
“Itu sebuah tombol komandan!”
“Tombol?” Manuel memperhatikan lekat-lekat.
“Merah berkedip? Ya Tuhan! Jangan kau tekan!” Manuel baru saja memberikan perintah tapi….
Tiiittttt…..tangan anak buahnya sudah lebih dulu menyentuh.
DUUUUAAARRR!
Getaran terasa dari ledakan yang baru saja terjadi. Sampai membuat tubuh Manuel dan benda-benda disekitarnya bergetar. “Keluar dari sini sebelum bangunan runtuh!” teriak Manuel dan mereka langsung melakukan apa yang diperintahkan Manuel.
“Ledakannya besar sekali komandan.”
“Sudah kukatakan jangan ditekan!” Manuel menyesal tapi semuanya sudah terlambat.
‘Darimana bom itu memiliki tenaga?’ pertanyaan itu muncul dibenak Manuel. Dia merasakan kepalanya pening akibat getaran itu dan telinganya berdengung.
“Aku rasa jika benda itu sudah meledak artinya semua yang ada di laboratorium sudah hancur dan tidak mungkin ada satupun yang tersisa disana.”
“Aku yakin Jeff masih menyimpan sesuatu. Tapi dimana? Dititipkan pada siapa? Aku merasa dia memiliki teman atau keluarga lain! Yang aku tahu dia hanya memiliki mantan istrinya tapi wanita itu sudah mati dan ternyata sifatnya tidak jauh berbeda dengan Jeff.” pikir Manuel. Pikirannya kembali mencoba mengingat semua ucapan Jeff.
Hingga akhrinya dia terdiam sejenak ketika berpikir sesuatu. “Sepertinya aku mengingat sesuatu! Jeff pergi dari tempat ini, dia menaiki helikopter dan dia memiliki tujuan.” Manuel pun tersenyum ketika dia mengingat semua yang dikatakan Jeff.
“Villa! Ya villa itu yang dia inginkan. Dia membawa semua perlengkapannya. Dia bahkan membawa kedua orang ilmuwan itu.”
“Di tempat itu pasti ada sesuatu bukan? Villa….yang mana? Kenapa dia tidak mengajakku kesana sebelumnya? Apakah sejak awal dia sudah mulai mencurigaiku?” pikir Manuel lagi.
“Ah, apakah mungkin villa baru yang dibeli oleh istrinya empat bulan yang lalu?” Manuel melirik anak buahnya. “Aku tahu kita harus pergi kemana.”
“Maksudnya komandan?”
__ADS_1
“Jangan banyak tanya. Sekarang kumpulkan semua anak buahku! Kita akan tinggalkan tempat ini karena aku sudah tahu tempat tujuan kita selanjutnya.”
...*********...
Setelah beberapa jam perjalanan dari Meksiko ke Italia, akhirnya Dante dan teman-temannya sampai dirumah. “Home sweet home! Akhirnya bisa kembali kerumah ini.” ujar Dante menatap reruntuhan rumahnya.
Yang terlihat hanyalah reruntuhan mansion mewah itu. Mereka pun tidak berlama-lama memandangi reruntuhan itu.
“Mansion anda sudah seperti ini Tuan, bagaimana kita memperbaikinya?” tanya Henry.
“Dante, sebaiknya segera membereskan reruntuhan ini. Dan baunya sudah menyengat dari mayat itu.” kata Barack dan yang lainnya pun bisa mencium bau busuk dari mayat para pelayan yang sudah berubah menjadi android dan juga yang lainnya.
“Kupikir setelah menjadi android, mayat mereka tidak akan membusuk dan berbau seperti ini.” celetuk Anthony yang sudah tidak sabaran lagi sambil menutup hidungnya.
“Tubuh mereka masih manusia biasa, hanya otak mereka saja yang dikendalikan. Makanya mayat mereka berbau busuk seperti itu.” ujar Dante. Dia pun segera memerintahkan orang-orangnya untuk segera membersihkan reruntuhan rumahnya.
Dan juga mengurusi mayat-mayat android itu. “Lalu apa yang kau lakukan sekarang Dante? Apakah kau berencana tinggal di bunker untuk sementara?” tanya Barack lagi.
“Oh begitu. Aku juga akan tinggal bersamamu kan?” tanya Anthony ingin memastikan.
“Ya, tapi setelah kau menyelesaikan masalahmu.” ujar Dante. “Apa rencanamu selanjutnya? Bagaimana kau akan mengurusi hubunganmu dengan anak presiden itu?” tanya Dante menatap adiknya. “Lalu apa yang akan kau lakukan dengan Anna? Apa kau sudah memikirkan pilihanmu?”
“Aku ingin hidup seperti orang bisa saja. Aku akan mengganti identitasku dan juga Anna jika dia sudah menerimaku nanti. Aku harus segera menemuinya dan bertanya padanya. Dengan begitu aku bisa hidup bebas tanpa beban dari masa lalu! Biarlah aku diberitakan mati sehingga anak presiden itu tidak akan menggangguku lagi.” jawab Anthony.
“Jadi itu makanya kau meminta bantuan Henry dan Manuel?” tanya Barack.
“Iya, Henry bisakah kau membantuku membuatkan identitas baru untukku dan Anna nanti? Aku mau melanjutkan kehidupan baru ditempat yang baru dengan identitas baru.” ujar Anthony.
“Baiklah Tuan Anthony! Nama apa yang ingin anda pakai?” tanya Henry.
“Bagaimana jika nama Anthony Kane diganti menjadi Mark Sebastian? Aku memakai kembali nama asliku pemberian orang tuaku?” ucap Anthony.
__ADS_1
“Ya itu bagus sekali! Kau memakai identitas aslimu yang sebenarnya sebagai putra dari Mateo Sebastian!” Dante tersenyum mendengar keinginan adiknya itu.
Mereka semua pun masuk ke bunker dan menemui orang-orang yang ingin mereka temui yang sudah menunggu mereka kembali. Mereka mengeluarkan Nick dari ruang kendali terlebih dahulu.
Setelah itu Dante membawa Anthony menuju keruang penyimpanan harta keluarganya dan menunjukkan sebuah ruangan yang dipenuhi dengan emas dan permata.
Dante berkata, “Aku akan memberikan bagianmu! Itu adalah hakmu yang sudah disiapkan daddy untukmu. Aku hanya menyimpannya untukmu selama ini! Karena aku masih mencari keberadaan adikku. Dan sekarang aku sudah menemukanmu maka aku akan mengembalikan warisan bagianmu.”
“Wah, Dante! Aku kaya sekali!” pekik Anthony tertawa.
“Oh iya Anthony apakah kau sudah menscreening semua tempat disini?”
“Sudah! Aku sudah pastikan tidak ada manusia android lagi disini. Setelah Nick meledakkan semuanya dan tidak ada lagi satupun yang tersisa.” ucap Anthony. “Kau tidak perlu merasa khawatir Dante.”
Barack menepuk punggung Dante, “Aku sudah membersihkan semuanya. Kau ingat komputer itu? Aku sudah mematikan semua datang.”
“Mereka tidak akan bisa hidup lagi, Dante! Jadi jangan menanyakan tentang android itu lagi. Mereka tidak akan kembali! Hahahaha!” celoteh Barack yang sudah bosan dengan pertanyaan Dante.
“Baguslah kalau begitu. Berapa banyak orang yang kau bunuh Barack?” Dante melirik sahabatnya itu.
“Banyak sekali Dante. Dua ratus ribu orang! Itu jumlah yang sudah dijadikan android oleh Jeff!”
Setelah Dante menunjukkan semuanya pada Anthony, mereka pun bergegas pergi dari sana. Dante sudah sangat merindukan istri dan anaknya. Begitu pula Anthony yang ingin segera menyelesaikan masalahnya dengan memalsukan kematiannya agar dia bisa memulai hidup baru bersama Anna. Anthony dan Dante berjalan menuju ke kamar yang berbeda.
Dimana wanita mereka sudah menunggu. saat ini didalam kamar berduaan. Dante membuka pintu kamar utama dimana Bella dan putranya berada. Begitu pintu terbuka bertepatan dengan Bella yang menatap kearah pintu.
Senyum muncul diwajah cantiknya melihat kedatangan Dante.
“Dante, aku senang kau kembali.” Bella berjalan kearah Dante.
‘Rasanya aku tak pernah jemu memandang Dante! Selalu saja ada cinta yang menungguku ketika aku menatapnya. Aku merasa terpuaskan ketika aku disampingnya. Owwwwhhh ganteng sekali suamiku.’ bisik hati Bella. Dia merasa gemas menatap Dante.
__ADS_1
“Kau sudah mengatakannya lebih dari sepuluh kali Bella!