PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 243. IRENE DIMANFAATKAN


__ADS_3

“Dante! Apa kau pikir aku ini operator telepon, ha?”


“Aku sedang serius, tidak ada waktu bermain-main denganmu! Aku ingin bicara dengan Bella. Cepat berikan teleponnya pada Bella sekarang!”


“Wah, apa kau pikir aku kepala pelayanmu? Aku sudah tidak bekerja jadi pelayanmu lagi Dante.”


“Shut up! Jangan membuat kesabaranku hilang! Aku selalu memperhatikan setiap sikapmu dan aku akan mempertimbangkannya. Semakin buruk sikapmu padaku maka saat kau bertemu denganku akan semakin tersiksa kau kubuat!”


“Ckckcck! Terimakasih untuk ancaman yang kau berikan padaku! Tapi aku sedang sibuk sekarang, setelah pekerjaanku agak longgar aku akan meminjamkan teleponku padanya, tunggulah sekitar satu sampai tiga jam lagi!” ujar Anthony mengerjai Dante.


“Anthony! Letakkan dulu teleponnya, aku sudah siap dari tadi tapi kau masih saja sibuk dengan teleponmu. Aku sudah tidak tahan lagi,” terdengar suara seorang wanita dari samping Anthony.


“Sebentar ya sayang. Aku harus menyelesaikan urusanku ditelepon dulu.” ucap Anthony.


“Tapi aku sudah tidak tahan lagi Anthony! Tadi kan kita sudah hampir masuk! Bagian bawahku sudah semakin basah, cepat letakkan teleponnya dan tuntaskan ini.”


Dante bisa mendengar jelas perbincangan Anthony dan Irene, wajah Dante memerak karena kesal.


“Siapa wanita yang disampingmu itu? Apa yang sedang kau lakukan, ha?”


“Bukan urusanmu! Yang pasti bukan wanita yang selalu mencari Sky dan mencarimu! Aku akan menghubungimu nanti ya. Tidak sekarang, aku sedang sibuk! Kau sabarlah dulu sampai aku selesai dengan urusanku!”


Klik


‘Hahahaha! Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kesalnya kau Dante saat menerima teleponku tadi! Ah, biar saja dia marah itu urusan nanti yang penting aku bahagia sekali karena berhasil membuatnya ingin membanting teleponnya tadi hahahah!’ gumam Anthony saat dia mematikan teleponnya. Tampak jelas diwajahnya senyum mengembang lebar menunjukkan kebahagiaannya.

__ADS_1


‘Kenapa aku merasa ada kedekatan dengan Dante ya? Aku senang sekali melihatnya marah, apalagi kalau aku mengerjainya hahaha…..tapi kenapa dia bersikap agak beda padaku ya? Seperti tidak ada dendam atau kebencian. Aneh juga.’


“Siapa tadi yang meneleponmu?” tanya Irena dengan suara mendayu yang diberikan oleh wanita itu.


“Bukan siapa-siapa Iren! Aku hanya bicara soal bisnis dengannya.” ucap Anthony sambil meletakkan ponselnya diatas nakas lalu merangkul lagi wanita yang sudah satu tahun lebih menjadi tunangannya itu.


“Aku senang sekali kau bisa meluangkan waktumu menemaniku begini Anthony!” ujar Irene dan merangkul pinggang Anthony sambil menyandarkan kepalanya di bahu Anthony. Wanita dewasa yang usianya tiga tahun lebih tua dari Anthony tapi tingkahnya sangat manja. Jika bersama Anthony bahkan terlihat seperti usianya lebih muda dari Anthony.


“Hmmm….aku bisa lihat kalau kau senang sekali. Dari wajahmu semuanya bisa terlihat Irene!”


“Aku sangat senang! Aku sangat merindukanmu Anthony. Aku ingin datang kesini menemuimu tapi kau tidak ingin menemuiku. Kau selalu bilang kalau kau banyak pekerjaan jadi aku tidak mau mengganggumu. Tapi tetap saja menahan rindu itu rasanya sangat tersiksa!” Irene diam sejenak.


“Aku masih teringat saat-saat dimana kau pertama kali menyatukan dirimu denganku! Aku merindukan semua sentuhanmu itu Anthony!” ucap Irena lagi bermanja-manja.


Memang benar jika Anthony adalah pria pertama yang berhasil merebut sesuatu yang berharga dari irene. Itu adalah kenangan terindah bagi Irene yang tidak pernah bisa dilupakan olehnya.


“Sekarang aku sudah ada disisimu kan Irene?” bisik Anthony sambil merangkul Iren semakin erat.


Anthony berusaha menghangatkan wanita itu sehingga membuat Irene lebih nyaman berada dalam dekapan pria yang sudah hampir empat bulan ini tidak bisa dia temui.


‘Pffff kalau bukan karena aku harus menghindari dikirim ke white house, aku tidak akan memanggilnya kesini dan aku tidak akan menyentuhnya. Aku sudah memikirkan untuk menyelesaikan hubungan ini!’ ujar Anthony didalam hatinya. Tapi saat ini bibirnya tersenyum pada Irene mencoba melupakan semua rencananya sejenak sampai dirinya aman dan tak perlu pergi ke Amerika.


“Bagaimana kalau kita jalan-jalan keluar? Aku ingin menghabiskan waktu berdua bersamamu.”


“Aku tidak bisa Irene! Kau tahu kan aku baru saja tugas lapangan selama tiga bulan? Pekerjaanku sangat melelahkan dan aku butuh istirahat. Aku tidak akan kemana-mana aku hanya ingin dirumah saja. Kau tidak marah kan?” tanya Anthony dengan wajah menggoda Irene.

__ADS_1


“Ehm...sebenarnya aku ingin keluar denganmu Anthony! Tapi jika kau berkata begitu, aku akan menuruti maumu. Kita hanya akan bertemu di rumah ini? Di villa ini?” tanya Irene dengan pandangan matanya yang tidak puas menatap Anthony tapi pria itu tetap tidak peduli dan menganggukkan kepalanya.


“Aku merasa lebih nyaman di villa ini, lagipula dibelakang villa ini kau bisa melihat laut! Anggap saja kita sedang liburan, disinipun tidak ada seorangpun yang akan mengganggu kita. Ayahku juga jarang pulang sedangkan para pelayan tidak akan mengganggu, bukan?”


“Baiklah, Anthony! Walaupun aku tidak suka tinggal disini tapi karena kau bilang begitu aku tidak akan menolaknya, aku setuju! Aku juga sangat merindukanmu dimanapun itu aku akan selalu bersamamu, jadi tidak masalah buatku!” ucap Irene yang kini sudah berada diatas tubuh Anthony yang polos dan Irene memainkan tangannya di kotak-kotak milik Anthony dengan memasukkan milik pria itu kedalam miliknya.


“Sssshhh….apa yang sedang kau lakukan Irene?”


“Tidak ada!” Irene menjawab tanpa memalingkan matanya dari roti sobek Anthony. Dia tersenyum senang menikmati pemandangan tubuh sang pujaan hati yang ada didepan matanya. “Aku hanya mengagumi sesuatu yang sebentar lagi akan menjadi milikku selamanya!” ucap Irene sambil menggigit bibirnya hingga gigi putihnya pun terlihat.


Dia sangat gemas melihat tubuh Anthony, Irene sudah merindukan pria yang kini ada dibawahnya.


“Maksudmu?” tanya Anthony santai sambil tangannya mengambil gelas dan menyesap anggurnya.


CUP


Irene mencondongkan tubuhnya kedepan dengan menggunakan indera pengecapnya dia membersihkan sisa anggur dimulut Anthony.


“Kita akan menikah enam bulan lagi Anthony sayang. Artinya kau akan menjadi milikku dan akau akan menjadi milikmu selamanya kita akan bersatu, bukan? Tubuhmu selamanya akan menjadi sesuatu yang terindah yang aku lihat setiap pagi.”


Anthony tidak menanggapi semua kata-kata Irene, dia hanya tersenyum sambil menggerakkan tangannya menyentuh puncak tertinggi Irene yang sejak tadi ingin Irene meminta Anthony untuk melakukannya, dia menyukai setiap sentuhan pria itu.


“Sssssh…..aku sangat merindukan sentuhanmu ini Anthony!” ucap Irene manja lalu diam mencondongkan tubuhnya kedepan dan mendekatkan bibirnya kepada Anthony lagi.


CUP!

__ADS_1


Sedikit pemanasa bibirpun membuat ruangan yang hening itu dipenuhi suara berdecak dan menimbulkan keributan ditelinga masing-masing. Irene sudah sangat merindukan Anthony sehingga dia benar-benar merasa cukup bergairah walau hanya sentuhan ringan yang diberikan oleh pria itu.


__ADS_2