranjang. Ia melangkah pergi diikuti Kosuke yang tampak kerepotan membawa dua cup nasi dan beberapa kotak yang berisi lauk. Jangan lupakan semua karyawan yang menatap kepergian keduanya seolah baru saja menyaksikan pertunjukan paling langka abad ini. Pemegang saham terbanyak Miracle, Yamazaki Kenzo, bertindak layaknya manusia yang lain yaitu datang ke kantin karyawan untuk mengambil makanan. Ini sungguh mengejutkan.


Desas desus karyawan mulai terdengar begitu Ken dan Kosuke menghilang tertelan lift. Mereka bertanya-tanya penyebab Ken harus datang sendiri dan membawa begitu banyak buah. Beberapa menyahut bahwa mereka melihat Ken datang bersama wanita hamil pagi ini. Yang lain menimpali bahwa itu istrinya, nyonya Yamazaki.


Tanpa mereka ketahui, seorang wanita yang duduk di salah satu bangku tersenyum lebar. Ia tahu pasti orang-orang yang ada di bagian IT perusahaan ini tidak akan sanggup membereskan kekacauan sistem yang telah ia buat. Itu sebabnya Ken sampai membiarkan istrinya turun tangan. Dugaannya benar, permainan menjadi semakin seru.


"Rara-chan, maaf sedikit merepotkanmu."


...****************...


Waktu makan siang telah berakhir. Kelima staf IT yang sebelumnya istirahat juga sudah kembali memasuki ruangan dimana Ken dan Aira berada. Mereka menempati kursi masing-masing. Bersiap mendengarkan penjelasan nyonya Yamazaki, Khumaira Latif atau yang lebih akrab dipanggil Aira.


"Aku sudah membersihkan semuanya. Meskipun kode yang mereka gunakan cukup langka, tapi bukan berarti hal itu mustahil untuk diatasi. Ada beberapa tanda sistem kita terkena Trojan. Kalian harus lebih berhati-hati jika CPU mengalami kenaikan penggunaan yang misterius, itu penanda pasti adanya masalah." Aira memulai penjelasannya.


"Jika proses di dalam jaringan meningkat tanpa alasan, kemungkinan Trojan-lah penyebabnya. Gunakan pemantau aktivitas untuk memeriksa apa yang menguras CPU, dan akhiri tindakan jika masalah sudah ditemukan. Kita bisa mencari informasi tentang proses yang tidak dikenali untuk menentukan apakah proses itu berbahaya atau tidak."


"Selain itu, jika sistem tiba-tiba melambat secara signifikan atau mengalami crash secara teratur, maka itu juga menandakan adanya masalah dalam sistem jaringan kita. Gunakan perangkat lunak keamanan berkualitas tinggi untuk mencari tahu apakah masalahnya dapat ditemukan."


"Berikan edukasi pada staf yang lain jika mendapati iklan yang menjengkelkan dan bertambahnya jumlah spam di komputer, itu menunjukkan eksistensi Trojan adware. Jenis malware ini membagi-bagikan iklan yang terinfeksi untuk menyebarkan virus lebih lanjut. Jangan mengklik apapun yang tampak mencurigakan!" tegas Aira.


"Baik." jawab kelima orang itu berbarengan.


"Cari tahu nama aplikasi yang tiba-tiba melakukan pengunduhan tanpa kita minta. Hal itu guna memastikan bahwa aplikasi atau program itu bukan bagian penting dari sistem operasi. Jika bukan, harus segera dihapus. Saat dunia online menjadi semakin ramping, begitu pula dengan Trojan. Tidak ada jaminan kita akan dapat mendeteksi masalah lain kedepannya, jadi penting juga untuk mengetahui cara menghindari terjangkit Trojan sejak awal."


"Nyonya, bagaimana jika satu komputer sudah terinfeksi Trojan? Apa yang bisa dilakukan?" tanya tuan Watanabe. Beliau bertanggungjawab pada sistem keamanan Miracle secara keseluruhan.


"Ada beberapa kiat menghindari penularan. Trojan seringkali dikirim melalui lampiran pada email spam. Dengan mengunduh file, Anda menginfeksi diri sendiri secara aktif. Hindari membuka email dari orang yang tidak dikenal. Perangkat lunak palsu merupakan penyebar umum lainnya. Korban akan memilih untuk menginstal suatu program, tanpa menyadari bahwa program itu menyisipkan Trojan. Unduh aplikasi yang sudah ditinjau hanya dari sumber tepercaya demi menghindari masalah ini."


Ken kembali menikmati aksi istrinya yang tampak begitu profesional. Ia tidak tahu wanita ini begitu berbakat di dunia IT. Selama ini Ken meremehkan istrinya yang tidak pernah unjuk gigi. Dulu saat mendapatkan data rahasia Mone, ia pikir itu atas bantuan orang lain, mungkin Yu atau Yoshiro. Ah, entah bagaimana hubungan kedua orang itu. Ken tidak yakin pada keduanya. Jalinan mereka cukup rapuh dan mudah diputuskan oleh pihak lain. Sayang sekali.


"Kita tidak selalu harus mengunduh virus Trojan secara aktif, hanya dengan mengunjungi situs web yang terinfeksi, sudah cukup untuk mentransfer infeksi. Untuk mengurangi risiko, hindari mengklik iklan spanduk atau mengunjungi situs web sembarangan. Freeware merupakan perangkat lunak tanpa biaya yang mudah diunduh dan dapat memecahkan masalah nyata yang dihadapi pengguna. Walaupun freeware itu nyaman, Trojan kerap dibonceng oleh program seperti ini. Ingatkan semua orang untuk memeriksa ulasan dari setiap program gratis sebelum mengunduhnya."


Aira berhenti sejenak, ia mengambil minum yang Ken berikan dan meneguknya separuh bagian.


"Walaupun masalah ini tersebar luas, solusinya memang ada. Dengan mengambil langkah pencegahan demi melindungi diri, sistem bisa tetap aman dari ancaman Trojan. Ingat! Unduhan apapun berpotensi mengandung ancaman. Situs web, iklan, dan pesan yang berisi unduhan otomatis sering kali menyembunyikan malware. Hindari mengklik iklan spanduk dan tautan mencurigakan, jangan gunakan URL yang dipersingkat dan pikirkan baik-baik sebelum mengizinkan unduhan apa pun."


"Pastikan tetap gunakan sumber terpercaya!" Aira menekankan intonasi kalimatnya, "Apakah situs web, korespondensi, atau perangkat lunak, merek tepercaya selalu menjadi opsi terbaik. Jika perusahaan diuji oleh khalayak umum, kita akan tahu jika muncul suatu masalah. Nama baik adalah raja di internet!"


"Solusi yang tak kalah penting adalah gunakan firewall. Firewall menyaring data dari internet yang masuk ke perangkat kita. Meskipun mayoritas sistem operasi sudah dilengkapi dengan firewall perangkat lunak bawaan, ada baiknya juga untuk menggunakan versi firewall perangkat keras untuk perlindungan akhir."


Ken tersenyum bangga melihat istrinya begitu piawai memberikan pengarahan pada karyawannya ini. Sepertinya ia harus memberikan hadiah khusus untuk wanita hamil kecintaannya ini. Otaknya sungguh jenius dan harus mendapat penghargaan khusus.


"Yang terakhir, instal antivirus berkualitas tinggi. Perangkat lunak anti-virus dan anti-malware adalah lini pertahanan pertama, jadi penting untuk memiliki yang terbaik. Program-program ini dapat memindai perangkat yang kita gunakan untuk mendeteksi masalah dan memperingatkan kita jika muncul masalah."


"Trojan adalah bentuk malware yang rumit, jadi dibutuhkan lebih dari sekadar mata manusia untuk mengenalinya. Dengan menggunakan perangkat lunak keamanan seperti antivirus dan firewall, sistem jaringan kita akan diperkuat dengan lapisan perlindungan ekstra. Tidak semua perangkat lunak antivirus memiliki kemampuan untuk mendeteksi Trojan. Salah satunya Norton Antivirus."

__ADS_1



Aira menunjuk layar dimana tampak beberapa logo antivirus yang tengah ia jelaskan.



"Norton adalah merek keamanan yang diakui secara global dan tepercaya, dengan tingkat deteksi yang mengesankan yaitu sebesar 100%. Dengan menggunakan fitur LiveUpdate, kita dapat memindai semua Trojan yang dikenal saat ini, mengkarantina file-file yang terinfeksi dan melenyapkan semua ancaman dari sistem. Untuk opsi berbiaya rendah, Norton Power Eraser berjanji untuk memindai dan menghapus malware secara gratis!"


"Yang kedua ada BitDefender yang dikenal sebagai salah satu antivirus terandal. BitDefender unggul dalam mengidentifikasi malware dan memulihkan masalah dengan cepat. Program ini menawarkan perlindungan dan penyaringan web secara real-time, dan memiliki tingkat deteksi sebesar 99,9%. Perusahaan tersebut juga menyediakan alat khusus untuk mengatasi ancaman Trojan yang agresif, dan alat itu sangat berguna."


"Antivirus lainnya ada Avast. Meskipun bukan antivirus yang paling kuat, Avast menawarkan versi gratis hemat biaya yang dilengkapi dengan alat penghapus Trojan. Aplikasi tersebut dinilai “sangat baik” oleh para pakar di industri ini, dan juga menyediakan fitur pembersihan peramban serta keamanan kata sandi."


"Itu sedikit yang bisa saya jelaskan. Meskipun tersedia paket anti-virus dan anti-malware berkualitas tinggi lainnya, sering kali paket-paket itu tidak menyertakan elemen anti Trojan. Pastikan untuk mengonfirmasi fitur itu sebelum membeli paket yang akan digunakan."


"Lindungi sistem dari ancaman trojan sekarang! Seperti kita tahu, Trojan telah ada nyaris seusia internet sendiri. Mereka bisa lebih merusak daripada kebanyakan jenis malware, hanya saja mereka cukup sulit ditemukan. Dengan mengubah kebiasaan menjelajah web, kita akan dapat membantu mencegah infeksi. Namun jika ingin menjamin keselamatan, maka berinvestasi pada anti-virus merupakan pilihan terbaik. Itu saja. Terima kasih atas atensi kalian." Aira tersenyum sebagai penutup penjelasannya kali ini. Ia bernafas lega karena berhasil menyampaikan semua hal yang harus ia katakan.


(sumber artikel : id.safetydetectives.com "Apa itu Trojan dan Bagaimana Melindungi Darinya")


"Kalian bisa kembali ke ruangan masing-masing!" perintah Ken pada kelima staf kepercayaannya.


Mereka undur diri setelah menunduk takzim, membiarkan Ken dan Aira bersama kedua asistennya.


"Sstt," Ken memberikan tanda pada Kosuke untuk keluar dari ruangan ini. Ia menggerakkan matanya, mengisyaratkan agar asistennya itu mengajak istrinya meninggalkan mereka berdua.


"Nani?" tanya Kosuke tak mengerti. Ia masih terkagum-kagum pada kemampuan nonanya menyelesaikan masalah rumit ini.


(Apa?)


'Pergi!' ucap Ken dalam hatinya. Ia mulai merasa geram sendiri karena asistennya itu tidak peka sama sekali atas isyarat yang ia berikan.


Minami segera menarik suaminya keluar dari ruangan itu sebelum mendapat kemarahan Ken. Lebih baik ia cari aman sebelum terlambat.


"Kalian kemana?" tanya Aira sebelum Minami dan Kosuke menghilang.


Cup


"Terima kasih, sayang." Ken mencium pipi Aira. Ia mencengkeram lengan istrinya yang tertutup sweater rajut berwarna lavender, warna kesukaannya.


"Mana hadiahku?" tanya Aira sambil menengadahkan kedua tangannya.


"Hadiah?" Ken tampak berpikir sejenak, "Aku tidak memiliki apapun saat ini. Bagaimana jika aku yang menjadi hadiah untukmu? Apa kamu akan menerimanya?"


Godaan Ken membuat pipi Aira memerah. Ia segera berlalu dari hadapan suaminya dan memilih kembali duduk di kursinya semula.


"Aku lapar. Bagaimana kalau mentraktirku makan?" tanya Aira. Ia mengeluarkan jurus andalannya, puppy eyes yang tidak akan sanggup Ken tolak.


"Makan?" tanya Ken heran. Ia menatap jam tangannya, baru pukul 2 siang. Itu artinya, Aira baru makan 2 jam yang lalu dan ia sudah merasa lapar lagi? Ini sungguh mengejutkan.


"Mereka yang kelaparan, bukan aku." Aira berdalih menutupi hasrat makannya yang begitu luar biasa dengan menyalahkannya pada ketiga janin di perutnya. Ia mengelus ketiga putranya yang masih tersembunyi di dalam perut.


"Baiklah. Ayo kita makan." Ken pasrah. Ia menyanggupi permintaan istrinya, menemaninya makan lagi dan lagi.


...****************...


Kok jadi laper yaa 😂😂


Ya Tuhan, tolong kirimkan satu manusia macam Ken untuk author ini. Aamiin 😄💃💃


Jan lupa like, komen n vote yaa. See you & bye-bye...


Hanazawa Easzy

__ADS_1


__ADS_2