Gangster Boy

Gangster Boy
Season 2 : Gudang Senjata


__ADS_3

Udara saat ini tercatat mencapai 2° celcius. Salju semakin menumpuk di tepi jalan, membuat siapa saja enggan keluar di malam yang sangat dingin ini. Namun hal itu tidak berlaku bagi 4 orang pria dan seorang wanita yang berdiri di atas bukit di salah satu wilayah bagian Rusia. Tak mengindahkan butiran salju yang mulai menumpuk di bahu mereka.


"Semuanya sudah siap, tuan." ucap seorang pria berbaju hitam yang berdiri di belakang pria yang memakai palto dengan warna yang sama. Ia mengulurkan sebuah remote control yang langsung diterima oleh tuannya.


"Tuan, nona sudah sampai di rumah dengan selamat. Dia sedang istirahat sekarang." ucapnya setelah menerima telepon dari Kosuke.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Ken lirih dan dalam.


"Dua ikan masuk perangkap." jawab Minami.


Ken tersenyum mendengar jawaban asisten pribadi istrinya itu. Ia bangga dengan kerja Aira dan Kosuke kali ini. Nampaknya istrinya berbakat bermain peran. Meskipun begitu berbahaya mendekati 'orang itu', tapi Aira tetap pergi. Semakin besar resiko yang harus ditanggung, bukankah semakin besar pula hasil yang bisa kita dapatkan?


"Nona bahkan ikut makan malam bersama mereka." lapor Minami kemudian.


"Benarkah?" Ken kembali mengulas senyum di bibirnya. Ia harus memberikan hadiah pada istrinya saat kembali nanti. Tidak hanya memancing kecurigaan Takeshi, ia bahkan bisa mengambil hati mereka. Entah cara apa yang istrinya lakukan, pasti bukanlah hal yang mudah untuknya.


Ken kembali fokus dengan layar monitor di depannya. Ia mulai mengamati pergerakan drone yang mulai menjauhi mereka. Benda mungil itu mulai menjalankan aksinya memindai keadaan sekitar bukit batu ini.



Drone telah menjadi alat yang populer untuk pengumpulan data melalui udara dalam konstruksi, survei, dan penambangan. Drone dapat membuat peta orthomosaic 2D atau Peta 3D seperti point cloud atau 3D mesh. Drone juga dapat melihat perbedaan ketinggian dan membuat garis kontur lapangan. File dapat diekspor dalam format yang berbeda seperti DXF (autodesk), LAS, KMZ (integrasi google earth)


Berkat drone, pemetaan medan yang sulit diakses kini dimungkinkan dan dapat mengungkapkan rahasia yang disembunyikan oleh sekelompok orang.


Dan layar pipih di depan Ken kini mulai menampilkan sebuah gedung tua di balik bukit itu dengan cahaya remang-remang. Benda mungil berwarna hitam itu masuk melalui ventilasi udara di salah satu sisi gedung yang tampak kusam.


Dan pemandangan berikutnya membuat senyum Ken semakin mengembang. Ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Gudang senjata api ilegal milik Takeshi Kaneshiro.



Minami membulatkan matanya saat ikut menyaksikan apa yang sedang Ken lihat. Meski gedung itu terlihat usang dan tua dari luar, tapi penampakan di dalamnya justru sebaliknya. Tempat itu berisi ratusan atau bahkan ribuan senjata canggih yang tertata rapi di berbagai sisi.


"Kita kesana sekarang." ucap Ken setelah benda mungil itu kembali ke tangannya.


Minami dan 3 rekannya segera mengikuti Ken. Mobil yang mereka kendarai mengitari wilayah perbukitan ini dan berhenti di sebuah bangunan yang sebelumnya mereka lihat dari kamera drone. Tidak ada seorangpun disana.


Ken menelisik sekitarnya, berusaha mengamati keadaan di sekeliling mereka. Mungkin saja ada jebakan di sana. Tapi tidak ada yang mencurigakan sama sekali. Ken melangkah mendahului bawahannya dan mulai memasuki bangunan di depan mereka.


Semuanya sama seperti yang ia lihat dari layar. Ribuan senjata berbaris rapi di tempatnya masing-masing.


"Laksanakan." perintah Ken lugas.


Tiga orang berbaju hitam itu segera melaksanakan perintah tuannya, memasang peledak yang sudah mereka siapkan. Sedangkan Minami naik ke salah satu sisi dan mulai memasang kamera pengintai yang Ken minta sebelumnya dari Kosuke.


30 menit kemudian mereka keluar dari gedung itu dan mendapati 20 orang berbadan kekar mengadang di halaman. Mobil yang mereka tumpangi sebelumnya juga tidak tahu dimana keberadaannya. Ken tersenyum, menaikkan sebelah alisnya sambil menatap musuh di depan mereka.


"Hanya 20 orang. Kalian sanggup menghadapinya?" tanya Ken lirih dengan percaya diri.

__ADS_1


"Tentu." jawab ke empat orang yang kini berdiri di depan Ken untuk melindunginya.


"Minami, lakukan tugasmu." perintah Ken sebelum melangkah bersama bodyguardnya.


Minami mengangguk dan melangkah dengan arah yang berbeda dari Ken. Ia memegang earpiece di telinganya yang terhubung dengan Kosuke, "Sekarang!!"


Bugh


Sebuah pukulan mendarat di pipi Minami yang sempat kurang fokus saat menghubungi suaminya barusan. Earpiece yang dipakainya terjatuh di atas salju.


Seorang wanita dengan senyum merendahkan berdiri di depan Minami yang tersungkur di tanah yang tertutup salju. Ia merasa di atas awan, terlebih tubuh Minami tidak sebanding dengannya. Ia yang dilahirkan di Eropa tentu saja memiliki fisik yang lebih tinggi dari orang Asia kebanyakan.


Ken melirik sekilas pada asisten Aira yang belum beranjak bangun. Namun ia juga sedang sibuk meladeni beberapa pria yang kini mengepungnya. Beberapa sudah berhasil mereka lumpuhkan, namun masih tersisa beberapa yang benar-benar bersikeras bertarung dengannya sampai titik darah penghabisan.


Ken menahan lengan pria yang menyerangnya. Detik berikutnya ia menaiki lutut pria itu yang sedikit tertekuk dan Ken berhasil salto tanpa melepaskan pegangan tangannya.


Krekk


"Aaaghhh..." pria itu berteriak saat merasakan sakit yang luar biasa pada persendian di pangkal lengannya. Ken memutar tangan pria itu dengan paksa, melumpuhkan musuhnya tanpa harus memakai senjata tajam dan tanpa menggoreskan luka sedikit pun pada tubuh mereka.


Di sisi lain, Minami mulai bangkit dan meladeni musuh di depannya tanpa senjata di tangan. Ia tidak akan menggunakan pistol yang ia simpan di balik badannya jika bukan dalam keadaan genting.


Ken mengulas senyum. Ia menatap cahaya yang terpancar dari dua buah mobil yang datang di kejauhan. Kosuke bergerak cepat setelah Minami menghubunginya.


BRAKK


Wanita Rusia itu berhasil memukul Minami dan menyudutkannya di salah satu sudut yang cukup jauh dari jangkauan Ken atau teman-temannya. Ia mengambil belati yang tersimpan di pahanya dan mengulas senyum kemenangan di wajahnya.


"Tvoya istoriya okonchena" ucapnya bangga dengan bahasa Rusia.


(Tamatlah riwayatmu)


DOR


Sebuah tembakan melesat menembus perut wanita yang bersiap menikam Minami dengan belati di tangannya.


Brukk


Wanita semampai itu tersungkur tepat di sisi badan Minami. Pisau di tangannya terlempar entah kemana. Kosuke segara menyingkirkan wanita yang tengah meregang nyawa itu dengan kakinya dan segera membantu Minami untuk berdiri. Mereka berjalan menuju mobil dan segera meninggalkan tempat itu untuk kembali ke pusat kota.


Tanpa mereka ketahui, seorang pria mengepalkan tangan di bawah pohon yang rindang dan segera melaporkan kejadian ini pada tuan mereka.


*******


Jam dinding menunjukkan pukul satu dini hari saat Aira keluar dari kamarnya menuju dapur. Ia merasa haus dan lapar saat tengah tertidur lelap. Sepertinya jagoan di dalam perutnya ingin memperbaiki gizi ibu mereka dengan meminta Aira makan di saat semua orang sedang terlelap.


Ia segera mencuci beberapa buah dan memotongnya kecil-kecil. Salad buah sepertinya cukup mengenyangkan ditambah segelas coklat hangat yang tengah ia siapkan.

__ADS_1


Tit tit tit


Aira tengah duduk di atas sofa saat terdengar kombinasi password yang ditekan oleh seseorang. Hal itu membuat Aira mengerutkan kening. Ia bertanya-tanya dalam hati, mungkinkah itu suaminya?


Detik berikutnya Ken masuk sambil melepas palto hitam miliknya dan sedikit terkejut saat melihat Aira yang tengah menatapnya. Di belakangnya tampak Minami dengan luka lebam di pipinya dan baju yang berlumuran darah.


"Tadaima.." ucap Ken menatap Aira sambil tersenyum. Ia merentangkan tangannya ingin memeluk istrinya.


(Aku pulang)


"Apa yang terjadi?" tanya Aira menghampiri Minami.


"Tidak apa-apa nona. Saya baik-baik saja." jawab Minami canggung. Ia merasakan aura kemarahan Ken karena Aira mengabaikan pria yang bersiap memeluknya itu.


"Coba lihat, mana yang terluka?" tanya Aira memperhatikan asisten pribadinya.


"Nona.." ucap Minami sambil menahan lengan Aira dan menunjuk Ken yang berdiri mematung di depan mereka.


"Maaf. Saya akan mengurusnya." Kosuke segera menarik istrinya menjauh agar Aira memperhatikan Ken.


"Ken.." Aira menatap wajah suaminya yang terlihat kesal. Ia menahan gondok karena Aira justru lebih mengkhawatirkan Minami dan mengabaikannya.


Ken duduk di kursi yang ditinggalkan istrinya dan menghabiskan salad buah yang Aira nikmati sebelumnya.


"Apa kamu lapar?" tanya Aira duduk di samping suaminya.


Glek glek


Ken meminum coklat hangat milik Aira sampai tandas. Ia meninggalkan Aira dan berlalu ke kamarnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ia kembali bersikap kekanak-kanakan di depan istrinya.


"Kamu marah padaku?" tanya Aira menghadang Ken yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri. Ia tampak segar, sebuah kaos hitam melekat di tubuh kekarnya. Aira mengelus pipi suaminya dengan sayang.


"Ku pikir suamiku akan memujiku karena berhasil menjalankan misi kali ini dengan baik. Ternyata dia justru memamerkan wajah jeleknya." Aira mencubit pipi Ken, sengaja menggodanya. "Semoga kalian kelak tidak sepertinya yang selalu merajuk seperti anak-anak yaa.." ucap Aira sambil mengelus perutnya. Ia melangkah meninggalkan Ken, sengaja bermain tarik ulur dengan suaminya.


"Siapa yang seperti anak-anak?" tanya Ken sambil menahan lengan istrinya. Aira tersenyum karena berhasil meruntuhkan dinding diam yang sedari tadi suaminya mainkan.


"Aku akan menunjukkan seperti apa tingkah anak-anak yang sesungguhnya." Ken menggendong Aira dan membawanya ke atas tempat tidur. Ia memeluk Aira dengan erat seperti seorang anak yang memeluk ibunya. Aira tersenyum dan mengelus puncak kepala 'bayi besarnya' ini. Ia tahu Ken lelah dan butuh istirahat.


"Tidurlah." bisik Aira yang dijawab anggukan oleh Ken.


*******


Ngga boleh baper 😂😆😆


Oh iya mampir ke karyaku yang lain yaa, judulnya Bukan Pernikahan Impian. Author tunggu like, komen dan vote nya di karya itu juga yaa.


With love,

__ADS_1


Hanazawa easzy ^^


__ADS_2