
Bella semakin menikmati waktunya bersama dengan Alex membuat jalur kereta. Lalu dia membantu Alex merapikan pemandangan diskeitarnya, itu hanyalah permainan sederhana tapi tampaknya sesuatu yang sangat menarik bagi Bella dan Alex sehingga mereka sangat serius sekali dan menikmatinya. Hingga tiba-tiba….
“Hoaaammmm!” Alex membuka mulutnya lebar-lebar dan mengusap matanya yang mulai mengantuk.
“Alex, apa kau sudah mengantuk?” tanya bella akhirnya saat dia melihat anak itu sudah membuka mulutnya dan menguap lebar.
“Tidak. Aku tidak mengantuk. Aku masih mau bermain dengan Bella!” ucapnya.
“Tapi kau sudah kelelahan sayang!” Bella langsung meletakkan mainan Alex.
“Tidak Bella! Aku tidak lelah. Aku juga belum mengantuk.” alasannya menolak karena dia tidak mau ditinggalkan oleh Bella. Dia merasa takut kalau wanita itu akan pergi meninggalkannya lagi. Jadi dia berusaha menolak rasa kantuknya dan terus bermain.
“Sudah dulu ya kita bermainnya kita lanjutkan besok saja. Besok pagi kita bisa main lagi Alex! Kalau kau tidur nanti kau sakit dan kita tidak bisa bermain.”
Alex pun terdiam sejenak dan menatap Bella yang mengajaknya bicara dan berusaha membujuknya.
“Kau tidak mau mendengarkan aku? Kau curiga kalau aku akan menipumu dan ingkar janji?” ucapan Bella membuat Alex menggelengkan kepalanya.
“Tidak.” ucap Alex tak bersemangat.
“Lalu kenapa kau melihatku begitu Alex?”
“Waktu itu aku tidur dan kau pernah bilang kita akan bermain lagi. Tapi pas aku bangun, aku mencarimu tapi tidak menemukanmu Bella. Sejak di piano itu aku tidak pernah melihatmu lagi!”
“Hahahaha!” Bella tak bisa menahan tawanya. “Jadi kau tidak mau tidur karena kau takut saat kau bangun kita tidak bertemu lagi?” tanya Bella tersenyum.
“Iya Bella! Aku tidak mau itu. Aku mau saat bangun aku melihatmu.” jawab Alex pasrah.
“Alex sayang! Dengarkan aku baik-baik ya. Kau tidak perlu khawatirkan hal itu karena itu tidak akan pernah terjadi lagi. Paham?”
“Aku akan tetap berada disisimu dan kita akan tetap bermain berdua seperti ini. Setiap hari! Aku sudah bicara dengan daddy-mu. Dan dia bilang kalau dia tidak akan melarang kita untuk bermain bersama dan dia sudah berjanji. Dia janji tidak akan memisahkan kita.” bujuk Bella mengelus kepala anaknya.
“Iya.” akhirnya Alex pun menganggukkan kepala.
“Nah itu baru keren Alex! Tapi Alex….syaratnya sekarang kau harus tidur. Kau mengerti kan?”
__ADS_1
“Iya. Besok kita main lagi ya Bella?”
“Iya Alex sayang. Tapi sekarang kita rapikan dulu mainanmu ya.”
“Iya Bella!” akhirnya mereka menghentikan main kereta-keretaannya, Sarah menaruhnya lagi lalu Bella menggandeng Alex menuju ke kamar mandi untuk menyelesaikan tugas malamnya sebelum tidur.
“Mau aku gendong, sayang?” tanya Bella saat mereka keluar dari kamar mandi.
“Mau Bella.” jawab Alex sangat senang. Lalu Bella langsung menggendong anaknya ketempat tidur.
“Kau akan tidur disini bersamaku kan Bella?” tanya Alex mengerjapkan matanya.
“Iya Alex sayang! Aku akan tetap disini bersamamu. Itu kan yang kau inginkan Alex?”
“Sarah! Kau disini juga kan?” Alex tak langsung menjawab Bella tetapi dia malah bertanya pada Sarah.
“Tentu saja Alex sayang!” ujar Sarah sambil memainkan kalung yang ada dilehernya.
“Dimana kau membeli benda mengerikan itu Sarah?” tanya Bella melototi adiknya.”Apalagi lampunya terus saja menyala merah begitu.” oceh Bella.
“Ah, jadi kau melihat kalungku?” tanya Sarah sambil menyentuh kalungnya. Bella menjawab dengan menganggukkan kepalanya sambil terus menatap kalung itu.
‘Issss…..lihatlah bagaimana dia tersenyum sambil memegang kalung itu! Pasti kalung itu bukan kalung sembarangan? Aku yakin kalau itu adalah sesuatu. Hmmm….pasti itu sesuatu yang berharga. Hadiah seseorang untuknya kah?’ bisik hati Bella.
“Apakah sekarang kau sudah memiliki kekasih yang suka tengkorak?” akhirnya Bella pun menanyakan pada Sarah tentang itu untuk memuaskan rasa penasarannya kepada adiknya itu.
“Dia bukan kekasihku, Belinda!” jawab Sarah.
“Maksudmu?”
“Maksudku, kami masih belum punya hubungan sampai ketahap kekasih. Dia sendiri mengatakan padaku kalau dia tidak berpikir kearah sana.”
“Dan kau percaya itu padahal dia sudah memberikan benda itu? Hati-hati Sarah! Kau tidak boleh sembarangan percaya pada orang, belum tentu orang itu baik untukmu. Buang kalung itu!” protes bella kesal.
Dia tidak ingin Sarah sampai salah memilih kekasih sehingga dia pun memprotesnya. Reaksi Bella sangat dingin dan dia langsung menolak yang dikatakan Sarah.
__ADS_1
“Tidak mau!” Sarah menggelengkan kepalanya.
“Aku yakin dia menyukaiku, Belinda! Tapi dia tidak mau mengatakannya saja. Apakah karena usiaku masih muda? Aku masih lima belas tahun sedangkan dia sudah dua puluh lima tahun.”
“Sarah! Aku tidak setuju! Dia terlalu tua untukmu dan dia bisa saja mempermainkanmu Sarah!” protes Bella. Sikapnya kali ini sangat berbeda dengan sikap Bella saat bersama dengan Dante. Dia bersikap tegas kali ini.
“Belinda, ayolah...percayalah padaku kalau dia itu berbeda.” Sarah mulai merajuk.
“Siapa dia sebenarnya Sarah? Kau tidak kenal dengan orang sembarangan di situs dating kan?”
“Tidak Bella! Dugannmu itu semuanya salah! Aku sangat yakin kalau dia baik. Aku tinggal bersamanya selama satu minggu.” jawab Sarah.
“Apa? Kau tinggal bersamanya?” Bella memicingkan matanya. Emosinya semakin memuncak dan jantungnya rasanya mau meledak mendengar itu sehingga dia melepaskan tangannya dari Alex dan langsung menjulurkan tangannya kearah leher Sarah bermaksud hendak menarik kalungnya. “Apa kau diam-diam menjalin hubungan dengannya dibelakangku?” nada suaranya meninggi.
“Tidak Bella! Aduh...bukan begitu.”
“Aku tidak suka kau memanggilku dengan nama itu. Panggil aku Belinda1” serunya.
“Iya...iya. Padahal sama saja, mereka semua juga disini memanggilmu dengan nama itu.” sahut Sarah.
“SARAH!” bentak Bella yang kali ini benar-benar menunjukkan amarahnya.
“Iya….iya….aku panggil BELINDA! Sudah kan B-e-l-i-n-d-a!” jawab Sarah sambil mengeja.
“Katakan padaku siapa pria itu!” Bella semakin tidak sabar dan menatap Sarah dengan tajam.
“Dia itu teman suamimu, Belinda! Dia yang menjemputku waktu itu. Kau lupa?”
Bella berusaha untuk mengingat-ingatnya.
“Apa kau menyukainya?” Bella protes dan menggelengkan kepalanya.
‘Aduh! Pria itu sudah sering celap celup! Adikku masih polos, tidak boleh! Enak saja dia! Huuh!’ hati Bella melengos sudah seperti roller coaster. Dia tidak suka jika adiknya menjalin hubungan dengan teman-teman Dante.
Dia tahu mereka itu seperti apa gaya hidupnya yang suka keluar masuk kelab malam dan bergonta ganti wanita.
__ADS_1
“Iya aku sangat menyukainya. Aku suka!” jawab Sarah dengan penekanan.
“Ya Tuhan, Sarah aku tidak tahu mereka itu orangnya seperti apa tapi aku tidak mengijinkanmu. Pokoknya Tidak!” Bella jarang sekali marah pada Sarah dan ini yang pertama kalinya dia marah besar pada Sarah adiknya.