PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 28. CARI SARAH AZALEA!


__ADS_3

“Aku mau naik kapal mommy!”


“Naik kapal?” Tatiana bertanya pada Alex sambil mengeryitkan dahi lalu melirik kearah Dante.


“Hem….” Dante hanya menggangguk. “Nanti siang kita akan pergi berlayar.”


“Kau serius, sayang?” Tatiana kembali mengeryitkan dahi dan menatap Dante agak aneh.


“Iya. Memangnya kenapa? Ada masalah?” tanya Dante kemudian.


“Tidak ada. Tapi kau harus istirahat, sayang.” jawab Tatiana mengingat suaminya belum tidur.


“Untuk apa istirahat? Aku sehat dan tidak merasa letih sama sekali.” jawab Dante sambil mengelus rambut istrinya.


“Tapi tadi malam kau sudah keluar semalaman dan aku sangat yakin kalau kau belum istirahat sama sekali. Setiap kali kau bekerja dimalam hari, kau tidak pernah tidur dan sekarang kau malah ingin pergi lagi?” Tatiana menggelengkan kepala.


“Aku tidak mau kau sampai jatuh sakit.” ujar Tatiana lagi sambil memegang tangan suaminya yang masih ada dipipinya.


“Jangan khawatir, aku tidak akan sakit. Aku akan menjaga kalian berdua lagipula hari ini adalah hari minggu. Jadi sebaiknya kita pergi jalan-jalan keluar.”


“Bukankah bagi kita setiap hari itu adalah hari minggu?” tanya Tatiana lagi.


“Kau benar!” Dante menggangguk. “Aku hanya ingin kita bertiga jalan-jalan. Sudah lama kita tidak melakukannya, bukan?”


“Kau ini...he he he….ada-ada saja. Bukankah kita datang ke Indonesia untuk jalan-jalan?”


Ucapan Tatiana membuat Dante terdiam dan mengatupkan bibirnya lalu mengangkat tangannya bersandar di sandaran kursi sambil menatapnya. Ada perasaan yang bergejolak didasar hatinya.


“Apa ada yang salah dengan ucapanku, sayang?” tanya Tatiana karena merasa heran melihat sikap suaminya yang tidak mengucapkan sepatah katapun menjawabnya. Tapi Dante masih tetap diam, hanya menggelengkan kepala dengan tatapan masih pada istrinya.


“Mommy, aku mau makan lagi.” seru Alex.

__ADS_1


“Maaf sayang, aku lupa menyuapimu lagi.” Tatiana memotong sosi dan menyuapi anaknya. Sementara Dante sibuk dengan pikirannya sendiri, dia kehilangan fokus saat ini.


‘Seharusnya mereka berdua menjadi orang yang paling aku sayangi! Wanita ini yang sudah menemaniku selama ini….selama hidupku. Bukan hanya sepuluh tahun aku menghabiskan hidupku berdua dengannya.” ungkap Dante lagi dalam hatinya yang merasa sangat sakit.


“Kenapa kau menatapku seperti itu, Dante sayang?” Tatiana meliriknya.


“Kau memanggilku persis sama seperti kau memanggilku ketika aku berusia tujuh tahun!”


“Memang!” senyum Tatiana melebar dan matanya berbinar-binar saat bicara. “Bagiku kau masih sama seperti dulu, Dante yang masih berusia tujuh tahun.”


“Tapi usiaku sudah tiga puluh lima tahun sekarang.” Dante bicara sambil mengelus rambut Tatiana.


“Aku sangat mencintaimu Dante Sebastian! Tidak terasa sudah dua puluh delapan tahun aku mengenalmu dan sudah dua puluh delapan tahun juga aku terus jatuh cinta padamu dan setiap hari aku semakin mencintaimu!” jawab Tatiana memandang wajah pria yang sangat dicintainya.


“Kau selalu yang terbaik bagiku.” Dante menambahkan, kali ini dia mendekatkan diri pada Tatiana lalu mengecup dahinya sambil memeluk istrinya erat-erat melampiaskan semua emosinya. ‘Aku mencintainya! Sudah dua puluh delapan tahun wanita ini bersamaku, sejak kami masih kecil sampai sekarang dia selalu ada disisiku! Menjadi kekasih hatiku, hubungan kami tak sederhana dimulai dari pertemanan hingga menjadi suami istri. Tatiana yang terbaik untukku.”


Hati Dante mengingatkan sesuatu yang penting tapi entah kenapa ada sesuatu rasa yang masih sangat menyakitkan disana untuknya.


“Alex memperhatikan kita Dante! Dia masih kecil dan tidakpaham tentang hal ini.” ucap Tatiana lalu Dante melirik kearah putranya.


Alex memandang ayahnya dan berusaha merekam setiap perkataan dan perilaku kedua orangtuanya. “Aku juga sayang sama daddy dan mommy.” ujarnya sambil membuka tangannya.


“Apa kau juga mau aku memelukmu?” tanya Tatiana akhirnya menarik Alex duduk dipangkuannya lalu memeluknya sedangkan Dante memeluk mereka berdua dengan posisi berdiri, walau ada rasa sakit dihatinya saat melihat Alex.


“Kalian berdua adalah yang terbaik dalam hidupku.” ucap Dante lagi mencoba untuk memanipulasi pikirannya.


“Sudah cukup Dante! Aku sudah tahu kalau aku dan Alex sangat penting dalam hidupmu, tapi sekarang sebaiknya kau kembalilah ke kamar. Bersihkan dirimu dan berganti pakaian, sekarang kau tidak memakai apapun. Lagipula kau juga belum membersihkan milikmu! Apa kau mau jadi penyakitan?” Tatiana mengingatkan apa yang tadi mereka lakukan.


“Baiklah. Aku titip Alex padamu, suapi dia sampai makanannya habis. Aku akan segera kembali.”


“Istirahatlah Dante!” Tatiana bicara sambil memegang tangan suaminya danmendonggakkan kepala. “Istirahatlah, tidurlah dulu walau hanya sebentar. Kalau kau ingin berlayar bagaimana kalau kita berlayar setelah dua atau tiga jam lagi?”

__ADS_1


“Baiklah. Aku ke kamar dulu.”


Tatiana melepaskan tangannya dan setelah pria itu mengecup dahi putranya, diapun pergi ke kamarnya.


“Melelahkan sekali. Tatiana benar aku memang harus istirahat.” ujarnya.


Tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu akhirnya mendengus kasar, dia mendekati pakaiannya lalu merogoh saku celana yang tadi masih tergeletak diatas tempat tidur. Mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


 “Ada apa kau meneleponku pagi-pagi?” tanya Barack yang dihubungi oleh Dante.


“Aku memang sengaja menghubungimu karena hanya kau yang paling tahu Indonesia!” ucap Dante.


“Apa kau ingin kubawa jalan-jalan?”


“Bukan itu! Bantu aku cari keberadaan Sarah Azalea. Tanyakan pada Julian dimana Sarah!”


“Aduh Dante! Siapa lagi si Sarah itu? Cantik tidak? Kalau cantik berikan saja padaku, kenapa kau mau borong semuanya?” keluh Barack. ‘Puffff…..apa tidak bisa aku tenang sebentar saja? Sejak kedatangannya ke Indonesia dia selalu jadi pelengkap penderitaanku saja! Semua dia tanya padaku seakan aku ini google atau siri! Haduhh…..! gumamnya dalam hati. Sebenarnya Barack masih malas-malasan ditempat tidur, tapi dia tidak mungkin menolak telepon Dante.


“Kalau sampai kau sentuh dia maka kau akan ku kebiri!” ujar Dante.


“Kau menyukainya ya? Berarti dia cantik!” jawaban Dante membuat Barack yang tadinya masih malas-malasan sontak bangun dan merubah posisinya menjadi duduk. ‘Pufff…..selama ini dia tidak pernah melindungi wanita lain selain Tatiana. Sekarang dia suruh aku melindungi wanita bernama Sarah Azalea? Siapa pula itu?’gumamnya.


“Dengarkan aku baik-baik! Tanyakan pada Julian dimana dia berada sekarang! Setelah kau mendapatkannya berikan wanita itu uang sebanyak tiga puluh ribu dolar!”


“Apa yang harus kukatakan padanya saat aku memberikan uang itu?” tanya Barack.


“Kau tunggu saja perintahku selanjutnya tapi ku peringatkan kau jangan mengganggunya dan jangan sekali-kali berbuat buruk padanya!”


 “Kau menyusahkan sekali Dante! Baru pertama kali kau ke Indonesia tapi kau sudah membuat banyak sekali perintah padaku! Kau tahu hari ini adalah hari minggu tapi kau malah memberiku pekerjaan di hari minggu pagi! Ck!”


“Barack! Jangan membantah! Lakukan saja apa yang kusuruh, jangan sampai aku membunuh kakekmu!” ancam Dante. Pria itu tidak mau menerima alasan Barack yang tak masuk akal, baginya mau hari apapun kalau ada perintah atau pekerjaan maka harus dikerjakan.

__ADS_1


“Hei apa-apaan kau Dante! Kakekku satu-satunya keluargaku! Jangan macam-macam kau ya!”


“Kau mulai berani melawanku?” tanya Dante.


__ADS_2