Gangster Boy

Gangster Boy
Gangster Boy : Otak Kedua


__ADS_3

Ken bicara empat mata dengan Yuki. Saat itu Kaori datang dan menjelaskan tentang hasil autopsi atas jenazah dokter Olivia. Kosuke datang melaporkan bahwa ponsel dokter Olivia ditemukan dalam keadaan rusak dan masih berusaha diperbaiki oleh Yu.


"Terus awasi perkembangannya. Aku harus pergi sekarang!" pinta Ken pada Kosuke


"Baik. Akan saya laksanakan," jawab pria berpakaian serba hitam itu.


Ken melenggang keluar dari ruangan pribadinya setelah ketiga tamunya undur diri. Ia bisa sedikit bernapas lega saat mengetahui perkembangan kasus ini. Meski masih ada teka-teki yang harus ia pecahkan terkait kasus ini, setidaknya ada beberapa potong puzzle yang berhasil orang-orangnya himpun. Sedikit lagi, ia pasti akan bisa mengungkapkannya, termasuk penyebar berita bohong yang memfitnah Miracle melalui platform berita online dua pekan yang lalu.


"Sudah masuk waktu makan siang. Apa Anda ingin makan lebih dulu sebelum kembali, Tuan?" Kosuke melihat jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 11.50 siang.


"Tidak. Aku akan makan bersama istriku nanti," jawabnya singkat, tak sabar ingin segera bertemu dengan Aira fan ketiga anak-anaknya.


"Baik." Kosuke menundukkan kepala, menyetujui ide atasannya itu. Mereka berdua masuk ke dalam lift dan mulai turun ke bawah.


"Apa kamu mengalami kesulitan dengan kehamilan istrimu?" pancing Ken. Ia ingin tahu seberapa menderitanya personal assistant yang selalu ada di sampingnya ini.


"Eh? Ah... oh, itu." Kosuke tergagap dengan pertanyaan yang Ken lontarkan. Ia tidak siap dengan pertanyaan pribadi ini. Sepuluh tahun ia bekerja pada pria pewaris keluarga Yamazaki ini, baru sekarang dia ditanyai hal yang terkesan pribadi. Ken benar-benar berubah sejak Aira masuk ke dalam hidupnya. Ia jadi lebih manusiawi, bukan lagi gangster dan pebisnis berdarah dingin yang hanya memikirkan untung rugi perbuatannya, setidaknya hatinya kini berfungsi dengan baik.


Ken tersenyum melihat asisten pribadinya yang tampak canggung untuk sekedar menjawab pertanyaan itu. Dia bahkan sampai memegangi tengkuknya, respon tanpa sadar saat seseorang merasa malu, bingung dan canggung dalam waktu bersamaan.


"Kondisinya akan membaik saat memasuki trimester kedua. Bahkan mungkin kamu akan kewalahan saat itu. Mereka seperti monster dengan lonjakan libido yang meningkat pesat. Bersiaplah!" Ken berbagi pengalaman pribadinya dengan Aira. Ia ingin wanitanya itu sangat agresif kala itu, bahkan meninggalkan banyak tanda cinta seperti sekarang ini.


"Apa Nyonya juga seperti itu?" tanya Kosuke ragu-ragu.

__ADS_1


"Umm. Aku bahkan sampai frustasi dan berkonsultasi dengan dokter Kaori. Dia baik-baik saja, hanya hormon di dalam tubuhnya yang memang mendorongnya untuk seolah-olah membenciku. Itu saja," jelas pria berkemeja putih ini.


"Ah, kenapa sekarang memanggilnya Nyonya? Bukankah sebelumnya kalian berdua (Kosuke dan Minami) terbiasa memanggil istriku dengan sebutan 'Nona'?" tanya Ken penasaran. Sebenarnya ia ingin menanyakan hal ini sejak lama, tapi baru kali ini ada kesempatan hanya berdua saja dengan Kosuke.


"Itu, nyonya yang memintanya." Kosuke menjawab singkat.


"Aira?" heran Ken dengan kening berkerut, sangsi atas kesaksian Kosuke. Ia tahu benar seperti apa tabiat istrinya itu. Dia tidak terlalu peduli pada panggilan yang disandangnya. Ia bukan wanita diktator seperti ibunya. Aira mempunyai hati yang halus, sama seperti ibu kandungnya, ibu Anita.


"Bukan. Nyonya Sumari, ibu Anda." Kosuke tersenyum getir merasa tak enak hati menyebut nama ibu kandung tuannya ini.


"Ah, pantas saja." Ken mengakhiri pembahasan tak penting ini. Tidak ada yang bisa membantah perintah ibunya, bahkan ayahnya sekalipun. Kemampuan ibunya hanya bisa beradu dengan kakek Yamazaki, tidak ada yang lain. Sungguh kombinasi seorang ayah dan putrinya yang luar biasa. Saat mereka berdua (nyonya Sumari dan kakek Yamazaki) bekerjasama, tamatlah riwayat siapapun yang menjadi musuhnya.


Ting


"Kamu tidak perlu ikut. Aku akan pergi sendiri. Nikmati makan siangmu bersama Minami dan urus semuanya selama aku tidak di sini," ucap Ken saat keduanya sampai di tempat parkir. Sebuah kendaraan roda empat berwarna hitam ada di depan keduanya, bersiap membawa Ken pulang ke kediamannya, beberapa kilometer dari tempat ini.


"Baik. Akan saya laksanakan." Kosuke mundur dua langkah sambil menundukkan kepala. Ia mempersilakan tuannya untuk pergi.


"Ah, hampir lupa." Ken merogoh saku jasnya dan mengeluarkan vitamin khusus untuk ibu hamil. "Ai-chan memintaku memberikan ini untuk istrimu. Jaga dia dengan baik & manjakan dia."


Ken menyerahkan satu botol berisi ratusan butir vitamin berwarna merah muda, suplemen khusus yang didapatkan dari dokter spesialis kandungan.


"Arigatou gozaimasu," ucap Kosuke dengan senyum terkembang di wajahnya. Ia terharu karena puannya masih memperhatikan Minami meski bukan lagi bertugas sebagai pengawal pribadinya.

__ADS_1


(Saya ucapkan terima kasih)


Awalnya Aira meliburkan Minami karena kondisi kesehatannya saat itu yang sedang hamil muda, takut perkembangan janinnya akan terganggu jika terlalu lelah. Namun setelah kondisinya membaik, ia membantu Kosuke mengurus banyak hal. Terlebih lagi sejak adanya kasus pemalsuan produk Miracle Cosmetics, mereka sibuk kesana kemari mencari bukti bahwa itu hanyalah rumor yang tidak benar.


Dan sejak kehadiran Sakura Kobayashi di sisi Aira, Minami ditugaskan kembali ke perusahaan. Ia dan Kosuke bahu membahu menyelesaikan tanggung jawab mereka sebagai asisten pribadi Yamazaki Kenzo, wakil direktur Miracle ini. Keduanya bekerja sama dengan staf manajerial atau eksekutif senior untuk mengerjakan hal-hal administratif.


Minami bertugas mengelola buku harian dan mengatur pertemuan dan janji temu antara Ken dengan klien Miracle, entah itu para investor maupun perusahaan iklan yang menjalin kerjasama dengan perusahaan besar berskala internasional ini. Termasuk di dalamnya melakukan pemesanan atau mengatur perjalanan, transportasi, dan akomodasi jika ada pertemuan di luar perusahaan.


Sedangkan Kosuke bergerak di bagian lainnya yakni mengingatkan Ken tentang tugas dan tenggat waktu penting yang telah tersusun dalam jadwal. Terkadang ia mengetik, menyusun, dan menyiapkan laporan, presentasi, dan korespondensi. Seperti presentasi yang Ken lakukan saat rapat bersama investor hari ini, Kosuke yang membuat file awalnya dan Ken tinggal menyempurnakannya.


Sebagai seorang personal assistant, Kosuke juga bertanggung jawab menerapkan dan memelihara prosedur atau sistem administrasi. Ini berhubungan dengan staf, pemasok, maupun klien. Ia akan mengumpulkan dan mengarsipkan biaya proyek-proyek yang Ken setujui. Atas dasar tugas inilah, ia bisa melakukan penelitian atas nama Yamazaki Kenzo. Bisa dikatakan, selain sebagai tangan kanan, Kosuke merupakan otak kedua yang Ken miliki untuk menjalankan perusahaan ini.


Berkat kemampuannya ini, pantas jika Ken mengganjalnya dengan gaji yang besar. Ia bisa mendapatkan bayaran 3 sampai 4 kali lipat dibandingkan dengan karyawan Miracle pada umumnya. Kosuke dengan senang hati menjalankan tugasnya. Selain karena uang, profesinya yang menuntut untuk bertemu orang-orang baru, menjauhkannya dari rasa bosan bekerja selama 8 jam di kantor.


Pengusaha dengan mobilitas tinggi seperti si yakuza Yamazaki Kenzo, direktur perusahaan, petinggi sebuah lembaga, bahkan para selebritis, membutuhkan setidaknya satu orang untuk membantu mereka mengatur jadwal dan urusan-urusan lainnya. Disinilah peran personal assistant sangat dibutuhkan.


...****************...


Episode ini sengaja ngulik dikit tentang Kosuke sama Minami, si Personal Assistant ini. Kenapa Minami jarang muncul akhir-akhir ini, karena dia sibuk bantu-bantu si paksu, abang Kosuke 😂😂


Next episode baru Ken-Aira muncul. Ada yang udah nungguin? Sabar yaa 🤗😋


See you, 😉

__ADS_1


Hanazawa Easzy


__ADS_2