
"Bagaimana hasilnya?" tanya Ken to the point.
"Semua produk kosmetik itu bukan milik Miracle. Ada banyak kandungan merkuri, asam retinoat, hydroquinone, dan resorsinol di sana," jelas Yoshiro. Ia meletakkan foto-foto yang menampilkan perbandingan produk asli Miracle Cosmetics dengan produk yang ia uji.
"Maksudmu, seseorang sengaja memalsukan produk itu?" Ken mengepalkan tangannya, mulai tersulut emosi. Bagaimana mungkin dia bisa kecolongan seperti ini, padahal dia sudah menempatkan pekerjanya dengan hati-hati.
Ada begitu banyak tes untuk bisa menjadi karyawan perusahaan kosmetik miliknya, bahkan data keluarga mereka juga ditinjau untuk memastikan mereka tidak memiliki masalah yang menjadi celah untuk berkhianat. Tapi, entah kenapa hal ini masih bisa saja terjadi.
Aira mengamati foto-foto yang ada di meja satu per satu, sebelum memberikannya pada Minami yang duduk persis di sebelahnya.
"Produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya ini tidak akan terdaftar di badan pengawas obat dan makanan. Mereka tidak akan meloloskan produk dengan kandungan merkuri yang begitu tinggi ini," terang Yoshiro.
"Apa bedanya produk palsu itu dibandingkan dengan yang asli?" tanya Aira ingin tahu. Dia mendengar cerita dari Ken, tapi tidak melihat contoh produk milik nyonya Suzuki, membuatnya penasaran.
"Sebenarnya perbedaannya sangat jelas. Seharusnya orang itu tahu bahwa yang dipakainya itu berbeda dari produk Miracle yang biasanya. Produk ini beraroma menyengat dengan warna yang lebih mengilap. Jika diaplikasikan ke wajah hasilnya tidak rata, terasa lengket, dapat menyebabkan kulit wajah iritasi atau merah saat terkena sinar matahari. Bahkan jika produk ini terus digunakan dalam jangka waktu yang lama, bisa membuat kulit mereka bengkak dan bernanah." Yoshiro menjelaskan hal itu sambil menatap orang-orang di depannya bergantian.
Tampak kerutan yang cukup dalam di kening Aira, sepertinya ia berpikir keras tentang kasus ini. Ia wanita yang cukup cerdas untuk bisa menangkap informasi khusus yang Yoshiro sampaikan dan pasti mulai memikirkan solusi untuk permasalahan ini.
"Kandungan merkuri dalam produk ini cukup tinggi," ucap Shun sambil menunjuk foto krim pemutih yang tergeletak di meja. "Merkuri akan menghambat pembentukan melanin, sehingga membuat kulit tampak lebih cerah dalam waktu singkat. Itulah sebabnya merkuri sering dijadikan sebagai bahan krim pemutih atau pencerah kulit. Kebanyakan produk pemutih memakai zat ini, meski dalam jumlah yang sangat kecil. Tapi tetap saja ada efek khusus yang akan ditimbulkannya."
"Apa akibatnya jika seseorang terus menggunakan produk itu?" tanya Ken. Kepalan tangannya semakin mengerat.
Aira menyadari perubahan emosi suaminya, terlihat dari urat-urat lehernya yang tampak menonjol. Belum lagi wajahnya yang merah padam. Ia segera meraih kepalan tangan suaminya dan membawanya ke bawah meja. Dengan cepat Aira menyusupkan jemarinya di antara buku-buku tangan Ken, dan berhasil membuat pria itu menolehkan wajahnya.
Aira tersenyum menatap suaminya, ia ingin menjaga emosi Ken tetap stabil agar bisa berpikir jernih. Sudah menjadi tugasnya untuk meredam kemarahan suaminya, entah bagaimana caranya. Dan nampaknya hal itu berhasil, urat leher Ken yang terlihat menonjol sebelumnya, mulai menghilang perlahan. Emosinya mereda hanya dengan merasakan kehangatan jemari Aira yang menggenggamnya. Sungguh kekuatan cinta bisa mengalahkan segalanya.
"Jika digunakan terus-menerus, merkuri dapat menyebabkan ruam kemerahan dan perubahan warna kulit yang cukup signifikan. Selain itu, orang yang memakainya akan mengalami tremor (gemetaran), kerusakan ginjal, serta gangguan psikologis, seperti cemas dan susah tidur."
"Itu benar, Tuan." Minami menyela, "Berdasarkan informasi yang diberikan oleh dokter pribadi nyonya Suzuki, beliau mengeluhkan susah tidur dan cemas sejak tiga minggu yang lalu. Namun, tidak menyangka itu ada hubungannya dengan hal ini."
Kosuke menatap istrinya dengan sebal. Ia merasa cemburu karena Minami aktif berbicara saat Shun memberikan penjelasan pada Ken, seolah menunjukkan bahwa mereka memiliki kedekatan yang lebih. Apa yang Minami sampaikan adalah fakta yang mendukung pernyataan Shun.
Mikro ekspresi yang Kosuke tunjukkan, tak lepas dari pengamatan Shun yang duduk persis di sebelahnya. Ia terkekeh dalam hati, menyadari adanya api cemburu yang berhasil ia nyalakan lagi di dalam hati pria yang biasanya selalu rasional ini.
__ADS_1
"Pada wanita hamil dan ibu menyusui, paparan merkuri dapat menyebabkan kelainan bawaan dan gangguan perkembangan otak pada bayi yang dikandungnya. Minami, tolong perhatikan kosmetik yang kamu pakai, hmm?" Shun sengaja menambahkan kalimat terakhir itu, lagi-lagi menggoda istri orang.
Hal itu sontak membuat mata Kosuke membola. Ia menatap Shun dengan pandangan tajam seolah bersiap menikamnya dengan belati. Dan Shun menanggapinya dengan senyum paling indah miliknya. Ada sensasi rasa tersendiri saat berhasil membuat orang marah padanya, rasanya menyenangkan.
Dukk
Yoshiro menendang tulang kering sahabatnya, memintanya berhenti bermain-main. Ia menyadari adanya pertentangan dua orang pria yang ada di dekatnya ini.
'Bukan saatnya bermain-main!' ketus Yoshiro dalam hati saat Shun menatapnya. Ia tahu Kosuke memiliki banyak hal yang harus diurus, sama sibuknya dengan Ken. Ia tidak ingin Shun membuat masalah pada calon ayah itu.
"Aku tahu, tapi rasanya menyenangkan," bisik Shun lirih, hanya bisa terdengar oleh lawan bicaranya ini.
"Seperti yang ku katakan sebelumnya, selain merkuri, masih ada tiga zat lain yang tak kalah pentingnya. Salah satunya adalah kandungan asam retinoat. Asam ini mampu membersihkan pori-pori, mengurangi kerutan di wajah, mengatasi jerawat dan sekaligus membersihkan bekas jerawat." Yoshiro mengambil alih pembicaraan.
"Namun meski demikian, kandungan asam retinoat yang berlebih berisiko menyebabkan kulit menjadi iritasi, kering, sensitif terhadap sinar matahari, berubah warna, bengkak, atau bahkan kemerahan. Dan jika seorang wanita hamil tetap menggunakan produk kecantikan dengan kandungan ini, janin dalam kandungannya berisiko mengalami kelainan bawaan. Dan efek terburuk bagi anak-anak adalah berisiko mengalami kelainan pada sistem saraf, otot, sendi, tulang, termasuk pencernaan."
"Jadi, itu sebabnya penggunaan produk kecantikan harus dalam pengawasan medis dan melalui resep dokter saat digunakan oleh wanita hamil?" tanya Aira, merujuk pada penjelasan terakhir yang Yoshiro sampaikan.
"Benar. Kimia adalah racun. Bahkan kandungan terkecil sedikit pun, akan berpengaruh pada kondisi seseorang." Yoshiro mengiyakan pertanyaan busui satu ini.
"Wajahnya memerah, kering, keriput dan ada bentol merah di beberapa bagian. Selain itu beliau mengaku merasakan sakit kepala, ruam, gatal, bengkak pada wajah dan tenggorokan. Beliau juga kesulitan bernapas. Berdasarkan hasil scanning yang dokter lakukan dengan alat khusus, kulit wajah nyonya Suzuki saat ini begitu kering, pecah-pecah dan banyak sel kulit yang menghitam. Hanya saja itu tidak terlihat oleh mata telanjang. Sepertinya beliau menggunakan produk ini cukup lama," terang Minami. Ia yang menemani wanita paruh baya itu mendatangi dokter khusus yang Ken tunjuk. Ken berjanji akan menyembuhkan nyonya sosialita itu demi menjaga nama baik Miracle Cosmetics.
*scanning : pemindaian/pemeriksaan khusus
"Itu efek samping hydroquinone dan resorsinol. Selain membuat kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari, kulit juga akan terasa perih menyengat, kemerahan, kering dan pecah-pecah. Pada akhirnya jaringan kulit di sana akan melepuh atau menghitam. Padahal fungsi utamanya adalah untuk mencerahkan kulit dan menyamarkan bintik hitam."
"Kondisi nyonya Suzuki semakin parah karena beliau gemar mencampur skincare semaunya sendiri."
"Mencampur skincare?" heran Aira.
"Ya. Beliau mengakuinya sendiri. Menurut dokter, sebenarnya tidak masalah mencampur skincare dari berbagai merek selama tidak ada kandungan yang memberikan reaksi negatif bila digunakan bersamaan. Namun, dalam kasus ini, beliau mencampurnya secara sembarang."
"Mencampur bagaimana maksudmu?" tanya Aira, belum mengerti kalimat yang diucapkan oleh asisten pribadinya.
__ADS_1
"Beliau menggunakan dua produk secara bersamaan. Perpaduan antara AHA dan retinol, retinol dan benzoil peroksida, vitamin C dan niacinamide, itu cukup berbahaya. Dan parahnya lagi, krim racikan dokter Olivia itu mengandung zat aktif yang lebih kuat seperti yang tuan Yoshiro jelaskan sebelumnya. Dan sesekali beliau menggunakannya bersamaan dengan serum maupun sunscreen brand lainnya juga. Jadi, bukan hanya produk palsu itu yang merusak wajah nyonya Suzuki, memang beliau yang tidak mengikuti aturan dengan benar."
"Bagaimana bisa beliau memilih produk sembarang seperti itu?" geram Ken kesal.
"Itu karena harga krim perawatan dari Miracle semakin mahal. Dan dokter ilegal itu menawarkan paket yang lebih murah, asalkan nyonya Suzuki mau mendapat perawatan pribadi di rumah, bukan di aesthetic center."
*aesthetic center : klinik/pusat perawatan kecantikan
Aira menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan perilaku wanita dengan status sosial yang tinggi itu. Wanita bermartabat yang seharusnya lebih pintar, nyatanya justru memperlakukan dirinya sendiri dengan begitu bodoh.
Dengan tingkat pendidikan dan ekonomi yang mumpuni, bukan perkara sulit bagi mereka untuk mendapat pelayanan terbaik di setiap bidang yang mereka butuhkan, termasuk dalam urusan wajah. Tapi kenyataannya, mereka terbuai oleh rayuan harga dan kehilangan logika.
Aira ingat satu pepatah yang pernah ia dengar, "Orang miskin mungkin mati kelaparan. Tapi, orang kaya seringkali mati karena kebodohan dan keserakahan".
Sama halnya dengan 'orang-orang tinggi' di negeri asalnya, dimana mereka yang notabenenya berpendidikan, orang-orang pintar, justru dengan bangga membodohi rakyat miskin yang telah mengangkatnya. Ketamakan yang ada dalam diri mereka, membunuh hati nurani yang suci. Janji-janji politik yang mereka ucapkan, tak ubahnya seperti debu di padang pasir, membuat napas sulit dan mata sakit.
Aira mengembuskan napas kasar. Fakta-fakta yang Minami sampaikan membuatnya jengah. Ingin sekali rasanya meminta Ken untuk berhenti mengurusi wanita tamak bernama nyonya Suzuki itu, membiarkan wajahnya melepuh, bernanah bahkan mungkin membusuk. Itu akibat yang harus ia tanggung atas keserakahannya.
Namun di sisi lain, logikanya masih berfungsi dengan baik. Jika keadaan nyonya Suzuki memburuk, maka itu akan berdampak negatif pada Miracle Cosmetics. Dan itu artinya akan mempengaruhi keadaan perusahaan internasional itu, termasuk perusahaan tempatnya bekerja dulu.
Jika Miracle gulung tikar, maka bisa dipastikan ada ribuan orang yang terkena dampaknya, termasuk rekan-rekan kerjanya di Indonesia. Efek domino yang muncul dari kebodohan si Nyonya Sosialita itu nyatanya tak bisa dianggap enteng. Aira menutup matanya, meredam emosi yang mulai menguasainya. Ia harus bisa berpikir jernih, tidak terbawa emosi.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Aira, menatap wajah suaminya dalam-dalam.
...****************...
Nyonya Suzuki bikin kesel ih 😏
Jangan lupa like, komen, vote, share n transfer yaa 😂😂 *canda. Pusing author tuh kalo bikin adegan yang serius kek gini, takut salah kasih info. Rasanya pengen salto dah ah😆😆
Udah pusing-pusing gini, bikin yang uwu-uwu dulu lah. See you next episode yaa. Semoga bisa dapet inspirasi biar ada keuwuan di part berikutnya 🐣
Bai bai,
__ADS_1
Hanazawa Easzy 💕