Gangster Boy

Gangster Boy
Season 2 : Aku Merindukanmu


__ADS_3

Shun ikut dalam penerbangan menuju Rusia tanpa bisa Ken cegah. Pria itu menyuntikkan antivenom pada Aira yang mulai merasa kesulitan bernafas saat pesawat berada di ketinggian. Dia bahkan mencium punggung tangan Aira tanpa Ken ketahui. Hal itu membuat Aira tidak nyaman dan memilih pergi menghampiri Ken di bagian belakang pesawat.


"Ken... Aku ingin istirahat." ucap Aira sambil memeluk suaminya. Ia menghirup parfum Ken yang beraroma lavender, aroma favoritnya.


"Ada apa?" tanya Ken. Ia terkejut karena tiba-tiba Aira memeluknya. Bahkan lengan baju istrinya itu masih tergulung sampai siku. Aira hanya menggelengkan kepala tanpa melepas dekapannya. Ia benar-benar ingin bersembunyi dari ingatan menjijikkan tadi.


"Apa dia mengganggumu?" tanya Ken seraya berusaha mengurai dekapan istrinya, tapi Aira hanya menggelengkan kepalanya.


"Jangan pernah meninggalkanku. Aku takut." ucapnya tanpa memberitahu detail kejadiannya. Jika Ken sampai tahu, habislah riwayat pria 28 tahun itu. Bisa dipastikan Ken akan menyerang Shun sekarang juga, bahkan bisa saja Ken langsung melemparnya dari pesawat ini. Dan Aira tidak ingin suaminya bertindak diluar kendali, mereka masih mempunyai misi lain yang lebih penting.


"Baiklah. Ayo istirahat." ucap Ken pada akhirnya. Ia membawa Aira ke salah satu kabin yang digunakan sebagai kamar pribadi mereka berdua. Aira segera naik ke atas ranjang dan bersembunyi di balik selimut.


"Ai-chan, jangan pikirkan apapun. Buat dirimu senyaman mungkin. Katakan jika ada yang kamu inginkan." Ken menemani istrinya beristirahat. Ia mengelus pipi chubby di depannya penuh kasih sayang.


Aira mengangguk, perlahan ia mulai memejamkan matanya. Mencoba masuk ke alam bawah sadarnya dan melupakan kejadian tak mengenakkan yang Shun lakukan sebelumnya. Ia berhak bahagia dengan tidak memikirkan orang tak tahu diri itu. Jelas-jelas mereka semua pergi untuk menemukan adiknya, tapi dia masih mencuri kesempatan dalam kesempitan.


Ken keluar dari kamar 30 menit kemudian. Ia merapikan pakaiannya yang sedikit kusut karena ikut berbaring di sisi Aira tadi.


"Kosuke, kita mulai sekarang." ucapnya tanpa ekspresi. Kosuke mengangguk mengiyakan perintah tuannya.


Ken duduk di pojok lounger berwarna putih itu. Menyandarkan punggungnya ke belakang dan menghembuskan nafasnya perlahan. Ia harus bisa mengembalikan fokusnya agar bisa berpikir jernih.


*lounger : kursi panjang


Yu dan Kaori duduk di kursi yang sama dengan Ken, berjarak beberapa langkah saja. Kosuke dan Minami berdiri di samping Ken, bersiap menerima perintah berikutnya dari tuannya. Shun duduk di single seat yang berseberangan dengan Ken. Ia melihat sekeliling dan tidak mendapati Aira dimana pun. Sebuah smirk terukir di bibirnya, mengerti jika Aira sengaja bersembunyi darinya. Semuanya bersiap dengan agenda berikutnya yaitu pemaparan rencana yang telah Ken siapkan, termasuk Yoshiro yang memilih berdiri di pintu. Bersandar pada papan pembatas antara lounge ini dengan kursi penumpang di bagian depan pesawat.


"Mulai." ucap Ken pada Minami.

__ADS_1


Asisten istrinya itu langsung mengambil posisi, menghidupkan proyektor yang telah ia siapkan dan menghadap layar hologram di depannya.


"Selamat siang Tuan, Nona. Saya akan menjelaskan rencana..."


"Langsung saja." Shun menyela ucapan Minami membuat Ken semakin tidak menyukai keberadaan pria yang satu ini. Minami mengambil nafas, mencoba tidak terpengaruh dengan ucapan pria berpalto hitam itu.


"Saya akan menjelaskan rencana misi kita kali ini. Kita akan sampai di Moskwa malam nanti dan masih ada sedikit waktu untuk istirahat sebelum memulai misi kita esok hari."


"Intinya saja!" perintah Shun.


Hal itu membuat Kosuke mengepalkan tangan karena emosi. Ia tidak suka istrinya diganggu oleh Shun. Ken menggelengkan kepalanya meminta Kosuke untuk tidak melakukan apapun.


"Besok akan ada pertemuan antara Yamaken, Mone dan producer director yang menghandle iklan kosmetik Miracle. Kosuke akan mewakili pihak kita terkait teknis pemotretan lusa. Dia akan menanamkan virus silent itu pada ponsel Mone. Tidak ada agenda khusus lain. Saya akan memasang beberapa kamera tersembunyi di studio foto yang akan mereka gunakan lusa. Nona Yu, apa Anda bisa meretas rekaman CCTV yang ada di sana? Nona Aira akan menangani silent dan mencari pihak yang selama ini menyembunyikan Mone dari kita."


*silent : virus ciptaan Ken


"Serahkan itu padaku." jawab Yu mantap.


"Lusa adalah hari pertama pemotretan Yamaken dan Mone. Tidak ada yang boleh mengacaukannya, termasuk Anda tuan Oguri." Minami menatap pria di sebelah kanannya dengan pandangan tajam.


"Hari kedua akan diadakan pemotretan outdoor di sebuah restoran, saat itulah tuan muda dan nona Aira akan datang ke sana."


"Aku akan datang." cetus Shun tak tahu malu. Benar-benar menyebalkan.


"Apakah anda ingin mengacaukan rencana kami, tuan Oguri Shun yang terhormat?" sindir Kosuke tak bisa menahan emosinya lagi.


Minami menahan lengan Kosuke, meminta pria itu untuk diam. Ia masih bisa menangani keadaan ini.

__ADS_1


"Tuan Oguri, jika anda muncul hari itu maka bisa saya pastikan adik anda tidak akan datang lagi untuk melanjutkan kontrak iklannya. Jadi mohon bersabar sampai waktunya tiba atau anda akan mengacaukan rencana kami. Tidakkah anda ingin tahu siapa pihak yang menyembunyikan adik anda?" tanya Minami dengan senyum terkembang di wajahnya, "Sampai nona menemukannya, tolong kerja sama anda, Oguri-san." Minami menundukkan kepalanya meminta Shun menyetujui ucapannya.


Shit!!


Shun menggeram menahan emosi, terlihat dari tangannya yang mengepal.


Yoshiro kembali duduk ke kursi penumpang miliknya. Ia mulai memasang headphone di telinganya dan mulai mendengarkan musik sambil memejamkan mata. Ia akan tidur sejenak, lagi pula tugasnya tidak terlalu penting di sini. Ia hanya akan menjadi pengawal bayangan yang tak terlihat. Berjaga-jaga akan kejadian tak terduga yang mungkin akan mereka temui nanti.


*******


Matahari tepat ada di atas kepala saat Mone memasuki sebuah restoran bersama ibunya, Anna. Di depan mereka PD Simon tampak datang menghampiri.


"Kalian sudah datang. Ayo cepat masuk, rekan kerjamu sudah menunggu di dalam." ucap pria bertopi itu dengan wajah gembira.


"Berapa orang?" tanya Mone dengan raut wajah menegang. Ia merasa was-was jika Aira ada di sana. Entah kenapa ia ingin bertemu secara langsung dengannya.


"Tiga. Yamaken, manajernya dan penanggung jawab Miracle." jawab PD Simon renyah. Ia menantikan kerjasama ini, bagaimanapun juga ia adalah seorang pebisnis. Miracle mengeluarkan banyak uang hanya untuk iklan kosmetik mereka. Simon merasa beruntung bisa bekerja sama dengan mereka dan menantikan kerjasama berikutnya yang mungkin akan mendatangkan keuntungan yang lebih besar lagi.


"Selamat siang. Maaf membuat anda menunggu lama." ucap PD Simon sembari menyalami tiga orang tamu mereka satu per satu.


Yamaken tersenyum menatap gadis 20 tahun di depannya, "Senang bertemu denganmu lagi, Mone-chan." ucap Yamaken sambil tersenyum hangat, sedangkan Mone hanya mengangguk demi menjaga kesopanannya. Sejujurnya ia kecewa tidak mendapati Aira di sana, tapi ia juga tidak tahu apa yang akan ia lakukan jika bertemu dengan Aira. Wanita Indonesia itu bahkan tidak tahu jika mereka bersaudara, jadi apa yang ia harapkan darinya?


'Kakak, aku ingin bertemu denganmu. Aku merindukanmu.' lirih Mone dalm hati.


*******


See you next day 🤗

__ADS_1


With love,


Hanazawa easzy ❤


__ADS_2