
Lalu panggilan telepon itu diputuskan secara sepihak.
“Satu menit! Waktu hanya satu menit! Untuk memutuskan apa yang harus kulakukan. Tidak mungkin aku memberikan senjata itu, aku juga tidak mungkin menembakkan rudal! Apa pria it mau mati sia-sia? Dan sekarang kondisi kami kacau balau. Aku tidak mungkin bisa menghubungi Nick! Lalu apa yang harus kulakukan untuk menghubungi Dante dan yang lainnya?”
Eddie berdecak dan kembali panik, kondisi Eddie yang tidak bisa menghubungi siapapun karena semua ponsel sudah disadap dan dalam waktu satu menit saja maka bom mengenai daratan itu berarti semua anggota mereka yang ada didalam gudang itu akan menjadi bangkai. Ini adalah pilihan yang sangat sulit untuk Eddie.
“Ehmmm……kalau begini jadinya aku tahu dia tidak ada lagi ditempat itu. Jadi jika rudal dilepaskan disana pun hanya sia-sia saja! Dia tidak ada disana dan anak buahku yang sudah berada ditengah laut……jangan-jangan ada sesuatu yang sudah menunggu ditengah laut?” Eddie mulai khawatir dan dia tiba-tiba teringat sesuatu.
“Berikan ponsel kalian padaku.” perintah Eddie.
“Baik Bos. Ini!” salah satu anak buahnya menyodotkan ponsel pada Eddie.
“Terima kasih.” Eddie langsung menghubungi nomor ponsel seseorang.
“Ya Tuan! Ada yang bisa saya bantu?” tanya Henry dari seberang telepon.
“Nomor teleponmu adalah nomor yang tidak disadap. Dia tidak membicarakan masalah yang aku bicarakan padamu.”
“Apa maksudnya Tuan Eddie?” tanya Henry tak mengerti.
“Henry dengarkan aku! Kondisinya sekarang sedang genting. Tolong kau hubungi melalui telepon rumah. Katakan pada Nick untuk mengarahkan rudalnya ke posisi pintu gerbang tempat dimana anak buahku terjebak digudang.”
“Baiklah. Akan saya informasikan segera padanya.”
“Secepatnya Henry! Alihkan sekarang juga.”
“Saya mengerti Tuan. Segera saya laksanakan!”
“Dan bilang pada Nick jangan menggunakan nomor ponselnya lagi. Henry, tolong kau berikan ponsel baru padanya untuk menghubungiku dinomor ini. Dan jangan gunakan nomor itu untuk menghubungi Dante karena nomor kami semua sudah disadap. Kau mengerti Henry?”
“Saya mengerti Tuan. Jadi sekarang anda kesulitan untuk menghubungi Tuan Dante?”
__ADS_1
“Iya. Aku sekarang kesulitan menghubungi Dante. Apa kau bisa menolong? Aku sudah memberikan nomor telepon lain tapi kalau aku menghubungi dengan nomorku yang sekarang ini maka nomor ini akan disadap juga.”
“Saya tahu lingkaran setan itu Tuan! Anda jangan khawatir, biar saya mengurusnya segera. Saya akan menghubungi Tuan Nick!”
“Terima kasih Henry. Aku akan mengurus yang disini.” lalu Eddie memutuskan panggilan.
Henry pun segera mengambil telepon dan menghubungi bunker melalui telepon rumah mereka.
“Kenapa kau menghubungiku kesini?” tanya Nick menerima telepon Henry.
“Tuan Eddie yang memberikan informasi untuk mengalihkan rudal ke pintu masuk gudang tempat orang-orang yang disandera. Dan Tuan Eddie juga mengatakan pada anda agar tidak meneleponnya dengan nomor anda. Saya akan membawakan ponsel baru untuk anda supaya bisa menghubungi Tuan Eddie dinomor yang baru karena semua nomor telepon sebelumnya sudah disadap.”
“Aduh…..kenapa jadi ribet begini? Baiklah aku akan mengurusnya. Kau harus segera kesini secepatnya Henry!” ucap Nick dengan mendecak.
Nick sudah mematikan teleponnya karena waktunya tinggal tiga puluh detik lagi untuk rudal sampai kedaratan dan mereka harus secepatnya melakukan pemindahan target.
‘Sudah kuduga! Mengeluarkan Tuan Dante Emilio dari penjara pasti akan berdampak seperti ini.’ bisik hati Henry sambil dia mengulik ponselnya.
“Ada apa lagi Henry?”
“Saya sudah jalan menuju keruang bawah tanag Tuan! Dan sekarang saya jua sudah membawakan satu ponsel baru untuk Tuan Nick. Sementara jika ada sesuatu yang penting anda bisa menghubungi telepon rumah saja.”
“Baiklah kalau begitu, aku mengerti.” jawab Eddie.
Eddie mematikan teleponnya dan melihat pada anak buahnya. “Apa kalian punya nomor telepon Jeremy anak buah Nick?” tanya Eddie.
‘Tadi aku menyuruhmu pergi bersama dengan Noel aku yakin kau pasti bisa membantuku. Aku sudah punya rencana untuk mengatasi hal ini.' gumamnya lagi dalam hati.
“Ya bos. Kami punya nomor teleponnya.”
“Berikan padaku nomornya.”
__ADS_1
Pria itu langsung menyodorkan nomor telepon yang diminta oleh Eddie dan tanpa menunggu lama dia langsung menghubungi nomor itu. ‘Ini bisa jadi jalan keluarnya, aku yakin sekali.’
“Bos apa anda ingin menghubungi seseorang lagi?” tanya salah satu anak buah Eddie. Pria itupun menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
“Ya, aku harus mencari cara untuk menghubungi Dante. Beritahu padaku nomor telepon teman kalian yang sekarang bersama dengan orang yang diatas kapal. Lihat CCTV kapal dan hubungi salah satunya. Aku ingin bicara sekarang juga.” ujar Eddie dengan tegas. Dia tidak ingin membuang waktu lagi karena setiap detik sangat berharga dalam situasi seperti sekarang.
“Oh mungkin anda bisa menghubungi nomor ini Bos.” anak buah Eddie memberikan nama baru termasuk nomor teleponnya yang langsung disalin oleh Eddie dan dia pun segera menghubungi pria itu menggunakan nomor telepon yang sama seperti yang digunakannya untuk menghubungi Henry tadi.
“Halo? Apa ada berita dari pangkalan sampai kau menghubungiku?” suara diseberang telepon langsung menyapa. Suara itu terdengar seperti cemas dan mereka memang sedang menunggu kabar dari rekannya.
“Aku minta sambungkan teleponku dengan Jim! Aku Eddie! Kalian sudah ada diatas kapal?”
“Oh bos! Sebentar bos! Kami sudah ada diatas kapal sekarang.”
Pria diseberang telepon terburu-buru dan langsung menghampiri Jim yang saat ini menjadi komandan mereka.
“Iya bos ada apa?” tanya Jim yang saat ini sudah menjawab telepon. Suaranya terdengar dingin dan gugup ketika mendengar panggilan Eddie.
“Dengarkan aku. Waktu yang kita miliki sekarang terbatas jadi setiap kata yang aku ucapkan harus kau dengarkan baik-baik. Apa kau paham?”
“Baik bos. Saya paham! Apa yang harus kami lakukan sekarang bos?” tanya Jim.
“Jim…..nomor teleponmu sudah disadap sehingga aku tidak bisa menghubungimu lewat nomor telepon itu. Yang bisa kulakukan adalah menghubungi nomor ini dan nomor dan yang kugunakan ini masih aman dan tidak ada hubungannya dengan pihak federal.”
“Jadi aku minta kau segera kirimkan nomor telepon anak buahmu yang tadi bersama Noel! Aku tidak bisa menghubungi Noel dengan nomor teleponku. Apa kau paham?”
“Baik bos. Kalau begitu akan saya kirimkan sekarang juga!” jawab Jim yang langsung mengerti situasinya. Dia pun tidak mau membuang banyak waktu dan segera mengirimkan nomor telepon yang diminta oleh Eddie.
“Bos ada kapal mendekat. Sepertinya ini juga milik kita bos!” kata anak buah Eddie memberitahukan apa yang mereka tangkap di radar dan Eddie pun melihat dengan serius.
“Hmmmm! Kau benar!” Eddie tersenyum. Ada sedikit kelegaan ketika dia melihat itu dan dia merasa tenang orang-orangnya berada dikapal sudah aman untuk sementara waktu.
__ADS_1
‘Mereka sudah menjauh kearah laut. Ini lebih baik. Mereka pasti masih diserang tapi setidaknya mereka sudah mendapatkan kapal yang lebih besar. Tapi justru sekarang mereka berada dilaut berarti kondisi mereka makin gawat. Aku tidak boleh membiarkan federal membawa pasukan laut mereka karena ini akan membuat kami semakin terdesak.’