
Ken mengakui perbuatannya yang telah membohongi Aira, membuat perang dingin segera berkecamuk diantara keduanya. Aira mengabaikan Ken, membuat pria itu menyesal.
Keadaan yang sebaliknya justru terjadi pada pasangan muda mudi yang baru menikah dua pekan yang lalu, Shun dan Kaori. Interaksi keduanya terasa hangat, menunjukkan kemesraan yang membuat siapa saja iri saat melihatnya. Mereka baru saja turun dari mobil dan segera memasuki bandara Narita untuk kemudian bertolak ke Thailand.
"Your tickets, please," pinta seorang petugas yang mengurus penerbangan internasional. Dia seorang wanita Jepang dengan badan proporsional bak seorang model.
(Tolong tunjukkan tiket Anda)
Shun menunjukkan ponselnya yang menampilkan detail tiket digital yang ia pesan sejak seminggu yang lalu. Ia ingin menikmati bulan madunya dengan Kaori secepatnya, namun terhalang oleh masalah pekerjaan.
Setelah pertarungan mereka dengan tuan Harada, Shun harus mengurus geng Naga Hitam yang masih tersisa. Ken memintanya untuk memastikan bahwa tidak ada anggota geng kriminal itu yang akan menuntut balas atas kekalahan mereka ini. Dan akhirnya, hari ini Shun bisa menikmati liburannya dengan Sang Istri, Yamada Kaori.
Shun dan Kaori berjalan menuju ruang tunggu bandara sebelum memasuki pesawat. Keduanya meletakkan tas dan barang bawaan seperti telepon genggam, ikat pinggang, jam tangan, dan benda-benda logam lainnya ke dalam kotak yang telah disediakan bandara. Ada petugas khusus yang beetugas memeriksanya demi keamanan penerbangan ini.
"Silakan, Tuan, Nyonya." Seorang petugas pria mempersilakan kedua penumpang ini masuk ke ruang tunggu atau boarding room sebelum memasuki pesawat.
Hampir sama seperti bandar udara lainnya, biasanya setiap bandara menawarkan berbagai fasilitas di ruang tunggu seperti pendingin ruangan,Β charger, dan tempat mengisi air minum. Bahkan baru-baru ini pihak bandara membuat para penumpang semakin nyaman dengan adanya layanan wifi gratis.
Kaori mendekat ke arah dinding kaca yang menghubungkan ruangan tertutup ini dengan lapangan di luar sana. Beberapa pesawat tampak berjejer di tepian, sedangkan satu burung besi siap lepas landas detik berikutnya.
"Kaori-chan," panggil Shun.
...(on pict : Kyoko Fukada)...
"Ya?" jawab wanita yang memakai kemeja putih sambil menatap suaminya. Sapuan make up tipis di wajahnya semakin menambah aura kecantikan dokter wanita ini.
__ADS_1
"Akhirnya kita bisa pergi." Shun merasa lega karena akhirnya bisa menepati janjinya pada Kaori.
"Umm. Tidak masalah. Aku tidak akan marah padamu." Kaori kini duduk di samping suaminya. Ia tahu alasan tertundanya rencana mereka ini. Mereka saling bergandeng tangan sambil memperhatikan keadaan sekitar yang mulai sedikit ramai.
"Kemana kita akan pergi nanti? Bangkok atau Phuket?" tanya Shun yang belum mengetahui destinasi wisata yang akan mereka kunjungi nanti. Setidaknya mereka baru akan sampai di negeri Gajah Putih itu setelah melewati penerbangan selama tujuh jam dua puluh menit.
"Tidak keduanya." Kaori menggeleng.
"Eh?"
Β "Ada banyak tempat wisata menarik yang ada di Thailand selain Bangkok dan Phuket. Kita akan ke Krabi."
"Krabi?" Shun tidak begitu paham nama temoat yang istrinya sebutkan.
"Umm. Krabi adalah pantai barat Thailand Selatan yang terdiri atas 80 pulau kecil seperti Koh Lanta dan Phi Phi Island. Walaupun belum terkenal seperti Bangkok atau Phuket, tapi di sana ada banyak kegiatan wisata menarik." Kaori mengambil ponsel di sakunya dan menunjukkan tempat-tempat yang ia sebutkan tadi.
"Apa lagi?" tanya Shun setelah menjawab ajakan Kaori dengan anggukan kepala.
"Kita ke sini." Kaori menunjuk titik merah di ponselnya yang bertuliskan Chiang Mai. "Ini adalah kota terbesar di utara Thailand. Ada banyak sekali perayaan dan festival yang diadakan hampir sepanjang tahun. Aku sudah lama ingin mengunjungi tempat ini."
"Kamu suka melihat festival?" tanya Shun ingin tahu. Ia benar-benar belum tahu apa yang istrinya sukai.
"Ya. Nanti akan ada Festival Bunga yang akan diadakan selama tiga hari. Biasanya festival ini digelar setiap awal bulan Februari, tapi karena satu dan lain hal, baru akan dilaksanakan besok lusa. Kita bisa kesana sebelum mengunjungi tempat-tempat yang lainnya." Kaori menjelaskannya dengan semangat berapi-api. "Festival ini menandai iklim yang mendukung berseminya bunga-bunga tropis. Puncak acara festival ini biasanya diramaikan dengan pawai mobil yang dihiasi bunga dengan aneka warna."
Shun kembali tersenyum menatap wajah cantik istrinya. Ia merasa bahagia saat melihat Kaori bersemangat seperti sekarang.
"Apa kamu tahu? Ada Festival Songkran. Ini adalah festival perayaan tahun baru tradisional Thailand. Kita bisa menyaksikan berbagai kegiatan religi, parade keliling kota, san beberapa acara lainnya. Selain itu, akan ada pemilihan Putri Songkran pada pertengahan bulan April setiap tahunnya."
__ADS_1
"Kamu begitu antusias pergi ke sana?" tanya Shun saat melihat mata istrinya berbinar bahagia setiap menceritakan detail festival yang ada di Thailand.
"Umm. Aku pernah pergi ke sana."
"Benarkah? Sendirian?"
"Tidak. Aku pergi dengan ibu. Saat itu kami menyaksikan perayaan keagamaan bernama Loi Kratong. Di festival ini, penganut agama Buddha Siam di Thailand menunjukkan rasa terima kasih kepada Dewi Air dengan membuat kapal kecil berbentuk bulat yang dilipat dari daun pisang, lalu dihiasi dengan bunga, daun-daun, dan lilin yang kemudian dihanyutkan ke laut. Mereka percaya bahwa pelepasan kapal-kapal itu mampu menghanyutkan dosa, nasib malang, dan penderitaan. Itu dilakukan saat malam bulan purnama di bulan November."
"Itu terdengar menyenangkan. Sebenarnya, aku ingin mengajakmua ke Kanchanaburi," ungkap Shun.
"Aku pernah mendengarnya. Ada banyak tempat wisata sejarah di sana." Kaori kembali menunjukkan senyumnya.
"Benar. Salah satu wisata sejarah yang paling terkenal di Kanchanaburi adalah The Death Railway. Konon, ribuan tawanan perang dari Inggris, Australia, Belanda, dan Amerika meninggal karena dipaksa tentara kita (Jepang) untuk bekerja selama lebih dari 18 jam setiap harinya di masa Perang Dunia II."
"Bagaimana kalau kita melihat Erawan Falls di Erawan National Park? Disana ada air terjun 7 tingkat yang mengalir ke kolam-kolam berwarna hijau toska. Ada juga Tiger Temple di mana kita bisa melihat para Biksu yang bercengkrama dengan harimau." Kaori mengabsen satu per satu tempat wisata di Thailand. "Ah, aku ingin pergi ke Elephant World. Di sana kita bisa memberi makan, bermain, melihat, dan bahkan bisa memandikan hewan-hewan besar ini."
Penjelasan Kaori masih berlanjut sampai terdengar panggilan untuk memasuki pesawat. Dokter cantik itu terpaksa menyudahi celotehannya dan bersiap memasuki burung besi super besar yang akan membawanya ke Thailand. Shun meletakkan tas milik istrinya di bagasi kabin yang ada di atas tempat duduk istrinya.
Pesawat itu lepas landas dari bandara Narita menuju Bandar Udara Internasional Suvarnabhumi di Bangkok, Thailand. Salah satu negara tropis yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, salah satunya wisatawan asal Jepang seperti Shun dan Kaori ini. Mereka akan menghabiskan bulan madu di sana, menikmati berbagai tempat wisata dan festival setempat yang tidak mereka dapati di negeri asalnya.
...****************...
Prolog dulu buat uwu-uwu Shun-Kaori yang lagi bulan madu ππ
Siap-siap tutup mata yaah buat para jomblowan dan jomblowati yang budiman πππ
See you,
__ADS_1
Hanazawa Easzy