PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 191. AKAL-AKALAN TATIANA


__ADS_3

‘Ini bukan jebakan kan? Dia bertanya padaku tentang hal ini bukan permainan istrinya kan? Issss…..istrinya sudah mengancamku sebelum dia berangkat!’ gumamnya dalam hati.


“Ciuman? Dimana ciuman itu?” Dante menatap Henry penuh tanya.


“Ehm….yang saya lihat hanya di pipi saja seperti biasa.” jawab Henry jujur.


“Apa Tatiana sering ke ruang piano?”


Henry menganggukkan kepala, “Kalau menemani Alex, Tuan!”


“Hem….apa yang kau tahu? Apa kira-kira yang mereka lakukan didalam sana?”


“Saya tidak tahu apapun Tuan. Pintunya ditutup.” dan ucapan itu membuat Dante memicingkan mata.


“Bukankah kau seharusnya selalu ada menemani mereka karena saat mereka membutuhkan sesuatu kau harus segera menyiapkannya?” Dante menatap Henry mencoba menyelidiki. “Huh? Pintunya di tutup? Jadi maksudmu mereka sering main dibelakangku?” tanya Dante lagi yang kini sudah mulai meradang.


“Maafkan saya, Tuan! Saya sama sekali tidak pernah bermaksud untuk menyembunyikan semua ini dari Tuan. Tapi saya tidak ingin menyinggung siapapun dan rasa cinta anda pada Nyonya Tatiana membuat saya tidak berani untuk mengutarakan semuanya pada anda selama ini, Tuan!” ucap Henry.


‘Ahhh…..satu-satunya yang aku miliki selama ini setelah kematian orang tuaku dalah Henry! Dia bahkan ikut tinggal dirumah keluarga Tatiana bersamaku. Sedangkan adikku entah berada dimana. Henry adalah orang yang jujur dan selalu mendukungku selama ini, mana mungkin aku mencurigainya? Meskipun pekerjaannya hanya seorang kepala pelayan tapi dia sangat berjasa padaku,’


gumam Dante dihatinya.


“Sudahlah Henry! Jangan pernah merasa tertekan. Satu hal yang penting, harusnya kau selalu jujur padaku. Ini adalah rumahku dan Tatiana adalah istriku, Alex adalah anakku dan aku benar-benar ingin tahu apa yang mereka lakukan dibelakangku!”


“Maafkan saya, Tuan!” Henry benar-benar merasa tidak enak hati pada Dante. ‘Duh, dari dulu aku selalu mengatakan semuanya padamu tapi kau hanya menganggap sebagai angin lalu. Sejak Tuan Muda Alex dilahirkan, aku sudah menyarankan memakai pengasuh dan masalah CCTV biasanya diurus oleh tim khusus.’ Henry menghela napasnya.


‘Tapi kau terlalu percaya pada Tatiana, teman mainmu sejak kecil yang kini menjadi istrimu itu...hmmm….tapi sudahlah aku tidak mungkin menyalahkanmu soal ini!’ bisik hati Henry yang meminta maaf pada Dante.

__ADS_1


“Jelaskan padaku apa kau pernah melihatnya dengan Lorenzo bermesraan selain berciuman atau pelukan?” tanya Dante lagi sambil berkacak pinggang.


“Saya benar-benar tidak pernah melihat tapi obrolan mereka yang kemarin itu yang sangat mengerikan, Tuan” ucap Henry memberanikan diri untuk mengatakan apa yang dilihatnya kemarin.


“Katakan padaku!”


“Nyonya Tatiana mengatakan terimakasih pada Tuan Lorezno!” ucap Henry sejujurnya.


“Apa? Terimakasih untuk apa? Bukankah kemarin itu masalah Bella itu terjadi?”


“Ehm...iya benar Tuan,” Henry mengangguk.


“Jelaskan padaku selengkapnya, Tatiana berterima kasih sebelum atau sesudah kejadian?”


“Sesudah kejadian Tuan! Saya melihat mereka berdua saat saya baru masuk kedalam rumah setelah mengantar Bella keruang penyiksaan itu!”


“Baik, Tuan. Saya mengerti.”


“Lalu, apa kau tahu alasannya kenapa Tatiana harus berterimakasih pada Lorenzo?”


“Tahu Tuan! Karena Lorenzo sudah berhasil membuat anda menghukum Bella!”


Kalimat yang terucap dari bibir Henry itu sangat sederhana dan ringan tapi efeknya sangat kuat menghantam Dante sehingga membuat tubuhnya menegang.


‘Tatiana berterimakasih karena Lorenzo berhasil menjebak dan melecehkan Bella? Jadi kejadian tempo hari itu hanya akal-akalan saja? Jadi Tatiana memang sengaja menyuruh…..ehm! Saat itu Tatiana melarangku masuk kesana, dia malah menyuruhku untuk memberitahukan pada pelayan agar mengantarkan makanan Alex kesana, tapi malah aku yang masuk. Apa Tatiana ingin memeprmalukan Bella dengan membuat rumor tentang Bella agar aku memecatnya dan membuangnya?’


‘Atau….apa mungkin Tatiana berencana agar aku membunuh Bella? Aihhh…..tapi yang datang justru aku sehingga aku yang melihat langsung kejadian itu dan memberinya hukuman! Ternyata ini hanya akal-akalan Tatiana saja! Bella tidak bersalah tapi aku malah menghukumnya sangat berat.’ hati Dante semakin memanas membuat kepalanya pun ikutan berdenyut. Satu tangannya memijit pelipisnya.

__ADS_1


“Tuan, anda baik-baik saja?” tanya Henry tanpa mendapat repson dari Emir.


‘Jadi aku dijebak oleh tatiana selama ini? Tatiana apa kau bermain dengan Lorenzo? Apa maksudmu melakukan itu tempo hari? Apa kau membayar Lorenzo dengan tubuhmu untuk menjebak bella? Kau tahu betapa jijiknya aku pada wanita bekas laki-laki lain?’ celetuk hati Dante dengan geram.


Dante memang tak suka dengan wanita bekas! Itulah alasannya dia tak pernah bermain wanita seperti teman-temannya karena Dante menjaga dirinya bersih dari penyakit. Dia selalu memikirkan pasangan hidupnya dan tak ingin membawa penyakit kerumah dan keluarganya karena baginya keluarga adalah yang paling penting dan dia sangat mencintai keluarganya. Dante diam beberapa dan mengulang-ulang informasi yang didengarnya dari Henry. Dia mencoba menyatukan kepingan-kepingan puzzle untuk menemukan gambaran apa yang sebenarnya terjadi dirumahnya.


‘Kasihan sekali anda, Tuan! Anda pasti tidak pernah menyangka kalau kelakuan istri anda seperti itu bukan? Aku sebenarnya ingin memberitahukan padamu sejak lama! Tapi kau tak pernah menanggapiku. Aku pernah mengatakan padamu kalau setiap kali kau pergi, Tatiana tidak pernah memberi makan anakmu, dia hanya memberi susu pada Alex tapi kau tidak merespon. Aku mengatakan padamu untuk memberikan bodyguard untuk mengawasi anakmu tapi kau juga tak merespon.’ Henry menghela napas panjang.


‘Aku pun pernah memintamu agar menyuruh wanita itu sering keluar untuk bersosialisasi dan kau pun tak merespon dengan alasan seakan-akan takut terjadi sesuatu diantara kalian, sikapmu pada wanita itu terlalu berlebihan dan wanita itu tak pantas untuk mendapatkan semua cinta dan kepercayaanmu.’ celetuk Henry didalam hatinya dan tetap diam menunggu Dante memberinya perintah.


Dreeetttt dreeettttt dreeeettttt


Bertepatan saat kekesalan dante mencapai puncaknya, handphonenya berbunyi, dia enggan mengangkat karena Tatiana yang menghubunginya tapi akhirnya dia menjawab telepon itu dengan senyum getir.


“Ada apa kau meneleponku?”


(wajahnya sudah tak lagi menunjukkan rasa kasih sayang dan suaranya kaku sekali dan dingin membuat orang yang melihatnya merasakan sesuatu yang tak biasa)


“Halo Dante sayang! Maafkan aku baru bisa menghubungimu lagi, dari tadi aku sibuk sekali. Ini juga belum selesai tapi aku mencoba mencari celah untuk menghubungimu dulu!” ujar Tatiana.


“Terimakasih masih ingat untuk menghubungiku. Sepertinya kau bersemangat sekali mengikuti acara itu ya? Kau sampai melakukannya sejak pagi hingga malam tanpa henti, bukan?”


Sebenarnya jika Tatiana peka, dia bisa merasakan kalimat dan nada suara Dante itu menyindirnya. Tapi karena Tatiana tidak kepikiran jika Dante mulai mencurigainya, diapun bersikap seperti biasa saja.


‘Aku sungguh tak tahu apa yang sebenarnya kau lakukan diluar sana, aku sangat curiga sekarang! Kau sudah menipuku sejauh ini Tatiana! Jangan-jangan kau tidak datang ke acara itu!”gumam dante menggerutu dihatinya karena kesal.


“Dante! Acaranya memang dari pagi sampai sekarang belum selesai tapi aku menyempakan diri untuk bicara denganmu karena aku sangat merindukanmu, sayang!”

__ADS_1


 


__ADS_2