
Ken berbaring di pangkuan Aira saat anak-anak sudah terlelap. Dia menghadapi permasalahan bisnis Miracle dan berharap istrinya memiliki solusi terkait hal itu. Seringkali ada hal-hal yang tidak ia pikirkan tapi tercetus oleh wanita Indonesia itu.
"Masih ada begitu banyak penjelasan tentang hal ini. Apa kamu masih ingin mendengarkanku?" tanya Aira sembari mendekatkan wajahnya pada Ken.
"Umm," jawab Ken singkat. Ia benar-benar menantikan ide istrinya.
"Cium dulu," pinta Aira sambil mengerlingkan matanya.
"Heih? Sejak kapan istriku jadi genit seperti sekarang ini?" tanya Ken sembari duduk. Ia menahan dagu Aira dan mulai mendekatkan wajahnya.
"Sejak aku jatuh cinta pada pria genit sepertimu." Aira menangkup wajah Sang Suami dengan kedua tangannya.
Cup
Aira berinisiatif mencium Ken. Dia bahkan lebih bersemangat dari biasanya, membuat Ken bertanya-tanya apa yang terjadi pada istrinya. Wanita kesayanyannya ini mungkin memiliki maksud tersembunyi di balik perbuatannya. Jarang-jarang dia yang memulai duluan. Ken merasa harus waspada pada keinginan istrinya yang seringkali diluar akal sehatnya.
Napas Aira terengah-engah saat melepas pagutan mereka. Dia tersenyum dengan wajah memerah. Sebenarnya dia malu setelah menyadari bahwa dialah yang memulai lebih dulu. Tapi semuanya sudah terjadi, ibarat nasi sudah menjadi bubur. Daripada menyesalinya, maka lebih baik mencari lauk agar makanan itu terasa lebih enak dan mulai menikmatinya. Benar, 'kan?
"Sudah!" Ken melepaskan diri dari Aira. Ia tidak ingin hilang kendali. Ada banyak masalah yang masih mengganggu pikirannya dan harus segera menemukan solusi. Bagaimana bisa dia bersenang-senang seperti sekarang?
"Lanjutkan penjelasan yang tadi," pintanya pada Aira.
"Sampai mana tadi?" Aira mengetuk-ngetukkan jemarinya di bibir, berusaha mencari jejak percakapan mereka sebelumnya. Sebenarnya ia sengaja melakukan itu untuk menggoda suaminya.
Glek
Ken menelan ludahnya, menyaksikan bibir ranum istrinya yang memakai lip cream beberapa saat yang lalu. Keinginan dalam dirinya kembali muncul, ingin menguasai istrinya.
"Ah, bisnis kosmetik di Indonesia, 'kan?" lirih Aira, hampir seperti sebuah gumaman. Ia memilih beranjak dari sisi Ken, mengambil ponsel miliknya yang tersimpan di dalam nakas. Ya, dia dan Ken sengaja menjauhkan benda elektronik itu sebelum tidur agar mendapat kualitas istirahat yang maksimal.
Sial!
Ken hanya bisa mengumpat dalam hati saat mendapati istrinya menjauh. Sepertinya wanita itu sengaja menggodanya.
"Aku sudah mengumpulkan datanya. Lihat ini." Aira menyerahkan benda pipih di tangannya pada Sang Suami. Layar sentuh itu menampilkan daftar beberapa perusahaan kosmetik yang cukup terkenal.
__ADS_1
"Selain Miracle, sebenarnya ada banyak perusahaan yang berusaha mengusai pasar kosmetik di Indonesia. Mereka bahkan berencana melakukan perluasan bisnis di luar kawasan mereka sendiri dengan tujuan melipatgandakan penjualan di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Perusahaan itu antara lain L*neige, Sulwh*soo dan Inn*sfree. Mereka bahkan sudah melakukan survey pasar yang berarti memperhitungkan perbedaan budaya, etnis serta keadaan cuaca di kawasan tersebut. Produk yang mereka tawarkan akan menyasar pasar wanita Muslim di Indonesia, Malaysia dan Thailand."
Ken mengerutkan keningnya mendengar penjelasan Aira. Ada begitu banyak pertanyaan yang kini muncul di benaknya.
"Dari mana kamu mendapatkan semua data ini?" Ayah tiga anak ini memicingkan matanya, menantikan jawaban Aira. Ia ingin melihat apakah istrinya ini sungguh-sungguh atau hanya mengemukakan teorinya semata.
"Bukan hal yang sulit untuk sekadar membobol dokumen survey pasar seperti ini. Meskipun ada pengamanan sekalipun, itu bukan hal yang tidak mungkin untukku." Aira berkata sambil mengedipkan matanya berkali-kali, lagi-lagi menggoda suaminya. Dia memasang wajah sok imut di depan pria pemilik hatinya.
Ken menutup matanya selama beberapa detik sambil mengembuskan napas berat. Ia lupa akan kemampuan luar biasa yang dimiliki istrinya ini. Dia mantan ketua tim intelijen khusus, Pasukan Rajawali yang bekerja di udara dan menyambar mangsanya dalam sekedip mata.
"Dari data itu, ternyata ada keragaman yang jauh lebih banyak dibandingkan data yang dimiliki Miracle selama ini. Faktanya, warna kulit wanita Asia Tenggara cenderung lebih gelap dibandingkan Asia Timur seperti Jepang dan Korea. Selain itu, seperti yang sudah ku katakan sebelumnya, mereka mencuci muka setidaknya lima kali sehari."
Ken melangkah cepat, mengambil pena dan blocknotes guna mencatat penjelasan istrinya. Dia harus menulis apa saja point penting yang dijelaskan oleh ibu dari anak-anaknya ini.
"Tapi ada satu hal yang mereka lupakan dan ini bisa dimanfaatkan oleh Miracle. Seiring dengan maraknya tren hijab belakangan ini, seharusnya perusahaan kosmetik mengeluarkan produk khusus untuk wanita muslim yang memakai hijab. Dan karena warna kulit kami yang lebih gelap, maka produk tersebut harus berbeda dengan yang dikeluarkan di Jepang atau Korea. Di dua negara empat musim ini, cenderung wanitanya menyukai warna lembut seperti pink. Namun di Indonesia dan Malaysia, sepertinya lebih cocok jika warnanya agak sedikit membaur dengan warna kulit yang ada, seperti peach yang sedikit gelap atau bahkan oranye."
Ken menghentikan goresan tinta di atas kertas. Ia menatap istrinya lekat-lekat.
"Oranye? Bukankah itu sedikit aneh?" tanya Ken. Ia pikir yang dimaksud istrinya adalah warna jingga yang membuat wajah seseorang justru seperti riasan badut.
"Abaikan itu!" Aira menampik prasangka suaminya. Ia duduk di samping Ken dan menggulir layar ponselnya ke halaman yang lain. "Kita bicarakan hal yang lebih penting. Menurutku, Miracle harus menambah jumlah toko dari 150 buah menjadi 250 di wilayah Asia Tenggara. Selain itu, kita harus lebih meningkatkan penjualan dan brand awareness, terutama pada kalangan muda," jelas Aira membuat Ken kembali fokus pada kertas di depannya.
"Brand with purpose?" Ken membeo.
"Umm, benar. Kita harus melaksanakan sejumlah inisiatif dan aktivitas program yang memiliki tujuan dan manfaat bagi masyarakat. Misalnya, meluncurkan gerakan sosial dengan kembali mengajak remaja putri untuk lebih memahami keberagaman. Mereka tampil percaya diri dengan latar belakang, kondisi, dan warna kulit yang beragam. Aku sudah membuat konsep iklannya. Nanti bisa kamu bicarakan dengan staf bagian promosi atau marketing. Atau bisa juga meminta bantuan dari adikmu, Yamaken."
Ken menganggukkan kepalanya dua kali, siap melakukan saran dari istrinya ini.
"Sebenarnya produk kosmetik asal Jepang pun tidak kalah berkualitas dan sudah lebih dulu dikenal sebagai produk yang inovatif di Indonesia. Beberapa waktu yang lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan di Indonesia mengungkapkan daftar produk kosmetik ilegal yang beredar di pasaran. Kosmetik ilegal tersebut diketahui mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh penggunanya. Maka, penting bagi para kaum hawa, untuk memilih jenis kosmetik dengan brand yang memang sudah terjamin kualitasnya, seperti brand-brand kosmetik asal Jepang yang memakai bahan-bahan yang aman digunakan bagi tubuh.
"Ada strategi pemasaran baru. Kita harus bekerjasama dengan platform belanja online agar produk-produk kita dapat dengan mudah dibeli pada toko-toko online yang ada di Indonesia. Dengan kualitas yang terjamin original serta harga yang lebih murah dibanding pasar offline, seharusnya ini akan membuat peluang bisnis semakin berkembang dan menjanjikan."
"Ada lagi?" tanya Ken, menunggu kata-kata Aira yang siap ia tulis berikutnya.
"Aku sudah membuat daftarnya. Akan ku kirimkan ke alamat emailmu. Ada banyak produk make-up mulai dari bedak, eyeshadow, eyeliner, cleansing oil, foundation, toner, lotion, hingga cat kuku. Bahkan kita bisa menambah produk perawatan kulit dan aksesoris make-up seperti penjepit bulu mata. Opsi lainnya adalah kita buat beragam paket yang memadukan berbagai macam skin care anti-aging.
__ADS_1
"Aku melihat komposisi produk Miracle yang mengandung Super Hyaluronic Acid. Kandungan ini dipercaya dapat memberikan efek kulit yang segar dan cantik, serta mencegah tanda-tanda penuaan pada kulit. Salah satu produk terbaiknya adalah krim anti-aging yang dikatakan mampu mencegah penuaan secara efektif dan ampuh. Krim tersebut diproses menggunakan bahan alami yang disebut pitera atau kandungan yang berasal dari proses fermentasi ragi. Dengan kandungan yang kaya akan nutrisi tersebut dipercaya akan memberikan efek kulit yang lebih halus dan awet muda. Itu saja. Aku sudah lelah." Aira beranjak dari duduknya. Ia membaringkan tubuh rampingnya di atas ranjang dan bersembunyi di dalam selimut.
"Matikan lampunya jika kamu sudah selesai," ucapnya sambil memejamkan mata. Dia langsung masuk ke alam mimpinya detik berikutnya.
Ken membereskan alat tulis di hadapannya. Ia memasukkan benda berharga itu bersama laptop miliknya ke dalam tas. Dia akan melaksanakan rencana bisnis dari istrinya mulai besok.
Pria 28 tahun itu menyusul ke atas ranjang, ikut berbaring di samping istrinya. Sudah waktunya ia untuk istirahat. Ini sudah terlalu malam. Jam digital di atas nakas menunjukkan angka sebelah, satu jam sebelum tengah malam.
Cup
"Oyasuminasai, Ai-chan," ucapnya setelah mengecup kening Sang Istri.
(Selamat istirahat)
Hening
Aira tak menjawab. Tampaknya ia sudah benar-benar tenggelam dalam alam mimpi sekarang.
Melihat hal itu, justru membuat ide brilian seketika muncul di dalam kepala Ken. Ia merasa lapar dan ingin segera menikmati santap malam spesial di depannya. Anggap saja untuk menyegarkan pikirannya yang carut marut sekarang ini.
"Sayang, kamu pasti akan terkejut besok pagi saat bercermin," bisik Ken sembari mendekatkan bibirnya ke ceruk leher Aira. Ia menyesap aroma khas istrinya sebelum mengecupnya dengan penuh cinta. Tak lupa, ia meninggalkan bekas disana sebagai kejutan untuk ibu dari ketiga anaknya ini.
Cup
Cup
Cup
Tak cukup sampai di situ, lidah dan bibir semakin menggila. Ia menghujani leher dan dada istrinya dengan kecupan. Itu haknya sebagai seorang suami, jadi dia tidak merasa bersalah sama sekali. Dia benar-benar menginginkan Aira sekarang.
...****************...
Hwaaaaa.... Abang mesum!!! Ngga kasian apa sama jomlo kaya Author ini? Heuheuuu.... 😭😭😭😭
Dear Readers-san, ada yang senasib sama Author? Cuma bisa halu doang yaa 😢😂😂
__ADS_1
Bye,
Hanazawa Easzy