PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 73. BAGAIMANA PERASAANMU


__ADS_3

“Saya mengerti nyonya seperti yang sudah saya jelaskan tadi, saya tidak akan melakukan itu.” Bella tersenyum sambil menganggukkan kepala.


“Baiklah. Aku bisa tenang sekarang. Oh aku lupa menanyakan berapa umurmu?” Tatiana bertanya dengan suara lebih tenang dan tidak lagi mengintimidasi.


“Usiaku suda duapuluh satu tahun bulan depan.” jawab Bella berusaha bersikap sopan dan wajar.


“Wah ternyata kau masih muda sekali ya. Kau tahu usiaku sekarang suda tiga puluh tiga tahun. Hehe aku sudah sangat tua ya? Ha ha ha ha.” Tatiana terkekeh.


“Tidak, nyonya. Anda masih terlihat muda dan sangat cantik dan energik. Anda sama sekali tida terlihat seperti wanita berusia tiga puluh tiga tahun.” jawab Bella jujur.


“Benarkah?” seperti wanita lainnya, Tatiana pun senang jika mendapat banya pujian.


“Iya benar nyonya. Mungkin itu karena anda hidup bahagia makanya wajah anda awet muda.”


“Terimakasih. Kau pun sama, kau sangat cantik dan energik. Warna matamu juga bagus. Hampir sama dengan warna mata anakku!” ujar Tatiana tanpa menyadari jika wajah Bella dan Alex pun mirip.


“Terimakasih nyonya.”


“Bisakah kau ceritakan padaku bagaimana pengalamanmu dulu?”


“Maksudnya?” tanya Bella yang bingung dan heran dengan sikap wanita itu yang berubah.


“Maksudku bagaimana pengalamanmu menjaga anak saat kau bekerja di Macau. Kenapa kau berhenti bekerja?” tanya Tatiana agak kritis dengan intonasi suaranya yang bercubah agak tegas dan dingin.

__ADS_1


‘Aduh aku harus bilang apa? Aku bahkan belum pernah mengasuh anak kecil. Aku sama sekali tidak punya pengalaman dengan anak-anak tapi aku tidak boleh kehilangan pekerjaan ini. Hanya ini tiket untuk kebebasanku.’ gumamnya dalam hati. Setelah menghela napas, Bella pun mulai mengarangcerita.


“Aku sangat menyukai pekerjaanku di Macau. Mereka puas dengan pekerjaanku dan aku tidak mengecewakan sehingga aku menyenangi pekerjaanku dan mendapatkan gaji yang memuaskan. Tapi aku harus keluar dari pekerjaanku karena aku harus membayar hutang.” ujar Bella.


“Maksudmu, kau mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi untuk melunasi hutang-hutangmu, begitu? Apakah suamiku menawarkan gaji tinggi padamu?” tanya Tatiana penasaran.


‘Bagaimanapun aku harus mengetahui semuanya bukan karena aku tidak mempercayai suamiku tapi aku hanya ingin menyakinkan diriku. Aku akan banyak berhubungan dengannya daripada Dante, aku yang bertanggung jawab mengasuh anak dan Dante sering pergi keluar negeri. Jadi aku yang akan berkomunikasi dengan dia, akan sangat mengerikan jika dia membuat kesalahan,’ bisik hati Tatiana.


“Iya nyonya, suami anda menawarkan gaji yang sangat tinggi. Sepertinya suami anda sangat mencintai anak kalian makanya dia berani menawarkan bayaran yang cukup besar.” ujar Bella berusaha memuji.


“Karena itu aku berpesan padamu tolong jaga anakku baik-baik! Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu jika sesuatu yang buruk terjadi pada anakku. Suamiku akan memarahimu dan aku tidak bisa menjamin keselamatanmu karena dia sangat temperamen.” Tatiana menghela napas lalu menatap Bella lagi. “Bersikap baiklah pada anakku dan jangan pernah menyinggung suamiku, itu saja!”


“Saya mengerti nyonya. Saya tahu bagaimana menjaga sikap.”


Bella tidak mengucapkan sepatah kalimat pun lagi, dia hanya tersenyum dan menganggukkan kepala mengiyakan semua ucapan Tatiana. Walaupun dalam hatinya Bella memiliki perasaan yang bertentangan.


‘Dasar suami istri sama saja tahunya cuma mengancamku dibelakang! Suaminya mengancamku tanpa sepengetahuan istrinya sedangkan istrinya juga melakukan hal yang sama. Mereka sama-sama tidak ingin aku mengganggu keluarganya. Ha...begitu takutnya mereka kalau aku mengganggu keluarganya? Harusnya mereka berpikir apa yang harus mereka lakukan pada pasangannya dan menjaga pasangannya bukan mengancam dan menghakimi orang luar untuk tidak mengganggu pasangannya!’ gumam Bella kesal didalam hatinya.


Dia tidak habis pikir bagaimana sepasang suami istri sangat khawatir dengan keadaan rumah tangganya karena kedatangan wanita lain. Bukannya memberikan yang terbaik pada suaminya ataupun suami memberi yang terbaik pada istri, mereka malah mengancam Bella untuk berhati-hati dan menjaga sikap. Apalagi perempuan ini sangat menyebalkan, tadinya aku mengira dia wanita kaya yang lembut dan bermartabat tapi semakin kesini aku melihat wajah aslinya, dia seperti kebanyakan wanita kaya lainnya yang arogan dan angkuh.


Kalau tidak mau suamimu kepincut wanita lain jangan bukakan pintu untuk wanita lain. Dasar bodoh! Suami juga sama, ingin menjaga hati istri tapi malah membawaku masuk ketengah-tengah mereka, jangan salahkan aku kalau nanti aku jadi pelakor karena ulah kalian!


“Apa masih ada hal yang ingin kau tanyakan sebelum aku pergi?” tanya Tatiana.

__ADS_1


“Bolehkah aku menanyakan sesuatu?” Bella balik bertanya.


“Tentu saja! Kau bisa menanyakan apapun itu yang bersangkutan dengan pekerjaanmu.” jawab Tatiana.


“Begini, aku sangat mengagumi keharmonisan keluarga anda nyonya dan aku merasa penasaran bagaimana perasaan anda sebagai seorang ibu ketika melihat anak yang baru anda lahirkan? Bagaimana rasanya menggendongnya pertama kali dan menyusuinya?”


“Kenapa kau menanyakan itu?” Tatiana kaget mendapat serentetan pertanyaan itu dari Bella karena tidak ada satupun yang mampu dijawabnya, dia tidak pernah mengalami itu semua. Dia tidak tahu bagaimana rasanya hamil, melahirkan apalagi menyusui anak sendiri karena Alex bukanlah anak yang dilahirkannya.


“Maaf nyonya, kalau pertanyaanku salah aku hanya penasaran saja bagaimana rasanya ketika baru melahirkan dan bisa menggendong sendiri! Apakah ada tangis haru atau senyum bahagia untuk meluapkan perasaan dihati? Aku hanya bisa membayangkannya saja.” jawab Bella dengan senyum.


‘Itu-----” Tatiana tidak mampu menjawab. Dia hanya menggerutu dan bergumam didalam hati saja, ‘Kenapa dia menanyakan itu? Rasa? Hufff apa aku memiliki rasa itu saat pertama kali menggendong Alex? Ah….sepertinya aku tidak merasakan apapun hingga sekarang, tidak ada perasaan mengikat seperti ibu dan anak. Anak itu hanyalah pemersatu antara aku dan dante. Aku menjaga anak itu agar aku tidak kehilangan Dante karena bagi Dante anaknya adalah harta paling berharga! Jadi anak itu adalah harta yang harus kujaga baik-baik.’


Tatiana hanya diam sejenak karena tidak tahu harus mengatakan apa pada Bella, dia hanya menatap Bella dengan tatapan yang hanya bisa dimengerti oleh Tatiana. Bella pun memperhatikan raut wajah wanita dihadapannya dan sulit baginya untuk memahami wanita itu. ‘Duh apa aku tadi salah nanya ya? Apakah pertanyaan seperti itu tidak pantas ditanyakan di eropa? Apa dia menganggapku kurang ajar?” bisik hati Bella mulai merasa cemas.


“Kau mau tahu rasanya…...”


“Apa yang sedang kalian bicarakan?” Dante tiba-tiba datang sehingga membuat kedua wanita itu terkejut dan Tatiana tidak menyelesaikan ucapannya. Tatiana tersenyum manis menyambut kedatangan suaminya.


“Dante, Alex….” ujar Tatiana bernapas lega. ‘Syukurlah kalian datang, aku tidak tahu bagaimana caranya mengatakan perasaan yang ditanyakan wanita itu. Tidak mungkin aku bilang kalau Alex bukan anakku pufff…...akhirnya aku lega tidak harus menjawab pertanyaannya.’


Tatiana masih menutupi kebenaran dari semua orang tentang anaknya dan ketidakmampuannya untuk memberikan keturunan. Bahkan saat Alex lahir, Dante langsung memecat semua pelayan dirumahnya dan mengganti dengan yang baru. Hanya orang-orang kepercayaannya saja yang masih tersisa dan merekapun bungkam tidak mau menceritakan siapa Alex sebenarnya. Tatiana hanya bisa bergumam dalam hatinya mengingat masa lalu mereka yang tersembunyi rapat sebagai sebuah misteri di keluarga mereka yang harus ditutup rapat selamanya.


Sementara Bella merasa salah tingkah setelah kedatangan Dante dan cara pria itu menatapnya. ‘Aduh dia menatapku tajam seperti itu lagi. Apa aku memberikan pertanyaan yang salah pada istrinya? Atau dia marah padaku karena berbicara dengan istrinya?’ Bella pun tak berani memandang Dante dan hanya menundukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2