
Aira berdiri di ambang jendela, memperhatikan halaman belakang rumahnya dalam diam. Ia baru saja selesai bertelepon dengan Kaori, membahas beberapa hal berkaitan dengan urusan tuan Harada, tawanan kakek Yamazaki yang terlepas. Ah, sebenarnya kakek dan Ken memang sengaja melepaskannya, tapi mereka tidak menyangka pria paruh baya itu akan kabur jauh sampai pergi ke Thailand.
Dan Aira sudah memastikan bahwa Kaori dan Shun bisa membantu mereka. Meski Kaori tidak menguasai IT, tapi dia pasti bisa meyakinkan suaminya, Shun, untuk menerima misi ini. Selain tampan, pria yang lebih muda dari istrinya itu menguasai teknologi dan memiliki hubungan yang baik dengan geng bawah tanah yang cukup berpengaruh di sana. Tidak sulit baginya mengendus keberadaan mantan mertua Kaori ini.
Aira menarik napasnya dalam-dalam. Udara kali ini terasa lebih hangat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya yang masih beraroma salju. Satu dua bunga mawar di belakang rumah tampak mulai menguncup, siap mekar dalam beberapa hari ke depan. Setidaknya ada lima jenis mawar yang sengaja Aira tanam di sana, ada mawar putih, kuning, merah, merah muda dan biru. Setidaknya, saat bunga sakura benar-benar habis masanya, masih ada keindahan yang lain di sana.
"Nyonya, saya sudah siapkan air hangatnya. Kita bisa memandikan mereka sekarang." Salah satu baby sitter mendekat. Sebelumnya, Aira meminta pengasuh bayinya ini untuk membantunya memandikan baby triplet setelah mereka berjemur beberapa waktu sebelumnya.
"Baiklah. Ayo."
Aira dengan dibantu oleh Ken, sudah membawa bayinya berjemur di halaman belakang. Tapi, Ken pergi lebih dulu ke kantor karena ada kepentingan mendesak yang berkaitan dengan perusahaannya. Aira melanjutkan aktivitasnya berjemur bersama baby triplet dengan didampingi oleh Sakura.
Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi jadi cara sederhana untuk menambah kadar vitamin D dalam tubuh bayi. Setidaknya perlu waktu sekitar 15-20 menit bersama bagi seorang anak untuk berada di bawah hangatnya sinar mentari pagi. Menurut dokter, waktu yang baik untuk bayi adalah di bawah pukul sepuluh pagi dan di atas pukul empat sore. Hal itu disebabkan karena radiasi sinar UVB cenderung rendah. Jika seorang bayi berjemur di luar waktu tersebut, kulit Si Kecil justru bisa mengalami kerusakan.
Aira sudah sampai ke ruangan khusus dimana ketiga buah hatinya berada. Ia segera melepas kardigan yang sedari tadi melekat di tubuhnya dan semakin mendekat ke box bayi di salah satu sisi ruangan ini. Lengan bajunya sengaja ia singsingkan di atas siku agar tidak menggangu pergerakannya saat memandikan bayi nanti.
"Hello baby girl, ayo kita mandi." Aira mengajak putrinya berbicara seolah bayi kecil itu sudah mengerti perkataannya. Ia mengelus pipi merah Aya dengan gemas, membuat gadis yang belum genap berusia tiga bulan itu tersenyum manis.
Aira melepaskan baju yang Aya pakai dengan hati-hati. Sebelumnya ketiga bayinya itu tetap memakai pakaian saat berjemur. Menurut kelas parenting yang diikutinya dulu, meski memakai pakaian, sinar matahari tetap bisa menembus masuk dan memberikan tambahan vitamin D pada tubuh Si Kecil. Justru saat pakaian mereka dilepas, bisa meningkatkan risiko penyakit lain, seperti demam, pilek, atau bahkan sampai berakibat pada kanker kulit dan melanoma.
Aira membawa Aya ke dalam kamar mandi. Ia mencelupkan ujung sikunya untuk mengetahui apakah suhu air sudah tepat. Bila suhu air terasa sudah cukup hangat, maka air tersebut bisa digunakan untuk memandikan bayinya.
Wanita itu meletakkan putrinya dengan hati-hati di dalam bak mandi khusus. Ia membasahi tubuh Aya dan mulai menyapukan sabun ke seluruh tubuh mungil itu. Perlahan Aira membersihkan bagian tubuh yang sering terlewat, seperti daun telinga, paha, dan tangan bayinya. Ia merasakan kulit Aya begitu mulus, halus, dan lembut, membuatnya terus ingin mengelusnya.
Aira begitu menikmati perannya sebagai seorang ibu. Ia memperlakukan bayinya dengan sangat hati-hati, dimulai dari memilih produk-produk untuk memandikan bayi bahkan sampai memastikan persiapan air untuk mandi ketiga jagoannya. Saat menyiapkan air mandi untuk bayi, suhunya harus tepat agar bayi merasa nyaman saat dimandikan dan tidak menimbulkan masalah lain kedepannya.
__ADS_1
Suhu air untuk memandikan bayi adalah suhu yang hangat, yaitu 37 derajat celsius. Selain suhu air, suhu ruangan pun harus diperhatikan. Suhu ruangan yang baik untuk memandikan bayi adalah 25 derajat celsius dan sebaiknya tidak dimandikan lebih dari 5 menit. Seorang bayi bisa merasa kedinginan dan menggigil jika terlalu lama berada dalam air.
Air hangat juga dapat melancarkan sirkulasi darah dan membantu merangsang motorik bayi. Selain itu, bisa membantu agar kotoran-kotoran pada kulit bayi dengan lebih mudah terangkat dan membuat bayi tidur lebih nyenyak di malam hari.
Memandikan bayi dengan air dingin sebaiknya tidak dilakukan sebelum usia 6 bulan, karena bayi belum punya sistem pengaturan suhu yang sempurna. Bila dimandikan dengan air dingin, maka bayi akan menggigil dan seringkali berujung demam.
"Sakura, tolong bawa Azami-kun kemari," pinta Aira sambil memberikan Aya pada salah satu baby sitter kepercayaannya.
"Baik, Nyonya." Sakura bergegas melaksanakan perintah puannya.
"Hello, Baby Boy," ucap Aira sembari mencium dada putra bungsunya dengan gemas. Sakura sudah membantunya melepaskan pakaian Azami. Ia menghirup aroma bayi yang menguar dari sana, terasa menenangkan, membuatnya melupakan sejenak problematika yang ada tentang Tuan Harada.
Aira memandikan jagoan kecilnya itu menggunakan bak yang lain. Lagi-lagi dia terlebih dahulu mengecek suhunya dengan ujung siku, memastikan tidak terlalu hangat dan tidak terlalu dingin.
"Ayo mandi, bersihkan tubuhmu ini." Aira menggelitik perut Azami, membuatnya tertawa tanpa suara. Wanita itu memastikan agar kepala bayinya ini tidak terendam dalam air. Perlahan, ia membalurkan sabun dan sampo khusus bayi ke seluruh tubuh putranya.
Aira membaringkan Akari di atas ranjang, bergabung dengan kedua adiknya. Ia segera mengeringkan tubuh putranya hingga benar-benar kering dan memastikan seluruh bagian tubuh yang berlipat tidak lembab karena bisa memicu gangguan kulit.
"Ao ... wa wa wa...." Suara Azami menggema di ruangan ini, membuat Aira menoleh ke arah putra sulungnya yang kini ada dalam balutan pakaian hangatnya yang berbentuk doggy. Sebenarnya Aira tidak begitu menyukainya, karena anjing cenderung identik dengan hewan najis. Namun, benda itu adalah pemberian ibu mertuanya, Nyonya Sumari. Jadi Aira enggan menolaknya. Ia masih tahu diri, menjaga etika sebagai menantu yang baik di depan wanita yang sudah melahirkan suaminya 28 tahun yang lalu.
"Whoa, kesayangan ibu sudah bisa bersuara?" cetus Aira, merasa takjub pada perkembangan bayinya. Ini pertama kalinya ia mendengar suara menggemaskan dari Si Bungsu, Azami. Pipinya terlihat merona merah, membuatnya semakin terlihat menggemaskan. Aira tidak bisa tidak mencium putranya ini.
"Wa wa...."
__ADS_1
Kali ini suara Ayame yang terdengar, seolah tak mau kalah dengan adiknya. Suara itu membuat Aira beranjak menghampiri Si Cantiknya yang tersembunyi di dalam handuk, menyisakan wajah mungilnya saja yang terlihat. Sama seperti adiknya, pipi gadis mungil ini juga memerah seperti memakai blash on.
"Putri ibu juga sudah pandai berbicara ya?" Aira mencubit pipi bulat putrinya sebelum menghujaninya dengan ciuman.
Cup
Cup
Aira menempelkan bibirnya di wajah cantik Aya dengan gemas, mengabaikan sejenak Si Sulung yang kini ada dalam pengawasan salah satu nanny-nya.
"Ututuuu... Kalian menggemaskan sekali." Aira menatap ketiga putra putrinya bergantian.
Seolah tahu sedang diperhatikan, Akari memiringkan badannya membelakangi Sang Ibu. Tubuhnya terlilit handuk putih yang menyembunyikan tubuh mungilnya, hanya menyisakan tangan dan kepalanya yang tampak menggeliat. Ujung kakinya perlahan muncul, menelisik di atas ranjang berwarna biru dongker, warna kesukaan wanita yang telah melahirkannya.
"Hey, Boy. Kamu berani mengabaikan ibumu?" Aira membalik tubuh putranya dan menghujaninya dengan ciuman. Hal itu membuat Sakura dan dua rekannya tersenyum. Kebersamaan seorang ibu dan ketiga putra putri kembarnya ini terlihat begitu manis. Siapa saja yang melihatnya pasti akan mengulas senyum di bibir.
Sungguh kebahagiaan yang sempurna bagi seorang ibu saat melihat anak-anak mereka tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya. Aira sendiri tak menyangka parenting story yang ia alami akan sebegitu menyenangkannya seperti ini. Semoga kebahagiaan ini tetap terjalin kedepannya, tak ada orang yang akan mengusiknya.
...****************...
Comel syekali mereka bertiga 😍😘😘😘😘
Semua luka dan air mata Aira terbayar sudah. Kesabarannya untuk tetap bertahan bersama Yamazaki Kenzo, membuahkan hasil yang luar biasa. Sebuah keajaiban dalam hidup kini ada padanya. Cerita bahagia sedang memihaknya.
See you,
__ADS_1
Hanazawa Easzy