
“Alex!” Dante yang penasaran sudah memanggilnya dengan posisi berdiri disamping Nick yang menggendong Alex.
“Iya daddy?” Alex menatap wajah ayahnya dengan ekspresi menggemaskan.
“Apa yang kau katakan Alex? Mommy mematikan lampu?” Dante mengulang pernyataan anaknya sambil menatap Alex dengan keingintahuannya.
“Iya daddy!” Alex menjawab menganggukkan kepala.
“Kenapa mommy mematikan lampu?”
“Karena aku tidur di kamar Bella!” jawab Alex mengerjapkan mata. “Mommy melarang aku tidur sama Bella, katanya Bella jahat.” jawab Alex dengan jujur.
DEG!!!
‘Bella memang bodoh dan Alex polos, Bella memang selalu menginginkan hal-hal tentang percintaan tapi dia bukan seorang pembohong! Dia tidak sedang berusaha menjebak Tatiana. Kalau aku menuduhnya pembohong maka harus menunjuk anakku sendiri sedang berbohong sekarang! Tapi Alex tidak pernah berbohong!’ Dante agak bingung dengan pernyataan Alex yang bertolak belakang dengan apa yang dikatakan oleh Tatiana padanya selama ini.
“Alex, apa mommy melarangmu bermain dan tidur bersama Bella?” wajah Dante serius sekali saat bertanya pada Alex sehingga membuat Nick merasa agak khawatir.
‘Dante! Sepertinya kau tidak tahu maslaah ini. Aku pernah memepringatkanmu sebelum kau membawa Bella kerumah ini kalau itu akan menjadi masalah dengan Tatiana tapi saat itu kau tidak peduli dan sekarang kau bisa mendengar sendiri apa yang dikatakan oleh anakmu sendiri!’ ujar Nick dihatinya.
“Aku nggak boleh main sama Bella, aku nggak boleh tidur sama Bella. Kalau aku main sama Bella nanti keretaku akan diambil lagi sama mommy jadi kalau aku nakal aku nggak punya kereta lagi.”
DEG!!!
‘Betulkah Tatiana mengambil semua mainannya karena dia bermain dengan Bella?’ hati Dante bergetar ketika mendengar ucapan Alex, sejenak bibirnya tidak bisa berkata-kata. Suaranya tercekat di tenggorokan mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
‘Apa iya sih dia setega itu pada Bella? Apa benar semua yang dikatakan Bella tentang istriku? Jadi dia menyakiti Alex?’ Dante berbisik didalam hatinya, dia masih tidak berani membenarkan semua kalimat Alex, kata-kata Alex yang bertolak belakang dengan ucapan Tatiana selama ini sungguh menyakitkan hatinya. Seseorang yang sangat dia percaya dalam hidupnya ternyata bisa bebrohong juga padanya, ini sungguh tak pernah terpikirkan oleh Dante.
“Dante! Kau baik-baik saja?” tanya Nick karena dia tidak melihat pria itu merespon.
“Ehm….!” hanya kalimat itu saja yang keluar dari bibir Dante dengan matanya menatap Alex.
“Sebaiknya kau bawa Alex istirahat karena ada beberapa hal yang harus aku bicarakan denganmu!”
Dante melirik Nick, “Aku rasa dia akan lama tidurnya. Ikutlah denganku kita bisa bicara sambil mengasuhnya.”
“Apa? Kau menyuruhku mengasuh Alex?” mata Nick terbelalak tak percaya.
“Lebih baik mengasuh Alex daripada kau mengasuh wanita tidak jelas!” ujar Dante lagi.
“Sepertinya itu adalah pengalaman pribadimu!” goda Nick.
__ADS_1
“Jangan membuat kesimpulan sendiri atau kau tahu akibatnya!”
“Baiklah Dante! Aku tidak akan macam-macam.” Nick terkekeh dan mengikuti Dante yang sudah menggendong Alex.
“Nick? Apakah sudah menemukan Bella-ku?” Alex yang berada digendongan ayahnya menatap kebelakang kearah Nick dan bertanya ketika mereka menaiki tangga ke lantai dua.
“Itu yang ingin aku bicarakan dengan daddy-mu Alex!”
“Jadi kalian mau menjemput Bella-ku?”
“Iya, kami akan menjemputnya tapi tidak sekarang Alex karena tempat Bella sangat jauh sekali. Sangat sulit untuk digapai!” jawab Nick.
“Jadi, kapan Bella-ku akan pulang kesini? Aku rindu Bella-ku!”
“Dante! Kenapa kau tidak membantuku menjawabnya?” bisik Nick dibelakang Dante.
“Bella akan segera pulang kalau semuanya sudah disiapkan untuk menebusnya!” jawab Dante.
“Apa saja yang harus disiapkan menebus Bella-ku? Biar aku bantu siapkan!” Alex tetap mencecar.
“Dante!” teriak Nick meninggikan suaranya.
“Alex!” Dante memanggil anaknya.
“Iya daddy!”
“Apakah keretamu sudah dikembalikan mommy?”
“Belum daddy!”
“Ada berapa lagi yang belum dikembalikan?” Dante mencoba merubah fokus anaknya supaya tidak lagi mencecar sahabatnya tentang Bella, sehingga membuat Nick bernapas lega.
“Masih ada berapa ya?” Alex mencoba berpikir.
“Jadi Alex takut sama mommy karena mommy mematikan lampu kamarmu?” tanya Dante mengulang pertanyasn.
Alex berpikir agak lama mencoba menghitung jumlah mainannya yang belum dikembalikan Tatiana.
“Mommy matiin lampu tapi sekarang aku tidak takut lagi. Bella bikin aku tidak takut lampu mati.” jawab Alex menjelaskan sejujurnya.
“Benarkah?” tanya Dante melirik anaknya.
__ADS_1
“Kata Bella-ku kalau lampunya mati nanti Bella-ku akan datang memelukku dan akan menemaniku tidur, jadi aku tidak takut lagi.” wajahnya tersenyum dengan binar bahagia setiap kali dia menyebut nama Bella.
“Kalau Bella tidak ada, apa kau juga tidak akan takut?”
“Kalau Bella-ku tidak ada maka tidak boleh mati lampu daddy!” Alex mengerucutkan bibirnya.
Dante mendudukkannya ditempat tidur dan menatapnya seraya tersenyum. 'Bella! Anakmu sangat menyayangimu, wajahnya terlihat bahagia hanya dengan menyebut namamu saja.'
Hati Dante terasa sakit seperti disayat-sayat sembilu. Dia membelai wajah tampan anaknya yang terlihat mirip dengan Bella.
“Setidaknya kau sedikit terhibur dengan anak ini.” ujar Nick yang membuat Dante meliriknya.
“Kabar apa yang kau punya Nick?”
“Haruskah aku membicarakannya disini sekarang Dante?”
“Apa yang ingin kau sembunyikan?”
“Tadinya aku ingin berdiskusi dulu denganmu. Aku khawatir kalau anakmu mendengar semua pembicaraan kita.” ujar Nick yang agak khawatir ingin bicara karena keberadaan Alex.
“Dia mendengar tapi dia belum mengerti semua yang kau katakan! Mungkin kau bisa mengubah nama wanita itu?” ujar Dante memberi saran.
“Baiklah kalau begitu. Kalau aku bisa menceritakannya sekarang maka aku bisa beristirahat nanti malam karena tadi malam aku tidak tidur pulas he he he.” tangannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil terkekeh.
“Saat anakku sudah tidur, kau harus bekerja denganku agar segera mencarinya!” ucapan Dante sesuai dengan keinginan didalam hatinya.
“Kapan dia tidurnya?” Nick mengerutkan alisnya.
“Berikan dulu informasinya padaku Nick!”
Tok tok tok tok…..
“Tolong buka pintunya Nick!”ujar Dante yang masih sibuk dengan anaknya.
Sebelum Nick menjawab pertanyaan Dante, dia sudah membukakan pintu dulu.
“Ada apa Henry?” Nick melihat orang yang berdiri didepannya.
“Permisi Tuan Nick. Saya mencari Tuan Dante!”
“Katakan apa yang kau inginkan!” ucap Dante yang sedang membukakan baju Alex untuk memandikannya. Dia bicara tanpa memandang wajah Henry.
__ADS_1