
Ken mengacak rambut Mone, membuat gadis itu tidak senang.
"Jangan menyentuhku!" geramnya tajam.
"Ugh, lucu sekali." Ken kembali mengacak rambut Mone.
"Singkirkan tanganmu! Kakak ipar menyebalkan!!"
BAMM
Mone pergi setelah membanting pintu di belakangnya, menyisakan Ken dan Aira yang saling melempar tawa.
Ckitt
"Kamu selalu saja menggodanya." Aira mencubit perut suaminya yang tertutup kemeja warna navy, senada dengan dress yang ia kenakan.
"Sakit!!" pekik Ken sambil menangkap jemari Aira. Ia duduk di depan istrinya, mengisi tempat kosong yang ditinggalkan oleh Mone.
"Siapa suruh kamu mengacak rambutnya? Dia jatuh cinta pada Yamaken karena hal itu dan kamu justru merusak momen itu."
"Eh? Apa aku salah?" tanya Ken sembari menangkup wajah istrinya dengan kedua tangan.
"Tentu saja salah! Aku memintamu untuk menenangkannya sebagai seorang kakak, bukan justru mengacaukannya seperti barusan!"
"Mana aku tahu," ucap Ken sembari mengangkat kedua bahunya.
Aira menurunkan tangan Ken, menggenggamnya dengan erat. "Aku ingin kalian berdamai, jangan bertengkar lagi!"
Ken diam, menunggu petuah selanjutnya dari Aira. Ia tidak ingin mendapat murka istrinya yang tengah membahas hal serius berkaitan dengan adik sepupunya ini.
"Mone sedang berada di titik terlemahnya saat ini. Dia tidur sambil memeluk pigura mendiang ayahnya."
Deg!
Jantung Ken seolah berhenti berdetak seketika. Ia juga pernah ada di fase itu, dimana ia tidak melakukan apapun selama seharian penuh selain memandangi potret Erina setelah sebulan kematiannya.
"Aku pikir dia baik-baik saja selama ini, tapi ternyata tidak demikian. Membawanya pulang ke Jepang, berarti membawa kembali kenangan masa kecilnya sebelum ia bertolak ke Italia. Dan dia berhasil menyembunyikan itu dengan baik di depan kita," ungkap Aira.
"Dari mana kamu tahu tentang hal itu?"
"Kaori yang mengatakannya padaku. Dia semalam pergi ke apartemen Shun untuk mengantar makan malam. Saat datang ke kamar Mone, dia mendapati gadis itu tengah meringkuk di atas ranjangnya sambil memeluk potret tuan Kamishiraishi. Sepertinya Mone menangis sampai tak sadar tertidur."
Ken kembali diam. Ia tahu seperti apa rasanya merindukan seseorang yang telah tiada. Hanya air mata yang bisa mewakili perasaan mereka. Karena perjumpaan tak pernah ada untuk dua manusia yang telah berbeda dunia.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Ken, menatap dalam-dalam manik mata istrinya.
"Biarkan Yamaken mengalihkan dunianya."
"Mengalihkan dunianya?" Kening Ken berkerut, berpikir keras apa yang istrinya ingin sampaikan.
__ADS_1
"Atur kencan untuk mereka. Atau biarkan Mone mencurahkan seluruh perhatiannya pada Yamaken. Mungkin itu bisa menjadi kesibukan baru untuknya.
Ken tersenyum lebar. "Aku akan mengurusnya. Jangan khawatir, serahkan semuanya padaku." Ken mengerlingkan sebelah matanya, menyanggupi tugas menjadi malaikat cinta yang bersiap menembakkan cupid pada dua sejoli itu.
*cupid : panah cinta
"Istriku sungguh cerdas," puji Ken. Ia mendekatkan wajahnya, bersiap mencium Aira.
"Oek oeekk."
Tangisan Ayame berhasil membuat Aira menarik diri, menunduk pada bayi perempuannya yang tiba-tiba menangis. Ia terlalu serius berbicara dengan suaminya sampai lupa tidak memperhatikan putrinya.
Ken mengepalkan tangannya. Pagi tadi, ia harus mengalah pada mereka bertiga, dan kali ini juga. Waktunya dengan Aira jadi terbatas, tidak bebas seperti sebelumnya. Ia mengambil ponsel yang ada di saku kemejanya dan menghubungi seseorang.
"Minami, kapan pengasuh anak-anak akan datang?" ketus Ken dengan mencebikkan bibirnya. Ia merajuk karena batal mencium istrinya.
"Besok, Tuan," jawab Minami di ujung telepon.
"Datangkan malam ini juga. Mereka harus tiba sebelum jam makan malam!"
"Baik. Saya me..."
Tut
Ken mengakhiri panggilannya sepihak, tidak mau menunggu Minami menyelesaikan kalimatnya.
"Ada apa denganmu? Cemburu lagi pada anak-anak?" tanya Aira, tangannya sibuk mengganti popok bayi. Ia dengan sigap membersihkan kotoran yang ada di pantat putrinya. Ya, bayi merah itu menangis sebagai bentuk ekspresi karena merasa tidak nyaman dan minta ganti pakaian yang baru.
"Ini... " Aira menyodorkan diapers itu pada Ken, meminta suaminya itu untuk mencucinya sebelum dibuang ke tempat sampah.
*Diapers atau pospak (popok sekali pakai) paling banyak jenisnya yang dijual di pasaran. Biasanya, produk diapers untuk bayi ini terbuat dari plastik yang disesuaikan dengan kondisi kulit bayi. Diapers menggunakan sejumlah kandungan kimia untuk mencegah kebocoran cairan atau ngompol.
"Tidak mau!" ketus Ken sambil memalingkan wajahnya.
"Astaga, aku punya empat bayi sekarang. Tiga bayi kecil yang lucu dan menggemaskan, serta satu bayi besar yang sangat menjengkelkan!" geram Aira sembari memasang popok baru dengan cepat.
"Malam ini tidur di luar!" titah Aira sambil berjalan ke arah kamar mandi.
Whuss
Ken segera menyambar benda yang ia anggap menjijikkan di tangan Aira. Mau tidak mau ia harus menuruti perintah istrinya, atau ia akan benar-benar tidur sendirian malam ini. Dan itu bukan keinginannya sama sekali.
Aira tersenyum menatap punggung Ken yang menghilang di balik pintu, berganti dengan suara guyuran air di dalam sana. Ia kembali ke atas ranjang, menjumpai ketiga bayinya yang tengah menatap langit-langit kamar.
"Aya-chan, apa kamu lapar?" Aira mengelus pipi putrinya dengan gemas. Di antara ketiga anaknya ini, justru Aya yang paling banyak menyusu. Mungkin karena dia lebih kecil dari dua saudaranya yang lain, jadi dia membutuhkan asupan ASI lebih banyak. Entahlah, Aira tidak akan mempermasalahkannya.
Aira membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan meletakkan Aya di dekat dadanya, sedangkan kedua bayinya yang lain ada di sebelahnya, masih bisa ia jangkau dengan tangan kanannya.
Aira mulai menyusui bayinya, menikmati anugerah terbesarnya sebagai seorang wanita. Ada begitu banyak keutamaan seorang ibu menyusui yang seringkali diabaikan oleh banyak orang.
__ADS_1
Aira merasakan sensasi luar biasa mulai dari masa kehamilan, melahirkan, hingga menyusui. Selain memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi, menyusui bisa menjadi ladang pahala baginya. Bahkan menyusui juga bisa memberikan manfaat kesehatan bagi proses pemulihan tubuh ibu sendiri.
Aira ingat salah satu wejangan yang disampaikan oleh ustadz di salah satu kajian yang pernah ia ikuti saat di Indonesia. Beliau berkata, "Jika ia telah melahirkan anaknya dan menyusuinya, maka tak ada setetes pun air susu yang diisap oleh anaknya kecuali ia akan menjadi cahaya yang memancar di hadapannya kelak di hari kiamat,yang menakjubkan setiap orang yang melihatnya dari umat terdahulu hingga yang belakangan. Selain itu ia dicatat sebagai seorang yang berpuasa, dan sekiranya puasa itu tanpa berbuka niscaya pahalanya dicatat seperti pahala puasa dan qiyamul layl sepanjang masa. Ketika ia menyapih anaknya Allah Yang Maha Agung sebutan-Nya berfirman: ‘Wahai perempuan, Aku telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu, maka perbaruilah amalmu’.” (Mustadrak Al-Wasail 2: bab 47, hlm 623).
Merujuk pada penjelasan itu, artinya pahala bagi ibu menyusui akan dihitung berdasarkan setiap tetes air susu yang diberikan. Terlebih jika dilakukan dengan penuh kasih sayang dan rasa ikhlas, maka pahala yang didapat pun bisa berlipatganda.
Aira meriah jemari mungil putrinya yang bergerak di udara. Ia sadar, salah satu bentuk perawatan untuk buah hatinya adalah dengan memberikan segala sesuatu yang terbaik, termasuk ASI. Menyusui pun menjadi momen penting untuk memberikan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak-anaknya. Salah satunya kolostrum, cairan berwarna putih kekuningan yang pertama kali dihasilkan oleh seorang busui.
*Kolostrum adalah air susu dari p*yudara yang diproduksi oleh manusia, sebelum ASI secara lengkap keluar. Kolostrum sangat bergizi dan mengandung tingkat antibodi tinggi, yaitu protein yang melawan infeksi dan bakteri. Kolostrum memiliki banyak manfaat, di antaranya meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan pada bayi. Penelitian juga menunjukkan bahwa kolostrum dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan meningkatkan kesehatan usus sepanjang hidup.
Penjelasan dokter Tsukushi saat kelas ibu hamil kembali terngiang-ngiang di telinganya. Ia berusaha sebaik mungkin untuk memberikan yang terbaik, sesuai arahan dokter senior itu.
"Apa kamu begitu bahagia saat menyusui mereka?" tanya Ken yang saat ini ikut berbaring di ranjang, menepuk-nepuk Azami yang ada di sisi paling luar dari jangkauan Aira.
"Umm. Bukan hanya menyusui, aku sangat menikmati semua waktuku bersama mereka. Bahkan suara tangis mereka terdengar seperti lagu paling indah di dunia ini. Lihat putra putrimu, wajah mereka begitu lucu dan menggemaskan. Wajah-wajah surga. Rasanya aku rela menatap mereka sepanjang hari tanpa berpaling sedetik pun," ungkap Aira dengan senyum lebar terkembang di wajah bulatnya.
"Aku yang tidak rela!" ketus Ken jengkel.
"Ututuuu... Bayi besarku merajuk lagi," canda Aira sembari mencubit hidung mancung suaminya. "Kemarilah, biar ku cium pipimu. Muuaahhh."
Aira memajukan bibirnya seolah memberikan ciuman jarak jauh pada suaminya.
Cup
Tanpa di duga, Ken bergerak cepat memajukan wajahnya, membuat bibir Aira mendarat di tempat yang seharusnya. Bukan lagi ciuman jarak jauh, melainkan ciuman yang sesungguhnya.
BUGH!
"Ken?!" Aira mendorong dada suaminya dengan cepat sebagai refleks otomatis tubuhnya. Ia segera memeriksa kedua putranya, takut tertindih oleh bayi besar menyebalkan ini barusan.
"Terima kasih, Sayang." Ken beranjak pergi dengan cepat, membiarkan istrinya yang masih membelalakkan mata karena marah.
"YAMAZAKI KENZO!!" teriak Aira dari dalam kamar membuat Ken tersenyum lebar di balik pintu. Ia melangkahkan kakinya dengan mantap, menuju satu tempat khusus yang akan ia habiskan selama satu jam kedepan.
"Sepertinya aku harus menyiapkan sesuatu untuk meredakan kemarahan istriku," celoteh Ken riang.
...****************...
Uwu banget sii pasangan satu ini 😍😍
Suka deh sama spontanitas Ken 💃
Gimana? Masih kurang bebucinannya? Ahahahaa... Tunggu yaa di episode-episode berikutnya 😊😉
Tapi, author agak sedih sebenernya, hiks hiks... Jumlah reader, komen sama like nya menyusut drastis. Mungkin karena kalian sibuk yaa di dunia nyata & mulai aktivitas normal lagi setelah long weekend kemarin? Baiklah, ga masalah selama kalian tetep jaga kesehatan & menjalankan tanggung jawab sebagaimana mestinya 🤗
Jangan lupakan ibadah yaa, author nggak mau loh gara-gara bacaan unfaedah ini malah kalian jadi melewatkan ibadah kalian. Nanti author ikut kena dosa 😢😭😭
Pokoknya jadilah versi terbaik dari dirimu!! 😉
__ADS_1
See you again,
Hanazawa Easzy 💙