PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 108. AKU HARUS MENGHUKUM ALEX!!


__ADS_3

“Tentu saja tidak, Dante sayang! Aku lebih suka kau tidak pergi kemana-mana, tinggal disini saja bersamaku dan Alex. Aku merasa nyaman kalau berada disisimu.” ucap Tatiana manja.


‘He he aku sudah tahu ini yang akan kau katakan Tatiana!’ bisik hati Dante.


“Lalu kenapa kau menanyakan itu padaku seolah kau menyukai jika aku pergi?”


“Ah kau terlalu sensitif Dante!” ujar Tatiana.


“Ha ha ha ha aku hanya bercanda, sayang. Tunggulah dirumah sebentar lagi aku pulang, ok?”


“Baiklah. Aku akan menunggumu!”


Tatiana mematikan teleponnya, ada senyum diwajahnya dan menaruh ponselnya diatas nakas. “Aku sudah mempersiapkan makan siang kita tapi kau masih belum kembali! Kau ini ya Dante….kalau sudah masalah pekerjaan, kau pasti lupa segalanya!” Tatiana sedikit mencibir lalu berdiri mencari pakaiannya kembali karena sehabis mandi masih mengenakan bathrobe.


“Kenapa kalau melihat itu selalu saja terasa menyakitkan, ya?” tanya Tatiana sambil meringis.


Dia mengambil sebuah map yang memang ditaruhnya diantara lipatan pakaiannya.


“Andaikan aku tidak mempunyai penyakit ini! Aku tidak harus mengambil anak sialan itu! Dan aku tidak akan mengalami tekanan batin! Setiap kali aku melihat wajah anak itu, aku membayangkan wajah wanita yang mengandungnya! Apakah benar seperti yang dikatakan Dante kalau dia hanya melakukan bayi tabung bersama wanita itu atau dia melakukan hubungan badan dengannya? Ini yang selalu menjadi duri dalam daging, sudah empat tahun lamanya dan aku masih merasa tertekan membayangkan jika seandainya suamiku benar-benar melakukannya dengan wanita lain?” dia menghela napas.


“Dari mana Alex berasal? Anak itu membuatku merasa tertekan setiap saat, tapi aku tidak mungkin menyingkirkannya karena Dante sangat menyayangi anak itu! Jika sesuatu terjadi padanya maka Dante akan melakukan apapun untuk melindungi anak itu. Dan aku harus pura-pura jadi ibu yang baik padanya demi mempertahankan Dante disisiku, issssshhhh.”


Tatiana memegang dadanya yang terasa sakit disana, bukan sakit fisik yang dirasakan tapi sakit hati, rasa nyeri dihati karena penyakit iri dan dengki pada wanita yang mengandung Alex. “Kenapa aku harus menderita penyakit seburuk ini? Kanker ovarium yang memaksaku harus mengangkat kandunganku dan aku tidak akan pernah bisa punya anak. Meskipun aku bisa hidup tapi aku tidak bisa memberikan anak pada Dante!” rasa kesalnya hanya bisa dipendam dalam hati tanpa bisa dia luapkan pada siapapun.


“Selama bertahun-tahun aku selalu  berpura-pura dan menekan semua emosiku! Semua ini karena kau tidak adil padaku Tuhan! Kau tidak adil! Aku membencimu!” ucapnya sinis apalagi saat dia mengingat kembali semua masa lalunya.


FLASHBACK ON

__ADS_1


“Sudahlah Tatiana! Apalagi yang kau tangisi? Semua akan baik-baik saja, kau masih hidup dan penyakit itu sudah sembuh dan tidak ada lagi ditubuhmu. Sudah tujuh tahun berlalu dan kau masih baik-baik saja disisiku. Kau dan aku masih bersama, bukankah harusnya kau bersyukur Tatiana?” tanya Dante malam itu ketika dia memluk Tatiana sangat erat emncoba menenangkan wanitanya.


“Tapi, hidupku tidak sempurna Dante.” ujar Tatiana menangis dipelukan pria itu.


“Jangan bicara seperti itu. Apalagi yang belum sempurna bagimu? Kau sudah memiliki segalanya yang banyak orang diluar sana impikan. Apa lagi yang kau inginkan?” tanya Dante.


“Kau selalu menginginkan anak. Meskipun kau tidak mengatakannya padaku tapi aku tahu.”


“Sudahlah. Aku tidak terlalu memikirkan hal itu lagi.” ucap Dante.


“Kau bohong! Aku tahu didalam hatimu kau menginginkan anak, semua pria sepertimu selalu menginginkan anak sebagai pewarismu!” Tatiana melepaskan diri dari pelukan Dante dan menatapnya.


“Aku masih ingat apa yang kau katakan padaku. Kau sangat emncintaiku, kau ingin hidup bersamaku dan kau ingin kita memiliki anak-anak yang lucu yang akan membawa kebahagiaan dalam rumah kita, menjadi teman kita dan menjadi sahabat kita disaat kita tua nanti. Itukan yang kau harapkan? Dan sampai detik ini kau masih mengharapkan itu!” ucap Tatiana dengan terisak.


“Saat aku bicara seperti itu kondisinya berbeda dengan sekarang dan saat ini aku tahu apa masalahnya dan aku tahu kekuranganmu. Sudahlah Tatiana, aku tidak mempedulikan itu. Selama kau hidup disisiku, itu sudah cukup Tatiana!” Dante berusaha membujuk wanita itu dengan kata-kata dan menarik kembali Tatiana dalam dekapannya.


“Ada apa denganmu Tatiana? Kenapa kau jadi begini?” protes Dante.


“Ini semua karena aku merasa tidak sempurna, aku merasa kecil hati dan takut! Aku tidak tahu bagaimana harus mengatakannya padamu!” Tatiana kembali bicara sambil terisak-isak.


“Katakan! Sekarang kau mau aku melakukan apa?” Dante pun pasrah sudah tak kuat lagi melihat Tatiana menangis tersedu-sedu.


“Pergilah!”


“Apa?” Dante menatap lemah pada Tatiana.


“Pergilah Dante! Carilah seseroang yang bisa memberikanmu anak! Dan bawa anak itu padaku! Tapi jangan pernah membawa wanita itu! Aku hanya ingin anaknya saja, kau harus melakukan itu tanpa berhubungan badan dengan wanita itu! Kau paham maksudku kan? Dengan cara bayi tabung!”

__ADS_1


“Tidak mungkin aku melakukan itu. Mana ada perempuan yang rela melakukan itu?” Dante menggelengkan kepalanya menolak permintaan Tatiana.


“Ayolah Dante! Berikan aku kebahagiaan. Aku tidak mau kau mengatakan tidak tapi suatu saat nanti kau bersama wanita lain dan mendapatkan anak darinya lalu meninggalkanku! Lebih baik kau berikan aku anak itu! Aku mohon!” Tatiana memaksa.


“Kalau kau memang hanya ingin anak, kita bisa melakukan inseminasi buatan! Tidak perlu mencari seorang wanita! Hanya perlu seorang ibu yang mau melakukannya.”


“Tidak Dante!” Tatiana menggelengkan kepalanya.


“Jika kau lakukan itu maka wanita itu akan tahu kalau dia mengandung anakmu dan dia akan menyayangi anak itu. Belum tentu setelah anak itu lahir dia akan memberikan anak itu setelah dia tahu siapa kau. Meskipun dia tidak tahu siapa kau, dia pasti tidak akan mau memberikan anak itu! Lakukan pada wanita yang tidak mungkin akan memiliki rasa padamu, tidak mengenalmu, tidak melihatmu dan tidak mengganggu rumah tangga kita!”


“Ya ampun Tatiana! Kenapa kau berpikiran seperti ini?”


“Karena aku ingin bahagia Dante! Aku ingin memiliki keluarga yang sempurna seperti orang lain, keluarga yang memiliki anak!” pinta Tatiana kemudian merajuk pada Dante.


“Huffff!” Dante menghela napas dan masih menggelengkan kepalanya tidak mengerti.


“Ayolah Dante! Plissss wujudkan keinginanku kali ini! Aku mohon. Hanya sebatas membawa bayi itu ke dunia ini! Bukan hal yang sulit untuk melakukannya.”


FLASHBACK OFF


“Alex! Aku hanya memerlukanmu untuk menjaga Dante tetap berada disisiku saja! Jika tidak ada anak diantara kami, dengan status Dante yang selalu dikelilingi wanita maka suatu hari dia akan memilih salah satu diantara wanita itu untuk jadi istrinya dan melahirkan anak untuknya. Tapi dengan ideku, aku tetap istri sah satu-satunya dan aku tidak takut lagi!” dia tersenyum sumringah.


“Aku sudah banyak melihat rumah tangga yang hancur karena tidak ada anak. Apalagi pria seperti Dante yang kaya dan punya harta melimpah sudah pasti dia akan menginginkan seorang pewaris. Untung saja dia menyetujui keinginanku untuk membawa anak itu padaku. Dia selalu ada disisiku selama ini jadi aku yakin dia tidak melakukan itu dengan wanita yang mengandung Alex! Dia benar-benar melakukan IVF untuk mendapatkan Alex.”


Tatiana bergumam sendirian sembari mengingat semua yang terjadi selama ini. Tiba-tiba dia teringat sesuatu. “Dimana Alex? Kenapa aku tidak melihatnya sejak tadi?” dia memijit pelipisnya. “Tadi dimana dia kata Dante ya?” Tatiana mulai memikirkan keberadaan Alex.


“Ah! Bella! Ya anak itu pasti bersama Bella! Aku tidak mau anak itu kelamaan bermain bersama Bella, dia tidak boleh terlalu dekat dengan Bella! Wanita itu terlalu berbahaya kalau dia bisa menarik perhatian Alex, tidak mustahil juga dia bisa menarik perhatian Dante! Wajahnya terlalu cantik dan tubuhnya terlalu seksi siapa yang tidak akan tergoda?”

__ADS_1


__ADS_2