PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA
BAB 424. PENGALIHAN


__ADS_3

“Tatiana sudahlah! Bisa kau menungguku di kamarku saja? Aku masih ada sedikit keperluan dengan Rodrigo! Pergilah ke kamarku dulu nanti aku menemuimu!” ucap Jeff.


“Tidak Jeff! Aku yakin dia ini Barack! Aku mengenalinya!” Tatiana masih tidak terima dan masih memperhatikan Barack dengan serius, ingin memastikan kalau dia memang tidak salah mengenali.


 


“Sudah kukatakan padamu kalau dia bukan Barack! Apa masih belum jelas lagi Tatiana?” ujar Jeff dengan meninggikan suaranya.


‘Memangnya dia mau apa kalau pria ini Barack? Apa jangan-jangan dia takut kalau Dante tahu? Aku harus menjelaskan padanya nanti. Tapi tidak didepan Barack karena aku tidak mau Barack mengetahui jati dirinya yang sebenarnya.’ gumam Jeff dalam hatinya.


 


‘Fuuuhhh! Tatiana kenapa kau sulit diatur? Aku masih membutuhkanmu sekarang jadi aku harus sabar tapi saat aku tidak membutuhkanmu lagi, maka aku akan membuangmu!’ geram Jeff dalam hati. Dia tidak suka menjelaskan apapun pada wanita tapi dia masih membutuhkan Tatiana untuk kepentingannya di kediaman Omero.


 


Ada hal yang dia inginkan yang berada dikediaman Omero sehingga dia harus bersabar menghadapai Tatiana yang sulit diatur dan keras kepala.


“Apa mungkin ada dua orang dengan wajah yang sama ya?” Tatiana kembali bertanya. ‘Tapi aku yakin dia Barack. Apakah selama ini dia bersembunyi di tempat Dante hanya untuk mencari informasi tentang Dante lalu menjebaknya?’


 


‘Waahhhh wahhhh dasar pengkhianat ternyata bukan cuma aku! Kau pintar sekali Barack! Aku tidak bisa bayangkan reaksi Dante kalau dia tahu ini. Atau aku bilang saja pada Dante ya kalau kau menangkapku dan menjualku pada Jeff? Dengan begitu Dante akan merasa kasihan dan menerimaku kembali?’


 


Tatiana belum mengetahui cerita apapun dari Jeff tentang apa yang terjadi sehingga dia sudah berpikir yang macam-macam dan semakin besar keinginannya kembali pada Dante dengan keberadaan Barack disana, dia pikir akan mempermudah jalannya untuk kembali.


“Jangan campuri urusanku! Kita masih punya bisnis lain yang lebih penting bukan?”


Tatiana menatap orang yang berdiri disebelahnya lalu dia mengangguk, walaupun dia merasa berat hati meninggalkan tempat itu tapi dia tak ada pilihan, sebelum pergi dia masih menatap Barack dengan mata memicing.


 


“Kalau begitu aku pergi dulu. Aku akan menunggu dikamarmu.” ucap Tatiana sebelum dia pergi meninggalkan kedua pria itu sambil tersenyum sinis pada Barack.


“Fuuuuh wanita itu terus terusan saja membuatku pusing dan semakin gila!”


“Kurasa bukan dia saja yang gila, tapi kau pun juga gila! Kalau kau tahu wanita itu gila kenapa kau mau bersamanya? Bukankah itu berarti kau juga gila?”


 

__ADS_1


Barack bicara dengan nada sinis, dia memang selalu bersikap seperti itu pada Jeff tak pernah mengubah cara bicaranya. Selalu bersikap sinis dan bicara seenaknya.


“Haah! Apa kau bilang Rodrigo?”


“Kenapa dia yakin sekali kalau aku Barack? Apa dia mengenalku?” tanya Barack berpura-pura amnesia untuk membuat Jeff tidak mencurigainya.


 


‘Ini kesempatanku agar dia teralihkan dari mencari keberadaan adiknya untuk beberapa saat sampai Manuel datang membereskan mayat wanita itu.’ bisik Barack dihatinya. Kini dia sudah  mendapatkan ide untuk mengalihkan perhatian Jeff.


 


“Dia adalah istri dari Dante, orang yang dulu dekat denganmu dan kau menyamar ditempatnya. Kau masih ingat?” Jeff mencoba menjelaskan karena dia juga tidak mau Barack banyak bertanya.


Barack mengangkat bahunya sambil melihat seseorang yang berjalan terburu-buru.


‘Ah, akhirnya kau datang juga Manuel. Ku pikir kau tak akan datang, aku sudah kehabisan akal menangani mayat Gabrieel.’ bisik hati Barack saat Manuel memberi kode pada Barack.


 


“Kurasa aku tidak ingat apapun. Bisa kita bicara dulu?” tanya Barack.


“Tidak sekarang Rodrigo. Kurasa aku harus mencari adikku dulu.” ucap Jeff.


 


Mendengar Barack mengungkit soal penyergapan nanti malam membuat Jeff pun akhirnya berpikir dan melirik barack karena itu adalah hal yang penting baginya. Ada sesuatu tentang penyergapan nanti malam yang penting bagi hidupnya.


‘Aku tidak tahu apakah aku bisa menerobos rumah Dante atau tidak. Tapi aku harus mengambil Bella dari sana dan membawanya pergi.’ bisik Jeff dihatinya.


 


Sebenarnya Jeff merasa sedikit ragu dan khawatir dengan penyergapan malam ini mengingat dia pernah membuat rencana matang sebelumnya tapi akhirnya digagalkan oleh Eddie dan satu orang kepercayaannya berhasil ditangkap Dante. “Apa yang ingin kau bicarakan tentang nanti malam?”


 


“Disini terlalu ramai, aku tidak mau ada orang yang mendengarnya. Bagaimana kalau kita sambil jalan-jalan kesana dan berbicara?” ucap Barack sambil berjalan menuju ketaman untuk menjauhi kamar mandi. Karena Manuel akan membawa Nick dan mayat Gabriella keluar dari sana, Barack tidak mau Jeff melihat itu dan curiga.


 


“Kenapa kita harus membicarakan masalah ini sampai harus menjauhi orang lain?”

__ADS_1


“Kau panik karena adikmu tidak ada disini! Apa kau takut ada seseorang yang menculiknya?”


“Bukan itu yang aku takutkan. Aku yakin adikku masih ada disini hanya saja aku tidak tahu apa yang terjadi padanya.” jawab Jeff.


 


“Jadi kau takut ada orang menguntit adikmu?”


“Ya!” jawab Jeff mengangguk.


“Karena itu aku mengajakmu bicara ditaman, jauh dari kerumunan supaya tidak ada orang yang mendekat dan menguping pembicaraan kita!”


 


“Oke. Kita kesana.” ucap Jeff. Lalu keduanya berjalan meninggalkan tempat itu. “Katakan apa yang ingin kau bicarakan? Disini sudah tidak ada orang hanya kita berdua.”


“Begini! Dante sekarang sudah tidak memiliki kekuatan apapun disekitarnya. Senjata yang dia miliki hanya yang ada dirumahnya saja. Itu berarti tidak ada pertahanan di sekitarnya.”


 


“Tapi kita gagal mendapatkan dengan Omero!”


“Kenapa dengannya?” Barack menatap Jeff.


“Dante sudah lebih dulu mengambil semua senjata di gudang milik Omero!” jawab Jeff dengan frustasi dan kekecewaan yang dalam karena dia sudah mengincar senjata-senjata itu.


“Tidakkah kau tahu kalau sekarang mereka melakukan perubahan rencana? Huh! Kegagalan di gudangnya Omero itu tidak penting!” Barack tersenyum. Dia berhasil mengalihkan Jeff.


“Maksudmu?”


“Menurut informasi yang kudapatkan mereka akan melakukan transaksi senjata malam ini. Itu artinya meeka mengambil senjata dari gudang Omero bukan untuk dipakai sendiri tapi untuk dijual!”


 


“Jadi maksudmu barang dagangan? Bukan senjata canggih?”


“Iya, berdasarakan informasi yang aku dapatkan juga, Omero tidak pernah mempunyai banyak senjata di gudangnya! Aku tidak tahu darimana kau dapatkan informasimu yang mengatakan dia memiliki banyak senjata canggih di gudangnya! Fuuuhh!”


 


“Jadi, setelah senjatanya diambil oleh Dante untuk dijual dia tidak memiliki stok senjata yang cukup juga?” tanya Jeff yang mulai merasa senang mendengar itu.

__ADS_1


Berarti dia tidak rugi apa-apa, ternyata senjata di gudang Omero bukan senjata canggih hanya senjata biasa. Untung saja dia tidak menyuruh anak buahnya melakukan penyerangan ke gudang Omero. Semua akan sia-sia saja!


__ADS_2